High School Never Ends

John Lennon said, ‘The Beatles are more famous than Jesus.’. We’re not famous or special, but we’re just doing what we want, right now. The world that surrounds us is gray and we can’t see our futures. We’re getting more blurred and blurred in this world, but music alone is getting clearer in my heart. So for now, we just shut up and run, to the time that’s waiting for us.” –Kwon Ji Hyuk (Shut Up Flower Boy Band, 2012)

This voice is so strange. When I’m lonely it makes my heart feel warm, when I’m excited it makes my heart race, and when I’m sad it makes me want to cry.” –Im Soo Ah (Shut Up Flower Boy Band, 2012)

What’s the point of going to school if it’s not going to help your future?” –Lee Hyun Soo (Shut Up Flower Boy Band, 2012)


Masa-masa SMA memang tak pernah habis untuk diceritakan. Tentang persahabatan, cinta dan impian, serta semua yang turut menghiasi tiga tahun masa peralihan seorang remaja menuju kedewasaan tertuang di sini. Begitu pula yang diceritakan dalam serial drama Korea Selatan berjudul “Shut Up Flower Boy Band”. Joo Byung Hee (Lee Min Ki) bersama keenam sahabatnya membentuk sebuah band yang mereka beri nama “Eye Purification” (juga terkenal dengan nama “Eye Candy”). Selain karena mereka mencintai musik, band ini mereka bentuk karena ikatan persahabatan diantara mereka yang lebih seperti saudara. Byung Hee adalah vokalis utama sekaligus pencipta lagu yang eksentrik. Tangan kanannya, sekaligus gitaris dan vokalis pendukung, Kwon Ji Hyuk (Sung Joon), adalah seorang yang cuek namun sangat bertanggungjawab. Pemain gitar lainnya, Lee Hyun Soo (Kim Myung Soo a.k.a L), adalah seorang yang tenang dan ambisius. Pembetot bass adalah Kim Ha Jin (Yoo Min Kyu) yang temperamen dan terkenal sebagai penakluk wanita. Pada keyboard ada Seo Kyung Jong (Kim Min Suk) yang selalu ceria dan lincah. Terakhir adalah penggebuk drum, Jang Do Il (Lee Hyun Jae) yang super tenang dan bijaksana.
Pada suatu hari, karena sekolah mereka yang lama dibubarkan, ketujuh lelaki ini dipindahkan ke SMA Junsang. Sekolah mereka yang baru ini rupanya jauh lebih disiplin dibandingkan sekolah lama mereka. Sehingga ketujuh lelaki ini pun mau tidak mau harus menyesuaikan keadaan dengan lingkungan baru mereka. Di sekolah yang lama, mereka terkenal sebagai ‘preman tampan’. Bisa dibilang mereka adalah idola sekolah, karena selain penampilan mereka yang oke dan keren, mereka juga bermain musik, sekaligus jago berkelahi. Sosok bad boy yang didambakan oleh para siswi SMA. Namun di sekolah yang baru, mereka mendapatkan saingan dalam bermain musik, yaitu band unggulan dari SMA Junsang, “Strawberry Fields”. Band ini digawangi oleh Yoo Seung Hoon (Jung Eui Chul) pada vokal dan piano, serta dua anggota lainnya.
Rupanya tidak hanya bersaing dalam musik, Byung Hee dan Seung Hoon pun menjadi saingan dalam cinta. Mereka sama-sama menyukai seorang gadis siswi SMA Junsang yang bernama Im Soo Ah (Jo Bo Ah). Soo Ah adalah sahabat karib Seung Hoon sejak kecil, namun diam-diam lelaki itu jatuh cinta pada Soo Ah. Sedangkan Byung Hee sedari awal dengan berani mendeklarasikan bahwa Soo Ah adalah inspirasinya dalam bermusik dan terus mengejar gadis itu. Namun pada suatu ketika, sebuah tragedi menimpa “Eye Purification”. Byung Hee meninggal dunia dalam kecelakaan. Kejadian ini pun mengubah perjalanan keenam sahabatnya seratus delapan puluh derajat.
Demi mewujudkan mimpi Byung Hee untuk dapat tampil dalam festival band SMA, keenam anggota “Eye Purification” harus berjuang keras untuk tidak dikeluarkan dari sekolah, dengan track record mereka sebagai murid bandel yang doyan berkelahi dan melanggar aturan sekolah alias trouble maker.. Namun masalah tidak selesai sampai di situ saja. Pepatah mengatakan, semakin tinggi pohon maka semakin kencang angin yang bertiup melawannya. Begitu juga yang dialami oleh “Eye Purification”. Ketika akhirnya mereka telah berhasil tekan kontrak dengan perusahaan rekaman terkenal, berbagai aral melintang terus menghadang mereka. Mulai hubungan cinta yang diam-diam dijalin oleh Ji Hyun dan Soo Ah, Hyun Soo yang menyembunyikan kesulitan finansial dan masalah keluarga yang dialaminya, serta berbagai kesalahpahaman dalam persahabatan mereka.

Pada akhirnya, sanggupkah mereka berenam tetap mempertahankan keutuhan persahabatan mereka? Apakah menjadi pemain band benar-benar murni merupakan impian mereka untuk masa depan, ataukah hanya sebagai bentuk kesenangan bersama para sahabat? “Shut Up Flower Boy Band” bukan sekadar cerita biasa mengenai segerombolan anak muda yang suka mencari masalah, melainkan sebuah cerita luar biasa mengenai pencarian jati diri dan arti penting dari sebuah persahabatan. Serial berjumlah 16 episode ini ditayangkan oleh stasiun televisi tvN pada bulan Januari hingga Maret 2012. Serial ini merupakan serial kedua dari paket serial ‘Oh! Boy Series’, dimana serial sebelumnya adalah “Flower Boy Ramyun Shop”. This series is really worth watching. It tells us that we must give in what we have so that we could gain something we really need. And when there is a will, there is a way. Serta satu lagi yang penting, seluruh soundtrack dalam serial ini adalah jajaran lagu yang sangat layak untuk didengar. Great cast, great stories, great soundtrack, great series!

I’ll take the mic, I’ll sing on that stage, then I’ll die. Because I want to die at my happiest moment.” –Joo Byung Hee (Shut Up Flower Boy Band, 2012)

Share:

0 komentar