Valentine's Day

When you love someone, you love all of them. You got to love everything about them, not just the good things but the bad things too. The things that you find lovable and the things you don’t.” –Estelle Paddington (Valentine’s Day, 2010)


Judul                : Valentine’s Day
Genre               : komedi romantis multiplot
Sutradara          : Garry Marshall
Rilis                  : 12 Februari 2010
Pemain             : Jessica Alba, Jessica Biel, Bradley Cooper, Jamie Foxx, Jennifer Garner, Topher Grace, Anne Hathaway, Ashton Kutcher, Queen Latifah, Taylor Lautner, Taylor Swift, Emma Roberts, Julia Roberts, Carter Jenkins, George Lopez, Patrick Dempsey, Bryce Robinson

Los Angeles, the city of angels, they said, dan di kota inilah cinta bertabur bagaikan kelopak bunga mawar, terutama pada hari penuh cinta sedunia, yang dikenal orang sebagai Hari Valentine. Valentine’s Day on the city of angels. Cinta dapat membuat orang melakukan apa saja. Cinta dapat membawa seseorang terbang tinggi ke langit maupun jatuh terhempas ke tanah. Dan pada hari kasih sayang ini, segala sesuatunya dapat terjadi. “Valentine’s Day”, film hasil karya sutradara Garry Marshall, memotret kehidupan percintaan beberapa orang di kota Los Angeles pada tanggal 14 Februari, yang diperingati sebagai Hari Kasih Sayang.

Hari Valentine adalah salah satu hari tersibuk di Los Angeles. Pada hari itu, sedikitnya 110 juta bunga mawar merah terjual. Tidak hanya industri bunga saja, industri hadiah dan souvenir juga turut disibukkan pada hari itu. Cerita diawali dengan seorang florist sekaligus pemilik toko bunga Siena Bouquet, Reed Bennett (Ashton Kutcher), yang melamar kekasihnya, Morley Clarkson (Jessica Alba). Pada pagi hari di Hari Kasih Sayang itu, segera setelah bangun dari tidurnya, Reed berlutut di hadapan Morley dan melamar wanita itu. Of course, she said yes. Namun, berbeda dengan Reed yang super bahagia dan mengumumkan ke seluruh dunia bahwa ia akan segera menikah, Morley justru merasa ragu dengan keputusannya. Sad but true, Morley memutuskan untuk mundur dari pilihannya.
Adalah Julia Fitzpatrick (Jennifer Garner), sahabat baik Reed sedari mereka kecil. Julia mengencani seorang dokter tampan, Harrison Copeland (Patrick Dempsey). Meskipun mereka sedang saling dimabuk kepayang, Harrison harus terbang ke San Fransisco pada Hari Valentine itu untuk melakukan operasi. Namun sayangnya, Julia tidak mengetahui fakta bahwa Harrison berbohong kepadanya. Harrison mengaku telah bercerai dengan istrinya dan ia adalah seorang duda, namun sebaliknya, ia masih bersama istrinya dan ia tidak pergi ke San Fransisco melainkan pulang ke rumah istri dan anaknya. Reed yang mengetahui fakta ini pun tidak dapat tinggal diam. Ia tidak ingin melihat sahabatnya terluka.
Ketika industri bunga dan hadiah telah disibukkan bahkan sejak dini hari, begitu pula dengan industri media. Televisi berusaha menyiarkan cerita dan gambar terbaik seputar Hari Valentine. Naas bagi Kelvin Moore (Jamie Foxx), seorang reporter olahraga yang pada hari itu kebagian jatah untuk turun ke lapangan dan mencari berita (baca: memotret kasih sayang) seputar Hari Valentine. Ia membenci tugas itu. Ia bahkan merupakan seseorang yang merasa skeptis terhadap Hari Valentine karena ia adalah seorang single yang kesepian. Namun ia tidak sendirian, karena Kara Monahan (Jessica Biel), juga berpikiran sama dengannya. Kara adalah seorang public relation, yang juga merupakan publisis atlet football Sean Jackson (Eric Dane), yang tengah dalam masa keterpurukannya  Saking bencinya terhadap Hari Valentine, Kara rutin mengadakan pesta I Hate Valentine’s Day setiap tahunnya. Di luar dugaan, dalam konferensi persnya Sean membuat pengakuan bahwa ia adalah seorang homoseksual. Hal ini mengejutkan Kara dan Paula Thomas (Queen Latifah), manajer agensi Sean.
Di sisi lain, Kate Hazeltine (Julia Roberts) dan Holden Wilson (Bradley Cooper), adalah dua orang asing yang duduk bersebelahan dalam sebuah pesawat yang menuju Los Angeles. Kate adalah seorang tentara wanita yang tengah pulang dari tugasnya di Timur Tengah untuk menemui putra semata wayangnya, Edison (Bryce Robinson). Sementara Holden adalah seorang pengusaha yang merupakan teman dari Sean Jackson, yang datang untuk mengunjungi pria itu. In the end, it turns out that Holden is Sean’s gay mate.
Edison tinggal dengan kedua kakek neneknya, Edgar Paddington (Hector Elizondo) dan Estelle Paddington (Shirley MacLaine), yang bahkan hingga di usia tua mereka, mereka masih saling memberikan hadiah untuk satu sama lain pada Hari Valentine. They surely in love with each other until like forever. But nothing is perfect. Even for the most romantic couple in the world, they still have their own lack. Pada Hari Kasih Sayang itu, Edgar mendapati fakta bahwa istrinya pernah berselingkuh. Sementara itu, Jason Morris (Topher Grace) berkencan dengan Liz Curran (Anne Hathaway), yang tanpa pria itu ketahui, memiliki kerja sambilan sebagai operator telepon seks. Ironisnya, ia mengetahui fakta ini pada Hari Valentine, yang membuatnya kehilangan kepercayaan pada wanita itu. Pada malam hari di Hari Kasih Sayang itu, Edgar bertemu dengan Jason, dan mereka menyadari bahwa memahami dan memaafkan adalah bagian dari cinta.
Rupanya semangat cinta Hari Valentine di Los Angeles tidak hanya dirasakan oleh para dewasa dan orang tua, melainkan juga para remaja. Adalah Felicia Miller (Taylor Swift) yang terbangun pada pagi hari di Hari Valentine dengan sebuah boneka Teddy Bear raksasa di depan pintu kamarnya, yang tak lain tak bukan adalah pemberian dari pacarnya, Willy Harrington (Taylor Lautner). They’re young and crazily in love. Sahabat mereka sekaligus teman se-SMA mereka, Grace Smart (Emma Roberts) dan Alex Franklin (Carter Jenkins), merencanakan untuk berhubungan seks pertama kalinya pada hari itu. Namun rencana mereka berantakan, sehingga mereka memutuskan untuk menunda hal itu.

