The King of High School Life

Friday, September 05, 2014

There’s no such thing as an ally or enemy in this world. It’s just a jungle. Do you think the king of the jungle is a lion or a tiger? No. It’s the last survivor, hyena. Don’t trust anyone, trust your instinct. That’s the answer.” –Lee Hyung Suk (King of High School Life Conduct, 2014)

The end of one-sided love is confession.” –Lee Min Suk (King of High School Life Conduct, 2014)

What’s with the one-sided love? It sucks.” –Lee Min Suk (King of High School Life Conduct, 2014)

I can’t just change my mind like flipping a coin. I shouldn’t. It’s not right.” –Jung Soo Young (King of High School Life Conduct, 2014)

There’s a movie that I like titled Serendipity. Two years ago, I went to a small theater that played that movie and saw him for the first time. Through an unrealistic coincidence, the main characters meet in clandestine manner. I must’ve been still young, for dreaming of such love. Serendipity. Serendipity. It felt like destiny. I thought it was destiny. But I learned today, that I wanted to fool myself to believe that it was destiny. Perhaps, it was an ominous destiny.” –Jung Soo Young (King of High School Life Conduct, 2014)

Life is quite funny, indeed. Sometimes it could take us to a place that we’ve never even imagined before. Sometimes it could bring us to meet people that we’ve never even guessed before. Sometimes, it could force us to become someone that we’ve never even thought before. Life is a surprising roller-coaster, indeed. In just one day, someone’s life could change drastically. This is happening in a South Korean drama series titled “King of High School Life Conduct”, where an 18 years old boy has to take a role as his 28 years old brother to replace him in his workplace. Menjalani hidup dengan satu identitas saja sudah menjadi tantangan besar bagi seseorang, apalagi ketika seseorang harus menjalani hidup dengan dua identitas yang berbeda. Dikemas dalam bingkisan komedi romantis yang menyegarkan, “King of High School Life Conduct” berkisah tentang proses pendewasaan dan penemuan jati diri, serta lebih dari itu, kisah ini menyajikan tentang kasih sayang dalam keluarga dan relasi percintaan.

