Sampai Nanti



Aku tak ingin menghentikan waktu.
Sebaliknya, aku ingin mempercepat, hingga saat perjumpaan kita yang berikutnya.
Aku tak ingin hidup yang abadi.
Aku hanya ingin hidup dengan adanya dirimu bersamaku.

Sejak kapan dunia menjadi tempat yang begitu menakutkan?
Sejak kapan malam menjadi teman yang begitu dingin mencekam?
Terus dan terus ku panggil namamu,
Berharap kau ‘kan tahu, ku menunggumu.

Sejak kapan rindu menjadi ruang yang tak tertahankan?
Sejak kapan tangis menjadi kawan yang tak terelakkan?
Terus dan terus ku sebut namamu,
Berharap kau ‘kan rasa, ku menantimu.

Dan ada rumah di dalam masing-masing kita,
Dan terus dan terus ku ucap namamu,
Berharap kau ‘kan sadari, akulah rumahmu, dan kaulah rumahku.
Sampai nanti. Sampai mati. Sampai terlahir kembali.


M.F

Share:

0 komentar