Obsession

Curse me, curse me to let it go. My collapsed heart is screaming out loud. Don’t throw me away, don’t leave me alone. I want you, I want you like crazy. You left me with your lips saying ‘Don’t love me.’ ‘Don’t love me. I’ll go away from you.’” –SHINee, Obsession (OST. The Warrior’s Way)


Sebuah lagu berjudul “Obsession” (dalam Bahasa Korea: “Yok”) menjadi bagian dari studio album kedua SHINee, “Lucifer”. Lagu ini dirilis ke pasaran seiring dengan album tersebut, yaitu pada tanggal 19 Juli 2010. “Obsession” ditulis liriknya oleh salah satu member SHINee, Kim Jonghyun, yang sebelumnya berkontribusi dalam menulis lirik untuk single hit mereka, “Juliette”. Lagu ini merupakan sebuah remake dari lagu barat milik Jimmy B yang berjudul “Psychic”, yang dikomposisi oleh John Ho, Sean Alexander, dan Jimmy Burney. Sementara untuk versi Korea, lagu ini diaransemen oleh John Ho. Pada tanggal 26 November 2010, diumumkan secara resmi bahwa lagu ini menjadi theme song bagi sebuah film Hollywood berjudul “The Warrior’s Way” yang juga dibintangi oleh aktor kawakan Korea Selatan, Jang Dong Gun. Berbeda dengan kebanyakan lagu yang dibawakan oleh SHINee, lagu ini adalah lagu menyayat hati. Meskipun dikemas dengan medium dance tempo ala SHINee, makna dibalik lirik lagu ini menyimpan kesenduan yang amat dalam.
“Obsession”, seperti judulnya, bercerita tentang keinginan untuk memiliki yang terlampau besar, sehingga menjadi sebuah kutukan bagi orang yang merasakannya. Mengapa kutukan? Karena perasaan itu berujung pada rasa sakit yang mendalam, akibat tidak dapat memiliki apa yang diinginkannya. Perasaan ini berawal dari rasa cinta yang terlampau besar. Rasa cinta yang keterlaluan, yang terlalu mengikat pasangannya, sehingga terasa mencekik. Kata orang, cinta bagaikan pasir, semakin digenggam maka ia akan semakin terlepas perlahan melalui sela-sela jemari tangan. Keinginan adalah bentuk lain dari ego, begitu pula dengan obsesi. Lalu apa yang didapatkannya dari ego yang begitu besar? Nothing. In the end he got nothing but an endless pain. No matter how hard he tried to make her stay, how hard he begged her to not leave him, she keep goes away from him. Pada akhirnya ego itu berujung pada kutukan. Kutukan yang membuatnya terbelenggu dalam rasa sakit. Indeed forgetting is more painful than letting go. It won’t heal unless he dies, but it’s already killing him slowly.

Lagu ini diberi titel “Obsession” dalam Bahasa Inggris, sementara judulnya dalam Bahasa Korea, “Yok”, dapat diartikan sebagai “curse” atau ‘kutukan’, sedangkan dalam Bahasa Mandarin diartikan sebagai “want” atau ‘keinginan’. Istilah “obsession” atau ‘obsesi’ akhirnya dipilih, karena merupakan gabungan dari kedua istilah tersebut. ‘Keinginan yang membawa kutukan’, itulah hakikat dari ‘obsesi’. Dalam lagu patah hati yang nggerus ini kita dapat mendengarkan harmonisasi dari suara vokal Jonghyun yang powerful, Onew yang lembut, Key yang menggetarkan, serta Taemin yang semakin matang. Tidak ketinggalan rap voice Minho yang terdengar dalam dan menyayat. Vokal kelima member SHINee berpadu apik dengan beat dan melodi lagu ini, yang semakin membuat efek ketagihan pada pendengarnya. This song is like love. Although it’s hurt, we keep on listening to it. Even until we’re suffering so much, we still can’t get enough of this song. Even until our tears are dried out, we still feel thirsty for this song. Exactly like how a love goes.

