7 Lagu untuk Menemani Rasa Tidak-Diinginkan




Jean-Paul Sartre menulis dalam novelnya yang berjudul “Nausea”,

“I want to leave, to go somewhere where I should be really in my place, where I would fit in ... but my place is nowhere; I am unwanted.”

Bagi saya, rasa ‘tidak-diinginkan’ adalah rasa yang cukup familiar. Tidak, bukan berarti saya kekurangan cinta dan kasih sayang dari orang-orang di sekitar saya. Hanya saja, sebagian otak saya memang sudah ‘korsleting’ (percayalah! Kata ‘korsleting’ ini ada di dalam KBBI) sehingga rasa itu datang dan pergi kapan saja ia mau. Setiap kali ia datang, saya menyambutnya dengan hangat, karena saya tahu cepat atau lambat ia akan pergi lagi. Terkadang, saya menyambutnya dengan beberapa lagu pilihan. Berhubung tak ada orang yang cukup tergila-gila pada saya untuk membuatkan saya daftar lagu, saya membuat daftar lagu untuk diri saya sendiri. (Oh, saya tahu ini memprihatinkan, tapi tidak, tolong jangan kasihani saya.) Berikut tujuh lagu yang mengisi daftar dengar saya setiap kali saya merasa tidak diinginkan:

7. Wanna One – Beautiful (2017)
Daftar ini dibuka dengan lagu Kpop dari rookie boy group jebolan ajang pencarian bakat “Produce 101 Season 2”, Wanna One, dengan single terbaru mereka. Meskipun judulnya secara harfiah berarti “indah” dalam bahasa Indonesia, arti lirik lagu ini menyedihkan secara indah. Ya, seindah dan semenyedihkan rasa rindu yang tak kesampaian.




6. Seventeen – Don’t Wanna Cry (2017)
Masih lagu Kpop, kali ini adalah hits dari boy group Seventeen. Sok tegar berlagak tidak ingin menangis, padahal air mata sudah bercucuran membasahi pipinya. Memang dasar manusia!



5. Jung Joon Young & Jang Hye Jin – Me and You (2017)
Lagi-lagi lagu dari Negeri Ginseng, namun kali ini genrenya ballad dan dibawakan oleh rocker tampan Jung Joon Young secara duet bersama solois wanita senior, Jang Hye Jin. Saya tiba-tiba kehilangan kata untuk menggambarkan lirik lagu ini. Pokoknya sedih ... sekaligus indah.




4. Nike Ardilla – Suara Hatiku (1996)
Bagi saya, karya-karya almarhum Lady Rocker ini memang tidak ada matinya. Saya juga suka “Tinggallah Ku Sendiri” (yang liriknya berbunyi, “aku bagai nelayan yang kehilangan arah,”) dan “Biarlah Aku Mengalah” (yang liriknya berbunyi, “sendiri lagi, sendiri lagi,”). Ah, sebenarnya saya suka semua lagu beliau. Kalau dari lagu-lagunya, ia terkesan sangat kesepian semasa hidupnya. Namun untuk daftar ini saya pilih lagu ini. Liriknya ... sangat mengena.




3. Taylor Swift – All Too Well (2012)
Bukan Taytay namanya kalau tak sanggup menuangkan kisah cintanya yang berakhir tragis ke dalam lirik lagu yang puitis. Diiringi petikan gitar ala musik country yang menjadi kampung halaman genre musiknya, lagu ini selalu berhasil membius saya setiap kali saya berada dalam kesendirian.




2. Peterpan – Yang Terdalam (2003)
Singkat, indah, dan padat. Itulah tiga kata untuk menggambarkan lagu dari Ariel dan kawan-kawan ini.




1. Guns N' Roses – Estranged (1994)
Karya masterpiece Axl Rose dan kawan-kawan ini menduduki posisi puncak berkat liriknya yang puitis dan ‘dalam’. Dari judulnya saja, yang dalam bahasa Indonesia berarti “terasing”, sudah tercium betapa kesepiannya lagu ini. Selain itu, petikan gitar melodi dari Slash juga berhasil mengiris-iris relung hati. Anehnya, mendengar lagu ini dan meresapi liriknya selalu membuat saya tenggelam sekaligus memberi saya harapan; bahwa hujan di bulan November tak akan berlangsung selamanya, dan badai pun pasti akan berlalu.



Share:

0 komentar