The Princess' Man


I ask the world, what is love? I will answer like this. That thing that could make us pledges to grant life and death to each other with no doubt. That is love.” (The Princess’ Man, 2011)

Kim Seung Yoo: “Why aren’t you asking me where we are going?
Lee Se Ryung: “No matter where, I will still follow you.” (The Princess’ Man, 2011)

Kim Seung Yoo: “If you follow me, there will be an endless road of hardships.
Lee Se Ryung: “Even if it’s a road to death, I will still follow you.” (The Princess’ Man, 2011)

How much pain have you endured? I can’t imagine how you could bear such a terrible pain. If by taking my life away, your pain could be healed, I’m willing to die a thousand or even a million times.” –Lee Se Ryung (The Princess’ Man, 2011)


Sejauh mana cinta dapat membawa seseorang? Sebesar apa cinta dapat memberi kekuatan pada diri seseorang? Sekuat apa cinta dapat membuat seseorang bertahan dan memperjuangkan hidup? Dalam hidup yang penuh pertanyaan dan ketidakpastian ini, benarkah cinta dapat memberi keyakinan? Setidaknya satu hal yang dapat disadari manusia, bahwa dalam hidup yang keras dan kejam ini, cinta dapat memberi mereka tujuan untuk terus melangkah. Kisah mengenai perjuangan hidup dua anak manusia, di tengah segala prahara dan konflik di sekitar mereka, tertuang dalam sebuah serial drama berjudul “The Princess’ Man”. Kisah ini mengambil setting pada zaman Dinasti Joseon, ketika Raja Munjong telah naik tahta menggantikan sang ayah, Raja Sejong, yang telah wafat. Namun, selain harus melawan penyakit yang menggerogoti dirinya dari dalam, sang Raja juga harus berjuang menghadapi ancaman kudeta yang datang dari adik kandungnya sendiri, Pangeran Su Yang.
Adalah Lee Se Ryung (Moon Chae Won), putri sulung dari Pangeran Su Yang (Kim Young Chul), yang pada suatu hari mendapati kabar bahwa dirinya akan dinikahkan dengan seorang putra bangsawan. Adalah Kim Seung Yoo (Park Si Hoo), putra bungsu dari Wakil Perdana Menteri, Jenderal Kim Jong Seo (Lee Soon Jae), yang tak lain tak bukan adalah pria yang akan dinikahkan dengan Se Ryung. Sifat Se Ryung yang full of curiosity kemudian membawa gadis itu bekerja sama dengan sepupunya, Putri Kyung Hee (Hong Soo Hyun), untuk mengetahui seperti apa calon suaminya kelak. Ketika Se Ryung mendengar bahwa Seung Yoo akan menjadi seorang jikgang (guru pengajar di istana) bagi sang Putri, gadis itu memutuskan untuk bertukar tempat dengan sepupunya. Alhasil, ia menyamar sebagai sang Putri selama jam pelajaran Seung Yoo berlangsung.
Sama sekali bukan langkah yang sulit bagi Se Ryung dan Putri Kyung Hee untuk mengelabuhi Seung Yoo, yang sama sekali belum pernah melihat wajah asli sang Putri sebelumnya. Pria itu pun menganggap bahwa Se Ryung adalah Putri Kyung Hee. Terlebih, ia tidak mengetahui keberadaan Se Ryung sebagai putri dari Pangeran Su Yang dan kenyataan bahwa gadis itu akan dijodohkan dengannya. Ia bahkan tidak curiga sama sekali ketika berkali-kali tidak sengaja bertemu dengan Se Ryung di luar istana. Pada awalnya, sifat Seung Yoo yang easy-going dan straight-forward membuat Se Ryung merasa jengkel dengannya. Apalagi pria itu adalah seorang womanizer. Namun semenjak pria itu menyelamatkan nyawanya ketika ia nyaris jatuh ke jurang saat mengendarai seekor kuda, tumbuh simpati dalam hati Se Ryung.
