Fated Love

Tuesday, September 23, 2014

We can't always win the game of life. But as long as you have that ‘chip’, you will always have hope and the chance, so keep it well.” –Lee Gun (Fated to Love You, 2014)

It's not good for a person to be too nice. Be confident, and don't get intimidated. Be resilient.” –Lee Gun (Fated to Love You, 2014)

Why are people who hurt us so fine? Why are people who are hurt always the ones to be hurt? Why is it driving me crazy?” –Lee Gun (Fated to Love You, 2014)

People who like sweet things, are people who wants to be happy.” –Kim Mi Young (Fated to Love You, 2014)

Kim Mi Young: “The connection between people is really hard to understand.
Lee Gun: “If we met in a good situation, I guess we would call it a destiny.
(Fated to Love You, 2014)

Have you ever wondered, how love starts? For some people who are in relationship now must be reminiscing about those times when you first met your lover and got to know each other. While for some other who have been single for some times, like me, must be pondering a lot about this, because perhaps we have already forgotten what it feels like to fall in love. How does love start? People say that love is like a destiny; it comes when you stop running away; it finds you when you stop searching for it. Well, I personally think that it’s true at some points, but in the end, it’s us who make our own destiny. Love can start from anything, and after that, the decision is in our hands, whether to make it into our destiny and fight for it or just let it passes us by. In a South Korean drama series titled “Fated to Love You”, two people are brought together by destiny, and by some reasons for all means, they choose to make it into their destiny and fight for their love.

