If Only I Had a Time Machine

Before the memories become distant and fleeting, I need a time machine.” –Girls’ Generation, Time Machine



Time is the most killing machine in the world. It goes on and on, always and never goes back. We can’t ever negotiate with time, because it has no tolerance. Unfortunately, there are some things in this world that make human want to turn back the time. Two of them are unfinished business, and regret. Dalam lagu “Time Machine” yang dibawakan oleh Girls’ Generation, atau yang juga dikenal sebagai SNSD (So Nyeo Shi Dae), ini mengisahkan tentang seseorang yang ingin memutar balikkan waktu. Ia ingin kembali ke masa lalu supaya dapat bertemu dengan kekasihnya yang telah lama berpisah, menuntaskan semua persoalan yang tertunda, dan menghapus rasa sesal yang menghantui.
Waktu mengubah banyak hal. “Alone in the room that is more spacious than usual. It’s over, guess it’s over. Time slows to a crawl when I’m by myself.” Kadang, setelah terjadi perpisahan, especially the worst one, akan ada banyak hal yang berubah dan terasa berbeda. Seperti tempat yang terasa lebih luang dan waktu yang berjalan lebih lambat. Semua terasa hampa dan kosong, karena ada sesuatu yang hilang. Sesuatu yang telah terbiasa ada. Sesuatu yang menimbulkan kekosongan yang tak dapat terganti oleh apapun lainnya.
Waktu membawa banyak hal. Bahkan untuk sesuatu yang tak pernah kita duga sekalipun, waktu dapat bertindak sangat kejam untuk menjadikannya kenyataan. “The story created by the two of us was also in vain. I can’t believe it could crumble so easily.” Bahkan sebuah hubungan yang telah dibina dan dipertahankan selama bertahun-tahun dapat hancur berantakan dalam sekejap mata. Setelah terjadinya perpisahan, biasanya akan muncul semacam rasa menyesal. Rasa menyesal timbul akibat rasa kecewa seseorang terhadap dirinya sendiri. Karena ia merasa tidak melakukan yang terbaik di masa lalu, atau merasa telah melakukan sebuah kesalahan yang besar. “One mistake, got a one regret.”
Ada beberapa hal di dunia yang tak lekang oleh waktu. Sekuat apapun ia, ada beberapa hal yang tak dapat dihilangkan oleh waktu. Salah satunya adalah luka, waktu terkadang tak sanggup menghilangkannya, hanya membuat kita terbiasa hidup dengan luka itu. “The pain won’t heal no matter what.” Memang tak semua luka tidak bisa terhapus oleh waktu. Hanya luka yang ditimbulkan oleh perasaan yang dalam. Luka yang timbul dari rasa kecewa. Luka yang mungkin masih menimbulkan rasa penyesalan dan unfinished business. “The last words that you left behind. Even now, I can’t stop replaying the refrain. My heart still hurts.” Selain luka, yang kadang tak lekang oleh waktu adalah rasa sayang. Mungkin rasa cinta telah hilang perlahan, namun rasa sayang tetap ada dan melekat di sana, diam dan terpendam, tak pernah pergi sampai kapanpun juga. Itu bukanlah sesuatu yang dapat kita kendalikan, karena hati kita yang merasakan. “Even now, I still love you selfishly.”
Pada akhirnya, manusia hanya mampu berharap bahwa mereka memiliki sebuah mesin waktu untuk kembali ke masa yang telah lalu. “Right now, if I could ride a time machine and go to meet you, I wouldn’t wish for anything else.” Kadang keinginan untuk menemui orang yang dulu kita sayangi bukan berarti ingin kembali bersama mereka. Kadang perpisahan yang terjadi dulu menyakitkan, sehingga menyisakan beberapa persoalan yang mungkin belum terselesaikan. An unfinished business. Maka dari itu, kadang seseorang ingin kembali ke masa lalu untuk menghindari atau menyelesaikan persoalan yang belum usai itu. Untuk mengatakan segala sesuatu yang belum sempat terucapkan. Sehingga tak ada lagi penyesalan di kemudian hari. “If I’m able to meet you passing through time and space, even if it’s heading to the same conclusion, I’m sure there won’t be any regrets remaining.”


