Marriage, Not Dating

Friday, October 10, 2014

You need to receive love in order to give love.” (Marriage, Not Dating, 2014)

Now I can see why people pursue non-obsessive love. Not relying on anyone, or expecting anything. They need to survive even if they're left alone.” –Joo Jang Mi (Marriage, Not Dating, 2014)

The reason why I can endure life is because sometimes when things are the worst, the best thing comes.” –Joo Jang Mi (Marriage, Not Dating, 2014)

Actions are hard. But words are easy.” –Gong Gi Tae (Marriage, Not Dating, 2014)

The past is not important, but the present is.” –Gong Gi Tae (Marriage, Not Dating, 2014)

Have you ever realized the worst thing that fairytales ever taught us, especially girls? It’s the paradigm it made about a marriage; that a marriage is where the love story ends; that it’s when everything becomes ‘happily ever after’. Well, at some points perhaps it’s where every love story leads to. Hence, actually a marriage is where the real love of life begins; and it’s not always that ‘happily ever after’. It’s every woman’s dream to get married. Nevertheless, the process until we finally can get to that decision to get married is not that simple. Dating is something, but a marriage is something else. There’s a lot of things to be considered, a lot of things be thought and taken care of. That’s why some people find it difficult and even scary to get married. In a South Korean drama series titled “Marriage, Not Dating”, a man who’s skeptical about marriage meets a woman who hopes high to get married. It’s a story about two scarred and lonely people who are brought together by fate; who are from each other, learning to give out love and to let it come in; who are with each other, falling in love and redefining themselves.

