Alice in Cheongdamdong

Effort is my strength. Life is like a recipe book. If you follow the recipe and faithfully follow the instructions for combining ingredients, you will surely succeed. This is the same in life. The result of the effort won’t betray you. I’m sure deep inside of me, that my success will be the result of my ultimate effort.” –Han Se Kyung (Cheongdamdong Alice, 2012–2013)

If a rich person loves a poor person, that’s commendable. But if a poor person loves a rich one, they say that’s ridiculous.” –Han Se Kyung (Cheongdamdong Alice, 2012–2013)

Love is not giving up. It’s protecting.” –Seo Yoon Joo (Cheongdamdong Alice, 2012–2013)


Everyone has a dream. That dream then leads them to set a goal in their life. In order to fulfill that goal, they need to make an effort. But what would happen if even after so many efforts which take so many times, they seem that they couldn’t make it? Some people say that some dreams are meant to remain as only dreams. Once they wake up, they have to face the reality that it’s only a dream after all. Adalah Han Se Kyung (Moon Geun Young), seorang wanita yang bercita-cita untuk menjadi seorang desainer. Namun meskipun ia memiliki banyak prestasi dalam berbagai kejuaraan desain, serta merupakan mahasiswa yang cerdas ketika ia menempuh studinya dulu, Se Kyung tidak mudah untuk mendapatkan pekerjaan. Cita-citanya itu terganjal oleh ketidakmampuannya secara finansial untuk memperoleh pendidikan dan ijazah dari luar negeri. Namun secara ajaib, setelah tiga tahun menjalani hidup sebagai pengangguran setelah lulus kuliah, Se Kyung akhirnya mendapatkan pekerjaan di rumah mode terkemuka, GN Fashion.
Rupanya kesempatan itu datang dari seorang Seo Yoon Joo (So Yi Hyun), musuh bebuyutannya semasa di SMA dulu. Meskipun memiliki prestasi dan kecerdasan yang jauh di bawah Se Kyung, wanita cantik nan modis itu kini menjalani hidup super mewah sebagai istri dari CEO GN Fashion. Yoon Joo memanfaatkan kesempatan ini untuk membalas dendam pada Se Kyung dengan cara mempekerjakannya sebagai pegawai intern yang tugasnya hanya mengantar-antarkan barang untuk dirinya. Pada hari pertamanya bekerja, Se Kyung tak sengaja bertemu dengan Jean Thierry Cha alias Cha Seung Jo (Park Si Hoo), CEO dari designer brand terkemuka, Artemis, yang baru saja kembali ke Korea Selatan dari Perancis. Pertemuan pertama mereka yang kurang begitu baik kemudian berujung pada Se Kyung yang menyalahpahami Seung Jo sebagai sekretaris dari CEO Artemis.
Mendapati kenyataan bahwa istri dari bos besarnya adalah musuhnya semasa SMA yang juga berasal dari keluarga sederhana sepertinya, membuat Se Kyung shock. Ditambah lagi, hubungannya selama tujuh tahun dengan sang kekasih baru saja kandas akibat masalah finansial. Kenyataan-kenyataan ini kemudian menonjok perasaan dan pikiran Se Kyung. Wanita yang tadinya percaya bahwa kesuksesan dapat diraih dengan kerja keras ini kemudian berubah pikiran. Tidak hanya sekadar kerja keras saja yang dibutuhkan, melainkan juga trik-trik tertentu untuk meraih posisi status sosial yang tinggi. Se Kyung pun meminta bantuan dari Yoon Joo, bukti nyata bahwa seseorang yang berasal dari status sosial yang sama sepertinya kini sanggup menjadi seorang sosialita. Alhasil, dimulailah perjalanan Se Kyung sebagai seorang social-climber. Apabila kawasan elit Cheodamdong diibaratkan sebagai sebuah wonderland, maka Se Kyung adalah Alice yang mencoba mencari jalan untuk memasukinya. Untuk itu, ia harus menemukan sang White Rabbit yang dapat menuntunnya masuk ke sana. White Rabbit ini adalah seorang Tommy Hong (Kim Ji Suk).
Tommy Hong adalah seorang desainer terkenal yang sama seperti Se Kyung, memulai segalanya dari bawah. Ia bahkan bukan lulusan sekolah desain luar negeri, namun ia dapat meraih kesuksesan berkat channel yang ia bangun dan miliki. Ia terkenal sebagai seorang matchmaker para sosialita. Namun jalan Se Kyung memasuki wonderland tidak semudah yang ia kira. Adalah Seung Jo, CEO yang ia kira hanya seorang sekretaris, yang kemudian membuatnya benar-benar jatuh cinta. Seung Jo yang juga memiliki perasaan untuk Se Kyung kemudian menyatakannya, sekaligus mengungkapkan bahwa ia sebenarnya adalah CEO. Dengan kenyataan itu, kini Se Kyung harus bertarung dengan dirinya sendiri, antara memperjuangkan cinta atau mimpinya. Sementara di sisi lain, Se Kyung masih belum mengetahui fakta bahwa Seung Jo adalah mantan suami Yoon Joo yang ditinggalkan oleh wanita itu karena harta dan kekuasaan.
Situasi semakin bertambah rumit ketika rupanya Tommy tengah mendapatkan order untuk menjodohkan Shin In Hwa (Kim Yoo Ri), adik ipar Yoon Joo yang juga merupakan kepala desainer di GN Fashion, dengan Seung Jo, yang tak lain tak bukan adalah anak tunggal dari Cha Il Nam (Han Jin Hee), pemilik Royal Department Store. Di tengah berbagai pihak yang menentang hubungan mereka, Se Kyung dan Seung Jo mendapat dukungan dari Heo Dong Wook (Park Kwang Hyun), seorang psikiater sekaligus sahabat karib Seung Jo, dan Choi Ah Jung (Shin So Yul), pegawai Artemis yang juga sahabat karib Se Kyung. Pada akhirnya, Se Kyung harus membuktikan bahwa cintanya tulus kepada Seung Jo, meskipun mereka berasal dari latar belakang status sosial yang jauh berbeda.


