The Innocent Man

In this world, there is no love that cannot be.” –Seo Eun Gi (The Innocent Man, 2012)

Even without love, I can live fine alone. It's not like I've always had what I wanted. In my life not even once. I was never selfish nor full of greed. The things I want to do, the things I want, the things I wish for, have I ever even had any of those, for at least once in my whole life? I can live fine without love. I will find a way to survive. Dying is hell. Why is living supposed to be hell?” –Kang Ma Ru (The Innocent Man, 2012)

The tears that fill my brain are flowing through her heart as well. I gave her those wounds. I made her cry.” –Kang Ma Ru (The Innocent Man, 2012)


Love and loathe, cinta dan benci, dua hal yang sangat bertolak belakang, namun kata orang memiliki perbedaan yang sangat tipis. Namun yang jelas, kedua hal tersebut memiliki persamaan. Cinta dan benci dapat membutakan seseorang, membuat mereka melakukan hal-hal gila yang di luar akal. Bahkan cinta dan benci dapat mengubah seseorang menjadi sosok yang jauh berkebalikan dengan jati diri mereka. Adalah Kang Ma Ru (Song Joong Ki), seorang pria tampan dan cerdas. Meskipun berasal dari keluarga kurang mampu, berkat kecerdasannya ia dapat menempuh studi di sekolah kedokteran. Tak hanya kelebihan secara fisik dan otak, Ma Ru memiliki hati seputih salju. Ia polos dan baik hati. Singkat kata, ia memiliki segalanya yang didambakan oleh para wanita, seorang pria baik-baik. Namun satu hal, ia jatuh cinta kepada Han Jae Hee (Park Si Yeon).
Dengan segala sifat yang dimilikinya, Ma Ru menjadi semakin sempurna karena ia adalah pria yang setia. Jae Hee adalah cinta pertamanya, meskipun wanita itu berusia lebih tua darinya. Mereka berdua tinggal di lingkungan yang sama dan Ma Ru telah mencintai Jae Hee sejak mereka kecil. Mereka tumbuh dewasa bersama, dan selama itu, tak sekalipun hati Ma Ru pernah goyah. Di hatinya hanya ada Jae Hee seorang. Ia rela memberikan segalanya, melakukan apapun, demi wanita itu. Tanpa ia sadari, justru kesetiannya kepada cinta lah yang menjadi bumerang baginya, yang sanggup membunuhnya di kemudian hari.
Jae Hee adalah wanita yang ambisius. Sejak kecil ia menjalani hidup susah dan serba kekurangan. Ia bahkan kerap menjadi korban kekerasan oleh kakak kandungnya sendiri. Bertekad untuk mengubah kehidupannya, Jae Hee rela melakukan segala cara. Pada suatu hari, ia tidak sengaja membunuh seorang pria. Tidak tahu apa yang mesti ia perbuat, ia memanggil Ma Ru. Pria itu segera melakukan tindakan demi melindungi Jae Hee. Ia menyerahkan diri ke polisi dan mengaku bahwa ia yang telah membunuh pria itu. Alhasil, Ma Ru dikeluarkan dari sekolah kedokterannya dan masuk penjara. Sejak hari itu, jalan hidup Kang Ma Ru berubah seratus delapan puluh derajat.
Beberapa tahun kemudian setelah ia keluar dari penjara, Kang Ma Ru menyadari bahwa ia telah kehilangan Jae Hee. Wanita itu tak pernah mengunjunginya sama sekali ketika ia berada di dalam penjara. Ma Ru bahkan mendapati bahwa Jae Hee telah menjadi istri simpanan dari seorang pengusaha tua yang kaya raya dan memiliki anak dari pria itu. Merasa terkhianati, selepas dari penjara Ma Ru menjalani kehidupannya sebagai orang yang lain. Ia membuang jauh-jauh kepribadian halusnya dulu. Ia menjadi seorang bad guy, yang hidup dengan cara memanfaatkan wanita-wanita kaya dengan ketampanannya. No more the nice guy Kang Ma Ru. Hingga pada suatu hari, ia bertemu lagi dengan Jae Hee.
Pertemuannya kembali dengan cinta pertamanya menguak luka lama Ma Ru. Demi wanita yang kemudian mengkhianatinya itulah ia dulu menyerahkan segalanya, mengorbankan diri dan masa depannya. Namun apa yang ia dapatkan kini? Nothing. Bukan hanya sekadar amarah yang berkecamuk di hati seorang Kang Ma Ru, melainkan juga rasa kecewa yang mendalam. Adalah Seo Eun Gi (Moon Chae Won), pewaris satu-satunya dari salah satu perusahaan terbesar di Korea Selatan, dan tak lain tak bukan adalah anak kandung dari pria yang dinikahi oleh Jae Hee. Melihat Eun Gi, Ma Ru menemukan kesempatannya untuk membalas dendam pada Jae Hee.
Eun Gi adalah gadis cantik yang tak pernah memedulikan penampilannya. Ia membuang segala feminitas dan hidup sebagai gadis yang keras dan tegas, terutama sejak meninggalnya sang ibu dan datangnya Jae Hee ke dalam keluarganya. Ia sangat menentang hubungan sang ayah dengan Jae Hee. Ia bahkan membenci wanita itu. Akibat kejadian yang menimpa kedua orang tuanya, Eun Gi tumbuh menjadi seorang wanita yang tidak percaya akan cinta. Ia tak pernah jatuh cinta. Ia bahkan sama sekali tidak pernah mencoba untuk jatuh cinta. Sifatnya yang keras membuat para pria segan untuk mendekatinya. Tanpa disangka, bertemu dengan Kang Ma Ru mengubah segalanya. Dengan segala pesonanya, Ma Ru berhasil meruntuhkan tembok hati Eun Gi.
Tanpa menyadari bahwa niatan Ma Ru mendekatinya adalah untuk mendapatkan Jae Hee kembali, Eun Gi jatuh cinta kepada pria itu. Ma Ru yang semula berniat untuk menyeret Jae Hee kembali ke dunianya yang semula, kemudian justru terjebak dalam skema yang ia buat sendiri. Di luar rencana, ia benar-benar jatuh cinta kepada Eun Gi. Wanita itu jauh berbeda dengan wanita-wanita kaya yang pernah ia manfaatkan sebelumnya. Ketulusan hati wanita itu telah menggoyahkannya. Wanita itu sanggup memunculkan sosok Kang Ma Ru the nice guy kembali. Namun naas, justru ketika perasaan Ma Ru mulai berkembang untuk Eun Gi, wanita itu mengetahui rencana semula Ma Ru untuk membalas dendam pada Jae Hee.


