Welcome to the EXO Planet!


Talking about K-pop, and which group has a strong debut this year, I’ve put my eyes on EXO. A boy group that contains of twelve members divided into two subgroups in two different countries, SM Entertainment nails it. From the unstopping storm of teaser videos, to the double packaging of each three music videos, EXO has stolen every corner’s attention. So here they come, and a new world shall open up.



Empat tahun setelah terakhir mendebut boy group SHINee, tahun ini SM Entertainment, agensi artis terkemuka di Korea Selatan, kembali melahirkan boy group terbaru yang diberi nama EXO. Sebuah nama yang cukup ear-catchy dan mudah dilafalkan, serta gampang diingat. SM Entertainment memang tidak pernah gagal dalam memberi nama boy group mereka. Nama-nama yang mereka hasilkan selalu tampak menonjol, lain dari yang lain, serta long-lasting dalam ingatan. Katakanlah H.O.T, boy group pertama debutan mereka, lalu Shinhwa (dalam bahasa Inggris berarti ‘legend’), yang hingga kini masih eksis sebagai the longest-running boy group. Menyusul mereka adalah DBSK (singkatan dari ‘Dong Bang Shin Ki’, yang berarti ‘the rising Gods of the East’), Super Junior, dan terakhir SHINee. Nama EXO diambil dari istilah ‘exoplanet’, yang digunakan untuk menyebut planet-planet yang berada di luar tataran galaksi Bimasakti.

EXO bisa dibilang sebagai sebuah proyek ambisius Lee Soo Man, produser dari SM Entertainment, untuk membuat sebuah boy group yang sanggup menguasai dunia musik Asia. Ini terbukti dengan penerapan format baru dalam pembentukan dan sistem kerja EXO. EXO adalah sebuah boy group beranggotakan total 12 orang, yang dibagi ke dalam dua subgroup yang masing-masing berjumlah enam orang. Subgroup pertama, disebut EXO-K, akan beroperasi di Korea Selatan dan menyanyikan lagu-lagu mereka dalam Bahasa Korea. Sementara subgroup kedua disebut EXO-M, akan beroperasi di Cina dan menyanyikan lagu-lagu yang sama dalam Bahasa Mandarin. Mereka berdua memulai debut dan promosi secara bersamaan di dua negara. Konsep ini adalah yang pertama kalinya diterapkan sepanjang sejarah industri hiburan Korea Selatan, bahkan Asia. Dan mungkin hanya Lee Soo Man bersama kekuatan SM Entertainment-nya lah yang sanggup mencetuskan ide ini dan menjadi pionir. Dengan basis yang telah kuat mengakar di benua Asia, sejak didirikannya pada tahun 1995, tak heran jika SM Entertainment merasa sangat percaya diri untuk meluncurkan proyek EXO ini.

Atas: EXO-M; Kiri-kanan: Tao, Lay, Xiumin, Luhan, Kris, Chen; Bawah: EXO-K; Kiri-kanan: Sehun, Chanyeol, Suho, Baekhyun, Kai, D.O.


Pada akhir tahun 2011, setelah sempat melewati beberapa kali bongkar pasar personel dan pergantian nama, EXO resmi dibentuk. Tidak tanggung-tanggung, SM Entertainment merilis 23 teaser video dalam rentang waktu tiga bulan, antara Desember 2011 hingga Februari 2012, untuk memperkenalkan secara individu para personel EXO. Sebelum membicarakan lebih lanjut tentang 12 punggawa EXO, akan diceritakan terlebih dahulu bagaimana mereka melakukan promosi dalam rangka pre-debut yang cukup menarik, mengingat Lee Soo Man tidak main-main dengan konsep kali ini. Sebelum debut song mereka dirilis, EXO merilis dua buah prologue song, yaitu “What Is Love” pada tanggal 30 Januari 2012 dan “History” pada tanggal 9 Maret 2012. Tidak tanggung-tanggung pula, SM Entertainment merilis music video (MV) untuk kedua lagu tersebut dalam dua versi sekaligus, EXO-K dan EXO-M. Jadi, total EXO telah memiliki 23 teaser video dan 4 MV untuk materi pre-debut saja!

