It's Okay, That's Love

Monday, October 06, 2014

The person that you must understand is yourself.” –Ji Hae Soo (It’s Okay, That’s Love, 2014)

Love between a man and a woman is not a bad thing. It’s a beautiful thing.” –Ji Hae Soo (It’s Okay, That’s Love, 2014)

To lift that thousand years old of darkness, people thought that it would take a thousand years too. But, just like right now, it only takes one moment for the light to shine.” –Jang Jae Yeol (It’s Okay, That’s Love, 2014)

To feel love again, you’ll only need one moment.” –Jang Jae Yeol (It’s Okay, That’s Love, 2014)

Thoughts are not the problem. It’s the action that follows.” –Jang Jae Yeol (It’s Okay, That’s Love, 2014)

Okay, first of all, I would like to apologize because I’m about to make an excuse for you, Readers. I know that I’ve already stated that this October’s theme is ‘broken heart’, which means that every post in this blog for this month will revolve around that theme. But, for this ‘drama series review’ category, seems like it’s hard to cope with the theme. First, because there are not so many drama series with melodrama genre that I haven’t reviewed. Second, because actually I don’t have that many leisure times to spend to look for and to watch certain drama series. In this case, I will keep reviewing the drama series that I’ve already had in line, whether it’s a melodrama or not. That’s why I terribly sorry if the drama series that I review turns out to be unfitted with this month’s theme. Anyway, I will try my best to connect every drama series with the broken heart theme. Once again, I apologize for the inconvenience that I may cause. Happy reading, Readers.
Every person in this world must have some fears in their life. Fears that will affect how they see the world. Every person in this world must have some scars from their past. Scars that will affect how they live the future. Hence, how much those fears and how deep those scars affect them, it depends on how people face it; it could be whether a curse or a bless. For some people, those scars make them close their heart for other people and not easily open it up for anyone else. For some people, those fears make them runaway from harsh reality and make up their own dreamy life. In a South Korean drama series titled “It’s Okay, That’s Love”, two scarred and fearful people are brought together by fate. As they meet and get along, they learn from each other, that even though life is not perfect and full of painful things, they could still see the good and the beauty of it; that thing is called love. And as long as they still have hopes for love, then everything is going to be alright, because it’s love.