Hal yang sama rupanya berlaku pula bagi Seung Yoo. Sepanjang hidupnya, baru kali ini pria itu bertemu dengan seorang gadis yang sama sekali tidak mengenal rasa takut. Seiring waktu-waktu yang mereka habiskan bersama, Seung Yoo dan Se Ryung saling jatuh cinta. Namun sayang, pria itu belum mengetahui bahwa Se Ryung telah berbohong mengenai identitasnya. Serta satu hal lagi yang sama sekali tidak mereka antisipasi, bahwa ayah mereka adalah lawan politik bagi satu sama lain. Ini adalah satu faktor yang kemudian berpengaruh signifikan pada hubungan Seung Yoo dan Se Ryung. Niat Pangeran Su Yang untuk menjodohkan putrinya dengan putra Kim Jong Seo adalah didasari dengan tujuan untuk ‘mengikat’ oposisinya sebagai keluarga, untuk kemudian mengajaknya bekerja sama dalam upaya mengudeta Raja Munjong. Namun niat buruk itu telah diketahui oleh Kim Jong Seo, sehingga alih-alih menerima lamaran Pangeran Su Yang, ia memutuskan untuk menjodohkan Seung Yoo dengan Putri Kyung Hee.
Penolakan atas lamaran tersebut membuat Pangeran Su Yang menyadari bahwa Kim Jong Seo adalah oposisi abadi yang takkan dapat ia taklukkan hanya dengan sekadar ikatan pernikahan. Dengan cara yang licik dan kejam, Pangeran Su Yang membuat Seung Yoo gagal menjadi calon suami bagi Putri Kyung Hee. Pada saat yang sama, Seung Yoo mengetahui fakta bahwa Se Ryung bukanlah Putri Kyung Hee yang sebenarnya. Tidak sanggup mengatakan kebenaran pada pria itu, Se Ryung mengaku sebagai gadis pelayan. Akhirnya Putri Kyung Hee menikah dengan Jung Jong (Lee Min Woo), seorang sarjana yang juga sahabat dari Seung Yoo dan Sin Myeon (Song Jong Ho), seorang prajurit dari kepolisian kerajaan. Pada hari pernikahan itu, Raja Munjong jatuh sakit, hingga akhirnya meninggal dunia.
Putra mahkota, Danjong, naik tahta menjadi raja di usianya yang baru menginjak 12 tahun, dengan dukungan penuh dari Kim Jong Seo, benteng terakhir yang melindunginya dari ancaman paman kandungnya sendiri, Pangeran Su Yang. Tanpa rasa waspada terhadap takdir kejam yang menanti di hadapan mereka, Seung Yoo dan Se Ryung mengungkapkan rasa cinta kepada satu sama lain. Hingga pada suatu malam yang kelam, Pangeran Su Yang dan pasukannya membantai keluarga Kim Jong Seo, beserta seluruh jajaran menteri yang menjadi lawan politiknya. Se Ryung yang tidak sengaja telah mengetahui rencana itu sebelumnya, berusaha melakukan segala cara agar Seung Yoo lolos dari tragedi berdarah tersebut. Meskipun usahanya kemudian berhasil, pria itu kemudian menjadi satu-satunya putra Kim Jong Seo yang bertahan hidup, dengan menyimpan dendam membara pada Pangeran Su Yang.
Melihat sang ayah dibunuh di depan kedua matanya merupakan pukulan berat dalam hidup seorang Kim Seung Yoo. Ditambah lagi, sahabatnya sendiri yang sangat ia percayai, Sin Myeon, mengkhianatinya dengan berpihak pada Pangeran Su Yang. Tidak hanya itu, ia pun mendapati kenyataan pahit bahwa gadis yang dicintainya selama ini ternyata adalah anak dari pria yang telah membunuh ayah dan keluarganya. Pada akhirnya Seung Yoo dihadapkan pada pilihan kejam antara membalaskan dendam orang-orang tak bersalah yang dibantai oleh Pangeran Su Yang, atau memperjuangkan cintanya bersama Lee Se Ryung, anak dari musuh abadinya. Di sisi lain, Se Ryung pun dihadapkan pada pilihan yang tak kalah kejamnya antara mengikuti keinginan sang ayah dan mengutamakan keselamatan keluarganya sendiri, atau melindungi pria yang ia cintai yang menjadi target pembunuhan sang ayah.




