Adakah Waktu Mendewasakan Kita?

Merenungkanmu kini menggugah haruku. Berbagai kenangan berganti, masa yang t’lah lalu.” –Kla Project, Semoga



Terkadang ketika dua orang yang telah lama bersama kemudian memutuskan untuk berpisah, keputusan tersebut mereka ambil ketika mereka masih belum dewasa dalam mengambil keputusan. Terkadang perpisahan itu terpaksa terjadi karena salah satu dari mereka merasa bahwa itu merupakan keputusan yang terbaik. Terkadang setelah perpisahan itu, ada salah satu pihak yang masih tidak sanggup lepas dari pihak yang lain. Terkadang ada salah satu pihak yang menginginkan kebersamaan mereka lagi. Kira-kira itulah yang coba dikatakan oleh Kla Project dalam lagu mereka yang berjudul “Semoga”.

Perpisahan membawa efeknya masing-masing. Bagi sebagian orang, terkadang mereka tidak semudah itu untuk lepas dari bayangan-bayangan masa lalunya bersama orang yang dicintainya. Terkadang, yang mereka rindukan bukanlah sosok orang itu sekarang, melainkan kebersamaan yang terjalin di antara mereka. Terkadang, yang mereka inginkan bukanlah sosok orang itu sekarang, melainkan orang itu mereka ketika mereka masih bersama dulu. Ada beberapa orang yang ‘terjebak’ dalam masa lalu mereka. Entah karena rasa yang ia punya untuk pasangannya dulu terlalu dalam, atau karena memang belum ada orang lain yang mampu menghapuskan rasa untuk pasangannya dulu itu.

Untuk sebagian orang yang mengalami hal di atas, kembali pada pasangan mereka dulu adalah pilihan utama. Namun untuk sebagian orang lainnya, walaupun kehidupan mereka masih ‘dihantui’ oleh masa lalu, kembali bukanlah pilihan. Dalam lagu ini, dikisahkan orang tersebut ingin mencoba kembali kepada pasangannya dulu. “Adakah waktu mendewasakan kita? Kuharap masih ada hati bicara. Mungkinkah saja terurai satu persatu pertikaian yang dulu, bagai pintaku?” Ia berharap, setidaknya pasangannya masih memberi waktu untuk meluruskan segala kesalahpahaman di antara mereka yang dulu membuat mereka berpisah.

Menguraikan segala pertikaian yang dulu pernah menjadi memang merupakan satu hal yang paling diharapkan oleh pasangan yang telah berpisah. Terutama bagi mereka yang memiliki perpisahan yang buruk. Segala sesuatu yang ‘belum selesai’ itu memang tidak menyenangkan. Setidaknya, walaupun tidak akan dapat kembali seperti dulu, mereka akan memiliki perpisahan yang ‘indah’. Unfinished business, begitulah saya menyebutnya, semua persoalan yang belum selesai. Terkadang sebagian orang tidak sanggup lepas dari masa lalunya karena masih ada unfinished business yang ia pendam dan belum sempat terungkapkan. Terkadang sebagian orang ingin bertemu lagi dengan pasangannya yang dulu bukan untuk sekadar kembali, tetapi yang lebih penting adalah untuk menyelesaikan unfinished business tersebut.

Lagu “Semoga” ini adalah lagu galau yang dikemas secara indah dalam balutan musik sendu dan lirik yang dalam dan menyentuh. Sungguh khas lagu-lagu Kla Project. Baru-baru ini, “Semoga” di-remake oleh seorang penyanyi muda Indonesia, Vidi Aldiano. Namun saya tetap lebih menyukai versi aslinya. Jika mendengarkan lagu ini, apalagi kalian yang pernah memiliki pengalaman pahit dengan perpisahan, atau masih teringat pada masa lalu, sebaiknya jauhkan baygon, gunting, tali jemuran, dan sebagainya. This song is totally nggerus!

Melukiskanmu lagi di dalam benakku, perlahan terbayang pasti garis wajahmu. Kehangatan cinta kasih dapat kubaca jelas disitu.” –Kla Project, Semoga




* Ditulis sambil mendengarkan lagu “Semoga” oleh Kla Project. Terima kasih kepada Mama Diah dan Papa Irfan yang telah membesarkan anak gadisnya dengan lagu-lagu indah dari Katon Bagaskara dan kawan-kawannya ini.

* Kutipan lirik lagu “Semoga”:

“Merenungkanmu kini menggugah haruku
Berbagai kenangan berganti, masa yang t’lah lalu
Sebenarnya ku ingin menggali hasrat untuk kembali
Melukiskanmu lagi di dalam benakku
Perlahan terbayang pasti garis wajahmu
Kehangatan cinta kasih dapat kubaca jelas disitu
Adakah waktu mendewasakan kita?
Kuharap masih ada hati bicara
Mungkinkah saja terurai satu persatu
Pertikaian yang dulu, bagai pintaku?
Semoga…
Lihatlah ku disini memendam rindu
Setiap ku berseru yang kusebut hanya namamu
Sebenarnya ku ingin menggali hasrat kembali
Kuharap agar kau mengerti
Semoga…”

Share:

0 komentar