Young on Top: The Maknae Line

Dalam pola kehidupan sosial masyarakat Korea Selatan, mereka sangat menjunjung tinggi asas tua-muda dan senior-junior dalam kehidupan sehari-hari. Prinsip hubungan senior-junior yang mendasari pola kehidupan sosial masyarakat Korea Selatan ini juga tercermin dalam industri musik K-pop. Di Korea Selatan terdapat istilah ‘maknae’, yang dalam sistem sosial masyarakat di negara tersebut merupakan sebutan untuk orang termuda dalam kelompok tertentu. Di mana orang termuda –yang berdasarkan tanggal lahir– ini diwajibkan untuk menggunakan bahasa formal dalam percakapan sehari-hari kepada orang-orang yang jauh lebih tua darinya dalam kelompok tersebut. Bahkan terkadang, alih-alih menyebut nama, orang-orang yang lebih tua dalam kelompok tersebut akan memanggil si orang termuda dengan sebutan ‘maknae’ saja, tanpa embel-embel nama aslinya.


SM Entertainment's maknae couple: F(X)'s Krystal & SHINee's Taemin

Dalam dunia hiburan di Korea Selatan, istilah ‘maknae’ kerap digunakan untuk menyebut anggota yang paling muda dalam sebuah grup. Berkat demam Korean wave yang melanda seluruh dunia, istilah ‘maknae’ pun mulai populer di kalangan masyarakat global. Penggunaan istilah ‘maknae’ yang tadinya hanya sebagai pertanda anggota termuda dalam kelompok pun mulai mengalami pergeseran menjadi sebuah simbol pengenal bagi anggota termuda tersebut. Simbol ini yang kemudian membesarkan namanya dalam industri hiburan Korea Selatan dan dunia, sehingga mereka dikenal sebagai ‘maknae of the group’. Bahkan tidak jarang, para maknae ini justru menuai popularitas yang jauh lebih besar dibandingkan ‘kakak-kakak’-nya dalam grup tempatnya bernaung.

 
Maknae line: (kiri - kanan) SHINHWA's Andy, SNSD's Seohyun, TVXQ's Changmin, MISS A's Suzy


Who is the ‘maknae’ of the group? Seperti telah sempat disinggung sebelumnya, seorang ‘maknae’ tidak dapat dipilih begitu saja, atau sebaliknya, seseorang tidak dapat begitu saja menyatakan diri sebagai seorang ‘maknae’. Seorang ‘maknae’ ada secara alami. Ketika sebuah grup terbentuk, maka anggota grup termuda berdasarkan urutan umur pun menjadi ‘maknae’ dalam grup tersebut. Lain halnya dengan seorang leader yang posisinya dapat dipilih dan tidak harus berdasarkan umur, meskipun kebanyakan leader dalam idol group Korea Selatan adalah anggota tertua (artikel tentang leader dalam idol group Korea Selatan dapat dibaca di sini). Seohyun, yang lahir pada bulan Juni 1991, adalah maknae dari grup Girls’ Generation alias SNSD, karena ia merupakan anggota termuda dalam grup tersebut. Sementara itu, meskipun lahir pada bulan Januari 1981, Andy adalah anggota termuda dalam grup Shinhwa. Maka dari itu, selamanya ia akan dikenal sebagai maknae dari grup Shinhwa, tidak peduli seberapa tua umurnya kelak. Meskipun mungkin di lingkungan masyarakatnya atau di luar grup Shinhwa ia telah meraih posisi yang tinggi atau terhormat, selama berada di antara para anggota Shinhwa lainnya, Andy tetap menjadi maknae mereka.

Maknae hadir secara alami berdasarkan urutan tahun lahir. Bagi beberapa grup yang kebetulan hanya memiliki satu orang anggota termuda yang lahir di tahun tersebut (seperti misalnya Seohyun adalah satu-satunya di SNSD yang lahir pada tahun 1991, dan Andy adalah satu-satunya anggota Shinhwa yang lahir di tahun 1981), maka penentuan maknae tidak akan menjadi rancu dan bias. Namun dalam beberapa grup, terdapat kasus bahwa mereka memiliki double maknae. Seperti misalnya dalam grup f(x), anggota termuda adalah Sulli dan Krystal yang sama-sama lahir di tahun 1994. Namun karena Sulli beberapa bulan lebih tua daripada Krystal, maka Krystal lah yang didaulat menjadi maknae of the group. Begitu juga dengan grup EXO-K, yang memiliki dua anggota termuda yang lahir pada tahun 1994, yaitu Kai dan Sehun. Namun karena Sehun beberapa bulan lebih muda daripada Kai, maka ialah maknae resmi dari EXO-K.

