Through the Fate

I guess I loved you too much. I’ll regret it as much as I long to see you. If we’re destined to meet again through the fate, those sad tears will remain deep in my heart.” –Lee Seung Chul, Fate (OST. Phoenix) [translated lyrics]


Sebelum memulai tulisan ini, saya ingin membuat pengakuan bahwa beberapa tulisan ke depan mungkin akan banyak membahas lagu-lagu lawas Korea Selatan. Yes, lately I’ve been addicted to a Korean television show on KBS channel called “Immortal Songs 2: Singing the Legend”. Through this musical program, I’ve learned a lot about Korean music history. On each episode, this show gathers some vocalists and musicians to perform songs’ cover from a Korean music industry’s legend. There’s an episode that I watch which the legend is Lee Seung Chul. He is the living legend of Korean music industry, who has so many hits songs from time to time. He’s now 46 years old, a mere young age to be called as a legend, but indeed he already has so many songs which lots enough to make him become a living legend. Bahkan, episode spesial Lee Seung Chul dalam “Immortal Songs 2” ini dibagi ke dalam dua episode, dengan total dua belas lagu hits beliau dibawakan dalam program acara ini.
Salah satu lagu yang merebut hati saya adalah sebuah lagu berjudul “Fate”. Dalam program acara “Immortal Songs 2” episode spesial Lee Seung Chul bagian kedua yang ditayangkan pada tanggal 22 Juni 2013 di channel KBS World, lagu ballad ini dibawakan oleh solois pria Lee Jung sebagai penampilan pamungkas. Dan rupanya itu bukanlah pertama kalinya lagu ini dibawakan dalam “Immortal Song 2”. Sebelumnya, solois wanita Ailee pernah membawakan lagu ini dalam edisi spesial Yoon Il Sang yang mengudara pada tanggal 30 Juni 2012. Yoon Il Sang sendiri tak lain tak bukan adalah songwriter, composer, dan produser ternama yang menciptakan lagu ini. “Fate” dirilis pada tahun 2004, sebagai soundtrack untuk serial drama populer berjudul “Phoenix”. Sebagai sebuah lagu soundtrack, lirik lagu “Fate” sangat menggambarkan jalan cerita serial dramanya.

Ailee ketika membawakan lagu "Fate" pada program "Immortal Songs 2" Episode 57

Lee Jung ketika membawakan lagu "Fate" pada program "Immortal Songs 2" Episode 103

Serial drama “Phoenix” berkisah tentang sepasang anak manusia yang saling mencintai, namun waktu tidak berpihak kepada mereka. Mereka berdua berasal dari latar belakang yang sangat bertolak belakang, jatuh cinta pada waktu yang tak tepat, dan terpisahkan oleh takdir. Hingga pada suatu hari setelah bertahun-tahun berlalu, takdir mempertemukan mereka kembali, dalam keadaan yang telah jauh berbeda. Love is about timing, and it needs just the right time to make it true. Sometimes, some people aren’t being separated because the love isn’t enough, but because the time just isn’t right. Takdir memiliki caranya sendiri dalam bekerja. Terkadang, manusia dikejutkan dengan rahasia-rahasia yang ia simpan. Perpisahan memang menimbulkan luka yang dalam, seiring dalamnya rasa cinta yang ada. Terkadang rasa itu tertinggal, begitu lama, dalam lubuk hati dan kenangan. Ketika kemudian takdir mempertemukan kita dengan cinta itu lagi, maka hati akan mengurai lagi kenangan itu, tidak peduli telah berapa lama waktu yang berlalu. “Through the painful memories that can’t be erased, I miss you and yet hate you.”
Meledaknya popularitas serial “Phoenix” di Korea Selatan membuat lagu soundtrack-nya pun menuai popularitas luar biasa, apalagi “Fate” dibawakan oleh Lee Seung Chul. Indeed, it’s a great and everlasting soundtrack song. Di antara sekian banyak versi yang ada, saya paling menyukai versi original yang dibawakan oleh Lee Seung Chul, setelah itu versi cover yang ditampilkan oleh Ailee, dan terakhir versi cover yang dipertunjukkan oleh Lee Jung. Well, all the covers are so well, because the original song is already so beautiful, but I don’t know, I just favor the original one more than any covers so far. “Fate” adalah tipikal lagu cinta yang ear-catchy dan everlasting. Tipe lagu yang tidak akan pernah lekang oleh waktu dan akan selalu dapat ditemukan versi cover-nya setiap tahun.

I guess you just couldn’t love me. Now all I can do is only watch over you from afar. If we meet again in this lifetime while I still love you, I’ll cry painful tears because I can’t hold it back.” –Lee Seung Chul, Fate (OST. Phoenix) [translated lyrics]





“Nuneul tto parabowayo kudaen chongmal kasyonnayo
(I open my eyes and look for you, have you really left me?)
Dan hanbeon po naechun geudae nunpitsun nal saranghaennayo
(In all the looks you ever gave me, did you ever do it with love, even just once?)
Tto daron sarangiwado ijen shwibke horakdwejin anha
(Even if another love comes my way, it just won’t be easy)
Kyondigi himdeuro unmyonggatun uyonul kidaryoyo
(It’s too hard to endure, I wait for the one I’m destined for)

Chiwojil su omnun apeun giyokdeul
(Through the painful memories that can’t be erased)
Geuriwo hamyonsodo miwohamyonsodo nan nol
(I miss you and yet hate you)

Neomu saranghaessonnabwayo keudae
(I guess I loved you too much)
Bogo shipeun mankumhuhwendwegetjyo
(I’ll regret it as much as I long to see you)
Gateun unmyong chorom dashi mannandamyon
(If we’re destined to meet again through the fate)
Sorowotdon nunmuri gaseumsoge gippinama itketjyo
(Those sad tears will remain deep in my heart)

Nalwihae ttaeyonan saram keudael ijen ttonajwoyo
(You were born for me, but I’m leaving you now)
Himdeuro chichyondon keudael kurowohamyo saragayo
(Though it’s too hard to go on, I live on while longing for you)

Chiwojil su omnun apeun giyokdeul
(Through all the unforgettable painful memories)
Geuriwo hamyonsodo miwohamyonsodo keudael
(I long for you even while I hate you, but I)

Nan saranghalsu obseonnabwayo ijen
(I guess you just couldn’t love me)
Geujo barabolsu bakken optketjyo
(Now all I can do is only watch over you from afar)
Na saranghanun tongan dashi mannandamyon
(If we meet again in this lifetime while I still love you)
Chama bol su opsume himdun nunmurul hullijyo
(I’ll cry painful tears because I can’t hold it back)

Naneun chongmal keudael saranghaeyo
(I really do love you)”

Share:

0 komentar