“The Innocent Man” adalah sebuah melodrama yang terdiri dari 20 episode. Serial drama yang juga dikenal dengan judul “Nice Guy” ini ditayangkan di stasiun televisi KBS pada bulan September hingga November 2012. Drama ini dihasilkan oleh penulis skenario yang sama dengan serial populer “A Love To Kill”. Maka dari itu, apabila Anda pernah menonton serial “A Love To Kill”, maka nuansa melodrama yang terasa akan memiliki semacam atmosfer yang sama, karena ditulis oleh tangan, hati, dan otak yang sama. Tentang cinta yang terlarang, tentang pengkhianatan, tentang pembalasan, tentang kasih yang tak sampai, tentang pencarian makna hidup dan kebahagiaan.
Menyelami kepribadian sosok Kang Ma Ru, beserta seluk beluk problematika yang ia hadapi dalam hidupnya, merupakan pesona tersendiri dari serial ini. Melalui seorang Kang Ma Ru, sekali lagi kita disadarkan bahwa hidup adalah soal pilihan. Life is tough, life is rough, and it’s all about choices. Bagaimana apabila Kang Ma Ru pada hari itu tidak menyerahkan diri ke polisi dan mengaku sebagai pembunuh? Bagaimana apabila sebaliknya ia meyakinkan Han Jae Hee untuk mengakui kesalahannya, mengatakan kebenaran, dan menyerahkan diri ke polisi? Tentunya semua akan jadi berbeda. Dan yang menjadi isu utama bagi manusia adalah ambisi. Manusia memiliki ambisi yang takkan pernah ada habisnya. Apabila ambisi ini selalu dituruti, maka ia akan selalu diikuti dengan ambisi-ambisi yang lain. Pilihan yang diambil Ma Ru pada hari itu adalah bentuk ambisinya untuk melindungi wanita yang ia cintai. Yang kemudian diakuinya sebagai bentuk keegoisannya, kesalahan terbesar dalam hidupnya, karena sejak hari itu pula, sosok Jae Hee hidup sebagai seorang kriminal dan pembohong. Kejadian hari itu tidak hanya mengubah Ma Ru, melainkan pula Jae Hee.
Ambisi Ma Ru pula lah yang melibatkan Seo Eun Gi dalam kisah ini. Pada awalnya Ma Ru terus mengikuti ambisinya. Ia merasa marah dan kecewa pada Jae Hee, namun di sisi lain, ia tidak sanggup membenci wanita itu sepenuhnya. Wanita itu adalah cinta pertamanya, dan telah banyak kenangan yang mereka lalui bersama. Perasaan inilah yang kemudian mendorong Ma Ru untuk membawa Jae Hee kembali ke tempatnya semula, yaitu berada di sisinya, tanpa memedulikan fakta bahwa Jae Hee pun telah berubah. Wanita itu tidak sama lagi dengan wanita yang dulu bersamanya. Sebaliknya, Ma Ru justru menemukan bahwa dirinya telah terpesona pada sosok Eun Gi, sesuatu yang tak pernah ia perkirakan sebelumnya. Wanita itu menyadarkan Ma Ru mengenai ambisi butanya selama ini. Wanita itu menumbuhkan harapan yang baru bagi Ma Ru. Harapan untuk membenahi hidupnya yang telah berantakan. Bersama Eun Gi, Ma Ru rela melepaskan segalanya, termasuk ambisinya.


“The Innocent Man” adalah serial drama dengan naskah skenario terbaik sepanjang tahun 2012 yang saya tonton. Melodrama ini dirangkai dalam plot yang cepat sehingga jauh dari kata membosankan. Akting para pemeran di dalamnya pun sungguh luar biasa. Song Joong Ki berhasil menghidupkan sosok complicated Kang Ma Ru dengan sangat apik. Begitu pula dengan kualitas akting Park Si Yeon dan Moon Chae Won yang tidak perlu ditanyakan lagi. Ditambah lagi dengan adanya karakter Park Jae Gil (Lee Kwang Soo) dan Kang Choco (Lee Yoo Bi) yang memberi kesegaran dengan cerita cinta lucu nan romantis mereka di tengah peliknya kisah Ma Ru-Jae Hee-Eun Gi. “The Innocent Man” is highly recommended! Pesan saya, siapkan tisu yang banyak sebelum menonton serial ini.

Love is what I gave you. That is love. After you lost it, you realized how precious it was. You’re regretting it to the degree you could vomit blood. No matter what price you have to pay, you want to find it again. That is love, right?” –Kang Ma Ru (The Innocent Man, 2012)

Share:

0 komentar