Tentang Relasi Jarak Jauh: Peringatan Satu Bulan

Monday, July 03, 2017



Hari ini tepat sebulan kita menjalin relasi jarak jauh. Dan aku tetap merindukanmu.
Begitu banyak yang ingin aku sampaikan padamu. Namun begitu sedikit yang terucap dari mulutku setiap kali kita terhubung melalui jaringan telepon. Begitu banyak yang ingin aku katakan padamu. Namun bahkan ketika memulai menulis ini aku merasa bingung harus mulai dari mana. Aku sungguh ingin bertemu. Semoga kau tidak mengingkari janjimu untuk datang minggu depan.
Sesungguhnya aku pun tidak percaya bahwa akhirnya aku melewati satu bulan pertama ini. Tidak bisa dikatakan berhasil, memang, karena aku merasa bahwa dua minggu pertama aku habiskan dengan sangat tidak produktif. Semua mulai berubah sejak kedatanganmu pertengahan bulan lalu. Terima kasih untuk menyuntikkan kehidupan itu padaku. Bicara soal rasa, tentu saja aku masih merasa sedih karena tidak bisa berada dekat denganmu. Namun, yang berbeda mungkin sekarang aku sudah mulai jarang menangis (kecuali ketika menonton adegan sedih dalam film atau serial drama Korea). Sepertinya rasa sedih itu sendiri sudah menjadi bagian dari diri dan jiwaku sehingga merasuk ke alam bawah sadar. Aku selalu sedih sampai-sampai tidak merasakannya, karena terlalu terbiasa. Lagu-lagu dalam playlist “loneliness mixtape” pun sudah tidak mempan lagi untuk membuatku menangis. Mungkin karena sudah kebal.
Seperti halnya sedih, pun demikian dengan rindu. Rindu telah menjadi bagian dari diri dan jiwaku. Aku selalu rindu. Terutama pada malam hari hingga menjelang dini hari.
Kemudian soal rasa takut. Apakah aku masih merasa takut? Ya, tentu saja. Terlebih lagi beberapa hari lalu tiba-tiba dirimu mengajukan pertanyaan yang membuatku cukup terkejut. Atas pertanyaanmu itu, jujur aku tidak tahu harus merasa bagaimana. Namun, dua hal, yaitu takut dan bahagia; keduanya pada saat yang bersamaan, itulah yang ku rasa. Maka dari itu, waktu itu aku meminta waktu untuk memikirkan jawabannya terlebih dahulu. Dan ya, aku telah memberikan jawabannya. Hanya saja, kita masih butuh bertemu untuk membicarakannya.
Satu hal yang ku ingin kau tahu dan kau perlu tahu: sebanyak kau menginginkannya, bahkan mungkin lebih daripada kau menginginkannya, aku pun ingin menikahimu. Jadi, ku mohon, bersabarlah.
Selebihnya, kau pun tahu; aku mencintaimu.

Sleman, 03072017, dalampeluklengangnyakampus

You Might Also Like

0 komentar