Fade Away

I always hear it in my heart, the sound of the rain in the streets I walked with you. The sky is clear, the sun is warm, the cigarette smoke becomes a sigh.” –Lee Moon Sae, Only the Sound of Her Laughter [translated lyrics]


Program acara musik “Immortal Songs 2: Singing the Legend” episode 98 dan 99 menampilkan solois pria Lee Moon Sae sebagai legenda dalam edisi spesial tersebut. Dalam dua episode tersebut, sebanyak sebelas tim penampil membawakan lagu-lagu hits milik penyanyi legendaris, Lee Moon Sae. Pada episode 98, solois pria Lee Jung tampil membawakan sebuah lagu berjudul “Only the Sound of Her Laughter”, yang merupakan representative song dari album keempat Lee Moon Sae. Episode ini mengudara pada tanggal 27 April 2013 di stasiun televisi KBS, serta pada tanggal 18 Mei 2013 di channel KBS World. Lagu pop-rock ballad ini dirilis pertama kali pada tahun 1987 dan mengukuhkan nama Lee Moon Sae sebagai ballad singer di Korea Selatan. His voice is the best to represent the love’s sadness and indeed this song is a very sad one.
“Only the Sound of Her Laughter” adalah sebuah lagu tentang mereka yang ditinggalkan, tentang jiwa-jiwa yang kesepian, tentang hati-hati yang merindukan cinta, tentang ingatan-ingatan akan kenangan indah masa lalu. Kini yang tertinggal hanyalah kenangan, serta ingatan atas gambaran masa lalu. Though time passes, it won’t disappear. It fades away, but it won’t disappear. Setiap kali kenangan itu datang menyerang, tak hentinya mereka bertanya pada diri mereka sendiri, haruskah ia pergi begitu saja? Haruskah ia meninggalkannya begitu saja seperti itu? Karena ketika ia pergi, segala yang pernah terjadi seolah tak ada artinya lagi. Betapa dalamnya cinta, betapa besarnya kasih sayang, semua bagaikan tak berarti lagi. Karena yang tersisa dari perpisahan itu hanyalah duka dan luka, serta tanya yang tak terjawab, haruskah ia pergi meninggalkannya dengan cara seperti itu?

Lee Jung ketika membawakan lagu "Only the Sound of Her Laughter" pada program "Immortal Songs 2" Episode 98

Penampilan Lee Jung dalam episode 98 merupakan comeback-nya di program “Immortal Songs 2” setelah enam bulan lamanya tidak tampil pada program tersebut. Lee Jung menggubah “Only the Sound of Her Laughter” menjadi sebuah lagu ballad R n’ B yang mengandung luapan emosi kecewa dan amarah, dengan rasa amarah yang lebih mendominasi. Sementara pada versi originalnya, luapan emosi yang terkandung adalah campuran antara sedih dan amarah, dengan rasa sedih yang mendominasi. In my opinion, I prefer the original version of Lee Moon Sae. Tidak ada alasan khusus, saya hanya lebih menyukai aransemen musik originalnya dibandingkan aransemen baru yang ditampilkan Lee Jung. Hence, whatever the arrangement, the original is already great so it would sound great.

Must you leave just like this? What was it that you said? Whatever the meaning, whatever the smile, the memories fade away.” –Lee Moon Sae, Only the Sound of Her Laughter [translated lyrics]




“Naui maeumsoge hangsang deullyeooneun geudaewa gatji geotdeon geu gilgae bitsori
(I always hear it in my heart, the sound of the rain in the streets I walked with you)
Haneureun makaitgo haetsaleun ttaseuhande dambae yeongineun hansumdoeeo
(The sky is clear, the sun is warm, the cigarette smoke becomes a sigh)

Harureul neoui saenggakhamyeonseo ggeotdaga barabon haneuren
(I spend all day thinking of you, then look up at the sky)
Huingureum mali eobsigheureugo pureureum byeonhami eobgeonman
(The white clouds float by silently, there is no change in their color)

Idaero tteonayaman haneunga neoneun museun mareul haetdeonga
(Must you leave just like this? What was it that you said?)
Eotteon uimido eotteon misodo sewolri heulleo ganeungeol
(Whatever the meaning, whatever the smile, the memories fade away)

Eoneu jinagan nare oneulri saenggaknalkka geudae useumyeo keun soriro naege mureotji
(One day passes by, I think your smile loudly asked me whether I could make it)
Geunari jinagago amu gieokdo eobsi geujeo geudaeui useumsoli ppun
(It’s passing without any memory, just the sound of your laughter)”

Share:

0 komentar