Jar of Hearts

I know, I can’t take one more step towards you, ‘cause all that’s waiting is regret.” –Christina Perri, Jar of Hearts



Lepas dari bayang-bayang masa lalu memang bukanlah sesuatu yang mudah, sama sekali. Seseorang yang pernah mengalami sakitnya ditinggalkan oleh orang yang sangat dicintainya pasti paham betul bagaimana rasanya. Berjuang untuk bangkit kembali setelah keterpurukan yang amat sangat, tidak semua orang mampu untuk pulih dengan kondisi seratus persen seperti sebelum ia terluka. Pasti akan ada sesuatu yang berubah. Entah itu melemahkannya, atau justru semakin menguatkannya. Ketika itu menguatkannya, maka jika suatu saat orang yang telah meninggalkannya datang kembali, perasaannya tak akan pernah sama lagi seperti dulu. Begitulah yang diungkapkan oleh Christina Perri dalam lagunya yang berjudul “Jar of Hearts”.

Lagu ini mengisahkan tentang emosi seseorang yang didatangi kembali oleh orang yang dulu meninggalkannya. Orang yang meninggalkannya itu adalah orang yang dulu pernah sangat ia cintai. Orang itu meninggalkannya ketika ia sedang begitu mencintainya, sehingga kepergiannya telah menimbulkan luka yang sangat dalam baginya. Luka yang ditimbulkan dari rasa kecewa, segala kumpulan dari rasa sayang, marah, sedih, dan benci. Susah payah ia kini berhasil hidup tanpanya, tetapi orang itu dengan seenak jidatnya muncul kembali dan meminta cintanya seperti dulu lagi, meminta kembali seperti dulu lagi. Namun ia kini telah menjadi jauh lebih kuat dari sebelumnya, ia bukan lagi orang yang dulu meratapi kepergian orang yang dicintainya, dan ia tak akan semudah itu untuk jatuh lagi kepada orang tersebut. “Don’t you know I’m not your ghost anymore? You lost the love I loved the most. I learned to live half a life and now you want me one more time.” Meskipun orang itu telah datang kembali untuknya, bahkan melalui proses pencarian yang panjang, ia tidak akan luluh semudah itu. Rasa sakit yang dulu ia rasakan terlampau besar dan dalam, sehingga sulit untuk ditepiskan begitu saja. Baginya, tidak akan ada kesempatan kedua untuk orang itu. Enough is enough. “I hear you’re asking all around, if I am anywhere to be found. But I have grown too strong to ever fall back in your arms.”

Dalam lagu ini, orang tersebut merasa marah dengan kehadiran kembali orang yang dulu pergi meninggalkannya. Ia bahkan menyumpahi orang tersebut. “You’re gonna catch a cold from the ice inside your soul. So don’t come back for me. Who do you think you are?” Amarah ini dapat ditimbulkan karena tiga hal. Pertama, yaitu karena ia merasa dipermainkan dengan sikap orang itu yang datang dan pergi begitu saja seenaknya. Kedua, yaitu karena ia merasa terlalu lelah untuk meladeni sikap orang tersebut, serta merasa lelah untuk terus disakiti oleh orang itu. Ketiga, yaitu karena ia ingin membentengi diri dan jiwanya sendiri agar tidak jatuh dan berkubang di lubang yang sama seperti yang dulu pernah ia alami dengan orang tersebut. Cukup adalah cukup baginya. Saking dalamnya luka yang ditimbulkan ketika ia terjatuh dulu, rasa muak terhadap orang itu pun muncul ketika orang itu datang kembali. Karena jika ia luluh begitu saja sekarang, maka perjuangannya selama ini untuk bangkit dari keterpurukan masa lalunya akan sia-sia. “Dear, it took so long just to feel alright. Remember how to put back the light in my eyes. I wish I had missed the first time that we kissed, ’cause you broke all your promises. And now you’re back. You don’t get to get me back.”

