Lovers of Music

Wednesday, September 17, 2014

Do you know what it’s like to finish a marathon? Finishing a marathon is like overcoming an obstacle; overcoming an obstacle is like cheating death. Only people who can endure such difficulties, are worthy of a medal.” –Choi Chun Hee (Trot Lovers, 2014)

I don’t know much about music. Therefore I only looked at the audience’s reaction. Everybody was so excited. I was excited too. Isn’t that what singing is about?” –Jo Geun Woo (Trot Lovers, 2014)

You’ve never waited for a person or anything else, right? Try waiting this time, without clinging on. No matter what it is, you’ll get one chance if you wait.” –Jo Hee Chan (Trot Lovers, 2014)

Lyrics and pitch are not that important when singing, the important thing is you must sing it from your heart.” –Jang Joon Hyun (Trot Lovers, 2014)

I’m singing trot to make myself happy. People who are listening to my songs will become happy only if I’m happy.” –Choi Chun Hee (Trot Lovers, 2014)

Music unites people. No matter where they’re coming from, no matter whether they’re men or women, no matter whether they’re young or old. Music is a universal language that can bring people together. It’s a magical thing that can console one’s heart and heal many other hearts. When it’s sad, it can comfort the sadness. When it’s bright, it can light up the happiness. No matter what kind of music it is; whether it’s pop, rock, R n’ B, hip hop, or even trot, it’s a magical thing that ever been invented by human kind. In a South Korean drama series titled “Trot Lovers”, two fated people are brought together by music. Though they live worlds apart before, music has the way to meet them. When life seems so hard for both of them, when even friends seem out to harm them, music is the answer. Through music, they find what they’re always looking for in this life, and things that they’re missing all this time. Moreover, they find love.