"King of High School Life Conduct" official poster - source: www.asianwiki.com


Kisah ini berpusat pada kehidupan Lee Min Suk (Seo In Guk), seorang siswa SMA berusia 18 tahun. Ia adalah atlet ice hockey kebanggaan sekolahnya, SMA Poongjin, dan juga merupakan ace dari tim ice hockey SMA Poongjin. Ia menjalani kehidupan biasa dan sederhana sebagai seorang remaja; bermain bersama kedua sahabatnya, Jo Deok Hwan (Kang Ki Young) dan Oh Tae Suk (Lee Tae Hwan), serta dikagumi dan selalu dibuntuti oleh rekan satu sekolahnya, Jung Yoo Ah (Lee Yeol Eum). Kedua orangtua kandung Min Suk telah meninggal dunia, dan ia dibesarkan dan kini tinggal bersama ayah angkatnya, Choi Jang Ho (Oh Kwang Rok), serta kakek angkatnya. Meskipun hidup sederhana, Min Suk adalah remaja yang ceria dan bahagia. Ia begitu santai dalam memandang hidup, meskipun temperamennya yang tinggi terkadang pecah saat pertandingan hoki. Namun pada suatu hari, sebuah kejadian mengubah jalan hidup Min Suk yang santai. Penyebabnya tak lain tak bukan adalah Lee Hyung Suk (Seo In Guk), kakak kandung Min Suk, sekaligus satu-satunya keluarga Min Suk yang tersisa yang memiliki hubungan darah dengannya.
Lee Hyung Suk yang semenjak remaja telah pergi meninggalkan Korea Selatan untuk bersekolah di Jerman, pada suatu hari mengabarkan bahwa dirinya akan kembali ke Korea untuk bekerja di sebuah perusahaan ternama, Comfo. Namun, pada hari ketika Hyung Suk dijadwalkan untuk datang, ia tidak muncul sama sekali. Ia bahkan tidak dapat dihubungi, seolah menghilang dari muka bumi. Tidak hanya keluarganya saja yang dipusingkan dengan menghilangnya Hyung Suk, melainkan juga rekan kerjanya di Comfo, asisten direktur Kim Chang Soo (Jo Han Chul) dan managing director Han Young Seok (Kim Won Hae). Hingga pada suatu malam, Min Suk menerima sebuah telepon misterius dari sang kakak, yang meminta dirinya untuk menyamar sebagai Hyung Suk dan bekerja di Comfo. Meskipun penampilan fisik Min Suk dan Hyung Suk sangat mirip bagaikan anak kembar, Min Suk pada awalnya tidak merasa sanggup untuk memenuhi permintaan sang kakak. Namun pada akhirnya, Min Suk memutuskan untuk datang ke Comfo, sebagai Hyung Suk.
Posisi Lee Hyung Suk di Comfo bukan posisi yang sederhana. Ia adalah direktur dari Retail Team, yang merupakan salah satu posisi tinggi dan berpengaruh di perusahaan tersebut. Didesak oleh keadaan, Kim Chang Soo dan Han Young Seok pun terpaksa menyetujui rencana Hyung Suk untuk memasang Min Suk sebagai Hyung Suk, hanya hingga pria itu kembali ke sana. Kemiripan wajah Min Suk dengan sang kakak rupanya berhasil mengelabui semua orang, termasuk presiden direktur Comfo, Yoo Jae Guk (Han Jin Hee). Alhasil, dimulailah petualangan bocah 18 tahun Min Suk sebagai pria 28 tahun Hyung Suk. Setiap harinya ia harus membagi waktu antara sekolah dan pekerjaan, antara kehidupan seorang Min Suk dan kehidupan seorang Hyung Suk. Selain asisten direktur Kim dan managing director Han, tak ada orang lain yang tahu mengenai rahasia Min Suk, bahkan termasuk keluarganya sendiri. Namun, seiring kedekatan yang Min Suk bangun dengan para rekan kerjanya, semakin besar pula kemungkinan rahasianya terbongkar.
Adalah Jung Soo Young (Lee Ha Na), pegawai sementara di Comfo yang berada dalam Retail Team di bawah komando Lee Min Suk. Kebetulan Soo Young dan Min Suk tinggal di lingkungan yang sama, yang pada suatu hari membuat mereka berdua tak sengaja bertemu, sebelum Min Suk melakukan penyamaran sebagai Lee Hyung Suk. Namun karena pada pertemuan pertama itu Soo Young tengah dalam kondisi mabuk, ia tidak ingat sama sekali dengan Min Suk. Sebaliknya, Min Suk yang mengingat pertemuan itu dengan begitu jelas pun merasa senang mendapati Soo Young ternyata bekerja di kantor yang sama dengannya. Menemukan wajah yang familiar baginya, Min Suk pun kerap mengerjai Soo Young, terutama karena ia tahu wanita itu menyukai Yoo Jin Woo (Lee Soo Hyuk), direktur dari Project Team di Comfo. Pria itu pulalah yang membuat Soo Young minum-minum hingga mabuk pada pertemuan pertamanya dengan Min Suk, yaitu karena cintanya bertepuk sebelah tangan pada Jin Woo. Hingga pada suatu hari, kontrak Soo Young tidak diperpanjang dan ia pun diberhentikan dari pekerjaannya. Hal ini membuat Min Suk marah, karena selain Soo Young diberhentikan tanpa persetujuan darinya yang merupakan atasan Soo Young, ia juga mulai menumbuhkan rasa untuk wanita itu.
Lee Min Suk pun melakukan segala cara, hingga akhirnya Jung Soo Young dipekerjakan kembali sebagai sekretarisnya. Momen ini kemudian membukakan mata Yoo Jin Woo. Ia yang pada mulanya memandang sebelah mata pada Soo Young, kini mulai menaruh perhatian akibat rasa penasarannya. Selain itu, ia mulai merasa curiga dengan kepribadian Min Suk dan mulai menyelidiki tentang Lee Hyung Suk. Di samping itu, Jung Yoo Ah juga terus mencari tahu mengapa Min Suk kerap membolos sekolah. Ia menekan kedua sahabat Min Suk untuk mencari tahu jawabannya. Namun kedua sahabat Min Suk, yang akhirnya tahu fakta dibalik sering menghilangnya Min Suk, menutup mulut mereka dari Yoo Ah. Sementara itu, Min Suk yang menyadari perasaannya bagi Soo Young pun mengungkapkannya pada wanita itu, yang ternyata juga memiliki perasaan bagi Min Suk. Namun Soo Young tak tahu, bahwa Min Suk sebenarnya adalah siswa SMA, yang juga merupakan lelaki yang ditaksir dan digilai oleh adiknya sendiri, Yoo Ah.

