Where is the Love?


From some day, we’ve been imprisoned ourselves voluntarily in the prison named ‘smart’. And we leave our personalities to the digital discretion made of 0s and 1s. It is a desolate wilderness scattered with trash-like-languages without any lives, emotions and warmth. As days go by, loneliness heightened. The only reason that we are only human being is that we get hurt from many things.” –EXO K, Mama



EXO, rookie group dari SM Entertainment ini merilis debut single mereka yang berjudul “Mama” pada tanggal 8 April 2012. Lagu ini terdapat dalam mini album pertama mereka, “Mama”, sekaligus sebagai title song. “Mama” merupakan istilah dalam Bahasa Korea yang berarti ‘your highness’ atau ‘your majesty’. Istilah ini digunakan untuk menyebut ‘Yang Mulia Ratu’ dalam Bahasa Korea. Lagu ini dinyanyikan dalam dua bahasa. Versi yang berbahasa Korea dibawakan oleh EXO-K, sementara versi yang berbahasa Mandarin dibawakan oleh EXO-M. “Mama” diaransemen oleh komposer terkenal Yoo Young Jin. Sebagai sebuah debut song, lagu ini merupakan lagu yang ‘berat’. Melalui “Mama”, EXO mencoba menampilkan sisi mature rebellion dengan racikan musik yang unik dan lirik lagu yang bermakna. Meskipun memiliki garis besar makna yang sama, terdapat beberapa perbedaan pada lagu “Mama” versi Korea dan Mandarin. Berikut ini yang akan dibahas adalah “Mama” versi EXO-K.

Ketika membaca terjemahan dari lirik lagu ini, saya mendapati bahwa “Mama” dapat diartikan melalui dua perspektif. Pertama, secara general, lagu ini ditujukan bagi orang-orang generasi masa kini yang cenderung cuek dan menjalani hidup mereka secara individual. Kesenjangan sosial yang makin banyak terjadi, kepedulian akan satu sama lain yang semakin berkurang, maraknya kriminalitas dan peperangan, digitalisasi yang menyebabkan orang-orang lebih asyik dengan gadget mereka masing-masing daripada bersosialisasi secara langsung. Semua itu menimbulkan keprihatinan sehingga ia mempertanyakan kepada sosok ‘Mama’, apakah cinta dan kasih sayang itu benar-benar ada? Kedua, secara personal, lagu ini ditujukan kepada seseorang yang dulu sangat dekat dengannya, namun kini telah menjauh pergi, bisa jadi mantan kekasih, bisa jadi mantan sahabat. Namun melihat bahwa lagu ini dinyanyikan oleh pria, dan sebutan ‘Mama’ digunakan untuk memanggil wanita yang dimuliakan, maka saya menyimpulkan bahwa lagu ini ditujukan kepada mantan kekasihnya yang masih sangat dipuja-pujanya. Dia menyayangkan hilangnya kebersamaan yang dulu pernah ada diantara mereka. Karena itu ia bertanya, sanggupkah mereka kembali ke masa-masa itu? Alih-alih saling menyakiti, akan jauh lebih baik apabila mereka saling menyayangi seperti dulu. Namun yang ada, kini mereka berdua hidup bagaikan orang asing yang tidak saling mengenal.



“Mama” dibuka dengan a cappella orkestra ala Gregorian. Suara lead vocalist D.O di bagian intro mengawali “Mama” dengan dramatis. Dilanjutkan dengan irama pop dance yang dipadu dengan musik orkestra yang kental, para personil EXO-K menunjukkan strong dance moves yang digawangi oleh Kai sebagai lead dancer. Suara main vocalist Baekhyun yang kuat dan leader Suho yang lembut turut membangun mood lagu ini. Setelah refrain pertama, lead rapper Chanyeol dan maknae Sehun menunjukkan kebolehan mereka dalam membawakan bagian rap dengan apik. Klimaks lagu ini terletak pada bagian bridge, dimana Kai alih-alih melakukan rap, ia meneriakkan bagiannya, with a powerful screaming. EXO-K membawakan “Mama” pada debut stage mereka di berbagai program acara musik mingguan di Korea Selatan. Debut EXO-K merupakan salah satu debut tersukses di tahun ini. Setelah 100 hari masa promosi mereka selesai, total penjualan dari mini album “Mama” berhasil menembus angka 100.000 kopi, hanya dalam waktu 2 bulan saja. Ini merupakan prestasi sekaligus rekor bagi sebuah grup pendatang baru. Well, indeed “Mama” is a powerful song for a powerful debut. Great done, EXO-K!