"Trot Lovers" official poster - source: www.asianwiki.com


Kisah ini berpusat pada kehidupan dua tokoh utamanya. Si pria adalah Jang Joon Hyun (Ji Hyun Woo), singer-songwriter terkenal yang tengah berada dalam puncak keemasan karirnya di industri musik Korea Selatan. Terkenal dengan julukan ‘the god of music’ karena kejeniusannya dalam menciptakan lagu, Joon Hyun menjadi superstar yang arogan akibat ketenarannya. Si wanita adalah Choi Chun Hee (Jung Eunji), gadis yang berasal dari keluarga sederhana dan sibuk bekerja sambilan demi membantu sang ayah dan menghidupi adik perempuannya yang masih kecil. Ia menghempaskan mimpinya sebagai atlet lari maraton karena pingsan dalam lintasan, dan meskipun mewarisi kemampuan menyanyi dari almarhum sang ibu, tak pernah terbersit dalam pikirannya bahwa ia ingin menjadi penyanyi. Pada suatu hari, jalinan takdir mempertemukan Joon Hyun dan Chun Hee untuk pertama kalinya. Dalam sebuah perlombaan maraton, Chun Hee mendapati Joon Hyun melakukan kecurangan. Ia kemudian mengonfrontasi pria itu, tak peduli pada fakta bahwa ia adalah bintang papan atas.
Relasi Jang Joon Hyun dan Choi Chun Hee dimulai dengan kesan yang negatif terhadap satu sama lain. Hal itu membuat masing-masing berharap untuk tak lagi saling bertemu. Namun takdir berkata lain. Ayah Chun Hee yang dililit hutang melarikan diri dari rumah begitu saja pada suatu hari. Ia menghilang tanpa memberi kabar apapun pada Chun Hee dan adiknya. Toserba milik ayah Chun Hee dan seisinya pun disita. Sementara itu, Joon Hyun telah menandatangani kontrak dengan manajemen artis Shine Star Entertainment, dan memutuskan untuk meninggalkan manajemennya yang lama, Midas Entertainment. Rupanya, CEO Midas Entertainment merasa tidak terima dengan keputusan Joon Hyun, sehingga ia melakukan sebuah skema jahat untuk menjebak pria itu dalam skandal. Skema jahat itu berhasil. Dalam semalam saja, image Joon Hyun hancur berantakan. Bahkan segala fasilitas ditarik darinya, termasuk rumah, mobil, dan kartu kredit. Manajernya pun, Seol Tae Song (Son Ho Jun), harus berhenti bekerja untuknya.
Adalah Park Soo In (Lee Se Young), seorang trainee di Shine Star Entertainment yang juga menjadi alasan utama kepindahan Jang Joon Hyun ke dalam naungan manajemen artis tersebut. Namun, wanita yang begitu dicintai dan dipercaya Joon Hyun itu pun berpaling darinya ketika pria itu jatuh terpuruk. Mengetahui kondisi Joon Hyun, CEO Shine Star Entertainment, Jo Hee Chan (Yoon Joo Sang) menyusun sebuah rencana bagi pria itu; rencana yang tak hanya dapat mengembalikan nama baik pria itu, melainkan juga dapat memberinya beberapa pelajaran penting dalam kehidupan. CEO Jo pun menugaskan anak laki-lakinya, Jo Geun Woo (Shin Sung Rok), untuk menggantikannya sebagai CEO Shine Star Entertainment selama beberapa waktu. Sebelum ia pergi, ia memerintahkan Joon Hyun untuk melatih seorang gadis yang memiliki talenta besar dalam menyanyi, serta untuk menjadikan gadis itu sebagai seorang penyanyi profesional. Apabila ia berhasil, maka ia dapat merilis album lagi. Gadis itu tak lain tak bukan adalah Choi Chun Hee.
Meskipun merasa bingung dengan tugas yang diberikan kepadanya, Jang Joon Hyun tak memiliki pilihan lain selain ‘membuat’ Choi Chun Hee menjadi seorang penyanyi. Di sisi lain, Chun Hee juga memiliki alasannya sendiri mengapa ia akhirnya menerima tawaran Joon Hyun. Terutama karena para rentenir yang datang ke rumahnya untuk menagih hutang ayahnya. Namun tentu saja segalanya tak semudah membalik telapak tangan. Karakter Joon Hyun yang arogan dan egois pun tak dapat berubah hanya dalam satu malam saja. Terlebih lagi, ia menganggap bahwa Chun Hee adalah penyebab kejatuhan karirnya. Ia pun membawa lari uang kontrak Chun Hee untuk bersenang-senang sendiri. Hingga pada suatu hari, ia mendapati fakta bahwa segala hal buruk yang terjadi padanya adalah akibat dari skema jahat yang dirancang oleh CEO Midas Entertainment. Joon Hyun pun kembali pada Chun Hee untuk meminta maaf pada gadis itu. Meskipun tak sepenuhnya memaafkan Joon Hyun, Chun Hee memutuskan untuk sekali lagi menerima tawaran Joon Hyun, dan memanfaatkannya untuk bisa menjadi seorang penyanyi.
Berkat bantuan CEO Jo Geun Woo, yang tentu saja melaksanakan permintaan ayahnya, Choi Chun Hee menjadi seorang trainee di Shine Star Entertainment, dengan Jang Joon Hyun merangkap sebagai produser, manajer, sekaligus trainer-nya. Bakat yang dimiliki Chun Hee rupanya menumbuhkan rasa iri pada diri Park Soo In. Terlebih lagi, Geun Woo menaruh begitu banyak perhatian terhadap gadis itu. Hal ini membuat Soo In cemburu buta, karena ia sebenarnya jatuh hati pada Geun Woo, yang meskipun suka bertindak semaunya sendiri, easy-going, dan free-spirited, ia sangat bertanggungjawab dan bijaksana apabila menyangkut kepentingan artis-artisnya dan pekerjaan. Alhasil, tak hanya sebagai pesaing dalam hal karir, Soo In juga menjadi pesaing Chun Hee dalam hal asmara. Namun, meskipun Geun Woo begitu baik kepadanya, Chun Hee tak dapat memungkiri bahwa perasaannya justru bertumbuh kepada Joon Hyun. Begitu pula dengan Joon Hyun. Hanya saja, mereka berdua terlalu keras hati untuk saling mengakui perasaan kepada satu sama lain. Selain itu, industri hiburan tempat mereka berkecimpung bukanlah lingkungan yang ramah untuk skandal percintaan.

