Big Man

Monday, August 18, 2014

"There is something else rather than money." –Kim Ji Hyuk (Big Man, 2014)

"Someone who acts kind all of a sudden has usually done wrong." –Kim Ji Hyuk (Big Man, 2014)

"Usually, enemy's enemies become friends." –Moon Myung Ho (Big Man, 2014)

What if you wake up one day and find that your life has changed 180 degrees in just one night? Life is full of surprises, indeed. What you see is not always what it seems. In a blink of an eye, everyone’s life could change. Inilah yang terjadi dalam serial drama Korea Selatan berjudul “Big Man”, di mana seorang pria yatim piatu yang tumbuh besar di sebuah panti asuhan, tiba-tiba mendapati bahwa dirinya adalah anak dari keluarga pengusaha kaya raya. Tidak hanya itu saja, ia bahkan menjadi pewaris dari perusahaan besar milik keluarganya tersebut. Well, living like a dream, right? But, what if one day you wake up and realize that all was just a dream? Life is cruel, indeed. Namun dari kejatuhan lah manusia belajar untuk bangkit kembali. Ketika menyadari bahwa dirinya hanya merupakan alat untuk menjalankan sebuah skema licik, pria itu pun berjuang mencari jalan keluarnya sendiri. Dan dalam perjuangannya, ia menemukan apa makna di balik kehadirannya di dunia, dan apa yang menjadi tujuan hidupnya.