"King of High School Life Conduct" official photo - source: www.asianwiki.com


“King of High School Life Conduct” dikenal juga dengan beberapa sebutan judul lainnya, seperti “High School King of Savvy”, “High Schooler King of Life”, or just simply called “King of High School”. Serial drama komedi romantis yang terdiri dari 17 episode ini mengudara di kanal televisi kabel tvN dan ditayangkan pada bulan Juni hingga Agustus 2014. Memasang salah satu aktor favorit tvN, Seo In Guk, sebagai tokoh utama, “King of High School Life Conduct” menyajikan suguhan paket lengkap serial drama, yang mana di dalamnya terdapat unsur drama romantis, komedi, dan melodrama. Lebih dari sekadar kisah cinta antara pria muda dan wanita yang berusia lebih tua darinya, serial ini menghadirkan kisah dengan alur yang lebih kompleks, yang melibatkan keluarga dan profesi diantaranya; tentang proses pendewasaan seorang remaja, tentang proses pembelajaran orang-orang yang telah dianggap dewasa secara umum, tentang penemuan akan jati diri, makna cinta dan kasih sayang, dan tujuan untuk dicapai dalam hidup.
Age doesn’t define maturity. Dari kisah seorang Lee Min Suk –yang masih berusia remaja dan didorong keadaan untuk menjadi ‘dewasa’dan harus berinteraksi dengan orang-orang yang berusia lebih tua darinya– kita dapat melihat gambaran nyata bahwa umur tidak menentukan kedewasaan seseorang. What’s so great about being old? Experiences? Just because you’ve lived longer than anyone who’s younger than you, then you could do anything you like to them? No. A child’s innocence. That’s what old people should really have. No matter how old you are, a person should be as humble as a kid. Itulah mengapa orang bijak berkata, semakin berisi semakin merunduk, seperti padi. Karena pada hakikatnya, semakin tua seseorang, seharusnya ia dapat menjadi semakin dewasa. Dewasa berarti memiliki pemikiran dan tindakan selayaknya orang tua, namun memiliki jiwa selayaknya anak kecil; jiwa yang rendah hati dan polos. Old people must always have the heart of a child. Tuanya usia dapat membawa arogansi, namun kedewasaan membawa kerendahan hati, serta kebijaksanaan. Tua bukan berarti dewasa. Bahkan mereka yang berusia muda pun dapat menjadi lebih dewasa dibandingkan orang-orang yang lebih tua dari mereka.
A child’s success is their parent’s success. A child’s failure is their parent’s failure. Serial ini memberi gambaran betapa asuhan dan didikan orang tua begitu memengaruhi dalam kehidupan seseorang. Pertama, Lee Min Suk. Meskipun tidak dibesarkan oleh kedua orangtua kandungnya, ia diberi kasih sayang melimpah oleh ayah angkat yang sudah menganggapnya seperti anak kandungnya sendiri. Ia mengasuh dan mendidik Min Suk dengan sepenuh hati. Alhasil ia tumbuh menjadi lelaki yang memandang hangat dunia. Kedua, Yoo Jin Woo, yang berkebalikan dengan Min Suk. Meskipun dibesarkan oleh orangtua kandungnya, masa kecilnya penuh dengan trauma ketidakharmonisan kedua orangtuanya. Bahkan sang ayah pun selalu memandang sebelah mata terhadapnya. Alhasil ia tumbuh menjadi pria yang memandang dingin dunia. Bicara dari perspektif seorang anak, menjadi orangtua adalah tanggung jawab besar, yang membutuhkan lebih dari sekadar kesiapan materi semata, melainkan juga kesiapan mental. Karena semua orang bisa menjadi orangtua, namun tidak setiap orang sanggup menjadi orangtua yang baik. Memiliki anak bukan hanya soal membesarkan dan menafkahinya semata, melainkan soal bagaimana mengasuh, mendidik, dan mengenalkan dunia pada mereka.
Love is beyond physical attraction; it’s an emotional bound. Melalui relasi antara Lee Min Suk dan Jung Soo Young yang dihadirkan dalam serial ini, kita dapat melihat bahwa sebuah relasi percintaan yang dibangun atas cinta selayaknya diperkuat dengan ikatan secara batin. Min Suk menyadari perasaannya ketika ia dibutakan oleh rasa cemburu. Soo Young menyadari perasaannya ketika ia dirundung oleh rasa takut kehilangan. Ikatan batin seperti itulah; rasa cemburu dan rasa takut kehilangan. Do you think that physical attraction is love? No. For me, love is comfort. Do you think that fluttering heart is love? Do you think that butterfly in stomach is love? No, that’s a crush. But if inside those fluttering heart and butterfly in stomach there’s comfort; an addictive comfort that makes you keep wanting for more of it, then it’s love. That’s why people say that lovers who last forever aren’t just lovers, but partners and bestfriends. Because as you’re getting old, it’s no longer a lover that you need, it’s someone that can be a partner and a bestfriend instead. Cinta memang berawal dari ketertarikan fisik, namun ikatan emosi lah yang memperkuatnya.
Age doesn’t define love. Ketika Lee Min Suk berkata pada Jung Soo Young bahwa lelaki itu terkadang lupa bahwa usia wanita itu jauh lebih tua darinya, itu adalah hal yang sangat wajar. Begitu juga sebaliknya, ketika Jung Soo Young terkadang sama sekali tak merasa bahwa usia Lee Min Suk jauh lebih muda darinya. Somehow I can relate, that when you fall in love with someone, age doesn’t matter. Yang membuat tidak wajarnya hubungan antara wanita yang lebih tua dan pria yang lebih muda adalah lingkungan masyarakat, karena hal seperti itu jarang ditemukan. But I believe, selama orang mau dan mampu untuk memperjuangkannya, maka tidak ada hal yang mustahil dan tidak wajar di dunia ini. Terkadang orang lain yang tidak merasakannya berkata dengan sinis, “Why don’t you just find someone on your age?” Well, love is not that simple. And so is relationship. A relationship with a certain age gap does work for some people. In this case, Lee Min Suk dan Jung Soo Young memang diciptakan untuk satu sama lain, tak peduli berapapun jarak usia terbentang di antara mereka berdua.