"Fated to Love You" official poster - source: www.asianwiki.com


Lee Gun (Jang Hyuk), adalah pewaris utama perusahaan keluarganya, Jang In, yang merupakan salah satu perusahaan terbesar di Korea Selatan. Ia adalah satu-satunya keturunan klan Jeonju Lee yang masih tersisa di generasinya, karena seluruh kaum pria di klan tersebut meninggal dunia pada usia 30-an akibat penyakit Huntington. Kenyataan ini membuat sang nenek yang juga adalah presiden direktur Jang In, mendesak Gun untuk segera menikah sehingga ia dapat meneruskan garis keturunan keluarga mereka. Dengan usia yang telah matang serta kondisi finansial yang sangat mapan, Gun sebenarnya telah siap untuk menikah, tetapi satu hal yang selalu menahannya adalah Kang Se Ra (Wang Ji Won), sahabatnya sejak kecil sekaligus kekasih yang telah ia kencani selama enam tahun. Selama itu, Se Ra tengah fokus pada karirnya sebagai penari balet di New York, Amerika Serikat, sehingga ia selalu menunda untuk melanjutkan hubungannya dengan Gun ke tahap yang lebih serius, yaitu pernikahan. Hingga pada suatu hari, ia memutuskan untuk kembali ke Korea Selatan. Saat itulah, Gun bersiap untuk melamar Se Ra menjadi istrinya.
Adalah Kim Mi Young (Jang Nara), adalah pegawai biasa di sebuah firma hukum di Korea Selatan. Ia berasal dari keluarga sederhana, dengan seorang ibu yang mengelola sebuah rumah makan kecil di pulau Yeowol. Ia juga tidak memiliki riwayat pendidikan yang bagus, bahkan penampilannya pun dapat dikatakan biasa-biasa saja. Namun ia memiliki ketulusan hati yang luar biasa serta lemah terhadap permohonan orang lain. Sampai-sampai ia mendapat julukan sebagai post-it girl –yang berarti keberadaannya dibutuhkan tetapi tidak signifikan– karena ia rela melakukan hal-hal yang diminta seluruh rekan kerjanya, padahal ha-hal itu tidak berhubungan dengan pekerjaan sama sekali, seperti membeli kopi, membuang sampah, dan sebagainya. Pada suatu hari, ia beruntung mendapatkan tiket wisata gratis dari kantornya. Karena tiket itu berlaku untuk dua orang, ia memberanikan diri mengajak rekan kerjanya, Min Byung Chul (Kim Young Hoon). Sahabat Mi Young di kantor, Jeon Ji Yeon (Park Hee Bon), mendukung rencana Mi Young, karena ia tahu bahwa sahabatnya itu belum pernah berkencan.
Kisah ini di berawal di Macau, tempat di mana Lee Gun berencana akan melamar Kang Se Ra, sekaligus tempat di mana Kim Mi Young pergi berwisata berdua dengan Min Byung Chul. Adalah Tuan Park (Jung Eun Pyo) dan Tuan Choi (Im Hyung Joon), dalang di balik segala kisah yang berawal di Macau ini. Tuan Park adalah pemilik perusahaan sabun di pulau yang juga merupakan kampung halaman Mi Young, sedangkan Tuan Choi adalah pegawai Tuan Park yang juga adalah kakak ipar Mi Young. Mereka berdua mencoba menjebak Gun dalam skandal, dalam rangka untuk mencegah pria itu menjual pabrik sabun tempat mereka bekerja. Mereka berdua membuat ramuan yang sanggup membuat peminumnya sangat mabuk dan lupa diri. Singkat cerita, Gun meminum ramuan itu, begitu juga dengan Mi Young, karena ketidaksengajaan. Malam itu, Gun dan Mi Young tidur bersama. Lalu keesokan paginya, mereka berdua saling mendapati apa yang telah terjadi di antara mereka dalam keterkejutan.
Sebelum Macau, Lee Gun dan Kim Mi Young pernah bertemu sebelumnya di sebuah pusat perbelanjaan. Pada waktu itu, Gun sedang membeli cincin untuk melamar Kang Se Ra, sementara Mi Young membeli beberapa permen yang diminta oleh seorang rekan kerjanya. Kembali ke kejadian di Macau, Gun yang terkejut setengah mati mendapati bahwa wanita yang menghabiskan malam dengannya bukanlah Se Ra, kemudian mendengar dari asistennya bahwa Se Ra memutuskan untuk terbang kembali ke New York setelah mendapatkan telepon perihal pekerjaannya di sana. Sekali lagi, setelah lagi-lagi, Gun menemukan dirinya ditinggalkan oleh Se Ra demi karir wanita itu. Di sisi lain, Mi Young menemukan bahwa Min Byung Chul justru menghabiskan malam bersama wanita lain. Ia bahkan menghina Mi Young atas perasaan yang dimiliki wanita itu terhadapnya. Melihat hal ini, timbul rasa simpati pada diri Gun. Ia pun membantu Mi Young untuk me-makeover wanita itu demi membalas dendam terhadap Byung Chul.
Lee Gun dan Kim Mi Young menutup liburan mereka di Macau dengan persahabatan. Mereka pun memutuskan untuk melupakan apa yang terjadi di sana, karena mereka mengira bahwa mereka tak akan pernah saling bertemu lagi. Namun takdir berkata lain. Mi Young hamil. Adalah Daniel Pitt (Choi Jin Hyuk), desainer interior terkenal yang besar di Amerika Serikat dan sedang kembali ke Korea Selatan dalam rangka mencari adik kandung perempuannya yang terpisah darinya ketika mereka masih kecil dulu. Ketika Daniel tengah berada di gereja, ia tak sengaja bertemu Mi Young. Wanita itu mengiranya sebagai pendeta dan melakukan pengakuan dosa; mengatakan pada Daniel bahwa dirinya telah hamil di luar nikah. Sementara itu, dewan direksi perusahaan Jang In memutuskan untuk memanggil Lee Yong (Choi Woo Sik), adik tiri Gun, untuk bersiap-siap menggantikan Gun sebagai suksesor perusahaan apabila lelaki itu tak kunjung menikah dan memiliki keturunan dalam waktu satu tahun ke depan. Hingga pada suatu hari, ketika Gun tengah berkunjung ke pulau Yeowol, ia bertemu dengan Mi Young, dan mengetahui fakta bahwa wanita itu tengah mengandung anaknya. Ibu Mi Young pun meminta Gun untuk bertanggungjawab atas putrinya.

