When A Man Falls in Love

Thursday, August 28, 2014

Cinderella ruined women everywhere by giving poor girls unfounded hope.” –Seo Mi Do (When A Man Loves, 2013)

We can give hope to people by making it.” –Seo Mi Joon (When A Man Loves, 2013)

That’s how I found out how tormenting it is to have a happy memory, because I can’t go back even if I wanted to.” –Han Tae Sang (When A Man Loves, 2013)

People are wanderers. And what are they looking for? What are exactly they trying hard to find? What are they searching for in this harsh life? Love? Dreams? Most of the time, people differentiate between love and dreams. Sometimes, people make dreams as the reason for them to give up love, and vice versa. People tend to treat those two things as if they’re different things. Sometimes, people don’t realize that love and dreams are actually the same. Most of the time, people just won’t admit the fact that dreams are also a form of love. Dreams are the love itself. The next question is; what is love? Indeed, people are wanderer. They wonder their whole life searching for the meaning of love, looking for the true love itself, when sometimes they don’t even realize, that love is everywhere, in many forms that it could turn to be. A South Korean series titled “When A Man Loves” depicts the journey of a man in his discovery of love; the journey that leads him to find that there’s more to life than he used to know.

"When A Man Loves" official poster - source: www.koreandrama.org


Kisah ini dimulai tujuh tahun yang lalu, ketika Han Tae Sang (Song Seung Hun) dan para anak buahnya menagih hutang pada seorang pemilik toko buku kecil. Tae Sang sewaktu remaja adalah murid yang cerdas dan berprestasi. Namun tragedi yang menimpa keluarganya ketika ia masih bersekolah dulu membuatnya berhenti sekolah sehingga membawanya bekerja untuk mafia dan gangster sekarang ini. Selain itu, tragedi tersebut juga mencerai-beraikan keluarganya sehingga ia kini hidup seorang diri, sembari terus mencari keberadaan ibu dan adik laki-lakinya. Pada hari ketika pemilik toko buku itu tidak berhasil melunasi hutangnya, Tae Sang bertemu dengan Seo Mi Do (Shin Se Kyung), putri sulung dari pemilik toko buku itu. Ia menyaksikan dengan mata kepalanya sendiri bagaimana Mi Do berusaha keras melindungi ayah dan toko bukunya dari tekanan para anak buah Tae Sang. Melihat hal ini, Tae Sang teringat pada masa remajanya dulu. Ia seolah melihat gambaran masa lalunya pada diri Mi Do sekarang ini.
Terbawa dorongan sentimen masa lalu serta simpati terhadap sosok Seo Mi Do, Han Tae Sang memutuskan untuk menolong gadis itu. Ia meringankan bunga hutang ayah Mi Do. Namun hal ini diketahui oleh bos Tae Sang, yang rupanya tidak menyukai cara kerja Tae Sang yang lebih berdasar pada perhitungan bisnis dan ekonomi dibandingkan kekerasan. Tae Sang sendiri tidak berniat untuk selamanya menjadi seorang mafia. Ia telah menyusun rencana untuk mengubah perusahaan ilegal itu menjadi firma bisnis yang legal. Namun lagi-lagi bos Tae Sang tidak setuju dengan rencana tersebut. Ditambah lagi, ia mengetahui bahwa kekasihnya, Baek Seung Joo (Chae Jung Ahn), selama ini tergila-gila pada Tae Sang. Dibutakan rasa amarah dan cemburu, sang bos berusaha untuk membunuh Tae Sang dan melukai Mi Do, yang ia ketahui sebagai gadis yang disukai Tae Sang. Namun Tae Sang berhasil menyelamatkan Mi Do. Dan ketika pria itu akan dibunuh oleh sang bos, anak buah kepercayaannya, Lee Chang Hee (Kim Sung Oh) datang dan menyelamatkannya.