"Trot Lovers" official photo - source: www.kbs.co.kr


“Trot Lovers”, atau yang dikenal juga dengan judul “Lovers of Trot”, “Trot Romance”, dan “Lovers of Music”, adalah serial drama yang terdiri dari 16 episode. Serial komedi romantis ini mengudara pada bulan Juni hingga Agustus 2014 dan ditayangkan oleh stasiun televisi KBS. Meskipun menggunakan formula yang telah banyak ditemukan dalam serial drama Korea Selatan, yaitu komedi romantis yang dibumbui dengan melodrama, “Trot Lovers” mengangkat tema musik yang jarang atau bahkan belum pernah dijadikan fokus dalam serial drama lainnya, yaitu musik trot. Musik trot adalah hasil fusion antara musik tradisional Korea Selatan dan musik pop, yang terkenal dengan ‘cengkok vokal’nya sebagai ciri khas yang membedakan musik ini dengan jenis musik lainnya. Dengan dunia industri musik sebagai latar belakang, “Trot Lovers” tidak hanya menghadirkan kisah cinta semata, melainkan juga kisah tentang perjuangan anak manusia dalam meraih mimpi, menemukan cinta, dan memaknai hidup.
No matter what music that you play, as long as it comes from the heart, it surely will reach other people’s hearts too. Tak ada musik yang buruk, semua hanya soal selera. Musik trot di Korea Selatan terkenal sebagai musik bagi ‘kalangan tua’. Melalui karakter Choi Chun Hee, yang menyukai musik trot terlepas dari usianya yang masih muda, serial ini menunjukkan bahwa jenis musik apapun yang kau mainkan, selama orang-orang senang mendengarkannya, maka itu adalah musik yang bagus. Lagu yang bagus adalah lagu yang sanggup menyentuh emosi para pendengarnya, baik itu sedih maupun senang. Selama musik itu dimainkan dengan hati, selama lagu itu dinyanyikan dengan perasaan, maka pesan dari lagu itu akan tersampaikan, dan itulah yang orang-orang harapkan dari musik. Musik adalah pemersatu. Terlepas dari bahasa apapun yang digunakan, musik adalah bahasa universal. People make music to console their hearts, for healing, and during the process, their music consoles other people too.
For some people, they have to hit the rock bottom first in order to appreciate what they have when they’re on top. Melalui karakter Jang Joon Hyun, serial drama ini menunjukkan betapa kerendahan hati adalah harta yang tak akan sanggup ditukar dengan uang sebanyak apapun. Mereka yang tak pernah merasakan betapa susah dan sulitnya berada di bawah, tak akan pernah memiliki kerendahan hati ketika mereka berada di atas. Kerendahan hati adalah cerminan rasa syukur seseorang atas kehidupan yang ia miliki, terlepas dari miskin atau kayanya seseorang, hendaknya ia harus memiliki kerendahan hati. Karena pada hakikatnya tak ada yang abadi di dunia ini. Segalanya akan berputar. Tak selamanya mereka ada di bawah maupun di atas. Dan dunia selalu penuh kejutan. Mereka tak akan tahu kapan roda itu akan berputar. Bisa saja pelan-pelan, bisa saja secara mendadak. Sometimes someone must hit the rock bottom first in order to appreciate the life. So don’t act like a trash when you’re on top, because who knows that you would be at the bottom sometimes. Life is a rolling wheel anyway.
There’s no one’s happiness that can be build on top of other’s pain. There no one’s success that can be build on top of other’s failure. Serial drama ini menyampaikan bahwa hendaknya seseorang tak menganggap bahwa semesta berjalan hanya mengelilinginya seorang diri saja. Kejatuhan Jang Joon Hyun dari puncak karirnya, kegagalan karir Park Soo In, semua terjadi karena rasa ego dan ambisi yang tak terbendung; merasa bahwa dunia berputar dengan diri mereka sebagai pusat dari segalanya. Menang dan kalah dalam sebuah persaingan itu memang wajar. Namun persaingan yang sehat tak akan menimbulkan malapetaka. Sesungguhnya tak ada kebahagiaan yang bisa dibangun di atas penderitaan orang lain. Tak ada pula kesuksesan yang bisa dibangun di atas kegagalan orang lain. Apapun yang ditanam di dunia ini akan dituai pada akhirnya. Everything you give out to the world will return to you in another form, and the world doesn’t revolve around you only, so take a careful step in every decision that you make.
Once something has been destined to be, the universe will conspire to make it be. Melalui relasi yang ditunjukkan oleh para karakternya, serial ini menyampaikan salah satu hukum alam paling mendasar, yaitu kalau jodoh tak akan ke mana. Jang Joon Hyun dan Choi Chun Hee hidup dalam dua dunia yang berbeda, namun selalu ada jalan, bahkan yang paling tak masuk akal sekalipun, ketika dua orang manusia telah ditakdirkan untuk bersama. Jalinan takdir bisa saja memisahkan mereka sejauh apapun, membuat salah satu atau bahkan keduanya hilang ingatan, namun apabila telah dituliskan bahwa mereka adalah jodoh, maka takdir itu akan selalu mempertemukan mereka kembali. Selain itu, segala perkara yang dihadirkan oleh satu generasi dan tak dapat diselesaikan di generasi tersebut, maka generasi berikutnyalah yang harus mengakhirinya. Alam semesta akan selalu menemukan caranya sendiri untuk menyeimbangkan segala sesuatu. Mungkin jalannya memang tak selalu lurus, mungkin rutenya memang harus berputar-putar terlebih dahulu, namun ujungnya akan selalu sama.

