Suatu Hari di Olympus: Cari Pacar




Pada suatu hari libur yang cerah, Athena sedang membaca sebuah buku di bawah pohon durian ketika sepupunya, Aphrodite, yang baru saja pulang dari salon mendatanginya.
“Na, hari libur begini kok kamu masih baca buku saja sih? Kalau baca buku terus, kapan kamu bisa dapat pacar? Mending ikut aku saja yuk ke mall! Siapa tahu kamu bisa dapat pacar di sana.”
Athena baru tahu kalau ternyata di mall ada toko yang menjual pacar. Bagi seorang dewi ilmu pengetahuan seperti dia, pengetahuan baru itu mengejutkannya. Ia sudah akan menyetujui ajakan Aphrodite karena terdorong oleh rasa penasaran akan toko pacar tersebut, ketika ia teringat pada suatu hal.
“Tapi aku tidak punya uang, Dit.”
Aphrodite memutar bola matanya. “Justru itulah gunanya kamu mencari pacar. Supaya tidak perlu pusing lagi kalau sedang tidak punya uang.”
Athena baru tahu kalau ternyata pacar yang dijual di mall tidak dibeli memakai uang, justru malah bisa memberi solusi atas dompet tipis Athena. Lagi-lagi pengetahuan itu mengejutkannya. Sebagai seorang dewi ilmu pengetahuan, ia merasa bodoh. Untuk apa aku membaca? Tidak penting. Tidak ada artinya. Percuma. Tidak akan membuatku kaya. Tidak akan membuatku kenyang. Lebih baik aku mencari pacar.
“Baiklah. Aku ikut denganmu.”
Aphrodite bersorak riang. Athena mengemasi bukunya. Mereka berdua pergi dengan riang gembira, meninggalkan pohon durian yang termangu sendirian.

Share:

0 komentar