Triple

There’s no map or plan in an adventure. What kind of outcome will be awaiting? An unknown adventure. Even so, can we just cease this adventure? A cool adventure that resembles a gala show.” –Lee Ha Ru (Triple, 2009)

The six minutes of warm up time before the competition. During these warm up period, a contestant will adjust their condition so that they could compete with their whole heart. But, our life is different. Most of the impact of an incident would not allow people to be prepared for it.” –Lee Ha Ru (Triple, 2009)

Do it. You can just do it. Just because you think about it, do you get an answer? Even if you fail, you still have to try.” –Shin Hwal (Triple, 2009)

I wish I’m a cocoon, headless and heartless.” –Jang Hyun Tae (Triple, 2009)

We should look at the situation instead of trying to look cool.” –Jo Hae Yoon (Triple, 2009)

Sometimes, love is irrational. Most of the time, it’s just illogical. In every single time, it’s magical. It could make people out of their mind, drive them crazy, turn them into someone else. Love is the almighty one. It could give people strength, make them possible to do anything impossible, give them courage to dream, to hope, to cope with reality. Even in the darkest hour, love could give the light to enlighten the soul. Even in the hardest road, love could give the help to clear the way. Even in the most painful time, love could give the medicine to heal the wound. Even in its simplest way, a small amount of love could give a big impact for someone. It’s all in the journey of a girl, who finds the meaning of love and life while trying to pursue her dream of becoming a figure ice skating athlete. It’s all in a drama series called “Triple”.