"Marriage, Not Dating" official poster - source: www.asianwiki.com


Kisah ini dimulai pada suatu hari ketika Gong Gi Tae (Yeon Woo Jin), datang ke sebuah kencan buta yang diatur oleh sahabatnya sendiri, Lee Hoon Dong (Heo Jung Min), atas permintaan ibu Gi Tae. Dengan kesiapan usia dan materi yang dimiliki oleh Gi Tae yang berprofesi sebagai dokter ahli bedah kecantikan, ibu Gi Tae selalu mendorongnya untuk segera menikah. Ia bahkan telah berkali-kali mengatur kencan buta dalam rangka menjodohkan Gi Tae, namun selama ini tak pernah berhasil. Di hadapan para wanita yang telah dijodohkan olehnya itu, Gi Tae selalu menunjukkan sikap kurang ajar sehingga para wanita itu berakhir meninggalkannya. Semua itu dilakukan Gi Tae karena ia tidak memiliki keinginan untuk menikah. Ia telah berencana untuk menjadi single seumur hidup. Namun pada malam itu, kencan buta Gi Tae berujung pada sesuatu yang di luar dugaan. Bukan mengenai pasangan kencan Gi Tae –yang tentu saja berakhir meninggalkannya– melainkan karena kekasih Hoon Dong, Joo Jang Mi (Han Groo).
Setelah beberapa bulan menjalin hubungan dengan Lee Hoon Dong, Joo Jang Mi merasa bahwa kini adalah saatnya bagi mereka untuk melanjutkan hubungan ke tingkat yang lebih serius, yaitu pernikahan. Ia mencintai Hoon Dong, dan ia pun yakin bahwa pria itu juga mencintainya. Hubungan mereka pun berjalan dengan baik selama ini, maka Jang Mi –yang secara usia pun telah cukup matang bagi seorang wanita– tidak ingin menunggu lebih lama lagi untuk membicarakan pernikahan dengan Hoon Dong. Malam itu, Jang Mi pun mempersiapkan segalanya. Namun di sisi lain, Hoon Dong yang melihat gelagat Jang Mi ini justru ketakutan. Ia tidak siap untuk berkomitmen. Maka ia pun memanggil sahabatnya, Gong Gi Tae, untuk datang dan mengacaukan segalanya. Sehingga dengan demikian, Hoon Dong dapat ‘kabur’ dari Jang Mi. Insiden inilah yang mengawali masuknya Jang Mi dalam kehidupan Gi Tae, dan sebaliknya. Hoon Dong meninggalkan Jang Mi tanpa penjelasan. Ia mengabaikan segala bentuk komunikasi yang diusahakan oleh Jang Mi, seperti telepon dan pesan. Meskipun tahu bahwa Hoon Dong ingin memutuskan hubungan dengannya, Jang Mi ingin mendengar penjelasan langsung dari pria itu.
Kegigihan Joo Jang Mi dalam hal ini sedikit menyentuh perasaan Gong Gi Tae, yang dalam prosesnya selalu menjadi benteng Lee Hoon Dong sehingga ia melihat sendiri bentuk ketulusan wanita itu terhadap pria yang dicintainya. Hingga pada suatu hari, terjadi kesalahpahaman yang membuat ibu Gi Tae mengira bahwa Jang Mi adalah kekasih Gi Tae yang selama ini membuat pria itu menolak untuk dijodohkan. Melihat hal ini, ibu Gi Tae pun mengancam pria itu, bahwa apabila ia tidak segera membawa Jang Mi untuk dikenalkan pada keluarga mereka, maka sang ibu akan menjual rumah pribadi Gi Tae yang selama ini ditempatinya seorang diri. Selain itu, sang ibu juga berjanji akan berhenti mendesak Gi Tae untuk menikah setelah pria itu mengenalkan Jang Mi pada keluarga mereka. Tak ingin kehilangan rumah serta harapan akan terbebas dari tekanan sang ibu, Gi Tae pun mengejar Jang Mi untuk menjalin kesepakatan dengan wanita itu, bahwa mereka akan berpura-pura menjadi sepasang kekasih di hadapan keluarga Gi Tae.
Sementara itu, Joo Jang Mi memiliki alasannya sendiri dalam menerima tawaran Gong Gi Tae. Ia ingin membalas dendam terhadap Lee Hoon Dong, yang telah mengkhianati cinta tulusnya, bahkan telah menyeret wanita itu ke pengadilan dengan tuduhan sebagai stalker. Alhasil, dimulailah drama yang diciptakan oleh Jang Mi dan Gi Tae yang berperan sebagai sepasang kekasih; drama yang mengubah kehidupan mereka berdua. Hoon Dong menyesali perbuatannya terhadap Jang Mi, namun wanita itu telah rela melepaskannya, bahkan ketika mengetahui Hoon Dong kemudian dekat dengan sahabatnya sendiri, Nam Hyun Hee (Yoon So Hee). Selain Hoon Dong yang menyadari kesalahannya dan berniat kembali pada Jang Mi, satu pria lagi masuk dalam kehidupan wanita itu. Adalah Han Yeo Reum (Jung Jinwoon), seorang waiter di restoran milik Hoon Dong yang bercita-cita sebagai chef. Sama seperti Gi Tae, lelaki itu menjadi saksi ketulusan cinta Jang Mi. Tanpa ia sadari, lelaki yang sehari-harinya adalah seorang womanizer itu pun mulai jatuh hati kepada Jang Mi. Namun peran Jang Mi sebagai kekasih Gi Tae membuat wanita itu menahan diri untuk tidak terlibat terlalu dalam dengan Yeo Reum, meskipun sebenarnya ia juga tertarik pada lelaki itu. Selain itu, Jang Mi mulai merasa nyaman bersama Gi Tae; mengenal pria itu dan seluruh keluarganya, mendalami kisah-kisahnya, menyayanginya.
Seiring kebersamaannya dengan Gong Gi Tae, Joo Jang Mi merasa semakin takut; takut kebohongan mereka akan terbongkar dengan cara yang tidak menyenangkan, yang tentu saja akan menyakiti perasaan keluarga Gi Tae dan keluarganya sendiri; takut akan kehilangan Gi Tae, yang ia sadari telah ia sayangi lebih dari yang semestinya. Ditambah lagi dengan kehadiran Kang Se Ah (Han Sunhwa), mantan tunangan Gi Tae yang tidak sanggup menerima kenyataan bahwa Gi Tae telah menjalin hubungan serius dengan wanita lain. Selain berusaha mendapatkan Gi Tae kembali, Se Ah juga meminta pria itu untuk mendonorkan sperma kepadanya, karena ia ingin memiliki anak dari pria itu tanpa harus menikah dengannya. Kondisi ini membuat tidak hanya Jang Mi, melainkan juga Gi Tae, kelimpungan. Selain itu, Gi Tae mulai merasa nyaman bersama Jang Mi, mengenal wanita itu dan seluruh keluarganya, mendalami kisah-kisahnya, menyayanginya. Saat itu, status hubungan mereka boleh saja palsu, namun Gi Tae dan Jang Mi sama-sama tak bisa membohongi perasaan mereka terhadap satu sama lain, yang terasa begitu nyata adanya.

