Tentang Jarak, Waktu, dan Ruang

Saturday, May 27, 2017



Aku tahu, banyak hal yang kurang kita hargai ketika bersama.
Jarak, salah satunya;
Yang ditempuh seorang jamaat untuk berkencan dengan Tuhannya di rumah ibadah.
Yang dilalui orang tua untuk mencari sesuap nasi demi anaknya tidak kelaparan.
Yang dijalani para pengungsi hedonis untuk mencari kebahagiaan.
Yang kini membentang di antara kita sejauh ratusan kilometer.
Waktu, hal lainnya;
Yang selama ribuan tahun melarutkan zat-zat kehidupan menjadi minyak bumi dan gas alam.
Yang selama ratusan tahun menjatuh-bangunkan berbagai peradaban manusia.
Yang selama puluhan tahun memenjarakan tahanan politik dalam ketidakadilan.
Yang kini serasa membunuh karena tidak kita habiskan berdua.
Ruang, itu juga;
Yang memungkinkan semut-semut untuk berbaris membawa pasokan bahan pangan.
Yang membingkai para musisi panggung dan jalanan untuk menyenandungkan karya.
Yang memberi Sartre dan Beauvoir kesempatan untuk menorehkan buah pemikiran.
Yang kini serasa lapang, namun hampa, tanpa ada hadirnya dirimu di sisi.
Jarak, waktu, dan ruang;
Tiga hal yang kita rengkuh bersama ketika berdua;
Namun tanpa kita sadari menyiakannya begitu saja.
Jarak, waktu, dan ruang;
Tiga hal yang baru kita sadari berarti ketika kita terpisah.
Jarak, waktu, dan ruang;
Tiga hal yang akan lebih kita hargai ketika kita bersama lagi.

Kutunggu kau di sini,
Dalam jarak, waktu, dan ruang yang hanya kita berdua yang rasa.
Yang hanya kita berdua yang punya.
Yang hanya kita berdua yang genggam, bersama.

M.F

You Might Also Like

0 komentar