Rupanya materi-materi tadi tidak dirasa cukup oleh SM Entertainment untuk memuluskan kelahiran EXO ke dunia industri hiburan Asia. Tepat seratus hari sejak teaser video mereka diunggah pada tanggal 21 Desember 2011, pada tanggal 31 Maret 2012 EXO menggelar showcase Seoul Olympic Stadium, Korea Selatan. Sehari kemudian, 1 April 2012, showcase kedua diadakan di Beijing, Cina. Akhirnya, pada tanggal 8 April 2012, debut single EXO yang bertajuk “Mama” dirilis, disusul dengan mini album pertama mereka yang berjudul sama sehari kemudian pada tanggal 9 April 2012. Mini album ini berisikan total enam lagu, termasuk “What Is Love”, “History”, dan “Mama”. Tiga lagu lainnya adalah “Angel (Into Your World)”, “Two Moons” (feat. SHINee Key), dan “Machine”. Tentunya, mini album ini dirilis dalam dua versi sekaligus, EXO-K dan EXO-M.


Segera setelah “Mama” dirilis, baik EXO-K maupun EXO-M memulai debut resmi mereka di belantika musik Korea Selatan dan Cina pada khususnya, Asia dan seluruh dunia pada umumnya. Lagi-lagi, keseriusan SM Entertainment dalam mendebut EXO tampak dari konsep MV yang mereka buat untuk “Mama”. Pada bagian awal MV terdapat narasi prolog fiksi ilmiah sepanjang kurang lebih 2 menit yang menceritakan ‘awal mula’ EXO terbentuk. “The legends somehow see the same sky but stand on different grounds. They shall stand on the same ground but shall see different skies.” Narasi ini bercerita tentang sebuah pohon sumber kehidupan yang terpaksa membelah dirinya menjadi dua. Kedua bagian kekuatan ini masing-masing tersembunyi di dua dunia yang berbeda, tetapi berparalel. Pada akhirnya, kedua kekuatan ini akan bersatu kembali, dan ketika hari itu tiba, dunia yang baru akan terbuka. Kisah ini menggambarkan konseptualitas dan musikalitas yang diusung oleh EXO. Bahwa meskipun mereka terbagi menjadi dua ‘kekuatan’, sebenarnya mereka adalah satu kesatuan. Seperti kalimat perkenalan mereka yang selalu mereka serukan di tiap acara: “We are one!”

So, here they are. EXO terdiri dari EXO-K dan EXO-M. EXO-K beranggotakan Suho sebagai leader, Baekhyun, Chanyeol, D.O., Kai dan Sehun sebagai maknae. Sementara EXO-M beranggotakan Kris sebagai leader, Xiumin, Luhan, Lay, Chen dan Tao sebagai maknae. Empat dari dua belas member EXO merupakan keturunan dan warga negara Cina, mereka adalah Kris, Luhan, Lay dan Tao, sementara delapan lainnya adalah orang Korea. Keempat member ini tentu saja merupakan anggota dari EXO-M. Kris, leader EXO-M, menguasai tiga bahasa (Mandarin, Korea dan Inggris) serta satu dialek (Kanton). Meskipun lahir di Cina, dia adalah warga negara Kanada karena tumbuh besar di sana. Jauh sebelum debut, Chanyeol pernah tampil dalam video klip “Genie” (Japanese version) milik Girls’ Generation. Bersama Suho dan Kai, Chanyeol juga tampil dalam video klip “HaHaHa Song” milik DBSK. Kedua belas personel EXO memasuki SM Entertainment melalui berbagai audisi dan ajang kompetisi, sebelum akhirnya mereka terpilih dan menjalani hari-hari sebagai trainee di agensi ternama tersebut.

Sebagai seorang penggemar sekaligus pengamat K-pop, tentunya saya lebih memfokuskan perhatian kepada EXO-K ketimbang EXO-M. Bukan karena bias atau apa, saya tertarik dengan konsep yang ditawarkan EXO sebagai sebuah kesatuan grup, namun Bahasa Korea sepertinya lebih ‘masuk’ untuk diterima telinga saya dibandingkan Bahasa Mandarin. Maka dari itu, jangan heran apabila pembahasan berikutnya seputar lagu, penampilan panggung, serta formasi member, akan lebih banyak berkutat seputar EXO-K daripada EXO-M. But I’ll try my best to keep my balance.