"Fated to Love You" official photo - source: www.asianwiki.com


“Fated to Love You”, yang dikenal juga dengan judul “You are My Destiny”, adalah serial drama komedi romantis yang terdiri dari 20 episode. Serial ini ditayangkan pada bulan Juli hingga September 2014 dan mengudara di stasiun televisi MBC. “Fated to Love You” merupakan adaptasi dari serial drama Taiwan berjudul sama yang ditayangkan pada tahun 2008 dan menuai popularitas serta rating yang tinggi pada waktu itu. Serial ini juga mempertemukan kembali duet aktor Jang Hyuk dan aktris Jang Nara, 12 tahun setelah sebelumnya pernah beradu akting bersama dalam serial drama hits “Successful Story of a Bright Girl” (2002). Berpusat pada karakter Lee Gun dan Kim Mi Young sebagai sentral cerita, “Fated to Love You” adalah serial drama yang mengisahkan perjalanan dua anak manusia dalam menemukan cinta; tentang bagaimana mereka memaknai dan berjuang atas cinta tersebut. Bagaimana cinta dimulai? Setiap orang memiliki kisahnya masing-masing, dan ini adalah kisah Gun dan Mi Young.
Love is priority. Melihat apa yang terjadi pada hubungan Lee Gun dan Kang Se Ra dalam serial drama ini, mungkin ada beberapa orang yang merasa bahwa segala yang terjadi pada Se Ra adalah tidak adil; bahwa ia adalah wanita yang lebih pantas untuk bersama dengan Gun pada akhirnya karena ia telah bersama pria itu sejak awal, tidak seperti Kim Mi Young yang hadir begitu saja dalam kehidupan Gun. Namun kita harus melihat gambaran yang jauh lebih besar di sini. Se Ra memang cinta pertama Gun dan mereka telah saling mengenal sejak kecil. Mereka bahkan berpacaran cukup lama hingga akhirnya Gun memutuskan untuk melamar wanita itu. Tak peduli berapa lama ia harus menunggu Se Ra, Gun rela melakukannya. Namun di sisi lain, Gun bukanlah prioritas bagi Se Ra. Wanita itu memiliki banyak kesempatan sebelumnya, tetapi ia selalu menangguhkan relasinya dengan Gun untuk karirnya. Hingga pada akhirnya, Se Ra menyesali hal tersebut setelah kehilangan Gun. Berkaca dari hal ini, dapat dikatakan bahwa cinta pun adalah impian yang harus diraih; cinta adalah prioritas. Love isn’t something to be put on the waiting-list. It has to be on the top of priority, because true love can’t wait. No, true love doesn’t wait behind, it should walk side by side with all of our other dreams.
Love is strength. Bagi saya pribadi, begitu menyenangkan melihat perkembangan relasi antara Lee Gun dan Kim Mi Young dalam serial drama ini; begitu natural. Sebelum bertemu Gun, Mi Young tidak pernah tahu bahwa ia dapat menjadi lebih kuat dan tegas. Sebelum bertemu Mi Young, Gun tidak pernah tahu bahwa ia dapat menjadi lebih hangat dan sederhana. Mereka berdua saling mengisi kekosongan satu sama lain. Gun memberi kekuatan pada Mi Young untuk menjadi lebih berani dalam menghadapi lingkungannya. Mi Young mengajarkan pada Gun tentang ketulusan dan pengorbanan demi orang lain. Melalui relasi mereka berdua, digambarkan bahwa pada dasarnya cinta itu menguatkan; cinta itu motivasi. Cinta dapat membuat mereka yang merasakannya menjadi pribadi yang lebih baik. Love isn’t something that turns someone into a person that he/she’s not. It brings out the best part of oneself, because true love doesn’t demanding. Yes, instead of demanding, true love triggers us to be a better person each day as we live.
Love is sickness. Kebersamaan memang dapat menguatkan segalanya. Hal itu pula yang melandasi relasi antara Lee Gun dan Kim Mi Young. Memang tidak mudah bagi Gun untuk menyadari dan mengakui bahwa dirinya telah jatuh cinta pada Mi Young, dan proses menuju ke sana begitu menarik untuk diikuti dalam serial drama ini. Kita dapat melihat perjalanan emosi diri seorang Lee Gun dalam prosesnya jatuh cinta kepada sosok Kim Mi Young, wanita yang tak pernah ia sangka sebelumnya akan sanggup ia cintai seperti itu. Ia bahkan sempat menyangka bahwa dirinya mengalami sakit jantung kronis karena jantungnya berdedup begitu kencang setiap kali berada di dekat wanita itu. Dengan caranya yang komikal, serial ini menunjukkan bahwa pada dasarnya cinta itu penyakit. Cinta dapat membuat mereka yang merasakannya mengalami gejala-gejala aneh hingga yang paling tidak masuk akal sekalipun. Love is addictive, but it isn’t something obsessive. Falling in love is self-centered, but being in love isn’t. Just like it takes two to tango, it takes two sick people to be together in love. It’s about take and give; take the sickness and give the medicine, to each other, that’s how love in the relationship works.
Love is fate. Ya, cinta itu takdir. Saya rasa inilah inti dari keseluruhan jalan cerita serial drama ini; bahwa cinta adalah takdir yang menyatukan dua pribadi berbeda dalam satu wadah yang sama, bernama cinta. Mungkin kita semua sudah muak dengan kalimat; ketika dua orang telah ditakdirkan untuk bersama, maka mereka akan bersama bagaimana pun caranya. Namun, semuak apapun kita, kalimat tersebut adalah hukum alam yang tak dapat terbantahkan. Ya, ketika dua orang ingin untuk bersama, maka semua hal dapat diusahakan. Dan ketika mereka memang ditakdirkan untuk bersama, maka alam semesta akan bersatu padu untuk mewujudkannya, seperti yang terjadi pada Lee Gun dan Kim Mi Young. Siapalah mereka bagi satu sama lain sebelum akhirnya mereka bertemu? Bukan siapa-siapa. Namun, setelah mereka bertemu, segalanya berubah. Bahkan ketika mereka mengira bahwa mereka tak akan saling bertemu lagi, jalan hidup tetap mempertemukan mereka. Somehow it makes us remember once again; that when love starts, it could be started from anything, and it’s in our decisions whether to turn it into everything or nothing.

