After Love

On the hill over there after a long day passes, the sunset gets painted in a deep red. The playing children don’t have a worry about the world, they head back to their houses one by one. Why am I standing here? The sunset rises up on me. The night approaches me once again.” –Deulgukhwa, After Love [translated lyrics]


Program acara televisi “Immortal Songs 2: Singing the Legend” telah menginjak episode ke-100 yang ditayangkan di stasiun televisi KBS pada tanggal 11 Mei 2013. Menyusul kemudian pada tanggal 1 Juni 2013, episode 100 ini mengudara di channel KBS World. Episode spesial ini menampilkan grup band rock legendaris Korea Selatan, Deulgukhwa, sebagai legend yang tembang-tembang hits lawasnya diaransemen ulang dan dibawakan oleh para penyanyi muda. Sebagai penampilan pembuka dalam episode tersebut adalah solois pria Ha Dong Kyun, yang membawakan lagu berjudul “After Love”. Lagu ini dirilis pada tahun 1987 sebagai bagian dari project album vokalis utama Deulgukhwa, Jeon In Kwon, dan almarhum keyboardist Deulgukhwa, Huh Seong Wook. Album ini tercatat dalam daftar All Time 100 Greatest Albums di Korea Selatan pada tahun 2007 sebagai peringkat 40. Deulgukhwa terkenal dengan liriknya yang tak hanya melulu bicara soal cinta. Justru sebagian besar lagu Deulgukhwa mengisahkan kehidupan pemuda di Korea Selatan pada tahun 1980-an, dengan background kondisi sosial masyarakat di sana pada waktu itu. Pun demikian dengan “After Love”, yang mengisahkan rasa kesepian Jeon In Kwon paska dibubarkannya Deulgukhwa pada tahun 1987. “After Love” is really one of kind. Lyrics written out of solitude and bring out the deepest of loneliness in it.
“After Love” menceritakan tentang kesendirian, tentang rasa sepi. Ketika cinta telah berakhir dan pergi, sementara kita tertinggal setelahnya. Ketika segala sesuatunya di dunia sekitar kita bergerak dinamis tetapi kita masih saja hening di tempat yang sama. Ketika waktu di dunia kita terus berjalan tanpa henti tetapi waktu kita serasa terhenti. Ketika batin bergejolak hingga tak ada sesuatu pun di sekitar kita yang sanggup menentramkannya. Tentang perenungan atas eksistensi diri, tentang mempertanyakan arti keberadaan kita di dunia. Tentang perenungan atas refleksi diri, tentang memutar kembali gambaran kisah-kisah yang telah kita lalui. Tentang menyadari, bahwa bumi terus berputar dan waktu terus berjalan, bahwa siang akan terus berganti malam dan malam akan terus berganti siang, bahwa tidak ada yang abadi di dunia ini, termasuk kesendirian dan kesepian, bahwa segalanya akan berlalu, cepat atau lambat.

Ha Dong Kyun ketika membawakan lagu "After Love" pada program "Immortal Songs 2" Episode 100

Meskipun Ha Dong Kyun tidak menjadi pemenang dalam episode 100 “Immortal Songs 2” tersebut, penampilannya sangat memukau, terlebih sebagai penampilan pembuka dari episode spesial tersebut. For your information, penampilan tersebut adalah penampilan pertama Dong Kyun dalam panggung dan televisi setelah hiatus panjang selama enam tahun lamanya. Now he’s back stronger than ever and has successfully proven that he’s still got that charming power which could drown everyone who listens to his deep and husky voice. Di tangan Dong Kyun, “After Love” terlahir kembali menjadi sebuah lagu rock ballad yang sanggup membius dan menyentuh relung hati terdalam para pendengarnya. Jeon In Kwon pun memuji penampilan Dong Kyun dalam membawakan kembali salah satu hits terbaiknya. He sings with sincerity in such a deep emotion. His performance is mind-blowing. Indeed, it’s a strong comeback from Dong Kyun. “The voice that you just can’t forget, but we couldn’t see him on TV.” Now he’s back for good and we look forward to see more of him in the future.

The painful memories that I must forget now become twinkling stars and trouble me once more. The train that races on the steel railway, even its loud cry can’t comfort me. Why am I standing here? Tonight, countless stars, countless memories, they dance in front of me again.” –Deulgukhwa, After Love [translated lyrics]



“Gin halu jinago eondeog jeopyeone ppalgan seogyangi muldeuleo gamyeon
(On the hill over there after a long day passes, the sunset gets painted in a deep red)
Noldeon aideuleun amu geogjeong eobsi jibeulo hanadulssig dolaganeunde
(The playing children don’t have a worry about the world, they head back to their houses one by one)
Naneun wae yeogi seoissna jeo seogyangeun naleul kkaeugo
(Why am I standing here? The sunset rises up on me)
Bami nae ape dasi dagaoneunde
(The night approaches me once again)

Ijen ijeoyaman haneun nae apeun gieogi byeoli doeeo banjjagimyeo naleul heundeune
(The painful memories that I must forget now become twinkling stars and trouble me once more)
Jeogi cheolgil wileul dallineun gichaui keodalan uleumeulodo dallael su eobseo
(The train that races on the steel railway, even its loud cry can’t comfort me)
Naneun wae yeogi seo issna oneulbamen sumanheun byeoli gieogdeuli
(Why am I standing here? Tonight, countless stars, countless memories)
Nae ape dasi chumeul chuneunde
(They dance in front of me again)

Eodiseo wassneunji nae meoli wilo jageun sae hanmali nalagane
(I don’t know where it came from but above my head a small bird is flying)
Eoneusae balgaon saebyeog haneuli daleun haluleul jaechoghaneunde
(The dawn sky that’s brightened rushes in another day)
Jongsolineun malgge peojigo jeo bulbicheun nugul wihan geolkka
(The bell rings clearly, who is that light for?)
Saebyeogi nae ape dasi seolleineunde
(The dawn is exciting me once again)”

Share:

0 komentar