EXO membuat terobosan menarik dengan merilis dua prologue single sebelum debut single “Mama”. Melalui dua lagu pengenalan ini EXO menampilkan langsung dua sisi musikalitas mereka yang berbeda. “What Is Love” adalah R n’ B ballad track, sementara “History” adalah mid-tempo dance pop track. Mendengar dua lagu ini saja cukup untuk mengangguk-anggukkan kepala dan mengakui bahwa debut EXO memang pantas menjadi the most anticipated debut of 2012. Namun ketika akhirnya “Mama” dirilis, BOOM! This song is just…what more can I say? It’s FUNtastic! Ada beberapa lagu yang diciptakan, ketika sekali orang mendengarnya, langsung dapat membuat jatuh cinta dan ketagihan. “Mama” adalah salah satunya bagi saya. Dibuka dengan paduan suara a cappella dan orkestra ala Gregorian, the song blends sounds of the musical past with sounds from the here and now. Combining Gregorian chants, operatic orchestral conventions with deep and heavy bass and percussion, “Mama” menyampaikan pesan tentang keadilan dan tenggang rasa yang sepertinya telah mulai menghilang dari muka bumi. Sungguh sebuah lagu dengan lirikalitas yang tinggi dalam sejarah debut sebuah grup di dunia K-pop.

Lagu mereka berikutnya, “Angel”, atau yang juga dikenal dengan judul “Into Your World”, adalah mid-tempo ballad track. Lagu yang lembut ini membawa EXO ke level yang lebih tinggi setelah gebrakan mereka dengan “Mama”. Bagi saya, lagu ini adalah lagu ballad yang berhasil karena sanggup menimbulkan perasaan damai ketika mendengarnya. Terutama ketika dua lagu terakhir dari album debut ini tidak begitu memuaskan, yaitu “Two Moons” dan “Machine”. Meskipun menampilkan rapper dari SHINee, Key, “Two Moons” tidak sekuat itu untuk menangkap interest. Begitu pula dengan “Machine”, yang sepertinya sukses menjadi black hole dalam album debut ini.


Penampilan EXO-K di debut stage program-program acara musik di Korea Selatan dapat dikatakan dibawah ekspektasi. EXO-K melakukan lip-sync di mayoritas debut stage yang mereka lakukan. Mereka melakukannya hingga sekitar dua sampai tiga minggu pertama. Waktu itu bahkan saya bertanya-tanya, do they really could sing live? Namun pertanyaan saya terjawab ketika pada tanggal 14 April 2012 di program acara MBC Music Core, mereka membawakan “History” dan “Mama” secara LIVE! And yes, they could sing live, of course! Lalu, mengapa mereka melakukan lip-sync pada awalnya? Well, apabila menengok sejarah SM Entertainment ke belakang, saya memang tidak akan terlalu terkejut. Seringkali mereka tidak mempercayakan para artisnya untuk langsung menyanyi live pada penampilan pertama alias comeback stage. Ini juga terjadi pada comeback stage girl group f(x) ketika membawakan lagu “Electric Shock” di program SBS Inkigayo beberapa waktu yang lalu.