"Big Man" official poster - source: www.asianwiki.com


Adalah Kim Ji Hyuk (Kang Ji Hwan), seorang pria yatim piatu yang tumbuh besar di panti asuhan. Semenjak remaja ia mengikuti Hong Dal Sook (Song Ok Suk) dan membantu pekerjaan wanita itu di rumah makan kecil miliknya. Ia telah menganggap Dal Sook sebagai ibunya sendiri. Tanpa pendidikan yang tinggi, Ji Hyuk kerap kali terlibat dengan para gangster untuk sekadar mendapatkan pekerjaan dan uang. Namun meskipun ia berafiliasi dengan para gangster itu, bimbingan dan kasih sayang Dal Sook membuatnya tumbuh menjadi seorang pria yang jujur dan tulus. Ia tak akan pernah memukul seseorang apabila ia tidak dipukul terlebih dahulu. Ketika dirinya dijebak oleh para gangster dan dituduh membunuh seseorang hingga menjadi buronan polisi, ia bahkan membantu para polisi untuk menangkap pembunuh yang sebenarnya. Seperti itulah diri Ji Hyuk. Ia boleh jadi miskin dan tidak pintar, namun ia adalah pekerja keras yang tulus dan jujur. Ia boleh jadi tumbuh tanpa orang tua kandung dan keluarga, namun ia adalah seorang yang loyal terhadap siapapun mereka yang berbuat baik kepadanya.
Pada suatu hari, jalan takdir membuat Kim Ji Hyuk bersinggungan dengan keluarga Kang, salah satu keluarga pengusaha kaya raya di Korea Selatan. Dan dari sinilah kisah ini dimulai. Adalah Kang Dong Suk (Daniel Choi), pewaris utama perusahaan Hyun Sung milik keluarga Kang. Ia adalah putra pertama dan satu-satunya dari pasangan Kang Sung Wook (Uhm Hyo Seop) dan Choi Yoon Jung (Cha Hwa Yeon). Pada suatu hari, Dong Suk mengalami kecelakaan mobil ketika dalam perjalanan untuk menemui kekasihnya, So Mi Ra (Lee Da Hee). Kecelakaan itu mengakibatkan Dong Suk terluka parah. Kondisinya semakin memburuk dengan penyakit jantung yang dimilikinya sejak kecil. Ia pun jatuh koma dan kemungkinannya untuk selamat sangatlah kecil, kecuali ia memeroleh donor jantung sesegera mungkin, hal yang mustahil dilakukan karena banyaknya antrian penerima donor jantung. Namun tak ada hal yang mustahil bagi keluarga Kang yang superior. Sung Wook pun mengerahkan segala cara untuk menyelamatkan putranya. Ia menugaskan tangan kanan kepercayaannya, manajer Do Sang Ho (Han Sang Jin) untuk mencari seseorang yang memilki persentase kecocokan paling tinggi sebagai donor jantung untuk Dong Suk.
Kecelakaan Kang Dong Suk itu disembunyikan dari dunia luar, untuk mencegah kekacauan yang mungkin timbul di perusahaan Hyun Sung. Tak ada yang mengetahui fakta tersebut selain Kang Sung Wook, Choi Yoon Jung, Do Sang Ho, tim dokter yang merawat Dong Suk, serta beberapa orang kepercayaan Sung Wook. Termasuk dari banyak orang yang tidak mengetahui fakta itu adalah So Mi Ra, kekasih sekaligus sekretaris Dong Suk yang dikencaninya secara diam-diam tanpa ada satu orang lain pun yang mengetahui hubungan mereka. Menghilangnya Dong Suk secara tiba-tiba tentu saja membuat Mi Ra sangat terpukul. Apalagi pria itu tiba-tiba menghilang tanpa kabar ketika mereka tengah berjanji untuk bertemu. Tanpa Mi Ra ketahui, sebenarnya siang itu Dong Suk berniat untuk melamarnya. Sungguh naas tragedi itu memisahkan mereka, dan Mi Ra tertinggal di sana dalam ketidaktahuannya. Bahkan Kang Jin Ah (Jung So Min), adik kandung Dong Suk, pun tidak diberitahu mengenai kondisi kakaknya itu.
Setelah melakukan pencarian dengan bantuan koneksinya di kepolisian, Do Sang Ho akhirnya menemukan seseorang dengan tingkat persentase kecocokan lebih dari 90% sebagai donor jantung untuk Kang Dong Suk. Orang itu tak lain tak bukan adalah Kim Ji Hyuk. Sang Ho kemudian memerintahkan para gangster untuk mencelakai Ji Hyuk dan membuat pria itu koma. Ia juga mendaftarkan Ji Hyuk sebagai anggota keluarga Kang untuk memperlancar proses donor. Namun, setelah dinyatakan brain dead dan akan segera dioperasi untuk diambil jantungnya, bagaikan mukjizat, Ji Hyuk hidup kembali. Kang Sung Wook pun segera mencari cara lain untuk menyelamatkan Dong Suk. Ia juga memerintahkan Sang Ho untuk ‘membereskan’ Ji Hyuk. Namun pada saat itu telah tersebar kabar melalui wartawan dan media massa bahwa keluarga Kang memiliki putra rahasia yang ‘hilang’ dan kini telah kembali, yaitu Ji Hyuk. Pada saat yang sama, So Mi Ra mengetahui kecelakaan yang dialami Dong Suk serta kondisi pria itu sekarang. Ia juga sekaligus menemukan Ji Hyuk ketika Sang Ho memerintahkannya untuk mengawasi pria itu, serta fakta bahwa Ji Hyuk adalah donor jantung bagi Dong Suk.
Tak lama kemudian, Kim Ji Hyuk bangun dari koma, dan mendapati dirinya kini adalah salah seorang pewaris dari perusahaan Hyun Sung. So Mi Ra yang ditugaskan untuk menjaga dan mendampingi Ji Hyuk sengaja tidak memberitahukan fakta yang sebenarnya pada pria itu. Alhasil, masuklah Ji Hyuk dalam sebuah skema besar yang dirancang oleh Kang Sung Wook bagi keluarga dan juga perusahaannya. Ia dan Choi Yoon Jung pun bersandiwara sebagai orang tua kandung Ji Hyuk yang kehilangan pria itu ketika ia kecil dulu, sehingga membuatnya harus tumbuh besar sebagai yatim piatu di panti asuhan. Tidak percaya begitu saja sepenuhnya pada keluarga Kang, Ji Hyuk pun berusaha mencari tahu kebenaran dengan segala kemampuannya. Sementara itu, Kang Dong Suk yang masih dalam kondisi koma pun memeroleh donor jantung dari Cina dan segera diterbangkan ke sana untuk menjalani operasi. Dan ketika ia akhirnya kembali, segalanya tak lagi sama. Termasuk kekasihnya, yang mulai menaruh hati pada pria lain, yaitu Ji Hyuk.