"Triple" official poster - source: www.koreandrama.org


Kisah ini berpusat pada kehidupan Lee Ha Ru (Min Hyo Rin), gadis remaja berusia 18 tahun yang bercita-cita untuk menjadi seorang atlet figure ice skating. Demi mewujudkan impiannya itu, ia menjalani latihan dan diet keras. Pada suatu hari, ia pun bertekad untuk pergi ke Seoul dan berlatih di sana. Namun, ia tak memiliki saudara maupun kenalan di kota metropolitan itu, kecuali satu orang. Adalah Shin Hwal (Lee Jung Jae), pria berusia 34 tahun yang merupakan kakak tiri Ha Ru. Ibu Ha Ru dan ayah Hwal menikah, namun mereka berdua meninggal dunia dalam kecelakaan mobil lima tahun yang lalu. Semenjak itu, Ha Ru tinggal bersama ayah kandungnya dan tidak pernah bertemu dengan Hwal lagi. Lain dengan Hwal yang tidak pernah memikirkan Ha Ru sama sekali, Ha Ru selalu memikirkan kakaknya itu. Ia bahkan sangat bersemangat untuk pergi ke Seoul dan tinggal bersama sang kakak.
Setibanya ia di Seoul, Lee Ha Ru mendapati bahwa Shin Hwal tidak tinggal seorang diri. Di rumahnya, Hwal tinggal bersama dua orang sahabatnya, Jo Hae Yoon (Lee Sun Kyun) dan Jang Hyun Tae (Yoon Kye Sang). Mereka bertiga, bersama seorang wanita bernama Kang Sang Hee (Kim Hee) telah bersahabat semenjak duduk di bangku sekolah menengah pertama dan kini bahkan bekerja di kantor yang sama, yaitu agensi iklan Goryeo Planning. Hwal bekerja sebagai Account Executive, sementara Hae Yoon adalah Creative Director, dan Hyun Tae adalah Copywriter. Ketika Hae Yoon dan Hyun Tae menyambut dengan gembira kedatangan Ha Ru, Hwal justru bersikap sebaliknya. Ia bersikeras menentang kepindahan Ha Ru ke rumah mereka. Namun Ha Ru tidak menyerah dan melakukan segala cara demi meluluhkan hati sang kakak. Hingga pada akhirnya, Hwal tak punya pilihan lain selain mengizinkan Ha Ru untuk tinggal bersamanya.
Pada suatu hari, sebuah kejadian membuat Shin Hwal, Jo Hae Yoon, Jang Hyun Tae, dan Kang Sang Hee keluar dari perusahaan tempat mereka bekerja. Sang Hee memutuskan untuk berwirausaha dan mengelola sebuah kafe. Sementara itu, Hwal meyakinkan Hae Yoon dan Hyun Tae untuk membentuk agensi mereka sendiri, yang pada akhirnya diberi nama Bond Factory. Mereka pun menjadikan ruang tamu di rumah mereka sebagai kantor sementara. Lee Ha Ru pun membantu kakak-kakaknya dengan mengerjakan pekerjaan rumah. Berkat sikap hangat Hae Yoon dan Hyun Tae, Ha Ru sanggup membaur dengan cepat di rumah itu. Ia bahkan tidak merasa canggung untuk tinggal dengan para laki-laki dan menjadi satu-satunya perempuan di sana, karena di kampung halamannya pun ia terbiasa tinggal dengan ayah dan pelatihnya yang sudah seperti paman sendiri. Seiring kebersamaan mereka, sesuatu terjadi dalam hati Ha Ru. Ia menumbuhkan rasa untuk Hwal, lebih dari sekadar rasa sayang seorang adik kepada kakaknya, yaitu sebagai seorang perempuan kepada laki-laki.
Konflik mulai bermunculan ketika pelatih Lee Ha Ru di Seoul adalah Choi Soo In (Lee Ha Na), istri Shin Hwal yang ia nikahi secara diam-diam ketika mereka berdua bertemu di Kanada setahun yang lalu. Mereka berpisah karena suatu hal, dan Soo In datang kembali ke Korea untuk memperbaiki hubungannya dengan Hwal. Tanpa mengetahui fakta tersebut, Jang Hyun Tae jatuh cinta pada Soo In sejak pertama kali mereka bertemu, yang semakin menambah rumit konflik di antara mereka. Mengetahui apa yang terjadi antara Hwal dan Soo In, suasana semakin keruh bagi Ha Ru dan Hyun Tae, yang akhirnya berujung pada pengakuan Ha Ru bahwa ia menyukai Hwal lebih dari seorang kakak. Pengakuan Ha Ru menggoyahkan pertahanan Hwal. Perlahan namun pasti, ia yang pada awalnya terkenal sebagai pribadi yang dingin, mulai menghangat sejak kedatangan Ha Ru dalam hidupnya. Meskipun ia selalu mengelak atasnya, Hwal tak dapat mencegah perasaannya yang bertumbuh pada Ha Ru. Ia bahkan merasa cemburu dengan kehadiran Ji Poong Ho (Song Joong Ki), senior Ha Ru yang secara terang-terangan menyatakan rasa sukanya pada gadis itu.
Kondisi rumah yang tak pernah tenang semenjak kedatangan Lee Ha Ru justru semakin merekatkan hubungan Jo Hae Yoon dan Kang Sang Hee. Pria itu kerap kabur ke kafe milik Sang Hee setiap kali suasana di rumahnya memanas. Lambat laun, persahabatan itu tumbuh menjadi cinta. Namun Sang Hee bukan wanita yang mudah terikat pada komitmen. Berkali-kali Hae Yoon merasa frustasi akibat tingkah polah wanita itu. Seperti Shin Hwal yang cemburu akibat Ji Poong Ho, Hae Yoon pun dibuat cemburu akibat kedekatan Sang Hee dengan Kim Jae Wook (Kim Young Kwang), mahasiswa yang bekerja sambilan di kafe Sang Hee. Dengan problematika cinta dan karir mereka masing-masing, Hwal, Hae Yoon, Jang Hyun Tae, serta Lee Ha Ru, menjalani kehidupan mereka bersama dalam sebuah rumah yang menjadi saksi bisu bagi seluruh kisah mereka.