"Marriage, Not Dating" official photo - source: program.interest.me/tvn


“Marriage, Not Dating” adalah serial drama komedi romantis yang mengudara di stasiun televisi kabel tvN. Serial yang terdiri dari 16 episode ini ditayangkan pada bulan Juli hingga Agustus 2014. Berpusat pada relasi yang terjalin antara Gong Gi Tae, pria yang memandang skeptis lembaga pernikahan, dengan Joo Jang Mi, wanita yang memimpikan untuk menikah dan membangun rumah tangga yang harmonis, serial ini menyajikan kisah perjalanan dua anak manusia, tidak hanya sekadar dalam menemukan makna cinta dan cinta itu sendiri, melainkan juga untuk menemukan jati diri mereka sendiri dalam cinta itu. “Marriage, Not Dating” membungkus dengan apik dan segar sebuah kisah tentang bagaimana manusia menghadapi tiga isu utama dalam kehidupan sosial mereka sehari-hari; relationship issue, family issue, dan marriage issue. Menonton serial ini memberikan beberapa pandangan baru dan menegaskan beberapa pandangan lama mengenai ketiga isu tersebut. And this is what I love the most of this series, it’s not only telling the story in a fun and refreshing way, but also giving perspective about relationship issue, family issue, and especially, of course, the marriage issue.
The relationship issue will be divided into two parts. The first part is the breakup issue, which is well-suited with this month’s theme about broken heart. Episode pertama serial ini berjudul “The Polite Way to Breakup”. Di dalamnya diungkapkan tiga cara; disappearing, saying goodbye through a third party, dan text messaging. Bagi para lelaki, tiga cara itu mungkin saja cukup untuk mengungkapkan bahwa mereka ingin berpisah dengan pacar mereka. Seperti apa yang dilakukan Lee Hoon Dong terhadap Joo Jang Mi. Namun bagi para perempuan, tidak semudah itu, apalagi ketika ia menjalani hubungannya dengan serius dan sepenuh hati. How to breakup in a polite way? For women, it’s to talk to each other while facing each other’s face, saying goodbye while seeing each other’s eyes, and explain the reason –even though it’s just a mere reason– while hearing each other’s voice. That’s the polite way to breakup. Just like what Jang Mi demands from Hoon Dong. Boys maybe don’t understand that kind of thing, but real men do understand it well. Just like what Gong Gi Tae finally realizes after seeing Jang Mi’s efforts to get explanation from Hoon Dong; that a real man doesn’t runaway from a problem, that only a jerk who doesn’t deal with a problem. A breakup is not a pleasant thing, so if it has to be, then make it as polite as possible.
The second part of the relationship issue is the love issue. Love needs two people who willingly comes halfway toward one another in order for a relationship to be worked out. Women are so good at being clingy, while men are so great at ignoring. The relationship won’t work if they keep it up like that. Women have to learn how to step back and relax and give some spaces with trust, while men have to learn how to pay more attention to every detail. Ini adalah salah satu alasan mengapa relasi Gong Gi Tae dan Joo Jang Mi berhasil, sementara tidak dengan pasangan mereka sebelumnya. Mereka telah belajar melalui relasi-relasi mereka sebelumnya, dan ketika bersama satu sama lain, Gi Tae dan Jang Mi semakin memahami betapa relasi hanya akan berhasil ketika kedua belah pihak memiliki tujuan yang sama dan rela mengorbankan ego pribadi demi mencapai tujuan bersama itu. When we love someone sincerely, the sincerity will get through. This is why Gi Tae fell for Jang Mi then. When we love someone sincerely, the sincerity will be felt. This is why Jang Mi fell for Gi Tae then. Love isn’t easy to be said, but when we love someone sincerely, the sincerity will bring courage for us to confess the love, because love isn’t real until it’s being said. This is what bring Gi Tae and Jang Mi together in the end, the courage to speak up the feeling inside.
In eastern countries like South Korea, and Indonesia too, a marriage is not only between a man and a woman, but also between two big families. When you marry a man, you’re not only marrying him, but also his mother and his whole family. Therefore, when we talk about marriage, we can’t leave out the family issue from it. Pandangan seseorang akan pernikahan, baik disadari maupun tidak, dipengaruhi oleh cara pandang seseorang tersebut terhadap kehidupan pernikahan kedua orangtuanya, yang ia saksikan sedari kecil. Mengapa Gong Gi Tae memandang skeptis lembaga pernikahan? Jawabannya dapat ditemukan pada relasi kedua orangtuanya. Sang ayah berselingkuh. Sang ibu mengetahuinya namun ia bungkam, memendam perasaannya, dan bertahan dalam pernikahan demi sang anak. Rasa takut akan menjadi seperti ayahnya, rasa takut akan membuat istrinya kelak menjadi seperti ibunya, Gong Gi Tae takut akan konsep pernikahan itu sendiri. Mengapa Joo Jang Mi begitu ingin segera menikah? Selain fakta bahwa ia telah cukup berumur, jawabannya dapat ditemukan pada masa kecilnya. Pernah mengalami trauma di masa kecil ketika ia ditinggalkan seorang diri di rumah oleh kedua orangtuanya yang tengah bertengkar hebat, ia tumbuh menjadi pribadi yang benci terhadap kesendirian. Lebih dari sekadar kekasih, ia membutuhkan seorang teman hidup, dan itulah hakikat pernikahan. Memiliki seseorang yang dapat ia andalkan dan mengandalkan dirinya, serta keberanian untuk mengambil risiko apapun yang datang kemudian, ia mencintai konsep pernikahan itu sendiri.
The last but not least, is the main issue of this series, the marriage issue. Marriage is a big deal. Being in a serious relationship is something, but getting married is something else. Being married is ‘being naked’. No, I’m not talking about having sex, but about opening up your soul to someone, letting them into your spirit, thoughts, fears, future, hopes, dreams; that is being naked. Menikah adalah soal keberanian untuk mengenali pasangan secara menyeluruh, ketakutan-ketakutannya, mimpi-mimpinya, menjadi ‘telanjang’ bersama di hadapan satu sama lain. Terlebih, soal keberanian untuk tidak hanya memahami pasangan semata, melainkan juga orang-orang terdekat dari pasangan kita, terutama keluarganya, dan orang-orang yang berarti dalam kehidupannya. Ketika mereka pada akhirnya memutuskan untuk benar-benar menikah, Gong Gi Tae dan Joo Jang Mi telah melalui semua proses tersebut. Mereka tidak menunggu keyakinan datang, melainkan mencari dan membangun keyakinan itu, bersama-sama. When we dare to choose to get married, then we must ready to come into someone’s whole world and be a part of it. When we still want to give in even after seeing how cruel and scary that world is, then that’s when we can say that ourselves are ready for that thing called marriage. When we dare to choose to get married, then we must ready for any consequences and risks that we may face in the future. When we still want to be with that person even after knowing how hard and difficult it may be, then that’s whe can be sure that we’re ready to get married.