“The Princess’ Man” adalah serial drama saeguk (serial drama yang mengambil setting pada masa Dinasti Joseon) yang terdiri dari 24 episode. Serial drama ini mengudara di stasiun televisi KBS pada bulan Juli hingga Oktober 2011. The background story of this series is based on true history that took place in year 1453, when Prince Su Yang killed his political opponent, Vice-Premier General Kim Jong Seo, to eventually become the 7th king of the Joseon Dynasty. Meanwhile, the main story focuses on fictional character of Princess Se Ryung (the oldest daughter of Prince Su Yang) and Kim Seung Yoo (the youngest son of Kim Jong Seo) who fall in love with each other, despite of the fact that their fathers are enemies to the bone. “The Princess’ Man” depicts the forbidden love-romance a la Romeo and Juliet, and brings it to the next level with Joseon era as the setting of the story.
The forbidden love theme a la Romeo-Juliet is never gets old for me. Terlebih lagi, karakter Kim Seung Yoo dan Lee Se Ryung berhasil menghadirkan kisah ini dalam sisi lain yang dalam dan memukau. Menyorot cinta dari pribadi seorang Kim Seung Yoo, yang anggota keluarganya dibantai oleh ayah dari wanita yang dicintainya, cinta hadir sebagai penawar bagi mimpi buruk dalam kehidupannya yang dipenuhi amarah dan dendam. Bagaimana ia sanggup untuk tidak mencintai wanita yang rela mengorbankan nyawa demi dirinya? Bagaimana ia sanggup untuk menolak cinta seorang wanita yang rela meninggalkan ayah dan keluarga demi dirinya? Sementara itu, melihat cinta dari pribadi seorang Lee Se Ryung, yang ayahnya sendiri telah membantai keluarga pria yang dicintainya, cinta merupakan kekuatan yang membuatnya bertahan dan memahami makna hidup yang sesungguhnya. Cinta menyadarkannya, memberinya petunjuk untuk memilih. Cinta menguatkannya, mengajarkannya ketulusan untuk rela berkorban demi orang yang ia cintai.
Beside the forbidden love, this story also gives the sense of friendship. Persahabatan adalah soal loyalitas. Bahkan ketika cinta dapat begitu membutakan, dan persoalan keluarga dapat begitu menekan, persahabatan sesungguhnya dapat menjadi landasan kuat seseorang untuk tidak kehilangan jati dirinya. Terombang-ambing di antara persahabatan, cinta, dan keluarga, bukanlah sesuatu yang mudah bagi seorang Sin Myeon, yang kemudian mengkhianati sahabatnya demi kepentingan keluarga dan obsesinya akan cinta. Meskipun kedua sahabatnya menganggap ia sebagai pengkhianat, bahkan hingga akhir ia tetap berusaha untuk melindungi kedua sahabatnya itu dengan caranya sendiri. Sementara itu, menyorot persahabatan dari pribadi seorang Jung Jong, yang hanya memiliki Sin Myeon dan Kim Seung Yoo yang telah ia anggap sebagai saudara sendiri, baginya persahabatan datang di atas segalanya. Bahkan ketika Sin Myeon telah berkhianat, ia tidak sanggup sepenuhnya membenci pria itu. Berada di tengah-tengah dua sisi yang berseberangan, sesungguhnya Jung Jong tidak pernah memihak. Baginya, Sin Myeon dan Kim Seung Yoo sama sangat berartinya. Satu hal yang ia sayangkan adalah betapa kejamnya takdir mencerai-beraikan persahabatan mereka.
One thing that can’t be separated from this story is this one big factor, family. Keluarga, bagi Kim Seung Yoo dan Lee Se Ryung, adalah takdir kejam yang memisahkan mereka berdua, menempatkan mereka pada penderitaan tiada akhir. Keluarga, bagi Sin Myeon, adalah takdir kejam yang mendorongnya untuk mengkhianati sahabatnya sendiri, membuatnya kehilangan simpati dari orang-orang yang dicintainya. Keluarga, bagi Jung Jong dan Putri Kyung Hee, adalah sumber kekuatan yang membuat mereka bertahan hidup di tengah segala prahara. Keluarga, bagi Pangeran Su Yang, adalah alasan dari seluruh kekejamannya, sebagai pelarian atas ambisi dan egonya sendiri. Apapun yang terjadi, keluarga merupakan akar dari diri seseorang. Bahkan ketika seseorang telah mencabut akar itu, bekas-bekas peninggalannya akan tetap berada dalam diri orang tersebut. Meskipun menyesali perbuatan kejam ayahnya, Lee Se Ryung tidak dapat sepenuhnya membenci ayahnya sendiri. Meskipun pada akhirnya ia memilih meninggalkan keluarganya, itu semua ia lakukan demi kebaikan sang ayah dan keluarga mereka.