“Cheongdamdong Alice” adalah serial drama yang diadaptasi dari novel chick-lit karya Lee Hye Kyung yang berjudul “Cheongdamdong Audrey”. Serial berjumlah 16 episode ini ditayangkan oleh stasiun televisi SBS pada bulan Desember 2012 hingga Januari 2013. Kisah dalam serial ini mengambil setting di daerah Cheongdamdong di distrik Gangnam, kota Seoul, yang terkenal sebagai Beverly Hills-nya Korea Selatan. Serial yang dibintangi oleh pasangan top star Moon Geun Young dan Park Si Hoo ini memotret perjalanan seorang social-climber dalam usahanya meraih kesuksesan di tengah kehidupan yang didominasi oleh para sosialita. Tim produksi serial ini mencoba mengangkat realitas di balik kehidupan glamor para sosialita di Cheongdamdong. They stated, “We will question the terms of endearment through the youths living the life of dreams. We hope the viewers will ask themselves: Is wealth everything we need? Are we happy now?”.
Dalam fairytale yang kerap dikisahkan, merupakan hal yang wajar, bahkan terjadi dalam hampir seluruh kisah tersebut, bahwa sosok tokoh utama perempuan yang rapuh, merana, serta penuh penderitaan, kemudian bertemu dengan sosok tokoh utama laki-laki yang tangguh dan menyelamatkannya dari seluruh penderitaan hidup. Bahwa sosok perempuan miskin seperti Cinderella yang kemudian jatuh cinta dan menikah dengan seorang pangeran tampan nan kaya raya adalah hal yang selalu dikisahkan dalam dongeng-dongeng tersebut. Namun pada kehidupan nyata, kisah cinta antara si kaya dan si miskin ini tidak seindah yang tertuang dalam fairytale. Meskipun telah membulatkan tekadnya untuk menikahi pria kaya demi memperbaiki taraf hidupnya dan mendapatkan status sosial yang layak, seorang Han Se Kyung kemudian dilanda ketakutan ketika ia benar-benar jatuh cinta pada pria tampan, mapan, serta dari keluarga terpandang, Cha Seung Jo. Jatuh cinta tidak ada dalam daftar seorang social-climber seperti Han Se Kyung. Namun sisi diri Han Se Kyung yang lama tidak sanggup menghilang begitu saja. Ia tidak dapat menepiskan begitu saja rasa cinta untuk Cha Seung Jo.
Sistem yang aneh terjadi dalam masyarakat, ketika si kaya jatuh cinta kepada si miskin, tidak ada yang menaruh prasangka buruk terhadap si kaya. Ironisnya, ketika si miskin jatuh cinta kepada si kaya, semua orang menuduhnya sebagai pengincar harta kekayaan semata. Cinta tetaplah cinta, dari siapa dan kepada siapapun bentuk cinta itu. Masyarakat seharusnya tidak menghakimi cinta atas kesenjangan status sosial dan latar belakang yang ada, karena sesungguhnya manusia tidak dapat memilih dalam lingkungan apa dan bagaimana ia dilahirkan. Apakah dengan materi yang berlimpah dapat membuat kita bahagia? Bahkan ketika materi itu telah menjauhkan kita dari keluarga kita, apakah kita masih bahagia dibuatnya? Bahkan apabila materi itu telah menjauhkan kita dari orang yang kita cintai, dapatkah kita bahagia karenanya? Bahkan jika materi itu telah merubah kita menjadi sosok lain yang bukan diri kita sendiri, akankah kita menjalani hidup dengan bahagia?


Perolehan rating serial “Cheongdamdong Alice” meskipun start off dengan angka yang kurang memuaskan, terus merangkak naik hingga episode terakhirnya. Walaupun secara rating, serial ini memperoleh posisi yang cukup tinggi dan digemari untuk slot waktu penayangan weekend drama, ada sesuatu yang kurang dari serial ini. Bahkan pemasangan artis papan atas Moon Geun Young dan Park Si Hoo pun tidak cukup untuk menimbulkan greget dalam “Cheongdamdong Alice”. As for Geun Young, she’s a great actress and suits so well in melodrama, but in “Cheongdamdong Alice”, she’s just not into it. Meanwhile, Si Hoo did so well playing the Mad Hatter-look-a-like character in this drama, but sadly he failed to build the right chemistry with Geun Young, which is a crucial thing in a semi-comedy romantic drama. In the end, their lack of chemistry left a big hole of feeling in this drama. Hal ini sangat disayangkan, mengingat sebuah kesempatan langka bagi penonton untuk melihat Geun Young dan Si Hoo dalam screen  yang sama. Anyway, serial ini layak ditonton atas fashion yang ditampilkannya secara apik, tetapi saya sarankan jangan berharap banyak dari serial ini. Tontonlah di kala senggang, sebagai selingan semata.

Immature love says I love you because I need you. However, mature love says I need you because I love you. What is needed by you two right now is not money or conditions of reality. It’s the fact that you have each other. That’s all you need.” –Cha Seung Jo (Cheongdamdong Alice, 2012–2013)

The best poem is the one that is yet to be written. The most beautiful song is the one that is yet to be sung. The best days are the days we have yet to live. The widest sea has yet to be sailed. The farthest journey has yet to be ended. Our journey together, it starts now.” –Cha Seung Jo (Cheongdamdong Alice, 2012–2013)

Share:

0 komentar