"Marriage, Not Dating" official photo - source: program.interest.me/tvn


“Marriage, Not Dating” dikenal juga dengan judul “Marriage Over Love”, “Marriage Without Love”, dan “Marriage Without Dating”. Memasang aktor Yeon Woo Jin dan aktris Han Groo sebagai pemeran pasangan tokoh utamanya, serial ini adalah jenis serial yang sanggup membuat para penontonnya menggigit bibir dan menjerit kecil akibat ulah-ulah komikal nan menggemaskan para karakter di dalamnya. Personally, I really love this kind of series. And I have to admit that nowadays tvN is the best when it comes to romance drama. I can’t describe it well with words how adorable and lovable the Gong Gi Tae–Joo Jang Mi couple is. And I love watching how their relationship is built and grown in each episode of this series. I have to mention that I was really surprised when I see Jang Mi’s reaction to Gi Tae’s love confession (she was running away, by the way), and I love how natural that reaction was (because probably I would do exactly the same if I were her). Moreover, I love how Gi Tae reacted toward Jang Mi’s reaction (he ran after her, grabbed her, and told her not to runaway from him anymore) because that’s what every woman exactly wants from a man whom she loves. Beside that very memorable scene, there are a lot more great scenes that are very worth to watch. The story is reflecting our daily life, and that’s the power of this series. Indeed, it’s a highly recommended series.





You’ll get hurt again because of me. You’ll cry again because of me. Why do you make me a fool too? Why must I keep seeing the girl I like getting hurt like that? Foolish girl, I like you!” –Gong Gi Tae (Marriage, Not Dating, 2014)

You can’t and shouldn’t be sure about marriage. Nevertheless, I want to marry you. There’s no such thing as an eternal love. Nevertheless, I want to love you forever.” –Gong Gi Tae (Marriage, Not Dating, 2014)

Joo Jang Mi: “I don’t want to be with you. When I’m with you, I don’t like myself. Even if I was poor, I was never ashamed of myself. But, I feel ashamed around you and I don’t like that.
Gong Gi Tae: “Do you think it’s just you? I feel the same way. I never wavered in my conviction about myself. But you’re making me waver. I hate myself because of you. But, I still want to be with you.
(Marriage, Not Dating, 2014)

You can’t trust any men. Nevertheless, I want to trust you.” –Joo Jang Mi (Marriage, Not Dating, 2014)

Marriage will concern both of our families, not just the two of us. We’ll experience discomfort due to other family issues. Nevertheless, I think marriage is totally worth it, if you and I can spend even a moment together.” –Joo Jang Mi (Marriage, Not Dating, 2014)

You Might Also Like

1 komentar


  1. maintain marriage is important for married couples , because out there to get married due to his own satisfaction . http://is.gd/po1nKn

    ReplyDelete