"Triple" official photo - source: www.hancinema.net


“Triple” adalah serial drama yang terdiri dari 16 episode. Serial ini mengudara di stasiun televisi MBC dan ditayangkan pada bulan Juni hingga Juli 2009. Pada masa penayangannya, “Triple” memang tidak memiliki perolehan rating yang cukup memuaskan, namun bukan berarti serial ini tidak layak untuk ditonton. Justru sebaliknya, “Triple” adalah jenis serial yang kisahnya tidak terkungkung pada kurun waktu tertentu dan dapat ditonton kapanpun juga. Dengan memadukan unsur komedi romantis dan melodrama, serial ini menyajikan kisah perjalanan seorang gadis dan tiga orang pria dalam meraih cita dan cinta mereka. Dengan dunia olahraga ice skating dan advertising sebagai latar belakang, serial ini menyuguhkan kisah para tokoh utamanya dalam bingkai kehidupan sehari-hari yang penuh dinamika.
If I could summarizing the storyline of this series in one phrase, then it would be “natural affection”. It’s natural for Lee Ha Ru to grow an affection toward her step brother, who is neither particularly blood-related nor law-related with her, who always takes care of her. It’s natural for Shin Hwal to grow an affection toward a nice and sweet girl, who gives him the unconditional love. It’s natural for Jang Hyun Tae to behave like an insane person after he found out that he fell in love with his bestfriend’s wife. It’s natural for Choi Soo In to behave like an ultimate jerk who can’t realize that her marriage is no longer could be saved. Ayah Lee Ha Ru berkata dalam serial ini, “It’s even scarier when affections grow deeper.” Dan kisah ini menunjukkan bagaimana menakutkannya ketertarikan dan kasih sayang yang tumbuh semakin dalam, apalagi ketika ia tumbuh bagi seseorang yang tak semestinya. Bahkan hingga akhir kisah ini, semua pilihan yang diambil oleh para karakternya merupakan pilihan yang natural, bukan dramatisasi yang berlebihan.
It’s natural for people to want a companion in their life. Moreover, a companion that could bring up the best in them. People say that two is better than one. Pada akhirnya, setiap manusia membutuhkan “teman hidup”, tak peduli bagaimana pun mereka merasa skeptis terhadap relationship atau bahkan pernikahan. Kang Sang Hee berkata dalam serial ini, “Rather than living alone, a life with two people is better.” Padahal pada awalnya, ia adalah wanita yang tak ingin terikat dengan komitmen, akibat latar belakang rumah tangga kedua orangtuanya yang bercerai. Namun berkat ketulusan dan kegigihan seorang Jo Hae Yoon, ia pun berhasil diyakinkan bahwa tak ada salahnya mencoba untuk berkomitmen. Lagipula pria itu bukan seseorang yang baru ia kenal satu malam, melainkan sahabatnya sendiri sejak remaja. Hal yang serupa kurang lebih terjadi pula pada Shin Hwal. Kehadiran Lee Ha Ru mengubahnya menjadi lebih baik, sedikit demi sedikit. Ia tak lagi sekaku dan sedingin dulu. Gadis itu telah membukakan sisi-sisi terbaik dalam dirinya, dengan cara yang tak pernah ia tahu sebelumnya.
It’s natural for people to want to see how far their limit is. No matter how risky it is, no matter whether they would regret it or not. “If I don’t try I won’t know. Even if I fail, I’m going to try first.” Begitu kata Lee Ha Ru. Ia juga berkata, “I really want to see how far my limit is. I’ll never know unless I do it.” Bahkan ketika pelatihnya sendiri meragukan kemampuannya, hanya dengan satu kalimat penyemangat dari Shin Hwal, ia sanggup membulatkan tekad untuk terus berusaha. Kemungkinan untuk gagal itu selalu ada, namun itu bukanlah halangan bagi manusia untuk terus berusaha. Ketakutan itu selalu ada, namun itu bukanlah rintangan bagi manusia untuk berbuat berani. Karena berani bukan berarti tidak merasa takut, melainkan tidak menjadikan ketakutan itu sebagai halangan. Karena sukses bukan berarti tidak pernah gagal, melainkan tidak menjadikan kegagalan itu sebagai rintangan. There won’t be any great inventions without reckless risk. Tekad yang sama juga ditunjukkan Shin Hwal, Jo Hae Yoon, dan Jang Hyun Tae ketika mereka merintis agensi iklan mereka sendiri. Pekerjaan tidak akan datang dengan sendirinya, melainkan harus dicari dan diusahakan. Karena pada hakikatnya, manusia hidup dengan menuai apa mereka tanam.
It’s natural for people to have a dream, as well as work hard to pursue it. Do what you love, love what you do, then your job will feel like a hobby, you will feel like having fun instead of working, and the workplace will feel like heaven instead of hell. Jangan takut untuk mengambil segala risikonya ketika tak lagi merasa nyaman dengan pekerjaan. Keluar dari zona nyaman, terus mencari, maka cepat atau lambat akan menemukan. Akan selalu ada ganti bagi semua yang hilang dan terlewati. Indeed, life is a cycle of phases. Yang di atas takkan selamanya ada di atas, begitu pula dengan yang di bawah, tak akan selamanya ada di bawah. Jatuh dan bangun adalah warna kehidupan. Jatuh cinta dan patah hati adalah fase kehidupan. Dalam setiap usaha, dalam setiap pilihan, apabila dijalani dengan sepenuh hati, meskipun terkadang tak sanggup menghalangi datangnya penyesalan, akan menjadi sebuah proses pembelajaran dan pendewasaan. Sehingga dalam prosesnya, seseorang akan menjadi pribadi yang lebih kuat.

