Yang Tersisa

Sunday, February 26, 2017



Layaknya kapal yang dihempas badai semalam,
Hancur berantakan,
Berserakan,
Dan hanya kegelapan,
Menyelimuti bilik kecil kita dalam kehampaan.

Apa yang sedang kita lakukan, Sayang?
Hanya menumpuk kebencian.
Hanya menimbun amarah.
Tak tahu arah dan tujuan.

Kita sama-sama kehilangan makna.
Kau dan aku limbung dalam kesepian.
Kita sama-sama ditelan durjana.
Kau dan aku termangu di ambang kehancuran.

Hasrat dibakar habis oleh kecewa,
Sementara tiang pancang ego berdiri kokoh di tengah reruntuhannya.
Hati dijerat lebam oleh derita,
Sementara tembok keangkuhan berdiri tegak di tengah goresannya.

Tak ada yang tersisa di sana, Sayang,
Hanya luka yang menunggu ‘tuk jadi ingatan.
Hanya sakit yang mengharap ‘tuk jadi kenangan.
Hanya aku yang tersesat dalam kekosongan.

Tak ada yang tersisa di sana, Sayang.
Tapi benarkah?
Sesungguhnya selalu terselip harap dalam setiap tanya.

M.F

You Might Also Like

0 komentar