 
SM Entertainment's maknae line: (atas) F(X)'s Sulli & Krystal, (bawah) EXO-K's Sehun & Kai


What’s the deal of being the ‘maknae’? Sudah menjadi rahasia umum bahwa maknae, sebagai anggota termuda dalam grup, menjadi pihak yang bertanggung jawab dalam melaksanakan pekerjaan ‘kotor’ sehari-hari. Para anggota sebuah idol group di Korea Selatan biasanya tinggal bersama di satu rumah dalam waktu beberapa tahun, terutama pada masa-masa awal karir mereka, untuk memudahkan proses adaptasi dan manajemen waktu, serta mempererat teamwork dan kekeluargaan dalam grup tersebut. Untuk itu, dalam melakukan pekerjaan rumah tangga biasanya mereka membagi tugas, dan maknae lah yang kebagian jatah untuk pekerjaan-pekerjaan ‘kotor’, seperti mencuci peralatan makan dan pakaian. Zelo, maknae dari grup B.A.P, dalam sebuah wawancara radio mengungkapkan bahwa tugas sehari-harinya di tempat tinggal mereka adalah mencuci pakaian kotor, baik miliknya sendiri maupun milik para ‘kakak’-nya. Selain pekerjaan ‘kotor’, maknae kerap kali dikorbankan sebagai pihak yang harus selalu mengalah. Ketika seluruh anggota sebuah grup tinggal bersama, terkadang maknae adalah anggota yang harus berbagi kamar dengan anggota lainnya. Untuk grup Kara, tiga anggota termuda termasuk maknae berbagi kamar yang berukuran lebih kecil dibandingkan kamar yang digunakan dua ‘kakak’-nya. Sementara dalam grup CN Blue, leader Jung Yong Hwa dan Lee Jong Hyun memiliki kamar mereka sendiri-sendiri, sedangkan dua anggota termuda, Kang Min Hyuk dan Lee Jung Shin, harus berbagi kamar.

Mereka bilang, maknae adalah tempat salah dan dosa. Tentunya bukan secara harfiah. Maknae hampir selalu ditunjuk sebagai anggota yang ‘paling’ oleh para member lainnya. Bisa dibilang mereka adalah kambing hitam dari para ‘kakak’-nya. Ketika B.A.P melakukan sebuah wawancara radio dan sang penyiar menanyakan siapa anggota yang paling jorok atau tidak memedulikan penampilan, seluruh anggota serentak menyebut Zelo si maknae. Namun rupanya Zelo memiliki pembelaannya sendiri. Menjadi paling jorok dan tidak peduli penampilan adalah di luar kehendaknya, karena ia selalu menjadi yang paling akhir dalam urutan pemakaian kamar mandi. Hal yang sama terjadi dengan kebanyakan boy group, termasuk Chansung dari grup 2PM. He is the one to always clean-up after his ‘older brothers’. Menjadi yang terakhir, termasuk dalam urutan bersih-bersih, sepertinya telah menjadi nasib yang ditakdirkan bagi maknae, karena kebanyakan dari mereka merupakan anggota terakhir yang bergabung dalam grup tempat mereka bernaung. Seperti Dongwoon dari Beast, Lee Jung Shin dari CN Blue, dan Sohyun dari 4minute, adalah maknae yang juga merupakan anggota terakhir yang bergabung dalam grup mereka.

 
Maknae line: (kiri - kanan) BAP's Zelo, 2PM's Chansung, CNBLUE's Jung Shin, BEAST's Dongwoon


Maknae is the attention seeker, yet being the most cared member in the group. Menjadi yang paling muda dalam kumpulannya dan berada di antara orang-orang yang lebih tua darinya, membuat seorang maknae tumbuh menjadi pribadi yang suka dengan perhatian yang ia dapat dari lingkungan sekitarnya. Hal ini terutama terlihat pada diri Seungri, maknae dari grup Big Bang, di mana pada setiap kesempatan ia selalu banyak bicara dan suka membuka rahasia-rahasia para ‘kakak’-nya. Begitu juga dengan Kyuhyun dari grup Super Junior. Meskipun ia adalah maknae, ia adalah anggota yang paling jahil dan tidak takut untuk mengerjai ‘kakak-kakak’-nya. Berkat tingkah polahnya itu, Kyuhyun mendapat julukan evil maknae. Julukan yang sama juga berlaku bagi Changmin, maknae dari grup DBSK alias TVXQ. Menjadi orang yang termuda dalam kelompok rupanya tidak menyurutkan ketiga maknae tersebut untuk bersikap berani dan menjadikan ‘kakak-kakak’-nya sebagai objek candaan dan kejahilan. Bahkan untuk kasus Kyuhyun, ia tidak berbicara dengan bahasa formal kepada seluruh ‘kakak’-nya di Super Junior, kecuali kepada sang leader Leeteuk. Leeteuk adalah satu-satunya ‘kakak’ yang ia segani.