"Big Man" official photo - source: www.asianwiki.com


“Big Man” adalah serial drama suspense melodrama yang mengudara di stasiun televisi KBS. Serial yang terdiri dari 16 episode ini ditayangkan pada bulan April hingga Juni 2014, sebagai pengganti atas serial “Beyond the Clouds” yang sebelumnya mengisi slot waktu tayang yang sama. Dengan dunia bisnis sebagai latar belakangnya, “Big Man” berangkat dari kisah klasik antara si miskin dan si kaya, dengan segala konflik dan perkara di antaranya. Bukan semata kisah cinta terlarang antara si miskin dan si kaya yang sudah kerap dipotret dalam berbagai serial drama Korea Selatan, “Big Man” berfokus pada konflik seputar keluarga dan integritas personal seseorang, bahwasanya terlepas dari seseorang itu kaya atau miskin, harta dan kekuasaan dapat mengubah dunia mereka menjadi neraka atau surga. Tentang seorang pria yang kehidupannya berubah 180 derajat dalam waktu satu malam. Tentang orang-orang yang berada pada titik krusial kehidupan mereka, untuk menjatuhkan pilihan ke mana hidup mereka akan berlabuh selanjutnya.
Orang tua merusak anak-anak mereka. Dan hal itu tak dapat terhindarkan. Saya teringat pernah membaca beberapa kalimat dalam novel karya Mitch Albom berjudul “The Five People You Meet in Heaven”. Bunyi kalimatnya seperti ini: “All parents damage their children. It cannot be helped. Youth, like pristine glass, absorbs the springs of its handlers. Some parents smudge, others crack, a few shatter childhoods completely into jagged little pieces, beyond repair.” Kutipan tersebut melintas di benak saya ketika menonton beberapa adegan dalam “Big Man”. Orang tua merusak anak-anak mereka. Dalam kasus Kim Ji Hyuk, mereka melakukannya dengan penelantaran. Seorang Kim Ji Hyuk bahkan tidak diberi kesempatan sama sekali untuk mengenal orang tua kandungnya. Orang tua merusak anak-anak mereka. Dalam kasus Kang Dong Suk, mereka melakukannya dengan pemanjaan dan perlindungan berlebih. Dalam kasus Kang Jin Ah, mereka melakukannya dengan pengabaian. Hal-hal yang tak terhindarkan. Orang tua ‘membentuk’ anak-anak mereka, dan meskipun tanpa disadari, telah merusak mereka dalam prosesnya.
Tuhan dapat mengambil orang-orang yang kita sayangi begitu saja. Di setiap hari dan jamnya. Pada setiap menit dan detiknya. Kapan saja, di mana saja. Bahkan dalam saat-saat yang paling krusial sekalipun. Siapa yang menyangka bahwa Kang Dong Suk akan mengalami kecelakaan mobil, justru ketika ia tengah dalam perjalanan untuk melamar kekasihnya, So Mi Ra? Hendaknya manusia hidup dengan mensyukuri bahwa kita masih dapat menghabiskan waktu bersama orang-orang yang kita sayangi, selagi mereka masih ada. Just as simple as saying, “Thank you for being alive.” That’s more than enough. Sederhana memang. Namun hal sesederhana apapun yang kita lakukan akan menjadi sangat berarti bagi mereka yang sayang dan peduli terhadap kita. Kebanyakan orang memang baru bisa memahami betul rasa syukur yang sebenarnya ketika mereka telah merasakan kehilangan. Namun sebelum itu semua terjadi, bersyukurlah, berterima kasihlah, karena setidaknya tak ada sesal yang diakibatkan oleh sebersit ucapan syukur.
Ketika sesuatu telah ditakdirkan untuk menjadi milik seseorang, maka tak akan selamanya itu menjadi milik orang lain pada akhirnya. Apa yang dilakukan oleh So Mi Ra bukanlah pengkhianatan, melainkan ia memilih. Segala usaha apapun yang ia telah lakukan, pada akhirnya ia memang tidak berjodoh dengan Kang Dong Suk. Alih-alih, seluruh jalinan takdir menuntunnya pada sosok Kim Ji Hyuk. Kebanyakan orang sering memilih seseorang yang memiliki karakter yang jauh berbeda dengan mereka. Mereka menemukan hal itu menarik. Seperti yang terjadi pada So Mi Ra ketika ia jatuh cinta pada Kang Dong Suk, yang memiliki segala sesuatu yang tak ia miliki. Namun tanpa kebanyakan orang sadari, pada akhirnya mereka akan lebih memilih untuk bersama dengan seseorang yang memiliki kemiripan karakter dengan mereka. Begitu pula dengan So Mi Ra. Ia seolah menemukan versi diri sendirinya yang lain dalam diri Kim Ji Hyuk. Meski ada sedikit perbedaan, banyaknya kesamaan itulah yang menjadi sumber chemistry bagi sepasang manusia. Rasa kebersamaan, rasa saling memahami, rasa saling melengkapi.
Harta dan kesuksesan bagaikan pisau bermata dua. Kita dapat memandangnya sebagai monster raksasa atau istana indah. Ia dapat membawa kita ke neraka atau surga, semua tergantung pada pilihan yang kita ambil. Kim Ji Hyuk melihatnya sebagai monster raksasa, yang apabila ia salah dalam menghadapinya, akan menelannya hidup-hidup, menghancurkannya, dan membuatnya tiada. So Mi Ra memandangnya sebagai istana megah, yang selalu ia impikan dan menjadi tujuan dari setiap tindakannya saat ini, memuaskan sekaligus melenakannya sejenak, namun tak pernah benar-benar menjadi miliknya. Indeed, life is full of schemes and lies. And the choice is in our hands, whether to be dissolved in it or get out of it. Pada akhirnya mereka sadar, ada yang jauh lebih berharga dalam hidup ini dibanding harta dan kekuasaan, terlepas dari bagaimanapun mereka memandangnya. Karena ketika mereka berhasil mencapainya, ia bukanlah monster mengerikan ataupun istana yang mewah, melainkan hanya materi yang pada akhirnya akan habis dilekang waktu.