Menjelang berakhirnya Hari Valentine, semua orang menemukan jalan mereka masing-masing. Yang meninggalkan (Morley) dan yang tak memiliki kejujuran (Harrison) berakhir dalam kesendirian, dan mungkin penyesalan atas apa yang telah mereka lakukan. Yang berani memaafkan (Edgar dan Jason) dan yang dapat mengambil pelajaran dari kesalahan (Estelle dan Liz), berakhir dalam hubungan yang lebih kuat dari sebelumnya. Yang berani membuka hati untuk cinta (Kelvin dan Kara), berakhir pada penemuan mereka akan cinta. Yang muda dan penuh gelora (Felicia, Willy, Grace, dan Alex), berakhir pada cinta polos mereka yang bahagia, tanpa seks hingga waktu yang tepat. Yang berani mengakui cintanya meski terlarang (Sean dan Holden), berakhir pada rasa lega tanpa beban.
Terakhir, yang berani jujur dengan perasaan mereka sendiri atas cinta yang dirasakan (Reed dan Julia), berakhir pada kebersamaan. Adalah Alfonso Rodriguez (George Lopez), asisten sekaligus sahabat Reed, yang kemudian menyadarkan pria itu bahwa kunci kebahagiaan dan kelanggengan sebuah pernikahan adalah dengan menikahi sahabat kita sendiri. Sementara kepolosan muridnya, Edison, menyadarkan Julia bahwa rasa suka dan sayang diantara sahabat dapat berubah menjadi cinta seiring dengan waktu demi waktu yang mereka jalani bersama.

Indeed, love could take us anywhere, whether it’s hell or heaven, or maybe even both of them at the same time. In just one day, anything could happen because of love. In the end, it’s our choices that matter. Cinta ada untuk dirayakan, untuk dimaknai, dan untuk dirasakan. Tidak hanya pada tanggal 14 Februari saja, melainkan setiap saat, setiap detik. Dengan demikian, tengah malam berlalu dan Hari Valentine di Los Angeles pun berakhir, dan cinta tinggal untuk selamanya. It’s their Valentine, how about yours?

To some people, love doesn’t exist unless you acknowledge it in front of other people.” –Alfonso Rodriguez (Valentine’s Day, 2010)

Love is the only shocking act left on the planet.” –Reed Bennett (Valentine’s Day, 2010)

Share:

0 komentar