"Fated to Love You" official photo - source: www.asianwiki.com


“Fated to Love You” memiliki jumlah episode yang cukup banyak untuk ukuran serial drama Korea Selatan, namun menontonnya tidak menimbulkan perasaan bosan sama sekali. Chemistry yang dihadirkan oleh pasangan pemeran karakter utama, Jang Hyuk dan Jang Nara, tidak dapat diragukan lagi, adalah salah satu terbaik yang pernah saya temukan. They really look good together and their chemistry is sooo hard to resist! Tim produksi melakukan kerja yang bagus dalam casting serial ini, yang bukan merupakan hal yang mudah sama sekali, mengingat serial ini adalah serial remake sehingga orang-orang pasti akan membanding-bandingkan para pemeran dengan serial aslinya. Namun, “Fated to Love You” dapat keluar dari bayang-bayang serial aslinya dan memberikan nuansa baru, baik dari segi karakterisasi maupun jalan cerita. Overall, it’s a nice to watch drama series and not disappointing in many aspects, and yes, it’s worth your time.




If you look at this post-it, it’s like me. Although it’s needed by everyone. No one really think it’s precious because it’s comfortable and easy to throw away.” –Kim Mi Young (Fated to Love You, 2014)

There’s always someone like this around you. They’re not even part-timers, but they run all errands. They’re busy with their own work, but they can’t refuse others’ requests. Even though no one thanks them, they still listen to everyone’s requests.” –Kim Mi Young (Fated to Love You, 2014)

From now on, you are no longer post-it. You are crazy glue. I’ll show you how great you are. Once you are removed, the body and skin will be hurt even more.” –Lee Gun (Fated to Love You, 2014)

More than that, I know for a fact that I won’t even recognize her if we meet again.” –Daniel Pitt (Fated to Love You, 2014)


While you’re with me, you can lean on me. My shoulders are broader than they appear. They are capable of supporting you.” (Fated to Love You, 2014)

You Might Also Like

0 komentar