Love Song

I hate this love song. I’ll never sing it again, so I can stop thinking of you, so I can finally forget you.” –Big Bang, Love Song



Di dunia ini pasti ada sebuah lagu yang mengingatkan kita akan orang yang kita cintai. Setidaknya satu lagu, sebuah lagu cinta. Entah itu lagu orang lain, lagu milik penyanyi atau band kesukaan kita atau kesukaan orang yang kita cintai, bahkan lagu milik kita yang kita ciptakan sendiri. Yang jelas, lagu tersebut menyimpan memori antara kita dan orang yang kita cintai. Lagu yang setiap kali kita memutarnya akan membawa ingatan kita pada orang yang kita cintai. Lagu yang setiap kali kita mendengarnya akan membuat kita larut dalam kenangan-kenangan bersama orang tersebut. Meskipun kita telah berpisah dengan orang tersebut, namun lagu itu abadi, bersama dengan kenangan yang kita miliki. Inilah yang tersirat dalam sebuah lagu berjudul “Love Song”, yang dibawakan oleh Big Bang.
This sad love song tells about the feeling of ‘still-can’t-let-go-of-someone-you-love-so-much’. Dalam lagu ini dikisahkan hubungan sepasang kekasih yang sedang di ambang perpisahan. Namun ketika satu pihak ingin menyerah dengan hubungan tersebut dan ingin berpisah, pihak lainnya tidak ingin berpisah dan ingin terus memperjuangkan hubungan mereka. “One woman is in a burden, even though a man is still singing. I’m tearing up at the thought of breaking up.” Kondisi ini membuatnya membenci sebuah lagu yang menjadi lagu kenangan mereka. Ia tidak ingin menyanyikannya lagi supaya dapat melupakan dan berhenti memikirkan orang itu. “I hate this love song. I’ll never sing it again, so I can stop thinking of you, so I can finally forget you.” Namun sekeras apapun ia mencoba, rasa cintanya terlalu dalam sehingga tidak mampu baginya untuk berhenti menyanyikan lagu itu, meskipun ia membencinya.
Demi mempertahankan hubungannya dengan orang yang ia cintai, ia mencoba mengingatkan orang itu atas hari-hari yang telah mereka lalui bersama. “In this meaningless world, I was scared and you took me away to where you are.” Orang yang ia cintai telah memunculkan sisi terbaik dari dirinya. Orang itu memberikan kebahagiaan dalam kehidupannya. Bahkan berkat orang itulah dia kini mengerti dan memahami apa yang dimaksud dengan cinta. “We were so good together, you know. You taught me what love is.” Pada akhirnya semua itu semakin mengingatkan dirinya sendiri bahwa ia tak sanggup melepaskan orang yang dicintainya. Meskipun ia membenci lagu kenangan mereka, ia akan terus menyanyikannya dengan senyuman untuk menyembuhkan luka diantara mereka. “I hate this love song. I’m going to sing it with a smile, in order to cure your loneliness. I’m going to you now.”
Bahkan ketika akhirnya orang itu pergi meninggalkannya, dia tak sanggup pergi dari kenangan-kenangannya bersama orang tersebut. Ia merasa belum seluruhnya yang ia ingin untuk katakan kepada orang itu terucapkan. Sehingga ia masih merasa ada sesuatu yang belum tuntas dalam hubungannya, termasuk dengan perasaannya. Perasaan yang mungkin tak akan pernah selesai kepada orang tersebut. Ia terus mencari namun tak pernah mendapat jawaban. Ia selalu melangkah namun selalu tertahan di tempat yang sama. Bersama lagu yang menjadi kenangan mereka, ia merasakan kehadiran orang itu disisinya. Pada akhirnya ia hanya memohon kepada waktu supaya berhenti dan tidak memisahkannya dengan orang yang dicintainya. “Time, please stop, don’t separate her and I.”
Melihat lebih dalam ke lagu ini, “Love Song” menggambarkan kesedihan mendalam yang dialami oleh seseorang yang kehilangan kekasihnya, bukan hanya karena sekedar perpisahan, melainkan karena kematian. Orang yang ia cintai telah pergi dari dunia ini untuk selamanya. Ia tak dapat melihatnya lagi, tak mampu menyentuhnya lagi, namun masih dapat merasakannya. Segala yang sanggup ia lakukan hanyalah menyanyikan lagu ini, berharap kekasihnya dapat mendengarkan dan turut merasakannya. Berapa banyak pun ia memohon agar waktu berhenti atau berputar balik, itu tidak akan mengembalikan sang kekasih ke sisinya.