Sang bos terbunuh malam itu di tangan Lee Chang Hee ketika pria itu mencoba menyelamatkan Han Tae Sang. Chang Hee pun harus masuk penjara untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Sebelum itu, ia sempat memberikan titipan uang dari Tae Sang untuk Seo Mi Do untuk membiayai kuliah gadis itu. Ia juga sempat meminta tolong pada Tae Sang untuk merawat adik laki-lakinya, Lee Jae Hee (Yeon Woo Jin). Tae Sang pun mengirim Jae Hee untuk berkuliah di luar negeri. Tujuh tahun pun kemudian berlalu semenjak peristiwa itu. Kini, Tae Sang telah menjadi seorang pengusaha sukses dan memimpin perusahaannya sendiri, The Golden Tree. Jae Hee yang telah menyelesaikan kuliahnya pun akan segera kembali ke Korea Selatan untuk bekerja di perusahaan Tae Sang. Selain itu, Tae Sang masih menjalin hubungan baik dengan Baek Seung Joo, meskipun ia tak akan bisa membalas perasaan wanita itu kepadanya, dan Seung Joo pun tahu betul akan hal itu.
Hubungan baiknya dengan Baek Seung Joo itulah yang justru menuntun Han Tae Sang untuk bertemu kembali dengan Seo Mi Do. Pada suatu hari ketika tengah makan malam bersama, Tae Sang terkejut mendapati bahwa Mi Do kini bekerja sebagai waitress di restoran tersebut. Setelah mencari tahu lebih lanjut, rupanya uang yang dulu diberikan Tae Sang kepada Mi Do habis digunakan untuk biaya perawatan ayah Mi Do. Keluarga mereka pun bangkrut, sehingga Mi Do harus menanggung biaya hidup ayah, ibu, dan adiknya yang masih bersekolah, Seo Mi Joon (Im Jae Bum/JB). Melihat kondisi Mi Do kini, Tae Sang pun memutuskan untuk mempekerjakan gadis itu di The Golden Tree.  Di samping itu, ia pun secara terang-terangan menyatakan bahwa dirinya menyukai Mi Do dan berniat mempersunting gadis itu. Namun Mi Do menolaknya, karena meskipun ia tergoda atas tawaran itu, ia belum memiliki rasa apapun terhadap Tae Sang.
Pada suatu hari, Han Tae Sang mengirim Seo Mi Do ke Guam untuk perjalanan dinas kantor mereka. Di sanalah Mi Do bertemu dengan Lee Jae Hee. Bukan pertemuan pertama memang, karena tujuh tahun yang lalu mereka tinggal di lingkungan yang sama dan pernah bertemu ketika sama-sama menerima sumbangan beras. Mereka, yang sama-sama mengingat pertemuan itu, pun menghabiskan waktu bersama di Guam. Jae Hee jatuh cinta pada Mi Do. Sementara itu, meskipun perasaan Mi Do juga bertumbuh kepada Jae Hee, ia diresahkan dengan kedatangan Tae Sang yang tiba-tiba, tanpa mengetahui fakta bahwa Tae Sang adalah pria yang membantu Jae Hee hingga bisa bersekolah di luar negeri. Ditambah lagi, Baek Seung Joo juga hadir di sana, menambah kerumitan yang ada di antara mereka berempat. Kerumitan itu pun terbawa hingga mereka semua kembali ke Korea Selatan. Jae Hee pun menyadari bahwa Mi Do adalah gadis yang dicintai Tae Sang, dan cintanya kepada gadis itu adalah terlarang. Sementara itu, Mi Do menemukan perasaannya terombang-ambing antara Tae Sang dan Jae Hee, yang keduanya sama-sama sangat berarti baginya. Namun, ia harus memilih.

