The Woman behind the Wizard

I just write what I wanted to write. I write what amuses me. It's totally for myself. I never in my wildest dreams expected this popularity.” –J.K. Rowling


Joanne “J.K.” Rowling, lahir pada tanggal 31 Juli 1965 di Gloucestershire, Inggris, adalah seorang novelis jenius yang berada di balik penciptaan karya fenomenal, “Harry Potter”. Wanita yang berusia 46 tahun ini memiliki gelar sarjana Bachelor of Arts dari University of Exeter, serta memperoleh beberapa gelar kehormatan dari berbagai universitas ternama di dunia setelah memproduksi beberapa karya tulis, termasuk seri “Harry Potter” yang meledak di pasaran. Ibu dari tiga orang anak ini dianugerahi sebagai The Most Influential Woman in Britain oleh Time Magazine pada tahun 2010, atas prestasi dan pengaruh besarnya di bidang sosial, moral dan politik. Tidak hanya itu, wanita yang dinilai sebagai salah satu wanita terkaya di Inggris ini juga rajin beramal dan terdaftar sebagai penyandang dana tetap dalam beberapa yayasan sosial, termasuk yang dikelolanya sendiri.

Rowling kecil sering sudah sering menulis cerita fantasi, ia sering menceritakannya kepada adik perempuannya. Cerita pertama yang ia tulis adalah tentang seorang kelinci bernama Rabbit. Ia menulisnya ketika berusia sekitar empat atau lima tahun. Rowling remaja menulis beberapa cerita fiksi ber-genre fantasi selama masa sekolahnya. Begitu pula ketika ia kuliah saat dewasa. Hingga pada tahun 1990, ketika ia terjebak pada delay perjalanan kereta dari kota Manchester ke London, inspirasi tentang seorang bocah laki-laki yang belajar di sekolah sihir muncul di dalam benaknya.

Rowling menyelesaikan manuskrip “Harry Potter” seri pertamanya dengan kerja keras serta upaya yang tidak main-main. Sejak inspirasi pertama datang hingga akhirnya diterbitkan dalam sebuah buku, Rowling telah melalui banyak hal. Kematian sang ibu, pernikahannya, kelahiran putri pertamanya, hingga perceraiannya. Ketika itu bisa dibilang ia sedang dalam kondisi nyaris bangkrut, janda dengan anak satu yang masih bayi. Ia tertekan secara finansial dan psikologis. Rowling berpindah-pindah dari kafe ke kafe untuk menyelesaikan tulisannya, walaupun ia hanya memesan segelas air. Ia menulis di kafe setelah menidurkan bayinya dengan membawanya jalan-jalan keliling kota terlebih dahulu. Akhirnya pada tahun 1995, Rowling berhasil menyelesaikan manuskrip “Harry Potter and the Philosopher’s Stone” (yang kemudian terbit di Amerika Serikat dan terkenal dengan judul “Harry Potter and the Sorcerer’s Stone) hanya dengan menggunakan mesin ketik manual.


“Harry Potter”, the boy who survived, telah mengubah hidup Rowling seratus delapan puluh derajat. Bloomsbury Books mencetak buku pertama seri “Harry Potter” pada bulan Juni 1997. Five months later, the book won its first award, a Nestlé Smarties Book Prize. In February 1998, the novel won the prestigious British Book Award for Children's Book of the Year, and later, the Children’s Book Award. Sekuelnya, “Harry Potter and the Chamber of Secret” diterbitkan pada bulan Juli 1998. And again Rowling won the Smarties Prize. Pada bulan Desember 1999, buku seri ketiga, “Harry Potter and the Prisoner of Azkaban” terbit. Won the Smarties Prize, making Rowling the first person to win the award three times running. In January 2000, “Harry Potter and the Prisoner of Azkaban” won the inaugural Whitbread Children’s Book of the Year award.