Menghormati yang tua dan menyayangi yang muda. Ketika para tetua dalam grup mendapatkan penghormatan sepenuhnya dari ‘adik-adik’ mereka, tentunya sebagai imbal balik mereka akan memberikan kasih sayang kepada ‘adik-adik’-nya. Seberapa pun menyebalkan dan mengesalkannya tingkah si maknae, para ‘kakak’-nya jarang atau bahkan tidak pernah marah kepada mereka. Mereka menyadari bahwa para maknae tersebut telah bekerja sama kerasnya dengan mereka, dengan usia yang masih sangat muda, bahkan jauh lebih muda dari mereka. Mereka menyadari bahwa para maknae tersebut bahkan mungkin berusaha jauh lebih keras daripada mereka di usia yang sangat muda tersebut, untuk mengimbangi ritme kerja para ‘kakak’-nya. Untuk kasus Super Junior, mereka bahkan tidak pernah marah kepada Kyuhyun, terlepas dari seberapa nakalnya si maknae, karena mereka pernah merasakan hampir kehilangan maknae mereka itu. Beberapa anggota Super Junior, termasuk Kyuhyun, mengalami kecelakaan mobil pada tahun 2007, yang menyebabkan Kyuhyun berada dalam kondisi koma karena ia korban terparah dalam kecelakaan tersebut. Tragisnya, ia sempat dinyatakan dokter tidak dapat bernyanyi lagi. Namun kemudian sang maknae bertahan hidup dan memperjuangkan karir bernyanyinya bersama Super Junior, yang pada akhirnya membuat para anggota Super Junior sangat protektif terhadap maknae mereka yang bertahan hidup.

 
Maknae line: (kiri - kanan) SUJU's Kyuhyun, SHINee's Taemin, BIGBANG's Seungri


Maknae is the member who’s in charge of cuteness and looks, yet sometimes overpowers other members with charisma. Sebagai anggota yang paling muda, posisi maknae dituntut untuk mempertunjukkan sisi polos dan imut dari grup tempatnya bernaung, the cute factor of the group. Dalam setiap wawancara, sebuah grup biasanya akan diminta oleh presenter untuk menunjukkan aegyo yang mereka miliki. Aegyo adalah aksi imut, atau dalam istilah Bahasa Inggris sering disebut dengan ‘cuteness’, yang merupakan ciri khas orang-orang Korea. Mereka pada maknae lah yang sering kebagian jatah untuk melakukan aegyo ini. Sesuai dengan predikat mereka sebagai maknae, Mir dari MBLAQ, Krystal dari f(x), Jiyoung dari Kara, dan Dong Ho dari U-KISS berhasil memikat dengan aegyo yang mereka miliki. Namun tak jarang, para maknae justru memiliki kharisma yang melebihi ‘kakak-kakak’-nya. Kharisma ini terlihat melalui sikap, perilaku, gaya bicara, bahkan postur tubuh mereka. Chansung dari 2PM, Jinwoon dari 2AM, Dongwoon dari Beast, Suzy dari Miss A, Zelo dari B.A.P, Sehun dari EXO-K, Tao dari EXO-M, Lee Jung Shin dari CN Blue, adalah para maknae yang terkenal sebagai big maknae karena postur badan mereka yang bongsor, dan beberapa justru jauh lebih tinggi dan besar dibandingkan para ‘kakak’-nya. Sementara itu, Taemin dari SHINee, Sungjong dari Infinite, dan Seohyun dari SNSD terkenal sebagai mature maknae karena kekaleman dan kesopanan, serta manner yang mereka miliki sebagai seorang maknae.

 
Maknae line: (kiri - kanan) 4MINUTE's Sohyun, KARA's Jiyoung


Maknae is the baby of the group, while at the same time shows the growth of maturity in the group. Mayoritas maknae menjalani masa debutnya di usia yang sangat muda. Taemin, yang lahir pada bulan Juli 1993, baru berumur 15 tahun ketika ia debut bersama grup SHINee pada tahun 2008. Usia yang sama dengan Zelo, kelahiran bulan Oktober 1996, ketika ia debut sebagai anggota B.A.P pada tahun 2012 lalu. Menjadi seorang maknae dan debut di usia yang sangat muda tidak lantas menyurutkan pamor Taemin. Justru ia berhasil memikat hati para gadis dengan kemampuan dance-nya yang luar biasa, sehingga ia mendapat julukan sebagai dancing machine. Meskipun pada masa awal debutnya ia tidak mendapatkan banyak porsi untuk menyanyi, ia hampir selalu menempatin posisi tengah dan depan dalam formasi SHINee sebagai lead dancer. Kini seiring berjalannya waktu, Taemin semakin menunjukkan kemampuan dalam bernyanyi. Vokalnya semakin matang dan ia kini menjadi salah satu main vocalist dalam grupnya. Porsi menyanyinya pun semakin banyak. Tidak hanya itu, kedewasaannya juga semakin terlihat melalui penampilan fisiknya. Taemin has grown up! Semenjak penampilannya sebagai couple dance partner dalam lagu “Only One” milik BoA, Taemin sukses menanggalkan status little brother-nya dan menjadi the handsome grown up man.