Your side, it has become cold in your side. Don’t leave my torn heart, don’t get even further away. Although I’m holding your hand right now, remember that I can’t forget you until the end. I won’t forget the pain of being thrown away. I can’t forget that, you gave it to me.” –SHINee, Obsession (OST. The Warrior’s Way)
 



* Ditulis sambil mendengarkan lagu “Obsession” oleh SHINee, yang merupakan OST dari film “The Warrior’s Way”. Lirik lagu berupa romanisasi dari huruf Hangul Korea, beserta dengan translasinya ke dalam Bahasa Inggris.

“Deo ddeollineun du son gohd ddeoleojil chojeom
(My hands are trembling again, my focus will be lost shortly)
Gojangnan nae dari yeogi wae seo.itneunji
(Why am I standing here with broken legs?)
Gieokjocha anna museowo jineun geol
(I can’t even remember, it makes me scared)
Banggeumkkaji ootgo.itdeon neon eodit.neunji
(Where are you, who’s just laughing off until now?)

Why jangnan.gateun sori nal ddeona beoryeotni neon jeo meolli
(Why does the fact that you left me already sound like a joke? You’re far away)
Why heui.mihaejilkka jokswae.gateun hyoongteo
(Why is your presence getting more blurred? These scars are like shackles)

Yokhae nochyeo.beorin nal yokhae
(Curse me, curse me to let it go)
Muneojin nae shimjangeun nal beorijima
(My collapsed heart is screaming out loud)
Nal honja dujima waechigo itjiman
(Don’t throw me away, don’t leave me alone)
Neol wonhae michin deut nal neol wonhae
(I want you, I want you like crazy)
Nal ddeonan ni ipsooleun saranghajima
(You left me with your lips saying, “Don’t love me,”)
Nal saranghajima neol beorin geojanha
(“Don’t love me, I’ll go away from you,”)

Danji kkeut.eopneun sarang jugo shipeotdeon geotppoon
(All that I wanted was simply to give you an endless love)
Deo neomchin sarangi geudael joleul juliya
(I had no idea that this excessive love will strangle you)
Sangcheonan gaseumae jjigyeojin nanaldeul
(I was torn by my wounded heart day by day)
Gil ileun sarang noonmu teokkkaji chaolla
(A love that lost its way, it always fills up with tears)

Why ajikdo nae anae seulpeun annyeongman gunnaeneun geonji
(Why do I still bring out and say hello to this sadness until now?)
Why oneulkkajiman nal michyeonaejima
(Why, just until today, don’t push me away)

Neo jebal noonchi chae jugil nan ddo dareum neoin geol
(I hope that you will catch on that I’m the different one for you)
Ni eojaetbamae akmong.kkaji gamssa ana soneul nochima
(I even embrace you from the nightmare last night, don’t let go of my hand)

Gyeotae chagaweojin ni gyeotae
(Your side, it has become cold in your side)
Jjigyeojin nae gaseumeun nal ddeonajima
(Don’t leave my torn heart, don’t get even further away)
Deo meoleojijima ni soneul japjiman
(Although I’m holding your hand right now)
Gieokhae kkeutnae neol itji mothae
(Remember that I can’t forget you until the end)
Beoryeojin nae apeumdo nan itji ana
(I won’t forget the pain of being thrown away)
Ijeul su eopjana niga jun geojana
(I can’t forget that, you gave it to me)

Saranghandaneun iyujocha jwaega dwaetji
(Even the reason why I love you will become a sin)
Gipeun sangchyeodeuleun ta deuleoga jaega dwaetji
(These deep wounds will slowly burn up and turn to ashes)
Hajiman ilneun geotboda itneun geosi deo apaol ppoon
(But to forget will be more painful than to lose it)
Soomjukimyeo eebyulae gotongae seoseohee nan jukeogal ppoon
(As I kill my breath, I’ll die, and say goodbye to this suffering)
Geu soonganeuro bring it back
(Bring it back to that moment)

Nal beorijima
(Don’t go away from me)”

Share:

0 komentar