The Killer

Friday, August 08, 2014

"Sometimes the truth is revealed later." –Han Sang Hoon (Gap Dong, 2014)

"The saddest truth I learned from this field is that, humans do things that can't be explained sometimes." –Han Sang Hoon (Gap Dong, 2014)

"It's tougher the more you try to avoid it." –Oh Maria (Gap Dong, 2014)

"The world is dangerous place to live, not because of the people who are evil but because of the people who don't do anything about it." –Ha Moo Yeom (Gap Dong, 2014)

"There's no such thing as perfect justice." –Ryu Tae Oh (Gap Dong, 2014)

The world is a dangerous place to live, not because of the evil people, but because of the people who don’t do anything about it. Sepenggal kalimat itu adalah poin yang paling menghantam benak saya ketika menonton serial drama Korea Selatan berjudul “Gap Dong”. Apakah moralitas itu? Apakah kemanusiaan itu? Apakah kedua hal itu berjalan beriringan? Dengan kedok ‘moralitas’, orang-orang menghakimi mereka yang disebut sebagai pembunuh, dengan cara memberikan hukuman mati. Bukankah itu juga pembunuhan? Apapun latar belakangnya, saya percaya bahwa membunuh bukanlah tindakan kemanusiaan. Dunia memiliki caranya sendiri untuk mencapai keseimbangan. Manusia pun pasti membayar atas segala yang dilakukannya, entah dalam bentuk apa. Dalam serial ini, kompleksitas jiwa manusia ditunjukkan melalui sebuah cerita yang apik, tentang detektif yang berkejar-kejaran dengan seorang pembunuh berantai; tentang pencariannya atas kebenaran, perjuangannya atas keadilan, dan penemuannya atas arti kehidupan.