If we can thank to the blessed time granted to our lives, and if we can make new relationships everyday, and if we can smile together with joyful love instead of having broken hearts.” –EXO K, Mama









* Ditulis sambil mendengarkan lagu “Mama” oleh EXO-K. Lirik lagu berupa romanisasi dari huruf Hangul Korea, beserta dengan translasinya ke dalam Bahasa Inggris. Kata ‘Mama’ disini sengaja tidak diartikan karena merujuk pada istilah untuk menyebut ‘Yang Mulia Ratu’ dalam Bahasa Korea.

“Careless, careless, shoot anonymous anonymous
Heartless, mindless, no one who care about me

Irheobeorin chae oemyeonhaneun geot gata
(It feels like I’m turning away as I have lost it)
Chameul subakke eopseo nuneul gajiman
(There’s no choice but to hold it in though I shut my eyes)

Mama ijen naege daedaphaejwo wae saramdeuri dallajyeotneunji
(Mama, now answer me and tell me why people have changed)
Areumdaun shijeoriraneunge jonjaehagin haetneunji
(Has there even been a beautiful time before?)
Ije deoneun saranghaneun beopdo ijeotgo aeryeohaneun amdo irheotgo
(Now they forget how to love and lose their heart to care)
Deugneul dollin chaero saragagi bappeungeol
(They’re busy living with their backs turn away from each other)

Ikmyeongui gayeone gachwotdeon sarui gadeukhan jilshi
(The mask of anonymity hides the jealous eyes filled with murderous intent)
Kkeucheul wado aegopeun deuthan ijen manjokhae
(Though they see the end, they’re still hungry, now are you satisfied?)

Urin deo isang nuneul maju haji anheulka
(Why won’t we look each other in the eye anymore?)
Sotonghaji anheulka saranghaji anheulka
(Why won’t we communicate? Why won’t we love?)
Apeun hyeonshire dashi nunmuri heulleo
(We shed tears at the painful reality once again)
Bakkul su itdago bakkumyeon doendago marhaeyo mama mama
(Please say that we could change things if we wanted, mama mama)

Eonjengabuteo urin seumateuhan gamoke jhabaljeokeuro gathyeo
(At some point, we have voluntarily trapped ourselves in a smart prison)
Yongwa iro mandeun dijiteore nae ingyeokeul matgyeo
(We base our personalities from a digital world made of 0s and 1s)
Geogin saengmyeongdo gamjeongdo ttadeuthamdo eopgo eoneo sseuregiman
(There’s no life, emotion or warmth but just garbage language)
Nadwingguneun sakmakhan beolpan
(A desolately rolling meadow)

Nari galsurok oeroumman deohaejyeo
(Loneliness adds as the days go by)
Uriga inganil su bakke eopneun geon sangcheo batneut geot
(We have to be humans because we get scars)

Mannago soneul japgo neukimyeo hamke ulgo utgo
(We meet, hold hands, feel, laugh and cry together)
Dalagago seoro yeongyeoldwae dorikigo shipdamyeon
(We resemble one another and we are connected, but if you want to turn it back)

Turn back!

Chukgo chukigo ssaugo oechigo igeon jeongjaengi aniya
(Die, kill, fight, shout, this is not a war)
Dowajwoyo mama mama mama mama turn back
(Help us mama mama mama mama mama turn back)
Kaedatge mama mama mama mama rolling back
(Help us realize mama mama mama mama rolling back)
Bakgo chigo pyeoneul nanugo ssaugo igeon geimdo aniya
(Clash, hit, take sides, fight, this is not a game)
Dowajwoyo mama mama mama mama turn back
(Help us mama mama mama mama mama turn back)

Salme heorakdoen chukokbadeun naldeure gamsahago
(If only we can all be thankful for the blessed days that grant us life)
Maeil saeroun inyeondeureul mandeulgo
(If only we can make new relationships)
Kaejyeobeorin maeume oda gippeun sarangeul
(Rather than broken hearts having a joyful love altogether)
Modu hamke useul su itdamyeon
(If only we can all smile together)”

Share:

0 komentar