Rooftop Prince


Don’t cry, you will have good memories from now on.” –Crown Prince Lee Gak (Rooftop Prince, 2012)

As long as you have the memories, you can be with that person forever.” –Park Ha (Rooftop Prince, 2012)

Instead of being tormented by the thought of parting, I’ve decided to only think about the moments when I’m with you. I like this moment. Let’s spend as much time together.” –Crown Prince Lee Gak (Rooftop Prince, 2012)


Bagi seorang Raja, Ratu-nya adalah segalanya baginya. Ketika Sang Raja mencurahkan seluruh kehidupannya untuk rakyatnya, ketika dia bahkan tidak memiliki waktu untuk memperhatikan dirinya sendiri, maka Sang Ratu lah sosok yang mencurahkan seluruh kehidupannya untuk Sang Raja, supaya Sang Raja dapat memimpin negaranya dengan rasa aman, nyaman dan tenteram. Lalu ketika seorang Putra Mahkota yang bahkan belum menjadi raja, kehilangan Sang Putri Mahkota yang meninggal secara tiba-tiba, calon ratu yang kelak akan mendampinginya, apa yang akan terjadi? Di tengah kesedihannya yang sangat mendalam, Sang Putra Mahkota bersikukuh untuk mengungkap penyebab kematian Putri Mahkota. Namun mana yang lebih menyakitkan, fakta bahwa Putri Mahkota telah tiada, ataukah selubung pengkhianatan yang ada di balik kematian sang putri? Kisah ini terjadi dalam sebuah serial drama berjudul “Rooftop Prince”, yang ditayangkan pada bulan Maret hingga Mei 2012 lalu di stasiun televisi SBS Korea Selatan.
Pada suatu malam yang dingin di era Dinasti Joseon, Putra Mahkota Lee Gak (Park Yoochun) mendapati Putri Mahkota Hwa Yong (Jung Yoo Mi) meninggal dunia. Tidak percaya bahwa sang putri meninggal dunia karena kecelakaan atau bunuh diri, seperti yang dikatakan oleh banyak orang, Lee Gak mencurigai bahwa ini adalah sebuah pembunuhan yang disengaja. Karena sang ayah, Raja, menolak untuk menyelidiki kasus kematian sang putri lebih lanjut, Lee Gak diam-diam merekrut tim investigasi sendiri untuk menyelidiki siapa dalang di balik kematian sang putri. Mereka adalah si jenius Song Man Bo (Lee Min Ho), si jago bela diri Woo Young Sul (Jung Suk Won), dan si pencari informasi ulung Do Chi San (Choi Woo Sik).
Sementara itu, 300 tahun setelah masa Dinasti Joseon, Yong Tae Yong, yang tak lain tak bukan adalah reinkarnasi dari Lee Gak, tengah berada di Amerika Serikat. Ketika sedang berlayar di tengah lautan, ia terlibat sebuah insiden kecil dengan sepupunya, Yong Tae Moo (Lee Tae Sung), yang mengakibatkan Tae Yong jatuh ke lautan dan tenggelam. Karena takut dituduh sebagai pembunuh, Tae Moo sengaja menghilangkan semua bukti bahwa ia bertemu dengan Tae Yong di Amerika. Ini dilakukannya juga untuk kepentingan bisnis supaya ia dapat mewarisi seluruh perusahaan neneknya. Kembali ke masa Joseon, di tengah penyelidikan, Lee Gak dan ketiga pengawalnya tersebut dikejar oleh para bandit di tengah hutan. Namun sebuah keajaiban terjadi ketika mereka sedang terpojok, alih-alih masuk ke dalam jurang, mereka berempat tiba-tiba saja berada di tempat tinggal seorang gadis bernama Park Ha (Han Ji Min).

Tidak butuh waktu lama bagi Lee Gak untuk menyadari bahwa ia tidak lagi berada di Joseon, tetapi tidak butuh waktu sebentar bagi ia dan ketiga pengawalnya untuk menyesuaikan diri dengan kondisi masa sekarang. Berkat bantuan Park Ha, Lee Gak dan ketiga pengawalnya beradaptasi dengan modernitas. Lee Gak menyadari bahwa ada semacam ‘kekuatan’ yang mendorongnya untuk datang ke masa ini, salah satunya adalah untuk mengungkap tabir di balik misteri kematian Putri Mahkota. Pada suatu hari Lee Gak bertemu dengan Hong Se Na, yang rupanya adalah reinkarnasi dari Putri Mahkota Hwa Yong. Pada masa itu rupanya Se Na adalah sekretaris dari nenek Tae Yong. Akhirnya meskipun sempat mengelak, Lee Gak berpura-pura mengaku sebagai Tae Yong yang hilang ingatan supaya dapat mendekati Se Na dan menikahi gadis itu, sama seperti yang mereka lakukan di Joseon dulu. Lee Gak berharap dengan menikahi reinkarnasi dari Putri Mahkota, ia dapat mengetahui siapa pembunuh sang putri.