"It's Okay, That's Love" official poster - source: www.asianwiki.com


Kisah ini dimulai sekitar satu tahun yang lalu, ketika Jang Jae Yeol (Jo In Sung), seorang penulis novel sekaligus penyiar radio yang terkenal, ditusuk oleh kakak kandungnya sendiri, Jang Jae Beom (Yang Ik Jun), di tengah keramaian pesta. Pada saat itu, Jae Beom yang baru saja keluar dari penjara sebagai terdakwa kasus pembunuhan ayah tiri mereka, dengan segera harus kembali mendekam dalam jeruji besi. Peristiwa itu adalah pertama kalinya Jae Yeol bertemu dengan Han Kang Woo (Do Kyung Soo/D.O), seorang siswa SMA yang merupakan penggemar beratnya. Setelah itu, ia dan Kang Woo berteman baik. Ia bahkan membantu bocah itu yang memiliki impian untuk menjadi seorang penulis novel seperti dirinya. Beberapa bulan kemudian, Jae Yeol menghadiri acara talkshow di sebuah stasiun televisi. Pada acara itulah ia pertama kali bertemu dengan Ji Hae Soo (Gong Hyo Jin), seorang dokter jiwa yang datang menggantikan mentornya, dokter Jo Dong Min (Sung Dong Il), sebagai narasumber dalam acara talkshow tersebut. Selama syuting berlangsung, mereka berdua terlibat debat serius mengenai alam bawah sadar manusia yang dibingkai dalam tayangan media. Debat ini berujung pada perselisihan yang membuat kesan pertama Jae Yeol dan Hae Soo bagi satu sama lain tidak begitu baik.
Setelah acara talkshow selesai, Jang Jae Yeol dan Ji Hae Soo bertemu kembali di sebuah klub secara tidak sengaja. Pada saat itulah Jae Yeol yang secara naluriah mulai tertarik pada Hae Soo, mendekati wanita itu. Seperti yang dapat diduga, Hae Soo menanggapi pria itu dengan dingin. Namun bukan Jae Yeol namanya apabila menyerah begitu saja. Semakin Hae Soo mendorongnya menjauh, justru semakin besar rasa penasaran dan tertarik Jae Yeol terhadap wanita itu. Setelah itu, kejadian tak terduga menimpa mereka berdua. Salah seorang pasien Hae Soo menyerang mereka berdua dan kabur begitu saja. Hae Soo pun tak memiliki pilihan lain selain meminta bantuan Jae Yeol untuk mengejar pasien tersebut. Setelah peristiwa gila itu, Hae Soo menyangka bahwa dirinya tak akan pernah terlibat apapun dengan Jae Yeol lagi. Namun ia salah. Jae Yeol mendapati bahwa karya novel terbarunya diplagiasi oleh mantan kekasihnya, Lee Pul Ip (Yoon Jin Yi). Skandal yang menimpanya pun membuatnya harus mencari tempat tinggal baru. Alhasil, ia harus pindah sementara ke rumah miliknya di Hongdae. Hanya saja, di sana ia tidak dapat tinggal sendiri, karena rumah itu tengah disewa oleh tiga orang, yang salah satunya adalah Hae Soo.
Rupanya selama ini Ji Hae Soo dan dua rekannya menempati rumah sewa yang pemiliknya tak lain tak bukan adalah Jang Jae Yeol. Kedua rekannya itu adalah dokter Jo Dong Min dan seorang pemuda bernama Park Soo Kwang (Lee Kwang Soo). Soo Kwang adalah penderita Tourette syndrome yang tengah menjalani terapi bersama Dong Min. Ia juga bekerja sebagai waiter di sebuah kafe milik kakak Hae Soo, yang gedungnya juga merupakan properti milik Jae Yeol. Meskipun pada awalnya Jae Yeol meminta mereka bertiga untuk menghentikan sewa dan pindah dari rumah itu, pada akhirnya Jae Yeol bersedia tinggal di sana bersama mereka bertiga. Hubungan Jae Yeol dan Hae Soo sempat memburuk pada awalnya, karena Jae Yeol membongkar rahasia perselingkuhan kekasih Hae Soo dengan rekan kerjanya di hadapan semua orang. Jae Yeol pun kemudian mengetahui dari Dong Min bahwa Hae Soo memiliki pengalaman buruk tentang relasi antara pria-wanita sehingga sulit bagi wanita itu untuk membuka hati kepada pria dan menjalin relasi yang serius. Fakta bahwa kekasihnya telah berselingkuh darinya semakin memperburuk kondisi Hae Soo. Merasa bersalah, Jae Yeol melakukan apapun untuk memperbaiki hubungannya dengan Hae Soo.
Seiring kebersamaan mereka, Jang Jae Yeol dan Ji Hae Soo semakin menemukan kenyamanan satu sama lain. Bersama Jae Yeol, perlahan Hae Soo belajar untuk menghilangkan traumanya terhadap kontak fisik dalam relasi antara pria-wanita. Tak jarang pula Jae Yeol memberikan inspirasi padanya dalam menangani beberapa kasus pasiennya. Bersama Hae Soo, perlahan Jae Yeol belajar untuk bersosialisasi dan membuka dirinya bagi orang-orang asing. Ia sanggup berteman dengan Park Soo Kwang, bahkan membantu lelaki itu mendapatkan hati gadis yang dicintainya, Oh So Nyeo (Lee Sung Kyung). Ia juga sanggup menerima keanehan relasi antara Jo Dong Min dan mantan istrinya, dokter Lee Young Jin (Jin Kyung), yang masih berteman akrab dan tidak canggung untuk selalu bertemu dalam beberapa kesempatan. Hari-hari yang dilewatkan Jae Yeol bersama orang-orang baru di sekitarnya itu membuka tidak hanya mata, melainkan juga hati dan perasaannya, mengenai pentingnya menjalin relasi yang baik dengan banyak orang, dan belajar untuk keluar dari kungkungan dunianya sendiri selama ini. Terutama relasinya dengan Hae Soo, yang ternyata mau dan mampu menerima keganjilan dalam kebiasaan hidup Jae Yeol, yaitu menjadikan kamar mandi sebagai tempat tidurnya. Kepada Hae Soo, untuk pertama kali dalam hidupnya, Jae Yeol sangup dan tidak takut untuk membuka segala tabir yang selama ini menyelubunginya. Begitu pula dengan Hae Soo.
Sementara itu, Jo Dong Min mendapatkan sebuah permintaan khusus dari Yang Tae Yong (Tae Hang Ho), sahabat Jang Jae Yeol sekaligus rekan Dong Min yang dulu menjadi perantara sewa rumah mereka. Ia diminta Tae Yong untuk menemui Jang Jae Beom dan memberikan konseling baginya. Penyebab kekhawatiran Tae Yong adalah Jae Beom selalu mengatakan bahwa adiknya lah yang telah membunuh ayah tiri mereka, sehingga dakwaan pembunuhan yang dijatuhkan pada dirinya selama ini adalah salah, serta bahwa sang ibu (Cha Hwa Yeon) telah memberi kesaksian palsu di pengadilan. Maka dari itu, Jae Beom perlu bertemu dengan seorang dokter jiwa karena Tae Yong menduga ia mengalami depresi berat akibat dipenjara selama bertahun-tahun, dan dokter jiwa itu adalah Dong Min. Setelah mencari tahu lebih lanjut, Dong Min mendapati bahwa adik Jae Beom adalah Jae Yeol. Selain itu, ia juga menemukan bahwa ketika kanak-kanak dulu, Jae Yeol mengalami kekerasan fisik oleh ayah tiri dan kakak kandungnya sendiri. Insting dokter jiwa Dong Min pun mengatakan bahwa ada sesuatu yang tidak beres telah terjadi dalam keluarga mereka di masa lalu. Di sisi lain, ada satu hal tentang Jae Yeol yang tak seorang pun tahu, bahkan diri Jae Yeol sendiri, yaitu bahwa sosok Han Kang Woo yang selama ini selalu ia temui dan ia ceritakan pada orang-orang, hanya ada dalam dunia imajinasi Jae Yeol, yang menderita schizophrenia.