"Gap Dong" official poster - source: wiki.d-addicts.com


Kisah ini bermula pada tahun 1996 di kota Iltan, di mana terjadi pembunuhan berantai terhadap gadis-gadis muda. Ketika penyelidikan polisi seolah menemui jalan buntu, detektif polisi Yang Cheol Gon (Sung Dong Il) menemukan bahwa satu-satunya petunjuk yang ia miliki mengarah pada Ha Il Sik sebagai pelaku utamanya. Meskipun memiliki penyakit mental yang membuatnya tidak dapat memberi kesaksian secara jelas, pada akhirnya Ha Il Sik dinyatakan sebagai tersangka dan dijatuhi hukuman mati. Dengan tertangkapnya Ha Il Sik, demikian kasus itu pun ditutup. Detektif Yang, walaupun ia begitu yakin bahwa Ha Il Sik turut andil dalam pembunuhan berseri itu, ia juga yakin bahwa ada orang lainnya di balik itu semua yang masih berkeliaran di luar sana. Terutama dengan kondisi mentalnya yang kurang sehat, tidak mungkin Ha Il Sik melakukan itu semua seorang diri. Namun pada akhirnya kasus itu ditutup dengan didakwanya Ha Il Sik.
Tujuh belas tahun kemudian, detektif polisi Yang Cheol Gon yang kini bertugas di Seoul, mengajukan kepindahan untuk kembali ke Iltan sebelum ia pensiun. Ia melakukannya karena satu dorongan, yaitu kasus 17 tahun lalu yang masih meninggalkan tanda tanya dalam benaknya. Sementara itu, putra almarhum Ha Il Sik satu-satunya, Ha Moo Yeom (Yoon Sang Hyun) telah beranjak dewasa dan menjadi detektif polisi di Iltan. Ia menjadi detektif karena satu dorongan, bahwa ia percaya bahwa sang ayah tidak bersalah, bahwa sang ayah bukanlah pembunuh yang orang-orang sebut sebagai “Gap Dong”, penjahat yang melakukan pembunuhan berantai 17 tahun yang lalu. Mendapati fakta bahwa Detektif Yang akan segera kembali ke Iltan dan menjadi atasannya, Detektif Ha menjadi resah. Sejak remaja, ia memendam amarah kepada pria itu karena menjadikan sang ayah sebagai kambing hitam atas kasus yang tak terselesaikan itu. Ia menganggap bahwa Detektif Yang lah penyebab kematian sang ayah, sementara itu di mata Detektif Yang, Ha Moo Yeom tak lebih dari sekadar anak pembunuh.
Tepat sebelum kepindahan Detektif Yang ke Iltan, sesuatu yang menghebohkan mengguncang kantor kepolisian Iltan. Di sebuah rumah sakit jiwa di sana, kalimat “I’m the real Gap Dong” tertulis dengan cat merah di dinding kamar mandi. Kejadian ini pun mendorong kepolisian Iltan untuk menyelidiki kembali kasus tersebut, dengan diawali dari rumah sakit jiwa khusus untuk para kriminal itu. Di rumah sakit jiwa itu, Detektif Ha bertemu dengan dokter jiwa Oh Maria (Kim Min Jung), yang langsung menarik perhatiannya sedari awal mereka bertemu, karena wanita itu mengetahui ‘obsesi’ yang dimilikinya terhadap kasus Gap Dong. Adalah Ryu Tae Oh (Lee Joon), pemuda yang merupakan salah seorang pasien di rumah sakit jiwa tersebut. Pemuda jenius yang sekaligus juga psikopat itu memiliki satu rahasia, yaitu bahwa ia mengetahui siapa Gap Dong sesungguhnya. Namun alih-alih melaporkan itu semua ke pihak yang berwajib, Tae Oh justru menganggap bahwa Gap Dong adalah idolanya dan mendewa-dewakan Gap Dong.
Detektif Yang pun tiba di Iltan. Akibat kejadian di rumah sakit jiwa tersebut, ia berkonfrontasi dengan Detektif Ha. Meskipun belum ada petunjuk yang nyata, keduanya sama-sama waspada terhadap kemungkinan bahwa kasus yang sama bisa saja terulang kembali. Beberapa waktu kemudian, Ryu Tae Oh keluar dari rumah sakit jiwa khusus kriminal itu, karena masa tahanan dan perawatannya telah habis. Ia kemudian bekerja sebagai barista di sebuah kafe. Sementara itu, Detektif Ha terluka ketika tengah melakukan penyergapan terhadap seseorang yang ‘lepas kendali’ di tengah keramaian. Dokter Oh yang kebetulan tengah berada di tempat yang sama pun membantu Detektif Ha. Kejadian itu pun membuat Detektif Ha harus masuk rumah sakit dan absen dari pekerjaannya untuk sementara waktu. Namun rupanya ia tak diizinkan untuk beristirahat terlalu lama. Keesokan harinya, seorang wanita ditemukan telah terbunuh, dengan modus operandi yang sama seperti Gap Dong dulu.
Adalah Ma Ji Wool (Kim Ji Won), remaja pembuat webtoon dengan nama pena “Matilda” yang dekat dengan Detektif Ha. Ji Wool menggunakan sosok Detektif Ha sebagai sketsa bagi tokoh utama dalam cerita webtoon-nya. Ketika ia kebetulan bertemu dengan Ryu Tae Oh, lelaki itu pun mengizinkan Ji Wool untuk menggunakan sosoknya sebagai sketsa karakter dalam cerita webtoon-nya. Namun, fakta yang mengejutkan mulai bermunculan karena webtoon yang dibuat oleh Ji Wool memiliki kesamaan dengan pembunuhan yang terjadi. Meskipun dieliminasi dari tim penyelidik karena dianggap memiliki hubungan dengan Gap Dong, Detektif Ha tetap melakukan penyelidikan atas pembunuhan yang meniru modus operandi Gap Dong itu. Ia bekerja sama dengan Dokter Oh, yang menyembunyikan sebuah rahasia besar, yaitu bahwa ketika remaja dulu, ia adalah satu-satunya korban yang selamat dari Gap Dong. Dan kini ia mendedikasikan seluruh hidupnya untuk mencari Gap Dong yang sebenarnya.