“Love Song” merupakan lead track dari “Big Bang Special Edition” yang dirilis pada tahun 2011. Album ini merupakan edisi spesial dari mini album keempat mereka yang bertajuk “Tonight”. Album ini pada waktu itu merupakan comeback Big Bang setelah dua tahun absen sebagai sebuah grup. Sebelumnya kelima personel Big Bang disibukkan dengan aktivitas solo mereka. Setelah menuai sukses dengan lead single “Tonight”, mereka meluncurkan edisi spesial dengan “Love Song” sebagai lagu utamanya. Sebuah music video (MV) dibuat untuk lagu ini dengan biaya mencapai 200 juta won. Namun rupanya harga tersebut tidak sia-sia karena MV dari lagu ini meraih dua juta penonton hanya dalam waktu dua hari di akun situs Youtube resmi milik Big Bang dan YG Entertainment. Pada tahun yang sama, mereka menyabet penghargaan MTV Europe Music Awards 2011 untuk kategori Best Worldwide Act Award as representatives of Asia-Pacific.
“Love Song” merupakan sebuah lagu dengan paket komplit. Lagu ini memiliki lirik yang dalam, harmonisasi musik yang apik, suara vokal kelima anggota Big Bang yang matang, serta sebuah MV yang sanggup melambangkan jiwa dari lagu ini. MV lagu ini dibuat dengan versi layar berwarna hitam putih, berlatar tempat di sebuah padang gurun pasir, dengan kelima anggota Big Bang berbalutkan busana jas rapi berjalan diantara bangkai-bangkai kendaraan. Lirik lagu ini ditulis oleh dua anggota Big Bang, GD dan TOP. Sementara aransemen musik dari lagu ini digarap oleh GD bersama musisi Teddy. Suara TOP di bagian verse 1 serta bagian rap-nya seperti biasa terdengar sangat dalam dan sendu. Suara Taeyang dan Seungri yang mengisi bagian chorus juga terdengar sangat matang. Begitu pula dengan suara GD pada bagian verse 2 dan bagian rap pada bridge, walaupun terdengar ringan seperti biasa namun sangat menyatu dengan lagu. Yang paling juara dan dahsyat adalah suara Daesung pada bagian bridge. He sounds great! Suara merdunya sangat menyentuh.

Sekali lagi Big Bang berhasil membuktikan bahwa saat ini mereka adalah raja dari para hallyu group yang bertebaran di Korea Selatan. Segala detail kecil dalam lagu ini benar-benar dipikirkan secara matang dan dibuat sesuai dengan konsep. Lagu ini menceritakan tentang kesedihan seseorang yang masih belum dapat melepaskan kekasihnya yang telah meninggal dunia. Untuk menghidupkan perasaan tersebut, MV dari lagu ini dibuat dalam versi hitam putih, menggambarkan bahwa dunia tidak lagi berwarna tanpa orang yang dicintainya. Kelima anggota Big Bang mengenakan setelan jas rapi yang juga berwarna hitam putih, yang melambangkan kedukaan, pakaian yang kerap dipakai orang-orang dalam upacara pemakaman. Padang pasir dan angin yang bertiup kencang, menggambarkan betapa kosong dan hampanya perasaan tanpa kehadiran orang yang dicintainya, serta dunia terasa lebih kejam saat itu. Bangkai-bangkai kendaraan yang bertebaran, menceritakan bahwa orang yang dicintainya direnggut nyawanya oleh sebuah kecelakaan. Mobil yang jatuh dari langit pada bagian akhir MV, ini melukiskan bahwa kehidupan adalah sekumpulan kejadian yang tak terduga dan mengejutkan, bahwa semua itu adalah rahasia Tuhan, terutama takdir dan maut. The MV of this medium tempo song is great, really represents the feeling of this “Love Song”. Their live performances are also worth to watch, as usual. Those deep lyrics with sweet voices are making this one beautiful sad song. Long live the Kings!

