An Essay of Memory

If only I could go inside and take a look into your heart, I would see how much my immature self meant to you.” –Exhibition, An Essay of Memory [translated lyrics]



Exhibition, duo asal Korea Selatan yang terdiri dari vokalis Kim Dong Ryul dan gitaris Seo Dong Wook, merilis debut album-nya pada bulan Mei 1994 yang bertajuk “Volume 1: Exhibition”. Dalam album ini terdapat sebuah lagu berjudul “An Essay of Memory” yang menjadi title song sekaligus lead single dari album tersebut. Lagu yang terkenal juga dengan judul “A Study of Memory” atau “Etude of Memories” ini menjadi hits pada masanya dan terjual hingga lebih dari 600.000 salinan album. Even until now, this song is one of the best ballad that ever been released in South Korea’s music industry.
Lagu sendu ini menggambarkan betapa dalamnya seseorang dapat merasakan sebuah kenangan dalam hidupnya, kenangan akan kebersamaan dengan orang yang ia cintai. Kenangan hadir menyertai setiap perpisahan dua anak manusia. Ketika sebuah perpisahan terjadi, sering kali perpisahan itu terjadi karena keinginan salah satu pihak saja. Sebagai pihak yang ditinggalkan, seseorang harus melepaskan orang yang ia cintai demi kebaikan orang itu. Terlebih lagi, karena tidak tega melihat orang itu tersakiti apabila mereka terus bersama. Pada akhirnya seseorang dapat melepaskan orang yang ia cintai ketika ia melihat orang itu tidak lagi bahagia ketika mereka bersama. Namun melepaskan sosok orang yang ia cintai ternyata lebih mudah ketimbang melepaskan kenangan akan waktu-waktu yang telah mereka lalui bersama. Meskipun waktu akan berlalu dan hatinya akan menjadi lelah, kenangan yang memudar akan selalu datang kembali. Meskipun masa depan akan datang, kenangan yang terendap akan selalu hadir dalam mimpi-mimpinya. Ia akan selalu mengingatnya. Waktu tidak menyembuhkan luka, ia hanya membuat orang merasa terbiasa untuk hidup dengan rasa sakit itu. Pada akhirnya kenangan akan membawa sebuah pertanyaan mendasar dalam diri seseorang; apabila ia dapat melihat isi hati orang yang dicintainya, seberapa berartinya kah dirinya bagi orang itu? Kenangan itu akan menyadarkannya, bahwa cinta yang ia miliki dulu terlampau dalam, karena bahkan waktu pun takkan sanggup menggerus kenangan itu. Akan selalu ada tempat di hatinya untuk cinta itu, tak peduli berapa lama pun waktu yang akan berlalu.

 “An Essay of Memory” telah dirilis ulang oleh vokalis duo Exhibition, Kim Dong Ryul, dalam beberapa album solonya. Lagu ini juga sempat dipopulerkan kembali oleh beberapa penyanyi. Termasuk di antaranya yang sangat populer adalah salah satu vokalis boy group Super Junior, Kyuhyun, yang membawakan lagu ini dalam program acara musik KBS “Immortal Song 2” pada tanggal 3 September 2011. Pada tahun 2012, lagu ini muncul sebagai theme song dalam film box office “Architecture 101”, yang kemudian melambungkan lagi popularitas lagu ini dan membuat “An Essay of Memory” menjadi lagu lawas yang paling banyak dicari dan diunduh pada tahun tersebut.
Pertama kali mendengar lagu ini dalam film “Architecture 101”, saya langsung jatuh cinta dengan melodinya yang indah. Ketika mengetahui makna dari lirik lagu ini, saya semakin jatuh cinta. This song is well-titled, “An Essay of Memory”, sebuah pelajaran tentang kenangan. Indeed, the beautiful well-written song lyrics tell about memories. Lagu yang diciptakan oleh Kim Dong Ryul ini memiliki komposisi berbalut iringan piano dan orkestra yang menghidupkan suasana melankolis dengan sempurna. Vokal Kim Dong Ryul yang dalam berpadu apik dengan melodi indah lagu ini. Even without knowing the meaning first, people who hear “An Essay of Memory” would understand that it’s a sad song. This song is a masterpiece and definitely one of the best everlasting songs on my list.

After many days pass, and my heart becomes weary, inside my heart, those fading memories of you come and find me again. I’ll remember, won’t I? In my future that would be grown too big, inside those dreams, those forgotten memories of you, will I remember them again?” –Exhibition, An Essay of Memory [translated lyrics]






* Ditulis sambil mendengarkan lagu “An Essay of Memory” oleh Exhibition. Lirik berupa romanisasi dari huruf Hangul Korea, beserta dengan translasinya ke dalam Bahasa Inggris.

“Ijen beotilsu eopdago
(Now you say that you can’t stand any longer)
Hwenghan useumeuro naeeoggaee gidaeeo nuneul gamatjiman
(With an empty smile you lean against my shoulder, although your eyes are closed)
Ijen malhalsu inneun geol
(Now that you can say everything)
Neoye seulpeun nunbichi naye maeumeul apeuge haneun geol
(Your sad eyes go right through my heart, it makes me hurt)

Naege malhaebwa
(Tell me)
Neoye maeum sogeuro deureoga bolsuman itdamyeon
(If only I could go inside and take a look into your heart)
Cheoreopdeon naye moseubi eolmankeum euimi ga dwaelsu inneunji
(I would see how much my immature self meant to you)

Maneun nari jinago naye maeum jichyeo galddae
(After many days pass, and my heart becomes weary)
Nae maeum sogeuro seuryeojyeo ganeun neoye gieogi
(Inside my heart, those fading memories of you)
Dashi chajawa
(Come and find me again)
Saenggagi nagetji neomu keobeorin nae miraeye
(I’ll remember, won’t I? In my future that would be grown too big)
Geu ggumdeul sogeuro ichyeojyeo ganeun neoye gieogi
(Inside those dreams, those forgotten memories of you)
Dashi saenggang nalgga
(Will I remember them again?)

Maneun nari jinago
(After many days pass)
Geu ggumdeul sogeuro geu sogeuro neoege
(In dreams of, into those dreams of you)”

Share:

0 komentar