"It's Okay, That's Love" official photo - source: www.asianwiki.com


“It’s Okay, That’s Love” adalah serial drama komedi romantis asal Korea Selatan yang terdiri dari 16 episode. Serial ini mengudara di stasiun televisi SBS dan ditayangkan pada bulan Juli hingga September 2014. Serial ini dikenal juga dengan judul “It’s Okay, It’s Love”, “It’s Ok, This is Love”, “It’s Alright, It’s Love”, dan “It’s Alright, That’s Love”. Berpusat pada kehidupan seorang Jang Jae Yeol –penulis novel sekaligus penyiar radio– yang pada suatu hari menemukan dirinya harus tinggal dalam satu rumah bersama dua orang dokter jiwa serta seorang pemuda yang menderita gangguan mental, “It’s Okay, That’s Love” menawarkan hal baru dalam dunia serial drama Korea Selatan dengan menjadikan dunia psikologi sebagai latar belakang cerita. Melalui kisah cinta yang terjadi antara Jang Jae Yeol dan Ji Hae Soo, serial ini menyajikan paket lengkap komedi romantis, melodrama, dan thriller dalam satu menu, yang menghadirkan kisah mengenai perjalanan anak manusia dalam memaknai hidup, menemukan cinta, dan yang terpenting, melawan ketakutan-ketakutan yang hadir dari dalam diri mereka sendiri.
One thing that I love the most from this drama series, besides the unrivaled chemistry between Jang Jae Yeol and Ji Hae Soo characters, is that we can learn so many from it. First thing, and also the main thing, is that love is the only rational thing that human do. This is what I get from this drama series. People always say that love is irrational. Hence, it’s the answer of all irrational things that human do. Therefore, actually love is rational. For people who have a painful past experience like Jang Jae Yeol, love is a safe haven; the only thing that makes him growing strong and moving on. For some people who have a heart-breaking past trauma like Ji Hae Soo, love is a medicine; the only thing that gives her comforts and courages. To love and to be loved, that’s the basic need for human, psychologically, mentally, and emotionally. That’s why, as a human being, we need to make a relationship. And in that relationship to be bonded, there’s got to be love.
Second thing is a relationship thing. Not just an ordinary relationship, but a real-lationship. What does it take from a relationship so that it can be called as real-lationship? From what I get by watching this drama series, I can firmly say that it’s the condition when you and your partner are still loving each other despite any lacking that you both have. Loving each other for the way we are, that’s a real-lationship. So when you finally find people like thiswho love you for the way you are and still love you despite your lackingsstay close and love them back. This is what defines Ji Hae Soo’s relationship with her friends; Jo Dong Min and Park Soo Kwang. So when you finally find a person like this, don’t let him/her go. This is what defines Ji Hae Soo’s relationship with Jang Jae Yeol. Because in the end, it’s not money of fame that can define someone’s wealth in this life, but their relationship with people around them. Money and fame can go to waste, but a relationship can’t. People come and go, but the bond lasts forever.
Third thing is about the thing that lasts forever. Well, people say that there’s nothing lasts forever. It’s true at some points. Hence, it can be wrong. When people are separated, it’s the person that comes and goes. Meanwhile, the memories stay. Though time may bury it, it’s still there. Though it’s still there, the person is moving. Therefore the memories are left behind, while the person is moving forward. Memories are lesson, for a person in order to be able to move on with his/her life. Just like what Jang Jae Yeol said in this drama series, that people have to know the bitter sweet of life in order for them to be mature. Broken heart, painful goodbye, sorrowful separation; they’re just a phase in life, and it will pass. People come and go, but the memories stay. Moments come and go, but the feeling stay; the feeling that we feel during those moments. Yes, they’re lessons of life; lessons that instead of being existed to bring us down, they exist to move us forward. This is the thing that we all should keep in mind.
The last thing is about the power of mind. Human’s mind is the most complicated maze in this world. It can’t be defined and can’t be seen. That’s why I always find every psychological movie or series is interesting. Everything comes from the mind. It’s the thing that drives human’s actions. People can define and see human’s mind from their action, but it’s not 100% accurate. See, like Jang Jae Yeol for example, who have guessed that he has a schizophrenia? Someone looks so fine like him. Nobody guesses. It’s all about mind control. Like what Jang Jae Yeol said in this drama series, that someone’s weakness in a relationship is not because he/she loves more than his/her partner, but because he/she doesn’t have a peace of mind. That’s why we shouldn’t depend our happiness to someone else. Because nobody can make you happy but yourself. And you’re not alone afterall. Believe that. You’re not the only poor thing in this world. You’re not the most miserable one, and you’re not the unhappiest one. Because one’s life doesn’t end when a love ends, but it ends when the hope is gone. As long as the hope is still there, love is there, you only need to find it.