Kasus yang sama terjadi pada Seohyun. Usianya baru menginjak 16 tahun ketika ia debut bersama SNSD pada tahun 2007. Pada waktu itu ia kurang begitu menonjol dan tidak mendapatkan porsi menyanyi yang begitu banyak. Kini, ia bahkan menjadi salah satu main vocalist dari SNSD dan menjadi bagian dari subgroup pertama SNSD, TaeTiSeo, bersama dua ‘kakak’-nya, Taeyeon dan Tiffany. Lewat partisipasinya dalam TaeTiSeo, Seohyun berhasil menunjukkan kemampuan vokalnya yang semakin matang dan menawan. Ia pun mendapat julukan sebagai the hidden jewel karena bakatnya yang terasah selama proses pendewasaannya bersama SNSD. The babies have totally grown up. Taemin dan Seohyun adalah bukti nyata bahwa ‘bayi’ dalam grup tidak dapat dipandang sebelah mata. Melalui perkembangan mereka, orang-orang dapat pula melihat perkembangan grup tempat mereka bernaung. Sementara untuk kasus Zelo, tidak perlu menunggu bertahun-tahun, bocah satu ini telah menunjukkan taringnya semenjak debut bersama B.A.P. Ia adalah main rapper sekaligus main dancer dalam grup. Kemampuan rap-nya tidak perlu diragukan lagi. Ia bahkan langsung menarik perhatian khalayak dengan LTE rap-nya yang super cepat dalam lagu debut B.A.P, “Warrior”. But a baby is still a baby. Di luar panggung, Zelo masih merupakan pribadi yang pemalu dan tertutup. Dalam beberapa tahun kelak, perkembangannya akan terlihat seperti yang telah terjadi pada Taemin dan Seohyun.

 
Maknae line: (kiri - kanan) 2AM's Jinwoon, MBLAQ's Mir, U-KISS' Dongho, INFINITE's Sungjong


Maknae leads the group in terms of popularity. If the maknae is popular, everyone is popular. Grup yang baik adalah grup yang sanggup memelihara maknae mereka dan membesarkannya dengan baik. Maknae adalah salah satu kebanggaan dari grup, sekaligus tolok ukur keberhasilan grup tersebut. Mengapa? Ketika anggota termuda dalam grup mereka menuai kesuksesan, maka dapat dikatakan bahwa grup tersebut telah berhasil dalam proses pembinaan bakat dan pengembangan karir mereka. Ketika anggota termuda dalam grup mereka meraih popularitas tinggi, maka hal tersebut menjadi indikator bahwa grup mereka berhasil meraih popularitas yang tinggi pula. Bahkan dalam beberapa kasus, terdapat maknae yang sekaligus menjadi face of the group (artikel tentang face of the group dalam idol group Korea Selatan dapat dibaca di sini), seperti Suzy dari Miss A dan Sohee dari Wonder Girls.

Stasiun televisi SBS di Korea Selatan bahkan memiliki sebuah program variety show khusus yang menjadikan para maknae sebagai bintang utamanya, yaitu “Maknae Rebellion”. Program acara ini memasang Jinwoon dari 2AM dan Dong Ho dari U-KISS sebagai regular member yang selalu hadir dalam tiap episodenya. Indeed, the maknae could do everything. Meskipun sekali menjadi ‘bayi’ akan tetap menjadi ‘bayi’ dalam grup, mereka sanggup bersinar secara individu dan memiliki ciri khasnya masing-masing. Tanpa kehilangan identitasnya sebagai seorang individu, para maknae menjalankan posisinya sebagai ‘adik bungsu’ dalam grup yang menghormati para ‘kakak’-nya dan berlindung pada mereka ketika membutuhkan. Pada saat yang bersamaan, mereka sekaligus menjadi penyokong bagi grup dan melengkapi keutuhan grup mereka. Berjuang sejak usia yang masih sangat muda, tumbuh berkembang dan berlatih keras bersama anggota lainnya, menjadi dewasa dan menemukan jati dirinya, the maknae does everything. Salute!

Share:

0 komentar