"Gap Dong" official photo - source: www.asianwiki.com


“Gap Dong” adalah serial drama action thriller yang terdiri dari 20 episode. Serial ini mengudara di stasiun televisi kabel tvN dan ditayangkan pada bulan April hingga Juni 2014, menggantikan serial “Emergency Couple” yang telah tamat sebelumnya pada slot waktu tayang yang sama. “Gap Dong” berdasarkan kisah nyata tentang pembunuhan berantai yang terjadi di kota Hwaseong, di mana jatuh korban sebanyak sepuluh orang wanita yang dibunuh secara sadis pada tahun 1986 hingga 1991. Kasus tersebut tetap menjadi misteri hingga saat ini karena tidak terpecahkan dan tidak berhasil ditemukan pelakunya. Lebih dari sekadar konflik antara detektif dan kriminal, “Gap Dong” memberikan gambaran kisah bahwa kehidupan ini adalah area abu-abu, dan manusia lah yang menentukan, akan memberi warna apa dalam kehidupan mereka; putih atau hitam. Dan bahwa segala sesuatu tidak selalu seperti yang terlihat. Apa yang dari satu sisi terlihat hitam, bisa saja terlihat putih dari sisi yang lain.
Criminals are the product of the society. Tak ada seorang pun di dunia ini yang terlahir sebagai kriminal. Tidak Ryu Tae Oh, tidak juga Cha Do Hyuk. Tak ada manusia yang terlahir sebagai monster. Dorongan psikis yang ditimbulkan oleh pengaruh kondisi sosial di sekitarnya lah yang mengubah seorang manusia menjadi monster. Dimulai dari lingkungan yang paling dekat dengan mereka, yaitu keluarga, hingga lingkup yang lebih besar, yaitu masyarakat di mana ia tumbuh. Kriminal adalah produk dari masyarakat sosial di sekitarnya. Kondisi itulah yang memberi pengaruh pada setiap pilihan yang manusia ambil, yang pada akhirnya menjadikan mereka monster. Setiap manusia pasti memiliki sisi jahat dalam dirinya, yang dapat dipicu oleh lingkungan di sekitarnya. Dan pada akhirnya pilihan adalah final yang menentukan, apakah sisi jahat itu yang akan menang dan mendominasi atau tidak. Ada pepatah bijak mengatakan, “Bencilah kejahatannya, bukan penjahatnya.” Sejatinya, manusia tidak berubah, melainkan memilih.
No man has no choice. Instead, no man has a choice to not choose. Kehidupan di dunia ini mengharuskan manusia untuk memilih. Memilih untuk menjadi atau tidak menjadi, untuk melakukan atau tidak melakukan. Dengan tragedi yang terjadi di masa remajanya, Ha Moo Yeom bisa saja mengambil jalan sebagai kriminal untuk membalas dendam atas apa yang terjadi pada ayahnya dulu. Namun ia memilih untuk membersihkan nama sang ayah dengan menjadi seorang polisi, meskipun ia telah mendapatkan cap sebagai anak seorang kriminal. Oh Maria bisa saja mengambil jalan sebagai pembunuh untuk membalas dendam atas apa yang terjadi padanya ketika remaja dulu. Namun ia memilih untuk tidak melakukannya. Segala pilihan yang manusia ambil dalam setiap detik kehidupannya akan menuntun mereka pada satu titik waktu ketika mereka merasakan hasil dari pilihan tersebut. Mungkin tidak saat itu juga, mungkin belum secepatnya, tapi waktu akan memberikan jawabannya.
Time might never heal or erase, but it would reveal. Luka dari masa lalu akan selalu ada. Trauma yang ditimbulkan dari luka itu tak akan hilang dengan mudah. Namun waktu adalah entitas abadi yang memiliki kekuatan untuk mengungkapkan segala fakta; fakta yang akan membuat luka itu terobati hingga bahkan sanggup menghilangkan trauma itu secara perlahan. Mungkin tidak sekarang, mungkin tidak secepatnya, tapi kebenaran pasti akan terungkap oleh waktu. Waktu pula yang membuat Oh Maria memahami dan menerima kenyataan pahit yang dialaminya di masa lalu. Mungkin tidak memaafkan dan juga melupakan, tapi setidaknya ia dapat memahami. Begitu juga dengan Ha Moo Yeom. Pada akhirnya, kegigihan seseorang akan membuahkan hasil. Pencarian mereka atas kebenaran, perjuangan mereka untuk keadilan, pada akhirnya waktu akan serta merta membantu mereka untuk mengungkapkan segalanya. Keadilan tak akan punah dari dunia ini, selama masih ada yang peduli.
As long as there are people who still have faith, the peace is not impossible. Sebuah keputusan yang mengagumkan oleh Ma Ji Wool untuk menaruh rasa percaya pada Ryu Tae Oh, seorang yang dianggap monster oleh orang-orang lainnya. Namun itu lebih dari cukup. Rasa percaya yang begitu besar dari satu orang saja sanggup memantik secercah kemanusiaan yang terpendam dalam diri seorang monster. Monster dalam diri manusia dapat bangkit karena tekanan orang-orang di sekitar. Monster akan tetap menjadi monster karena penghakiman orang-orang di sekitar. Orang-orang yang seperti ini, tanpa mereka sadari adalah para monster itu sendiri dengan kedok masyarakat. Tanpa sadar mereka telah menjadi monster yang menciptakan monster dengan ketidakpedulian mereka. Di kehidupan yang keras ini, bukanlah orang-orang jahat yang paling berbahaya, melainkan orang-orang yang tidak memiliki kepedulian atas kejahatan yang terjadi di sekitarnya. Pada akhirnya, yang menghancurkan masyarakat bukanlah anarkisme, melainkan apatisme.