"Big Man" official photo - source: www.asianwiki.com


“Big Man” menawarkan sebuah campuran genre yang tergolong baru dalam dunia serial di Korea Selatan. Berbasis pada melodrama sebagai pijakan utama, serial ini justru memasang aktor Kang Ji Hwan sebagai tokoh utamanya. Padahal, seperti yang kita tahu, Kang adalah aktor yang terkenal lewat peran-perannya sebagai karakter yang komikal. Namun selain dia, mungkin tak ada aktor lain yang sanggup menghidupkan peran Kim Ji Hyuk dengan begitu sempurna. Ia adalah tokoh utama sekaligus mood-booster dalam serial ini. Serius sekaligus lucu, sangat memikat. Kejutan datang dari aktris Lee Da Hee, yang mana karakter So Mi Ra merupakan peran pertamanya sebagai tokoh utama dalam sebuah serial. She could pull the character very well. Begitu juga dengan aktris Jung So Min yang sanggup membawakan karakter Kang Jin Ah dengan brilian. Serial ini memang bukan pertama kalinya aktor Daniel Choi memainkan peran antagonis, but I’m always surprised by his evil appearance, even though I prefer he playing the romantic and comical character like he used to be. Overall, “Big Man” is quite interesting. It’s nice to watch during your spare time.





"For someone who used to get beaten up, one punch doesn't even hurt. But for the person who always attacks, one punch can really hurt." –Kim Ji Hyuk (Big Man, 2014)

For him, I can give up everything. Everything that I have. All of it, with no regrets.” –Kang Jin Ah (Big Man, 2014)


If you let this chance passes by, you might regret it for the rest of your life.” –So Hye Ra (Big Man, 2014)

You Might Also Like

0 komentar