"It's Okay, That's Love" official photo - source: www.asianwiki.com


“It’s Okay, That’s Love” mempertemukan the Queen of romantic comedy, Gong Hyo Jin, dengan the King of romance and now the rising King of comedy, Jo In Sung, sebagai pasangan pemeran tokoh utama. Dilengkapi dengan jajaran pemeran pendukung seperti Sung Dong Il dan Lee Kwang Soo yang tak perlu diragukan lagi kemampuan aktingnya, semakin menambah nuansa segar dan komikal dalam serial drama ini. Selain itu, wajah baru dalam dunia serial, yaitu Do Kyung Soo alias D.O, juga tak kalah dalam memberi warna. Maka lengkaplah sudah “It’s Okay, That’s Love” memiliki daftar pemain yang sempurna. Hal ini berhasil diimbangi dengan jalan cerita yang unik dan menarik. Seperti yang sudah disebut sebelumnya, dunia psikologi menjadi latar utama cerita dalam serial ini, yang merupakan hal baru sekaligus daya tarik utamanya. I’m so in love with this drama series. The script and storyline is just brilliant! It’s the first time I shed tears when I watch a drama series not because I was sad, but because I was touched instead. That’s how far this series could affect you. And believe me, this series is very highly recommended, a must watch drama series of the year! And yes, of course, it’s really worth your time.





Love will give pain, blame, hurt, sadness, despair and misery, but it will also give the strength to overcome those.” –Jang Jae Yeol (It’s Okay, That’s Love, 2014)

People have to know the bitter and sweet things in life to become mature.” –Jang Jae Yeol (It’s Okay, That’s Love, 2014)

Love is either a memory or blessing. One out of the two.” –Jo Dong Min (It’s Okay, That’s Love, 2014)

I’m always strong, vicious, and selfish, but at the very least, I think I can fall for your sake. To me, that’s what love is.” –Ji Hae Soo (It’s Okay, That’s Love, 2014)

When the wind blows, let it comes, stays, and leaves. When a feeling of longing comes, let it comes, stays, and leaves. Pain will come. It will stay and live. It will live then leave. Like this poem, everything will pass.” –Ji Hae Soo (It’s Okay, That’s Love, 2014)

You Might Also Like

0 komentar