I Have A Dream

As you always worry, you say that foolish dreams are poisonous. Just like a book that tells us about the end of the world, there’s the reality that we can’t turn back already.” –Insooni, Goose’s Dream [translated lyrics]


Program acara “Immortal Songs 2: Singing the Legend” menampilkan salah satu solois wanita legendaris Korea Selatan, Insooni, sebagai legend dalam episode 86. Insooni, yang merupakan keturunan Korea-Afro Amerika ini, mendapat julukan sebagai South Korea’s R n’ B diva. Pada episode tersebut, enam penampil mengaransemen ulang dan membawakan lagu-lagu hits milik Insooni. Salah satu dari enam penampil tersebut adalah Jung Dong Ha, vokalis dari grup band Boohwal, yang menampilkan lagu hits Insooni yang bertajuk “Goose’s Dream”, atau yang terkenal juga dengan judul “Swan’s Dream”. Dirilis pertama kali pada tahun 1997 oleh duo Carnival, lagu ini dirilis ulang oleh Insooni satu dekade kemudian, yaitu pada tahun 2007. “Goose’s Dream” versi Insooni menjadi lagu populer pada tahun tersebut dan merajai berbagai tangga lagu di Korea Selatan. Kekuatan lagu ini, selain terletak pada suara Insooni yang luar biasa, juga terdapat dalam lirik lagunya.
Turut ditampilkan dalam beberapa serial drama populer seperti “Beethoven Virus” dan “Dream High”, lirik “Goose’s Dream” mengisahkan tentang impian dan cita-cita, serta kekuatan besar yang terkandung di dalamnya. Kita tentunya akrab dengan kisah si itik buruk rupa? Atau kisah seorang putri yang dikutuk menjadi angsa dan dikurung dalam sebuah danau? Ya, judul lagu ini terinspirasi dari kisah-kisah tersebut. Sejak hadirnya kisah-kisah itu, baik itik maupun angsa telah menjadi simbol bagi orang-orang yang tidak menyerah akan mimpi-mimpinya. Dan itulah semangat yang diutarakan dalam lagu “Goose’s Dream”. Bahwa walaupun kehidupan memang tak selalu berjalan seperti yang kita inginkan, meskipun kenyataan memang tak selalu seindah yang kita bayangkan, setiap orang di dunia ini pasti memiliki impian dan cita-cita, dan kita harus memegangnya dengan teguh, berjuang untuk mewujudkannya. Kerasnya kehidupan, cercaan dan makian orang-orang, jadikan semua itu sebagai dorongan untuk terus berusaha menjadi lebih baik. Yakinlah bahwa semua akan indah pada waktunya. Dan hal-hal baik selalu menanti bagi mereka yang berusaha.

Jung Dong Ha ketika membawakan lagu "Goose's Dream" pada program "Immortal Songs 2" Episode 86

Lahir dengan nama Kim In Soon, Insooni, lebih dari legendaris, ia juga merupakan sosok yang fenomenal dalam dunia musik Korea Selatan. Penampilan blasterannya membuat Insooni menjalani masa muda yang berat dan penuh diskriminasi dari lingkungan sekitarnya. Tekanan itulah yang kemudian membawanya pada dunia tarik suara. Baginya, menyanyi, lebih dari sekadar mimpi dan cita-cita, adalah sarana pengobatan. That’s why she felt so relating with this “Goose’s Dream” song. Indeed, “Goose’s Dream” is a kind of song that could get through everyone’s heart. Dan penghayatan Jung Dong Ha dalam penampilannya membawakan lagu ini pun luar biasa. Selama 15 tahun sejak masa debutnya sebagai penyanyi, Dong Ha was having rough and tough times. Through this song, he wants to show that something that has made him feels everything is gonna be okay all this time is his dream. He said before his performance, “I hope today will be a time that we can all look over the dreams we hold so dear in our hearts together.”

Yes I have a dream, I believe in that dream, please watch over me. Standing in front of that cold wall called fate, I can firmly face it. One day I will pass over that wall and be able to fly as high as the sky. This heavy thing called life can’t tie me down. At the end of my life, on the other day that I can smile, let's be together.” –Insooni, Goose’s Dream [translated lyrics]




Nan nan kkumi isseotjyo beoryeojigo jjitgye nam nuhayaedo
(I have a dream, even if I’m being thrown away or ripped to shreds)
Nae gaseum gipsukhi bomulgwa gachi ganjikhaetdeon kkum
(Deep in my heart, I have a dream as precious as gem)
Hok ttaeron nugungaga tteunmoreul buseum nae deungdwi heullilttaedo
(If by chance, without a reason, somebody ridicules me behind my back)
Nan chamaya haetjyo chameulsu isseotjyo keu nareul wihae
(I should be patient, I would wait just for that day)

Neul geokjeong hadeut marhajyo heotdwen kkumeun dorirado
(As you always worry, you say that foolish dreams are poisonous)
Sesangeun kkeunchi jeonghaejin chaek cheoreom imi dokiril su eomneun hyeon shirirago
(Just like a book that tells us about the end of the world, there’s the reality that we can’t turn back already)

Keuraeyo nan nan kkumi isseoyo geumkkumeul mideoyo nareul jikyeobwayo
(Yes I have a dream, I believe in that dream, please watch over me)
Jeo chagapke so inneun unmyongiran byeogape tangdanghi majichi su isseoyo
(Standing in front of that cold wall called fate, I can firmly face it)
Eonjenga na geu byeo geui neomgoseo jeo haneureul nopi nareulsu isseoyo
(One day I will pass over that wall and be able to fly as high as the sky)
Ge mugeoun sesangdo nareul mukkeulsus eoptjyo
(This heavy thing called life can’t tie me down)
Nae sarme kkeutesseo na useul keunareul hamkke haeyo
(At the end of my life, on the other day that I can smile, let's be together)”

Share:

0 komentar