“Time Machine” merupakan salah satu lagu SNSD yang dirilis dalam Bahasa Jepang. Lagu ini termasuk dalam studio album “Girls’ Generation: The Boys Repackage” versi Jepang yang dirilis di negeri sakura tersebut pada bulan Desember tahun 2011, menyusul studio album versi Jepang mereka pertama yang bertitel “Girls’ Generation”. “Time Machine” tidak dibuat dalam versi Bahasa Korea maupun Bahasa Inggris (setidaknya untuk saat ini), namun versi original demo dari lagu ini adalah dalam Bahasa Inggris (dibawah ini saya sertakan video versi original demo lagu "Time Machine"). Pada bulan Maret 2012, sebuah video klip dirilis untuk lagu ini. Video klip yang berdurasi sekitar 5 menit ini mengambil lokasi syuting di kota Tokyo, Jepang. Berbeda dari kebanyakan video klip SNSD sebelumnya, “Time Machine” menyajikan sebuah ‘cerita’ dalam video ini. Masing-masing personel menunjukkan ekspresi kesedihan dan kesepian yang berbeda-beda. All of them are sooo good looking in the music video, and of course, they act so great too in it.
Lagu “Time Machine” ini merupakan lagu pop semi-ballads yang bertempo lebih slow dari kebanyakan lagu SNSD lainnya. Menyesuaikan dengan irama musik lagu ini, dalam music video-nya tidak ditampilkan dance yang merupakan salah satu khas dari penampilan SNSD. Namun sebagai gantinya, penonton disuguhi dengan sisi mellow dan sendu dari seluruh personel SNSD. Lima orang vokalis utama SNSD menyanyikan bagian solo dari lagu ini, yaitu Taeyeon, Jessica, Sunny, Tiffany dan Seohyun. Their voices are really sounded beautiful both in Korean and Japanese. Sebagai orang yang mengikuti perkembangan mereka sejak awal, menurut saya lagu ini adalah sebuah pencapaian khusus dari SNSD. Lagu ini berhasil menunjukkan sisi kedewasaan mereka. Musik dan visualisasi lagu ini sanggup membuat para pendengarnya ikut merasakan kesedihan yang disampaikan oleh “Time Machine”. Sweet song, beautiful video, well done girls!



Before the memories of us are forgotten, give me a time machine.” –Girls’ Generation, Time Machine




* Ditulis sambil mendengarkan lagu “Time Machine” oleh Girls’ Generation (SNSD). Huge thanks to my little brother, Wawa, for introducing me to this talented and wonderful Korean girlband. Saranghae~~~

* Kutipan lirik lagu “Time Machine”. Lirik lagu berupa romanisasi dari Bahasa Jepang, beserta dengan translasi lirik ke dalam Bahasa Inggris.

“Itsumoyori sukoshi hiroi heya tada hitori
(Alone in the room that is more spacious than usual)
It’s over, guess it’s over
Futari de tsukuri age ta story mo munashi ku
(The story created by the two of us was also in vain)
Konnani kantan ni kuzure teshimao nante
(I can’t believe it could crumble so easily)

One mistake, got a one regret
Daremo kanpeki janai te
(Nobody is perfect)
Sou iiki ka setemitemo
(Even if I try to say and hear it)
Naniwo shitemo kizu ha iyase nakute
(The pain won’t heal no matter what)

Ima time machine ni norikonde
(Right now, if I could ride a time machine)
Anatani ai ni iku
(And go to meet you)
Kotoga dekita nara mou nanimo negawa nai
(I wouldn’t wish for anything else)
Hakana ku te tohi kioku ninaru mae ni
(Before the memories become distant and fleeting)
I need a time machine, oh
I need a time machine, oh

Hitori de sugo su jikan ha osogu gite
(Time slows to a crawl when I’m by myself)
Ayamachi no batsuha amarinimo omoku
(The punishment for my mistake is severe)
Anata ga saigo ni nokoshita words
(The last words that you left behind)
Ima demozutto rifurein toma ranai mada mune ga itamu
(Even now, I can’t stop replaying the refrain, my heart still hurts)

Just one mistake, just one regret
Wagamamamo ima wa itoshi kute
(Even now, I still love you selfishly)

Jiku tobi koe te anatani ae tara
(If I’m able to meet you passing through time and space)
Tatoe onnaji ketsumatsu mukae tatoshitemokitto
(Even if it’s heading to the same conclusion, I’m sure)
Kui wa nokora nai hazu dakara
(There won’t be any regrets remaining)

Ima time machine ni norikonde
(Right now, if I could ride a time machine)
Anatani ai ni iku
(And go to meet you)
Kotoga dekita nara mou nanimo negawa nai
(I wouldn’t wish for anything else)
Hakana ku te tohi kioku ninaru mae ni
(Before the memories become distant and fleeting)
Yeah futari no omoide wasure teshimau mae ni
(Yeah, before the memories of us are forgotten)
Give me a time machine
Oh, give me a time machine
Oh, give me a time machine”

Share:

0 komentar