Namun Lee Gak sama sekali tidak mengetahui bahwa Se Na menyimpan banyak rahasia. Termasuk bahwa ia sebenarnya berpacaran dengan Tae Moo, yang berniat menguasai perusahaan nenek Tae Yong. Bahkan ia sangat yakin bahwa ia dulu telah membunuh Tae Yong, karena itu ia tidak percaya begitu saja ketika Lee Gak mengakui dirinya sebagai Tae Yong. Di tengah kerumitan tersebut, muncul fakta bahwa Lee Gak dan Park Ha saling jatuh cinta. Hanya saja Lee Gak tidak tahu, bahwa Park Ha sebenarnya adalah adik dari Se Na, karena Se Na selalu berusaha untuk menyembunyikannya. Sejak kecil ia tidak pernah mengakui Park Ha sebagai adiknya.

Pada akhirnya apa yang akan dilakukan Lee Gak kemudian? Apakah ia akan menyerah untuk mengungkapkan misteri kematian Putri Mahkota dan mengutamakan perasaannya kepada Park Ha? Lalu bagaimana ia dan ketiga pengawalnya kembali ke Joseon? Semua misteri mulai terungkap tabirnya satu persatu ketika Lee Gak menyadari bahwa Park Ha adalah reinkarnasi dari adik kandung Putri Mahkota, yaitu Boo Yong. Dan bahwa Boo Yong sebenarnya adalah Putri Mahkota yang sesungguhnya, sebelum akhirnya sang kakak, Hwa Yong, menggantikannya karena ia melukai wajah Boo Yong dengan besi panas. Lee Gak tidak dapat langsung menyadari bahwa Park Ha adalah reinkarnasi dari Boo Yong karena pada masa Joseon, Boo Yong mengenakan cadar untuk menutupi wajahnya yang luka.

Akankah cinta yang terpaut generasi 300 tahun ini akan berakhir bahagia? “Rooftop Prince” adalah serial drama komedi romantis yang terdiri dari 20 episode. Serial ini jauh dari kata mengecewakan. Pada episode pertama mungkin penonton akan sedikit dibingungkan dengan setting yang berpindah-pindah dari masa Joseon ke masa sekarang, namun uraian yang ditampilkan cukup jelas dan mudah dipahami, tanpa menghilangkan rasa penasaran penonton. Untuk episode-episode selanjutnya penonton akan disuguhi dengan adegan-adegan kocak yang mengocok perut, terutama ketika Lee Gak dan three musketeers-nya berusaha beradaptasi dengan zaman modern. Ketiga pengawal trio Joseon tersebut sungguh merupakan hiburan tersendiri, apalagi ketika tokoh antagonis Se Na dan Tae Moo terasa sangat menyebalkan.

Kisah cinta yang unik antara Lee Gak dan Park Ha yang (sebenarnya) terpaut usia 300 tahun juga sangat menarik. Kepolosan sifat dan sikap mereka, serta latar belakang masa kehidupan mereka yang berbeda semakin menambah keceriaan dalam serial ini. Meskipun demikian, bukan serial drama Korea namanya apabila tidak sanggup membuat penontonnya tertawa dan menangis sekaligus. Penonton tetap harus menyiapkan persediaan tisu, apalagi menjelang episode-episode akhir dari serial ini. “Rooftop Prince” ditutup dengan akhir yang sempurna, sebuah twisted ending yang mengungkap segala misteri dan pertanyaan yang bermunculan sepanjang serial ini. This series is highly recommended, and it’s hard not to fall in love with Lee Gak and Park Ha couple. They are so sweet, lovely and adorable. This is a great story about love that overlaps 300 years of time. :”)

Even if 300 years pass by, I will still love you.” (Rooftop Prince, 2012)



Share:

0 komentar