Nothing Lasts Forever

Tidak terasa bulan November telah sampai pada penghujung harinya. Tulisan yang saya post dibawah ini sebenarnya adalah tulisan yang saya buat pada bulan Mei kemarin dan saya posting di akun Tumblr. Namun karena saya merasa moment-nya pas, bertepatan dengan hari terakhir bulan November, saya memutuskan untuk mem-posting lagi tulisan ini di blog. Tulisan ini mencoba mengulik makna dan interpretasi dibalik lagu favorit saya, "November Rain" oleh Guns N' Roses.


I know it’s hard to keep an open heart, when even friends seem out to harm you. But if you could heal a broken heart, wouldn’t time be out to charm you?” –Guns N’ Roses, November Rain

Pagi ini aku terbangun dengan suara gemericik air yang turun dari langit menimpa atap rumah. Rupanya hujan sejak semalam belum reda juga. Alhasil niatan mulia untuk mengerjakan tugas kuliah menjadi terhambat. Sambil masih berbaring di atas tempat tidur aku mengamati linimasa Twitter. Hampir seluruh tweet yang ada membahas seputar hujan, dan playlist yang mendukung suasana pagi ini. Lalu aku tertarik untuk membuka playlist-ku, dan aku menemukan sebuah lagu. “November Rain” oleh Guns N’ Roses. Ya, aku tahu ini bulan Mei. Tapi ini salah satu lagu favoritku sepanjang masa.

Aku ingat temanku Cume pernah berkata, setiap dia mendengar lagu ini entah kenapa dia selalu teringat padaku. Katanya, lagu ini seolah menggambarkan jalan hidupku. Dan memang aku sangat menyukai lagu ini sejak aku duduk di bangku SD. Pertama, aku jatuh cinta pada videoklip-nya yang fenomenal. Kedua, aku jatuh cinta pada karakter vokal Axl Rose yang gahar. Ketiga, aku jatuh cinta pada alunan gitar melodi Slash. Keempat, aku jatuh cinta pada harmoni orkestra dalam lagu ini. Kelima, aku jatuh cinta pada lirik lagu ini dan maknanya. Keenam, aku jatuh cinta pada intro lagu ini. Ketujuh, aku jatuh cinta pada bagaimana lagu ini membuatku jatuh cinta.

Nothing lasts forever, kata lagu ini. Cinta dan kebahagiaan, bahkan luka dan bencana. Dan manusia takkan pernah tahu apa dan siapa yang harus dilepaskannya pada hari itu. Semua itu misteri, rahasia Tuhan. Lagu ini mengajak kita untuk kuat ketika kita terpuruk. Untuk yakin bahwa keterpurukan pun bukanlah sesuatu yang abadi. Ketika kita terluka begitu dalam, susah memang untuk melewatinya. Namun ketika kita sanggup, maka seterusnya kita akan mampu. Dan itu semua menguatkan kita di kemudian hari.

Bagaikan paradoks, lagu ini mengingatkan kita bahwa kebahagiaan tidak abadi, namun begitu pula dengan kesedihan. “When I look into your eyes, I can see a love restrained, but darling when I hold you, don’t you know I feel the same? Nothing lasts forever, and we both know heart can change.” Meskipun kita tahu saat ini kita mencintai pasangan kita, kita tak dapat menjanjikan selamanya kepadanya. Karena kita takkan pernah tahu apa yang akan terjadi di masa depan. Apapun dapat memisahkan sepasang kekasih, seberapa lama pun mereka telah bersama, ketika Tuhan menggariskannya demikian. Waktu dapat menggerus segalanya. Hati dapat berubah. Orang datang dan pergi silih berganti.

Dalam setiap hubungan, pasti akan ada permasalahan yang dihadapi. Lagu ini seperti seseorang yang mencoba mengajak pasangannya untuk tetap bertahan walau badai menghadang mereka. Setiap orang memang butuh waktu untuk sendiri, tetapi setiap orang juga membutuhkan seseorang didamping mereka.

So never mind the darkness, we still can find a way. Nothing lasts forever, even cold November rain.” Walaupun kebahagiaan bisa pergi begitu saja dalam sekejap mata, begitu pula dengan kesedihan. Waktu memang tidak menyembuhkan luka dan sakit, tetapi membuat kita untuk terbiasa hidup dengan luka dan sakit itu. Begitulah kata seorang teman. Memang sulit untuk membuka hati kita ketika kita masih dalam keadaan yang terluka. Namun apabila kita mampu untuk melewati patah hati itu, maka waktu akan menenangkan kita dengan sendirinya.

Ketika kita sadar bahwa tak ada yang abadi, maka kita akan lebih bersyukur atas setiap detik yang kita miliki di dunia. So that there’s no regrets. Senang, sedih, cinta, luka, hanya bagian dari kehidupan yang memperkaya jiwa kita. :)
Yogyakarta, 5 Mei 2011

* Ditulis sambil mendengarkan “November Rain” oleh Guns N’ Roses. Terima kasih untuk Mama dan Papa yang sudah mengenalkanku pada musik rock 90-an. Berkat mereka aku menyukai GNR dan beberapa band rock lainnya seperti Queen, Scorpions, dan lain-lain. This song is my lifetime favorite song.


 Kutipan lirik lagu lengkap "November Rain":
When I look into your eyes, I can see a love restrained. But darling, when I hold you, don't you know I feel the same? 'Cause nothing lasts forever, and we both know hearts can change. And it's hard to hold a candle in the cold November rain.

We've been through this such a long long time, just trying to kill the pain. But lovers always come and lovers always go. And no one's really sure who's letting go today. Walking away. If we could take the time to lay it on the line, I could rest my head just knowing that you were mine. All mine.

So if you want to love me, then darling, don't refrain. Or I'll just end up walking in the cold November rain.

Do you need some time...on your own? Do you need some time...all alone? Everybody needs some time... on their own? Don't you know you need some time...all alone?

I know it's hard to keep an open heart, when even friends seem out to harm you. But if you could heal a broken heart, wouldn't time be out to charm you?

Sometimes I need some time...on my own. Sometimes I need some time...all alone. Everybody needs some time... on their own. Don't you know you need some time...all alone?

And when your fears subside, and shadows still remain. I know that you can love me when there's no one left to blame. So never mind the darkness, we still can find a way. 'Cause nothing lasts forever, even cold November rain.

Don't you think that you need somebody? Don't you think that you need someone? Everybody needs somebody. You're not the only one.” –Guns N’ Roses, November Rain

Share:

2 komentar