Kick-off dengan perolehan rating yang cukup memuaskan, angka rating “The Princess’ Man” terus menanjak tiap episodenya. Serial period drama ini merajai slot waktu penayangannya dengan menduduki puncak rating tertinggi selama lima minggu berturut-turut, begitu juga dengan dua episode terakhirnya yang menembus angka penonton lebih dari 25%. “The Princess’ Man” menjadi drama terbaik yang ditayangkan oleh KBS pada tahun 2011, dengan mendominasi perolehan nominasi dalam ajang 2011 KBS Drama Awards. Pada ajang tersebut serial ini berhasil memenangkan tujuh kategori, diantaranya Top Excellence Awards dan Popularity Awards untuk aktor Park Si Hoo dan aktris Moon Chae Won, Excellence Awards untuk aktris Hong Soo Hyun, dan Best Couple Awards untuk pasangan Park Si Hoo-Moon Chae Won dan Lee Min Woo-Hong Soo Hyun. “The Princess’ Man” juga menyabet penghargaan dalam berbagai ajang bergengsi, termasuk Best Drama Series dalam 2012 Asian Television Award, Golden Bird Prize for Series Drama dalam 2012 Seoul International Drama Awards, dan Bronze World Medal for Television Drama dalam 2013 New York TV Festival.
Indeed, “The Princess’ Man” is one of the best saeguk dramas I’ve ever watched. Kekuatan serial ini terletak pada alur ceritanya yang tidak tertebak dan intens. Penonton selalu dibuat hampir mati penasaran pada setiap akhir episodenya, mulai dari awal hingga akhir. Kisah cinta terlarang Romeo dan Juliet a la Joseon ini dibalut dengan kemelut keluarga, persahabatan, politik, kesetiaan, dan balas dendam. Kemampuan akting para jajaran pemeran tokoh dalam serial ini juga patut diacungi jempol. I noted that Park Si Hoo and Moon Chae Won couple’s chemistry is really got it so much. Until now, there’s no saeguk-drama-couple could come close to their passionate chemistry. Sutradara, penulis naskah, serta para kru di balik pembuatan “The Princess’ Man” juga patut mendapatkan standing applause. Mulai dari kostum, make-up, hingga lokasi, they perfectly bring it all in such details. Last but not least, this drama is supported by great music and soundtracks. I really love every background-music (BGM) that used in this drama. It’s all classic yet soulful and suits the drama very well. Setiap musik dan lagu yang muncul berhasil menghidupkan jiwa dalam drama ini. Great story, great actors and actresses, great producing crew, great music, indeed, “The Princess’ Man” is a must-watch drama ever.

It’s better this way. Those who think you’re dead will certainly be uneasy because they don’t know who you are. An invisible enemy is the most frightening one. The pain and suffered by the innocent people who were killed, they deserve a taste of it too.” –Jung Jeong (The Princess’ Man, 2011)

Although I don’t know what the future may hold, you and I are destined to be together. No matter where the end is, let’s go together.” –Kim Seung Yoo (The Princess’ Man, 2011)

How could I forget him? Even though we’re separated by a thousand miles, it always feels like he’s just by my side. His passionate gaze, his warm touch, his soulful voice, day after day they get clearer instead.” –Lee Se Ryung (The Princess’ Man, 2011)



Share:

0 komentar