"When A Man Loves" official photo - source: www.asianwiki.com


“When A Man Loves”, atau yang dikenal juga dengan judul “When A Man Falls in Love”, adalah serial melodrama yang terdiri dari 20 episode. Serial yang ditayangkan oleh stasiun televisi MBC ini mengudara pada bulan April hingga Juni 2013. Dengan dunia bisnis sebagai latar belakang dan nuansa melodrama sebagai latar utama, “When A Man Loves” memusatkan cerita pada karakter utama, Han Tae Sang, seorang pria yang ‘menemukan’ dirinya kembali ketika ia bertemu dengan wanita yang menjadi cinta dalam hidupnya, Seo Mi Do. Kisah ini adalah kisah cinta, dengan segala manis pahitnya, dengan seluruh suka duka yang sanggup dibawanya dalam kehidupan dua anak manusia. Kisah ini adalah tentang cinta, dalam segala bentuknya yang memberi pengaruh pada seluruh aspek kehidupan manusia, yang dapat membawa mereka ke surga atau neraka, atau bahkan keduanya sekaligus dalam waktu bersamaan.
Maaf adalah cinta, dalam wujudnya yang paling indah. Ketika menengok hidup kita ke belakang, terkadang kita bertanya-tanya, apakah kita sudah merasa puas? Merasa bahagiakah kita dengan kehidupan kita kini? Bagi seorang Han Tae Sang, menjadi seorang mafia adalah pilihan yang dipaksakan oleh jalan hidupnya. Namun sepanjang manusia masih bernapas, tak ada kata terlambat untuk berputar dan berbalik arah. Hanya diperlukan satu sentakan hebat untuk memicu perubahan itu. Bagi seorang Han Tae Sang, sentakan itu datang pada hari ia bertemu dengan Seo Mi Do. Dalam diri gadis itu, ia melihat gambaran dirinya sendiri bertahun-tahun yang lalu sebelum ia menjadi mafia. Ketika seseorang menemukan cinta, maka ia menemukan dirinya sendiri. Mencoba menebus kesalahan masa lalu dan masa depan yang dirampas darinya, Han Tae Sang membantu Seo Mi Do. Melalui proses itu, ia pun belajar untuk memaafkan dirinya sendiri. Dengan demikian ia dapat melangkah maju menuju masa depan yang lebih baik. Memaafkan adalah cinta, dalam wujudnya yang paling indah.
Mengalah adalah cinta, dalam bentuknya yang paling perkasa. Menjadi anak pertama dalam sebuah keluarga tidaklah mudah, tak peduli lelaki atau perempuan, baik dalam keluarga kaya maupun miskin. Selalu ada pengorbanan yang harus dibuat oleh seorang anak pertama demi keluarganya. Ia menjadi penyokong utama bagi kedua orang tuanya, sekaligus pelindung bagi adik-adiknya. Seo Mi Do menyerahkan mimpinya demi keluarganya. Lee Chang Hee menyerahkan dirinya demi adiknya. Keluarga adalah bentuk cinta yang pertama manusia kenal sejak mereka dilahirkan. Tanpa cinta dari kedua orangtua, mereka tak akan hadir di dunia ini. Dalam keluarga pula, manusia belajar mengenai cinta dalam bentuknya yang paling perkasa. Para ayah bekerja keras membanting tulang untuk menghidupi keluarganya. Begitu pula dengan para ibu, yang wujud cintanya nyata dalam diri setiap anak manusia di muka bumi ini. Bagi keluarga pula, seseorang dapat menyerahkan segalanya. Penyerahan diri adalah cinta, dalam bentuknya yang paling perkasa.
Obsesi adalah cinta, dalam wujudnya yang paling hina. Cinta membuat manusia menjadi gila. Pada tingkatannya yang paling ekstrim, cinta membuat manusia lupa diri. Atas nama cinta, manusia kerap kali memaksakan kehendaknya. Atas nama cinta, Baek Seung Joo menghalalkan segala cara untuk mendapatkan Han Tae Sang. Atas nama cinta, Lee Jae Hee melakukan segala usaha untuk memiliki Seo Mi Do. Cinta atau obsesi? Kenalilah. Ketika cinta telah mencapai tataran yang paling ekstrim, yaitu obsesi, segala yang seharusnya terasa indah dapat berubah mengerikan. Tak ada lagi pengorbanan yang mulia, tak ada lagi penyerahan diri yang perkasa, yang ada hanya hasrat membara yang mematikan. Destruktif dan membawa luka. Obsesi adalah cinta, dalam wujudnya yang paling mengerikan.
Doa adalah cinta, dalam bentuknya yang paling mulia. Sejauh mana seseorang dapat bertindak dan mengambil risiko demi orang yang ia cintai? Cinta membawa seorang Han Tae Sang ‘menemukan’ dirinya kembali, melalui sosok seorang Seo Mi Do. Cinta membawa seorang Seo Mi Do menjadi pribadi yang jauh lebih baik, melalui sosok seorang Han Tae Sang. Melalui perjalanan dan perjuangan seorang Han Tae Sang, kita menyadari bahwa tak ada yang tak akan dilakukan oleh seorang pria, ketika ia benar-benar tulus mencintai seorang wanita. There’s nothing he wouldn’t do for her, when a man loves a woman. Bahkan ketika wanita itu menginginkan pria itu untuk meninggalkan dirinya pun, ia akan melakukannya. Apapun demi dan untuk wanita itu. Bahkan ketika ia tak dapat berada di sisi wanita yang dicintainya itu pun, ia akan mengirimkan doa untuk wanita itu. Meskipun dalam diam, walaupun dari kejauhan, doa adalah cinta, dalam bentuknya yang paling mulia.

"When A Man Loves" official photo - source: www.asianwiki.com


Selalu mudah memang untuk jatuh cinta pada serial ‘eye-candy’ seperti “When A Man Loves”. Namun serial ini memiliki pesonanya sendiri dalam segi jalan cerita, ditambahkan lagi dengan kemampuan akting para pemainnya yang membuat serial ini lebih dari sekadar pameran ‘eye-candy’. Pada awalnya, perbedaan usia yang terpaut jauh antara aktor Song Seung Hun dan aktris Shin Se Kyung sempat membuat saya merasa pesimis dengan pasangan karakter utama dalam serial ini. Namun setelah tahu bahwa mereka memang memainkan peran sebagai pasangan yang terpaut usia cukup jauh –serta setelah melihat penampilan mereka berdua di beberapa episode awal– perlahan keraguan itu mulai memudar, digantikan dengan desir hangat yang sama yang muncul setiap kali saya melihat ‘a lovable couple’ dalam serial drama. I can’t help but fall in love with Han Tae Sang–Seo Mi Do couple. Secara keseluruhan, “When A Man Loves” sangat menarik untuk diikuti. Tipikal melodrama di mana kedua tokoh utamanya sangat sulit untuk bersama, memang. Namun faktor itu tak mengurangi esensi atraktifitas dari serial ini.



The closer you are, the better you should treat them.” –Lee Chang Hee (When A Man Loves, 2013)

Even if you go and fail there, it’s much better than not going at all.” –Lee Jae Hee (When A Man Loves, 2013)


A friend yesterday could be your enemy today.” –Han Tae Min (When A Man Loves, 2013)

You Might Also Like

0 komentar