School

Everything in your life is a test. The more tests you take, the better you become. Children try to hide it, and adults don’t know about it. This place is none other than school.” –Go Nam Soon (School 2013, 2012–2013)

You have to look at it closely to see that it’s beautiful. You have to look at it for a long time to realize that it’s lovable. You are also like that.” –Go Nam Soon (School 2013, 2012–2013)

To be honest, I don’t like going to school. I don’t know why I go to school, and when I go to school, I always get humiliated. And there are a lot of annoying things happen too. I’m not a good student, and I don’t have any dreams, and I hate getting beaten up. But the strange thing is I always head to school automatically when I open my eyes in the morning. So if you’re asking why I go to school, I only have one response, just because.” –Go Nam Soon (School 2013, 2012–2013)


Ke mana lagi anak-anak pergi kalau bukan ke sekolah? Pada kenyataannya, waktu yang mereka habiskan di sekolah jauh lebih banyak ketimbang waktu yang mereka habiskan di rumah mereka masing-masing. Waktu yang mereka lewatkan bersama teman-teman dan gurunya pun jauh lebih banyak ketimbang waktu yang mereka lewatkan bersama orang tua dan keluarga. Sekolah adalah tempat anak-anak menjalani waktu-waktu dalam masa terpenting kehidupan mereka. Sekolah bukan sekadar tempat mereka menuntut ilmu dan memperoleh pelajaran. Sekolah adalah tempat mereka tumbuh besar dan dewasa. Sekolah adalah tempat segalanya terjadi. Serial drama “School 2013” memotret kehidupan sekolah melalui kelas 2-2 di SMA Victory, yang dikenal sebagai kelas bermasalah, dengan reputasi buruk para siswa-siswinya, dan dengan akumulasi nilai kelas terendah di seluruh sekolah.
Adalah Go Nam Soon (Lee Jong Suk), ketua kelas baru di tahun ajaran yang baru, yang menyembunyikan identitasnya bahwa ia setahun lebih tua dari teman-teman sekolahnya karena dropout dari sekolah lamanya. Meskipun tampak tenang di luarnya, Nam Soon menyimpan masa lalu yang kelam. Adalah Park Heung Soo (Kim Woo Bin), mantan sahabat Nam Soon yang dulu bersekolah di tempat yang sama dengannya, yang kemudian pindah ke sekolah dan kelas yang sama dengan Nam Soon. Heung Soo adalah kunci dari masa lalu Nam Soon. Kepindahan Heung Soo ke sekolah yang sama berarti kemunculannya kembali dalam hidup Nam Soon. Dan dari sinilah segala cerita dimulai. Mereka berdua tidak akan mencapai ketenangan sebelum menyelesaikan seluruh unfinished business di antara mereka. Dalam proses penyelesaian masalah ini, tidak hanya masa depan mereka, ketenangan kelas 2-2 pun turut dipertaruhkan.
Adalah Guru Jung In Jae (Jang Nara), wali kelas baru di tahun ajaran yang baru, yang berusaha keras menangani masalah murid-muridnya dengan jalan kelembutan dan kasih sayang. Ia berusaha dengan keras untuk mendekati para muridnya, dan membuat mereka terbuka kepadanya. Meskipun usahanya berkali-kali menemukan aral, ia tidak gentar untuk memperjuangkan muridnya dan meluluskan mereka tanpa dropout. Adalah Guru Kang Se Chan (Daniel Choi), guru baru yang dipekerjakan untuk mengangkat nilai para siswa-siswi kelas 2-2, yang kemudian bersama Guru Jung menjadi wali kelas ganda untuk kelas tersebut. Guru Kang memiliki visi dan misi yang berbeda dengan Guru Jung. Cara mereka dalam menangani masalah para murid pun jauh berbeda. Ia cenderung tegas dan memilih untuk menggunakan trik-trik psikologis dalam menangani para muridnya. Namun bagaimana pun, selama kedua guru ini tidak memiliki kata sepakat yang sama, bukan hanya karir mereka yang dipertaruhkan, melainkan juga masa depan para murid kelas 2-2.
Adalah Oh Jung Ho (Kwak Jung Wook), trouble maker sekaligus pemimpin geng yang paling ditakuti di sekolah. Ia bersama kedua temannya, Lee Yi Kyung (Lee Yi Kyung) dan Lee Ji Hoon (Lee Ji Hoon), hobi berkelahi dan membolos sekolah. Mereka bahkan kerap memeras murid-murid lainnya dan mem-bully mereka, terutama yang tidak tunduk pada mereka, yaitu Go Nam Soon. Kedatangan Park Heung Soo dan terungkapnya identitas Go Nam Soon membuat mereka merasa terancam dan semakin berulah, demi mempertahankan posisi sebagai siswa yang ‘berkuasa’. Adalah Song Ha Kyung (Park Se Young), siswi paling cerdas di kelas 2-2, yang rela melakukan segalanya demi memeroleh prestasi tinggi. Begitu juga dengan Kim Min Ki (Choi Chang Yeob), siswa paling cerdas di kelas 2-2 yang merupakan mantan ketua kelas. Tanpa mereka sadari, prestasi mereka dihasilkan bukan atas dasar dorongan diri mereka untuk belajar, melainkan atas dasar tekanan dari lingkungan keluarga mereka.
Terlepas dari kepelikan yang dialami oleh guru wali dan para murid di atas, kelas 2-2 diramaikan pula oleh penghuni-penghuni lain di dalamnya. Adalah Lee Kang Joo (Ryu Hyo Young), sahabat Ha Kyung yang selalu merasa bahwa dirinya lebih bodoh dari sahabatnya, dan Han Young Woo (Kim Chang Hwan), bocah nerd yang selalu menjadi sasaran bullying Jung Ho dan kawan-kawan, serta Kye Na Ri (Jeon Soo Jin) dan Shin Hye Sun (Shin Hye Sun), dua sahabat yang terlibat kesalahpahaman. Ada pula Byun Ki Deok (Kim Young Chun) dan Kim Dong Suk (Kim Dong Suk), penggembira kelas 2-2 yang dapat menjadi mood-booster atau penuang minyak ke dalam api, serta Gil Eun Hye (Gil Eun Hye) dan Nam Kyung Min (Nam Kyung Min), dua siswi yang hanya peduli terhadap kepentingan diri mereka sendiri. Berbekal segala kemampuan dan usaha yang mereka punya, Guru Jung dan Guru Kang berjuang bersama untuk tidak hanya mengajar para murid mereka, melainkan juga mendidik.