I hate this love song. I’m going to sing it with a smile, in order to cure your loneliness. I’m going to you now.” –Big Bang, Love Song





* Ditulis sambil mendengarkan lirik lagu “Love Song” oleh Big Bang. Terima kasih kepada Istana, rental DVD andalan yang telah memutar lagu ini sewaktu saya datang ke sana. Gamsa hamnida~

* Lirik lagu “Love Song”. Lirik berupa romanisasi dari Bahasa Hangul Korea beserta dengan translasinya ke dalam Bahasa Inggris.

“Han yeojaga meoreojyeo ga namjaneunnorae bureujiman
(One woman is in a burden, even though a man is still singing)
Nunmurinaneun geol ibyeoriran
(I’m tearing up at the thought of breaking up)

Eol manjil suga eobneun geol, I know yeah eh
(I can’t touch you, I know yeah eh)
Ddeoreojineun nal japajweo, hello
(Now I’m falling, catch me, hello)

I hate this love song, I hate this love song
I hate this love song, I hate this love song
I hate this love song, I hate this love song
I hate this love song, I hate this love song
I sarang noraega shireo dashin an bureuri
(I hate this love song, I’ll never sing it again)
Neoreul ddeowolliji anhge ijeul soo itge
(So I can stop thinking of you, so I can finally forget you)
I sarang noraega shireo useumyeo bureuri
(I hate this love song, I’m going to sing it with a smile)
Geudaega weropji anhge jigeum neoyegeronan
(In order to cure your loneliness, I’m going to you now)
Ooh ooh ooh ooh ooh hoo…

Nan duryeoweo isesangeun imi eobseo dalgwabyeori itneun
(In this meaningless world, I was scared and you took me away)
Neo itneun geu gose deryeogajweo
(To where you are, to a place with the moon and stars)

Urineun areumdawat neunde, you know
(We were so good together, you know)
Naege sarangeul gareuchyeojoon neo, hello
(You taught me what love is, hello)

Ddaseuhan haet sal ddo dareun sesang sseulsseuri choomchuneun galdaebat
(The warm rays of the sun are of another world, the field of reeds is dancing all alone)
Pureun eondeok we nan yeojeonhi geunyewaye motdahan daehwa
(I remain paused at a green hill, holding a conversation I’ve yet to finish with her)
Amu daedap eobneun, daedap eobneun
(The sky is of an expressionless face)
Mupyojeong han jeo haneul, jeo haneul
(That holds no answers)
Hwengureum dweye soomeo itgetji neon byeoridwaetgetji
(You’re probably hiding behind the clouds, you’re probably a star)

Let’s go, nun gamko ne soom gyeolreul neukkyeo nekkumeul kkweo
(I close my eyes and feel your breath, I dream of you)
Nae ipgaye beonjin miso jigeum nan neowa soomeul swiweo
(A smile spreads across my lips, you’re breathing with me now)
Shingana meomchweo, hey, geunyeowa nal galanohji mara
(Time, please stop, don’t separate her and I)
Barama meochweo nege bonaeneun majimak pyeonji hanjang
(Wind, stop blowing, this is my last letter to you)”

Share:

0 komentar