Misery

Sometimes these cuts are so much deeper than they seem. You’d rather cover up, I’d rather let them bleed.” –Maroon 5, Misery


Maroon 5 merilis single “Misery” sebagai single ketiga mereka dari studio album ketiga mereka, “Hands All Over”. Single ini dirilis pada tanggal 22 Juni 2010, tiga bulan sebelum albumnya kemudian menyusul dirilis pada tanggal 21 September 2010. Lagu ini ditulis dan diaransemen oleh Adam Levine, Jesse Carmichael, dan Sam Farrar. Sebuah music video (MV) untuk lagu ini ditayangkan secara perdana dan berbarengan di MTV dan VH1 pada tanggal 1 Juli 2010. MV ini disutradarai oleh Joseph Kahn dan dibintangi oleh mantan kekasih Levine, Anne Vyalitsyna.
Talking about love and hate relationships, then leave it all for Maroon 5. This band knows so well how to picture a love-hate relationship in a song. “Misery” is about someone who’s finding a difficult situation when a relationship fades. It documents the decay of a relationship. Ketika seseorang sedang berada dalam keresahan yang diakibatkan oleh hubungan yang sedang ia jalani, maka tak ada sesuatu maupun seseorang yang dapat menenangkannya. Hubungannya di ambang perpisahan. Namun ia tak dapat melepaskannya begitu saja. Ia merasa belum berjuang dengan maksimal untuk hubungan itu. “Not that I didn’t care, it’s that I didn’t know. It’s not what I didn’t feel, it’s what I didn’t show.”
“So scared of breaking it, that you won’t let it bend.” Mereka berdua memiliki cara yang berbeda dalam menyelesaikan masalah, yang mengakibatkan tidak adanya titik temu di antara mereka. Sesungguhnya ketika dua orang sedang memiliki masalah, alih-alih menjauh satu sama lain, mereka seharusnya duduk bersama untuk menyelesaikan masalah itu. Berjauhan hanya akan menambah kekalutan dan rasa bingung bagi keduanya. “I’m desperate and confused, so far away from you.” Pada akhirnya ketika ia telah berusaha untuk memperbaiki keadaan, namun pasangannya justru hanya diam dan meninggalkannya dalam kebingungan yang berlarut-larut, ia pun mempertanyakan mengapa semua itu dilakukan padanya. “Why do you do what you do to me? Why won’t you answer me, answer me?” Ia membenci keadaan itu, namun ia tak dapat membenci orang yang dicintainya.

“Misery” mendapatkan mayoritas tanggapan positif dari para kritikus musik. Bill Lamb dari About.com mencatat, “All of the usual elements of a Maroon 5 hit are here from the perky pop-soul sound to lyrics of intense conflict in a relationship. However, this time the band takes it all a few steps forward into the category of pop perfection.” Levine sendiri dalam sebuah wawancara menyatakan bahwa lagu ini ia tulis dari hati. “Misery is about the desperation of wanting someone really badly in your life but having it be very difficult. Kind of what all the songs I write are about. I’m not treading on new ground, but I think a lot of people – including myself – deal with that all the time. Relationships are difficult, and it’s good therapy to write about them.”

Why won’t you answer me? The silence is slowly killing me.” –Maroon 5, Misery


* Ditulis sambil mendengarkan lagu “Misery” oleh Maroon 5.

“So scared of breaking it, that you won’t let it bend
And I wrote two hundred letters I will never send
Sometimes these cuts are so much deeper than they seem
You’d rather cover up, I’d rather let them bleed
So let me be and I’ll set you free

I am in misery
There ain’t nobody who can comfort me
Why won’t you answer me?
The silence is slowly killing me
Girl, you really got me bad
You really got me bad
I’m gonna get you back
I’m gonna get you back

Your salty skin and how it mixes in with mine
The way it feels to be completely intertwined
Not that I didn’t care, it’s that I didn’t know
It’s not what I didn’t feel, it’s what I didn’t show
So let me be and I’ll set you free

You say your faith is shaken, and you may be mistaken
To keep me wide awake and waiting for the sun
I’m desperate and confused, so far away from you
I’m getting there, I don’t care where I have to run

Why do you do what you do to me?
Why won’t you answer me, answer me?
Why do you do what you do to me?
Why won’t you answer me, answer me?”

Share:

0 komentar