“School 2013” adalah seri kelima dari rangkaian serial “School” yang ditayangkan oleh stasiun televisi KBS sejak tahun 1999. Installment kelima ini disiarkan pada bulan Desember 2012 hingga Januari 2013 sebanyak 16 episode. Serial ini digarap oleh para kru produksi yang telah berpengalaman dalam menggarap serial remaja sebelumnya, seperti “Dream High” dan “Let’s Go To School”. This teen drama series portraits real-life high school issues, which nowadays South Korean youth face, such as bullying, school violence, student suicides, teacher-student relations, private tutoring, and all the struggles and dilemmas of high school life. Kehidupan sekolah ini dinarasikan melalui sudut pandang Go Nam Soon, seorang siswa yang tengah dalam pencarian jati dirinya dan harus bergelut dengan masa lalu untuk dapat memaafkan dirinya sendiri, kemudian menata masa depannya.
Remaja adalah fase krusial dalam kehidupan seseorang. Pilihan-pilihan yang diambil seseorang pada fase ini menentukan akan menjadi apa dan bagaimana mereka di masa mendatang kelak. Setiap pilihan, setiap langkah, salah sedikit saja dapat menjadi satu hal yang kelak akan mereka sesali. Pada masa inilah mereka memerlukan bimbingan dan petunjuk. Namun ironisnya, hormon remaja mereka sering kali mendorong mereka untuk mengabaikannya. Setiap murid memiliki sifat dan kepribadiannya masing-masing, dengan menghadapi dilematika yang berbeda-beda. Sehingga para guru tidak dapat menerapkan cara penyelesaian masalah yang sama kepada setiap murid. Untuk dapat menyelami kepribadian mereka, para guru harus mengenali dan memahami sifat murid-muridnya. Itulah fungsi utama seorang wali kelas. Pada hakikatnya, seorang guru tidak hanya mengajar, melainkan juga mendidik. Melalui karakter-karakter dalam serial ini, penonton diperlihatkan realitas dilema yang dihadapi para murid, guru, dan sekolah dalam keseharian mereka.
Kehidupan sekolah tidak sesederhana yang dibayangkan. Di balik wajah-wajah ceria para murid ketika bertemu dan bermain dengan teman-teman mereka, tersimpan kasus-kasus serius yang mengakar dalam kehidupan sekolah. Tawuran pelajar, bullying, tekanan-tekanan yang dihadapi para murid tidak hanya dari lingkungan pertemanan mereka saja, melainkan juga dari lingkungan sekolah yang selalu menuntut mereka untuk memeroleh nilai yang tinggi. Ditambah lagi dengan tekanan yang mereka dapatkan dari lingkungan keluarga di rumah, yang pada akhirnya mempengaruhi kehidupan sekolah mereka. Para murid cenderung menyembunyikan masalah mereka, merasa bahwa mereka selalu dapat menyelesaikannya sendiri. Para guru cenderung menutup mata dan tidak mengetahui permasalahan murid mereka, merasa bahwa tugas mereka hanya sebatas angka-angka nilai di atas kertas. Beberapa murid, seperti Song Ha Kyung, mengetahui tujuan mereka pergi ke sekolah. Mengapa mereka harus berangkat ke sekolah. Mengapa mereka harus belajar dengan rajin. Mengapa mereka harus mendapatkan nilai yang bagus. Namun ada pula beberapa murid, seperti Go Nam Soon, yang tidak mengetahui apa tujuannya pergi ke sekolah. Mereka tidak suka belajar dan selalu tertidur di ruang kelas. Namun, setiap membuka mata di pagi hari, yang dilakukannya secara otomatis adalah selalu bersiap-siap pergi ke sekolah. Setiap jenis murid, tanpa pandang bulu, memerlukan bimbingan dari orang yang sanggup mereka percaya. Karena pada hakikatnya, mereka adalah anak-anak yang tengah dalam pencarian jati dirinya.