Kehidupan sang bocah penyihir berlanjut pada buku keempat seri tersebut, “Harry Potter and the Goblet of Fire” yang diterbitkan pada bulan bulan Juli 2000. It broke sales records in both countries, UK and US. Some 372.775 copies of the book were sold in its first day in the UK, almost equaling the number “Harry Potter and the Prisoner of Azkaban” sold during its first year. In the US, the book sold three million copies in its first 48 hours, smashing all literary sales records. Rowling was named author of the year in the 2000 British Book Awards. Setelah penantian panjang selama tiga tahun antara jeda dengan buku sebelumnya, buku seri kelima, “Harry Potter and the Order of Phoenix” akhirnya terbit pada tahun 2003.

Buku keenam, “Harry Potter and the Half-Blood Prince”, dirilis ke pasaran pada tanggal 16 Juli 2005. It too broke all sales records, selling nine million copies in its first 24 hours of release. In 2006, “Harry Potter and the Half-Blood Prince” received the Book of the Year prize at the British Book Awards. And the long amazing story of the boy who lived has finally come to an end. Sepuluh tahun setelah buku pertama dari seri ini diterbitkan, buku ketujuh sekaligus buku terakhir, “Harry Potter and the Deathly Hallows”, diterbitkan pada tanggal 21 Juli 2007. This book broke its predecessor’s record as the fastest-selling book of all time. It sold 11 million copies in the first day of release in the United Kingdom and United States.

Kisah “Harry Potter” banyak terinspirasi dari kehidupan sehari-hari Rowling sendiri. Perasaan kehilangan Harry atas kedua orang tuanya ia tulis berdasarkan atas kematian ibunya pada akhir tahun 1990. Perasaan ketakutan dan depresi yang amat sangat atas efek dari kehadiran Dementor ia tulis dengan inspirasi dari pengalamannya setelah bercerai dengan suami pertama pada tahun 1993. “Harry Potter” is now a global brand worth an estimated 15 billion USD, and the last four “Harry Potter” books have consecutively set records as the fastest-selling books in history. The series, totaling 4.195 pages, has been translated, in whole or in part, into 65 languages.
Kini kisah “Harry Potter” telah dihadirkan dalam versi layar lebarnya. Namun banyak pihak yang mengaku lebih menikmati membaca novelnya ketimbang menonton filmnya. Yang jelas, “Harry Potter” telah mengubah kehidupan seorang J.K. Rowling. Forbes has named Rowling as the first person to become a US dollar billionaire by writing books, the second-richest female entertainer and the 1,062nd richest person in the world. Rowling has received honorary degrees from St Andrews University, the University of Edinburgh, Napier University, the University of Exeter, the University of Aberdeen and Harvard University, for whom she spoke at the 2008 commencement ceremony. In 2009 Rowling was awarded the Légion d'honneur by French President Nicolas Sarkozy.
Pada bulan September tahun ini Rowling dijadwalkan akan menerbitkan novel pertamanya dengan genre dewasa setelah “Harry Potter”, yang diberi judul “”The Casual Vacancy”. Rowling sempat mengatakan dalam sebuah wawancara bahwa “Harry Potter” adalah dunianya. Selama bertahun-tahun ini ia hanya menulis tentang Harry dan kehidupan di sekitar penyihir itu. Berkat Harry, Rowling menemukan passion dan jiwanya kembali. Berkat Harry pula, ia memperoleh berbagai penghargaan dan kekayaan, dengan tak lupa membaginya melalui program-program amal dan sosial kemasyarakatan. Kisah sang penyihir yang bertahan hidup ini akan menjadi legenda yang tak lekang dimakan waktu, itulah karya abadi seorang J.K. Rowling.


Imagination is not only the uniquely human capacity to envision that which is not, and therefore the fount of all invention and innovation. In its arguably most transformative and revelatory capacity, it is the power to that enables us to empathize with humans whose experiences we have never shared.” –J.K. Rowling

Share:

1 komentar

  1. Semoga dalam 50 tahun ke depan akan ada cerita yang luar biasa seperti karyanya

    ReplyDelete