The West Sky

As the sun sets in the west sky, you’ve become the sadness itself. I call out your name once more because I feel like I won’t be able again. I scream it out but it just hits the air and returns to me as broken pieces. Now you leave me behind, and I don’t have the strength to bear it anymore.” –Lee Seung Chul, West Sky (OST. Blue Swallow) [translated lyrics]


“West Sky”, atau yang terkenal juga dengan judul “Western Sky”, adalah sebuah lagu yang dibawakan oleh salah satu solois terkemuka Korea Selatan, Lee Seung Chul. Saya pertama kali mengetahui lagu ini ketika ditampilkan dalam program acara musik “Immortal Songs 2: Singing the Legend” di channel KBS World pada tanggal 15 Juni 2013. Dalam episode yang menampilkan Lee Seung Chul sebagai legenda itu, “West Sky” dibawakan oleh solois pria Huh Gak sebagai penampilan kedua. “West Sky” dirilis pada tahun 2005 sebagai soundtrack untuk film berjudul “Blue Swallow”, yang mengangkat kisah nyata kehidupan pilot wanita pertama yang dimiliki Korea Selatan, Park Kyung Won, yang meninggal dunia pada tahun 1933 dalam penerbangannya dari Jepang menuju Korea Selatan. Lirik lagu ini menyampaikan jiwa dalam filmnya dengan sangat indah.
“West Sky” mengisahkan perasaan seseorang yang ditinggal pergi oleh orang yang dicintainya. Dalam film “Blue Swallow”, lagu ini menggambarkan perasaan tokoh Han Ji Hyuk, kekasih pilot Park Kyung Won, ketika kehilangan kekasihnya yang meninggal dunia dalam kecelakaan pesawat. Indeed, lebih dari sekadar rasa kehilangan akibat perpisahan, lagu ini melukiskan rasa kehilangan yang lebih dalam, yaitu perpisahan karena kematian. Up until this point I think I need to say no more. How hard it must be and how hurt it must feel to lose our beloved one through death. Up until now I haven’t had any idea how it is. One thing for sure is that it must be so deep. Deep enough that it couldn’t be compare with any feelings in this world. Heart-wrenching yet irreplaceable.


Huh Gak ketika membawakan lagu "West Sky" pada program "Immortal Songs 2" Episode 102

Pada tahun 2011, “West Sky” dibuat versi remake oleh grup Ulala Session, juara pertama ajang pencarian bakat, Superstar K3, yang mana Lee Seung Chul menjadi dewan juri dalam program tersebut. Versi ini menjadi bagian dari album “Superstar K Season 3 Top 11”. Para member Ulala Session, yang juga menjadi pengisi acara dalam episode spesial Lee Seung Chul “Immortal Songs 2”, menangis haru ketika mendengar Huh Gak membawakan lagu ini, karena “West Sky” mengingatkan mereka pada almarhum Lim Yoon Taek, sang leader yang meninggal dunia pada tanggal 11 Februari 2013 setelah bertahun-tahun memerangi kanker perut yang dideritanya. I personally love the Huh Gak’s version rather than Lee Seung Chul’s original version or Ulala Session’s remake version. This melancholic ballad sad song suits well with Huh Gak’s mellow voice. A great song meets a great singer. Bahkan para member Ulala Session pun dibuat menangis ketika mendengarnya. Indeed, Huh Gak membawakan lagu ini dengan penghayatan sempurna, sehingga sanggup menyampaikan liriknya dan mengiris hati para pendengarnya. You can’t help but being drown in this beautiful sad song and fallen for it.

On days whenever it rains, I always long for you. Waiting for the day when I’ll meet you again. Why does the rainy sky make me so sad, when I want to forget you with my shedding tears?” –Lee Seung Chul, West Sky (OST. Blue Swallow) [translated lyrics]





“Seojjokhaneullo noeureun jigo ijen seulpeumi doebeorin geudaereul
(As the sun sets in the west sky, you’ve become the sadness itself)
Dasi bureulsu eobseul geot gata tto hanbeon bulleobone
(I call out your name once more because I feel like I won’t be able again)
Sorichyeo bulleodo neul heogonge buseojyeo doraoneun neoui ireum
(I scream it out but it just hits the air and returns to me as broken pieces)
Ijen deo gyeondil himjocha eopge nal beoryeodugo gaji
(Now you leave me behind, and I don’t have the strength to bear it anymore)

Saranghaneun nal tteonaganeun nal haneuldo seulpeoseo ureojunnal
(A day for loving, a day for leaving, a sad day that even the sky cried of pain)
Bissoge tteonal nayeosseumeul neon algoinneundeusi
(It’s as if you knew you’d leave me in the rain)

Biga oneun naren nan hangsang neol geuriwohae
(On days whenever it rains, I always long for you)
Eonjengan neol dasi mannaneun geunareul gidarimyeo
(Waiting for the day when I’ll meet you again)
Binaerin haneureun wae geuri nal seulpeugehae
(Why does the rainy sky make me so sad?)
Heuteojin nae nunmullo neol itgo sipeunde
(When I want to forget you with my shedding tears)

Gagosipeo neol bogosipeo kkok chatgosipeosseo
(I want to go there, I want to see you, I really want to find you)
Hajiman neoui moseubeun ajikdo geu jarie
(But your presence still lingers in that place)

Hajiman nan neol saranghae
(But I love you)”

Share:

0 komentar