"Trot Lovers" official photo - source: www.kbs.co.kr


“Trot Lovers” merupakan comeback project bagi aktor dan penyanyi Ji Hyun Woo ke layar kaca, setelah selesai menunaikan tugas wajib militernya. Serial ini memasangkan Ji dengan aktris sekaligus penyanyi, salah satu anggota dari girl group A Pink, Jung Eunji. Ji dan Jung berkali-kali menyanyikan lagu secara duet dalam serial drama ini, and I really love their harmony! I was so sad when I found out that the soundtrack album didn’t contain of songs that Ji and Jung sang together in the series. Well I can say that this series had the perfect cast. Menariknya, aktor Shin Sung Rok, yang sebelumnya terkenal berkat peran jahatnya dalam serial “You Who Came From the Star”, berhasil menghidupkan karakter Jo Geun Woo yang jauh bertolak belakang dengan karakter jahat yang sebelumnya ia perankan. He really nailed it! Over all, I love the way the story of this series flowed. It’s all-in-one-package series; comedy, romance, melodrama, it got it all. Indeed, “Trot Lovers” is very entertaining. And of course, it’s recommended.




There shouldn’t be any secrets between lovers.” –Jang Joon Hyun (Trot Lovers, 2014)

Heart is something that can always change.” –Jo Geun Woo (Trot Lovers, 2014)

There’s a different fate for everyone.” –Park Soo In (Trot Lovers, 2014)

Songs really give you strength. I’d like to be a small strength to all of you who’ve had a hard time today.” –Choi Chun Hee (Trot Lovers, 2014)


I realized a very important fact. Congratulating people when they’re happy, comforting those when they’re sad, and the music which makes people people regardless of their ages or gender is trot. I really must be made for trot, and I’m the happiest when I sing trot.” –Choi Chun Hee (Trot Lovers, 2014)

You Might Also Like

0 komentar