Malam Tahun Baru di Olympus




Hari itu tanggal 31 Desember, sore hari. Athena sedang bersiap-siap menutup toko kelontong ibunya ketika sepupunya, Aphrodite, mendatanginya dengan ceria.
“Na, malam ini kamu ke mana?”
“Di rumah saja. Aku sudah menyiapkan setumpuk film untuk ditonton.”
Aphrodite mengerucutkan mulutnya. “Huuu, dasar membosankan! Ini kan malam tahun baru, kamu harusnya ke luar dong, melihat kembang api!”
“Tapi pasti jalanan sangat macet. Kau tahu kan dua hal yang paling membuatku malas? Keramaian dan kemacetan. Dan keduanya ada di luar malam ini.”
“Lalu kamu mau di rumah saja melewatkan pergantian tahun?”
“Iya. Dulu-dulu juga selalu begitu.”
“Pantas kamu cupu, Na.” Ujar Aphrodite dengan ekspresi prihatin yang tulus.
Athena meringis. “Tapi aku nggak sendirian kok menonton filmnya.”
Aphrodite terkejut. “Kamu menonton bersama siapa?”
“Pacarku. Dia sama cupu-nya sepertiku. Dia juga alergi pada keramaian dan kemacetan. Dia juga menghabiskan malam tahun barunya yang dulu-dulu di dalam rumah, menonton film.” Athena tersenyum. “Kebahagiaan itu sederhana, Dit. Bagiku, sesederhana menghabiskan malam pergantian tahun bersama orang yang aku sayangi, tidak peduli di manapun tempatnya... dan sebenarnya, makin sepi makin oke!”

Share:

0 komentar