"Triple" official photo - source: www.dramabeans.com


Satu hal menarik dari “Triple” adalah bahwa dalam serial ini kita mendapatkan triple combo aktor papan atas Korea Selatan; Lee Jung Jae, Lee Sun Kyun, dan Yoon Kye Sang, dalam satu frame, sesuatu yang tidak mungkin ditemukan lagi dalam serial manapun. Sebagai bonus adalah penampilan super imut dari aktor tampan Song Joong Ki, yang tentunya akan menjadi langka ketika ia telah selesai menunaikan tugas wajib militernya tahun 2015 mendatang. Akting seluruh jajaran pemain dalam “Triple” terlihat sangat natural. Alur cerita juga tersusun dengan rapi dan dibuat serealistis mungkin dengan keseharian orang-orang biasa. Tidak ada konflik yang berlebihan dan berlarut-larut. Komedi dan romansa yang ditampilkan juga dalam porsi yang tepat, santai, dan menghibur. Overall, “Triple” is a really enjoyable series. It’s definitely a worth to watch during your spare time. Entertaining, sweet, attractive, well done!




If there isn’t any needless risk, there won’t be any great inventions.” –Shin Hwal (Triple, 2009)

Lee Ha Ru: “You are my gift from heaven. But it looks like I’m useless to you. You let me skate and taught me many useful things, and gave me a room to stay. You’re like a rope. If it was you, would you let it go? Are you a rotten rope? That’s why you’re behaving this way?
Shin Hwal: “If I were you, I’d still hang on even if it’s a rotten rope.
(Triple, 2009)


When I first got on the ice, even though I wasn’t moving, I loved it when I fell. And when my ankles became stronger, while carving the ice, I was flying with the wind. But, the thought of the rink disappearing, I never dreamed of it. The rink disappeared. The things I poured into the rink, 18 years of my efforts, dreams, and love, where did they go? Did they melt with the rink and disappear? I’m now 20. I’m running on a new rink now.” –Lee Ha Ru (Triple, 2009)

Share:

0 komentar