"Gap Dong" official photo - source: www.asianwiki.com


Cerita yang berdasarkan pada kejadian nyata memang selalu menarik perhatian, termasuk serial “Gap Dong” ini. Apalagi, kisah pembunuhan berantai ini merupakan salah satu yang paling terkenal di Korea Selatan karena hingga saat ini kasus tersebut tidak terpecahkan dan belum diketahui siapa pembunuh sebenarnya. Serial ini mengelaborasi kejadian nyata dengan kisah fiksi yang memacu adrenalin. Jajaran aktor dan aktris dalam “Gap Dong” pun berhasil menghidupkan peran mereka dengan sangat baik. Untuk aktor kawakan seperti Yoon Sang Hyun dan Sung Dong Il memang tak perlu diragukan lagi, namun kejutan datang dari Lee Joon, yang berperan sebagai psikopat Ryu Tae Oh. Personil dari boy group MBLAQ ini menunjukkan kemampuan akting yang luar biasa sebagai pemuda yang memiliki gangguan kejiwaan. Meskipun di luar konteks, saya sangat menyukai pasangan Ryu Tae Oh dan Ma Ji Wool. I personally think that Lee Joon and Kim Ji Won looked great together, and they would surely make a great couple. Secara keseluruhan, “Gap Dong” sangat menarik untuk diikuti. Smart and thrilling!



"Sometimes what you see is not the truth." –Cha Do Hyuk (Gap Dong, 2014)

"Sometimes pity can be stronger than love." –Ha Moo Yeom (Gap Dong, 2014)

Liking someone is tough indeed. It's even tougher to trust in someone." –Ryu Tae Oh (Gap Dong, 2014)

Ryu Tae Oh: “How does it feel to like someone?
Ma Ji Wool: “It’s tough, agonizing to death, gloomy as hell. It’s annoying and feels like crap. It’s not worth it.
Ryu Tae Oh: “Why do people do it?
Ma Ji Wool: “It’s not your choice, it’s just happened.
(Gap Dong, 2014)


"Life is full of decisions. And ironically choices aren't a choice, but a must. No one has the freedom to not choose anything. Yeah, we have to make choices, that’s the cross we must bear. But the easier it is to make a hard decision, the less human you are. There are no clear answers in life. It'd be weird to make choices without struggles. See? Depending on your choice, you can be on a smooth freeway or a tiring but nice road like this." –Oh Maria & Ha Moo Yeom (Gap Dong, 2014)

You Might Also Like

0 komentar