Serial drama “School 2013” menjadi serial terpopuler di kalangan para remaja pada akhir tahun 2012 hingga awal tahun 2013. Serial ini membawa pemeran utamanya, Lee Jong Suk, memenangkan penghargaan untuk kategori Best New Actor dalam ajang 2012 KBS Drama Awards, serta aktris Jang Nara sebagai Excellent Actress untuk kategori Mini Series dalam ajang yang sama. Bahkan setelah episode terakhir ditayangkan, stasiun televisi KBS menayangkan special episode sebagai farewell dari penayangan serial drama ini. Episode spesial ini memuat proses-proses di balik layar dan kehidupan sekolah para pemeran serial drama ini. Drama ini berhasil menuturkan fenomena dan realita kehidupan sekolah melalui intrik-intriknya dengan alur yang jauh dari kata membosankan. Kemampuan akting para pemeran di dalamnya pun tidak usah diragukan lagi. Mereka sanggup membawakan karakter mereka masing-masing dengan sangat baik dan membuat penonton sanggup merasakan emosi yang disampaikan oleh pesan drama tersebut.  Indeed, this series is worth to watch. And of course, it’s recommended!

All things will pass. It may seem like a big problem at the moment, but it will pass. So, enduring and waiting for things to pass, that’s strength.” –Jung In Jae (School 2013, 2012–2013)

Studying is not about being better than someone else, but the important thing is that ‘I do well’. If you compare yourself to someone else, you only get frustrated and it’s no use.” –Jung In Jae (School 2013, 2012–2013)

Share:

0 komentar