"King of High School Life Conduct" official photo - source: www.asianwiki.com


I truly enjoyed this series as I was watching it. Tanpa konflik berlebihan yang berlarut-larut, dengan porsi komedi romantis yang pas, “King of High School Life Conduct” sangat menghibur. Selain itu, serial ini membuktikan kapasitas Seo In Guk sebagai aktor yang tidak dapat dipandang sebelah mata. Saya dikejutkan kemampuan aktingnya dalam memerankan dua karakter sebagai Lee Min Suk dan Lee Hyung Suk, yang memiliki kepribadian sangat jauh berbeda. Kemampuan akting Seo tersebut membuat penonton sanggup membedakan secara jelas ketika ia menjadi Lee Min Suk dan ketika ia menjadi Lee Hyung Suk. This series has the perfect cast. Baik Lee Ha Na, Lee Soo Hyuk, dan seluruh jajaran pemain lainnya membawakan peran mereka dengan adorable dan pas. Sekali lagi tvN menghasilkan sepaket serial drama yang sangat menarik dan sangat layak untuk tidak dilewatkan. Just watch it and you won’t be sorry, it’s highly recommended!




Things break easily if they’re too stiff.” –Yoo Jae Guk (King of High School Life Conduct, 2014)

I’m really being truthful. So, stop crying over the wrong guy, and come to me. Okay?” –Lee Min Suk (King of High School Life Conduct, 2014)

I might regret after getting married to you. However, no matter what problems I might face, I want to be with you. Whether that’s the right answer or not, I want to go with you until the end. Thank you for holding me back. I couldn’t have realized my true feelings otherwise. So, I’ll do better. Will you marry me?” –Lee Min Suk (King of High School Life Conduct, 2014)

I can see how well he gets along with others at such a young age. I assume he must be a good kid.” –Jung Soo Young’s mother (King of High School Life Conduct, 2014)


Maybe destiny is not something for someone who sits and waits for a chance. A real destiny comes like a gift that is given to me when I look for and dare to choose, then it comes. So I, with someone I dare to choose as my destiny, will do my best loving and living with him.” –Jung Soo Young (King of High School Life Conduct, 2014)

You Might Also Like

0 komentar