Orang yang meninggalkannya dulu tidak tahu bagaimana perjuangannya untuk terus melanjutkan hidup tanpa orang itu, untuk mengobati luka di hatinya akibat ditinggalkan oleh orang itu, tetapi kini orang itu kembali begitu saja bahkan tanpa mempedulikan bagaimana selama ini ia hidup. Yang ia rasakan terhadap mantan kekasihnya itu bukan sekedar kemarahan atau kebencian, melainkan sesuatu yang lebih dalam, yaitu kekecewaan. Rasa kecewa yang mungkin tak akan pernah dapat terobati. Bagi seseorang yang pernah mengalami patah hati yang begitu parah, untuk dapat sampai kepada tahap seperti pada lagu ini adalah hal yang hebat, yang mungkin membutuhkan perjuangan yang  panjang. Karena biasanya, orang akan cenderung untuk terhanyut kembali dalam romansa masa lalunya daripada menolak dan terus kembali melangkah ke depan. Karena memang ada beberapa tipe orang yang demikian. Tidak semua orang akan mengambil sikap seperti dalam lagu ini ketika cinta lama mereka datang kembali dalam kehidupan. Namun untuk beberapa kasus, sikap ini memang sikap yang terbaik. Don’t ever let anyone take you for granted, because you have to know what you worth.



“Jar of Hearts” adalah lagu debut dari penyanyi asal Amerika, Christina Perri yang merupakan bagian dari mini album atau EP (Extended Plays) pertamanya, “The Ocean Way Sessions”. Kesuksesan lagu yang dirilis pada pertengahan tahun 2010 ini juga mengambil bagian dalam studio album pertama Christina, “lovestrong.”, yang dirilis pada pertengahan tahun 2011. Lagu ini merupakan sebuah lagu ballad yang mellow dengan iringan piano dan orkestra yang sanggup membawa pendengarnya terhanyut dalam melodinya. Saya sangat suka suara biola dalam lagu ini. Karakter suara Christina Perri yang kuat dalam lagu ini juga sanggup memetakan emosi dan penjiwaan dengan sangat baik. Mungkin karena lagu ini merupakan curahan hatinya yang bersumber dari kisahnya sendiri. Wikipedia menulis, “’Jar of Hearts’ has been described as an autobiographical song for Christina Perri, recalling an ex-boyfriend who wanted to reconnect after a tough breakup.” Well, I guess I got it, Christina. Indeed this song is really deep from the heart.



Who do you think you are? Running ‘round leaving scars, collecting your jar of hearts and tearing love apart.” –Christina Perri, Jar of Hearts





* Ditulis sambil mendengarkan lagu “Jar of Hearts” oleh Christina Perri. Terima kasih kepada sahabat saya Anggie Pradani alias Enji, yang telah mengenalkan saya pada salah satu lagu galau yang paling dahsyat di muka bumi ini.

* Kutipan lirik lagu “Jar of Hearts”.

“I know, I can’t take one more step towards you
’Cause all that’s waiting is regret
Don’t you know I’m not your ghost anymore?
You lost the love I loved the most

I learned to live, half a life
And now you want me one more time

And who do you think you are? Running ‘round leaving scars
Collecting your jar of hearts and tearing love apart
You’re gonna catch a cold from the ice inside your soul
So don’t come back for me
Who do you think you are?

I hear you’re asking all around
If I am anywhere to be found
But I have grown too strong
To ever fall back in your arms

I learned to live, half alive
And now you want me one more time

Dear, it took so long just to feel alright
Remember how to put back the light in my eyes
I wish I had missed the first time that we kissed
’Cause you broke all your promises
And now you’re back
You don’t get to get me back

Who do you think you are? Running ‘round leaving scars
Collecting your jar of hearts and tearing love apart
You’re gonna catch a cold from the ice inside your soul
So don’t come back for me
Don’t come back at all

Don’t come back for me
Don’t come back at all

Who do you think you are?”

Share:

0 komentar