Ada beberapa poin yang saya sorot selama penampilan panggung debut EXO. Pertama, tiga vokalis utama EXO-K (Suho, Baekhyun, D.O.) memiliki suara yang menonjol dengan ciri khas masing-masing. Mereka pun cukup percaya diri untuk berimprovisasi ketika menyanyi secara live. Kedua, pada awalnya saya sempat meng-underestimate kemampuan vokal para rapper EXO-K (Chanyeol, Kai, Sehun) untuk tampil secara live. Namun lagi-lagi mereka berhasil mematahkan persepsi saya. Bahkan saya menemukan bahwa suara rap Kai itu dalam dan agak sedikit serak sehingga terdengar seksi. Suaranya sedikit banyak mengingatkan saya kepada suara rap Eric dari Shinhwa. Sedangkan suara rap Chanyeol terdengar lebih ceria dan ringan, melayang seperti kapas. Sementara suara rap Sehun lebih lembut dan halus. Sayangnya, mereka bertiga tidak mendapatkan porsi terlalu banyak dalam lagu “Mama”. Ketiga, EXO full team melakukan kolaborasi sepanggung bersama pada Special Stage di program acara SBS Inkigayo dan Mnet M! Countdown. Kolaborasi ini…ISTIMEWA! Personel EXO-M muncul di pertengahan lagu setelah refrain pertama, hingga akhir lagu. Transisi antara lagu “Mama” versi Korea dan Mandarin yang terjadi pun sangat halus. It blends perfectly! Yes, they reunite into one perfect root. Keempat, both in the MVs and on stages, they show such a powerful dance. Masing-masing dari mereka memiliki kemampuan dance yang istimewa sehingga nobody is outshined from the stage and frame.


SM Entertainment is well-known for their ‘pretty boys’ concept in their groups. Good looking appearance is a must for SM’s artists. But thankfully, they prepared an edgier and manly concept for EXO, which is more than great! Apabila dibandingkan langsung dengan senior mereka, katakanlah Super Junior, dimana vokal yang menonjol hanya milik Yesung, Ryeowook dan Kyuhyun, sementara kemampuan dance yang menonjol adalah milik Eunhyuk seorang (dari 13 orang jumlah personel original mereka), para personel EXO dapat dikatakan memiliki kemampuan yang merata. Lee Soo Man rupanya memperhitungkan dengan jeli ketika membagi EXO ke dalam dua subgroup. Mereka dibagi sesuai dengan tempat dan kemampuannya, sehingga masing-masing personel dapat bersinar dan tak ada yang tertinggal di belakang. No offense for all ELFs around the world, I love Super Junior too. Hanya dengan separuh dari keseluruhan EXO, they are good, dan ketika mereka digabungkan menjadi satu, they are great. Both –K and –M have their own specialty, and the most important is that they can do their own part, and they do it well.

For the first time after 14 years, SM Entertainment makes a boy group with a same member-formation as Shinhwa back then. This goes especially for EXO-K. Subgroup ini memiliki enam member dengan tiga orang vokalis dan tiga orang rapper. Jika di Shinhwa ada Lee Minwoo, Shin Hyesung dan Kim Dongwan sebagai vokalis utama, EXO-K memiliki D.O, Suho dan Baekhyun. Jika di Shinwa ada Jun Jin, Eric dan Andy sebagai rapper, maka EXO-K memiliki Kai, Sehun dan Chanyeol. Setelah memperlajari EXO-M lebih lanjut, rupanya mereka juga menerapkan format yang sama, tiga vokalis dan tiga rapper. Vokalisnya adalah Chen, Luhan dan Lay. Sementara rapper adalah Kris, Xiumin dan Tao. Melihat EXO bagi saya bagaikan melihat Shinhwa ketika awal mereka debut dulu. Muda, enerjik, dan menyebarkan aura positif dimanapun mereka berada. Saya pun berharap EXO empat belas tahun kemudian akan seperti Shinhwa sekarang. Dewasa, dengan kekompakan yang tidak berkurang, dan tetap bersama untuk berkarya. They are ONE! They are EXO! And they will always be.


Well, there is no perfect debut. EXO might still have many lacks in some aspects here and there, but we could say that the boys had already safely landed in the entertainment industry. They had caught many eyes and built their fan base even during their pre-debut period, including mine. SM Entertainment had pulled to their limit for this debut of brand new concept group, and hopefully their effort will sustain with EXO’s upcoming albums. As for the boys, debut is just a beginning. They need to upgrade their capability more and more to cover their lacks, in order to survive in this cold industry. Don’t be easily satisfied is the key. So, people, welcome to the EXOplanet! And so, welcome to the Earth, EXO!

Share:

2 komentar

  1. Thanks ya infonya...mudah - mudahan EXOTIC nambah banyak!!! ^^

    ReplyDelete
  2. I love EXO... mskj skrag tinggal 9...

    ReplyDelete