Bewitched in Romance

Monday, July 21, 2014

What is a woman’s biggest fear? Getting fat? Run out of money? Being jobless? Nope. It’s dying old and alone. Woman is as simple as that. We’re not as that complicated as most of men think we are. A warm heart, that’s a woman’s biggest need. Everything else is just substitution. Love, it’s a must for a woman. Everything else is just a bonus. Women’s heads are ruled by their hearts, and people say that it’s their sole weakness, but I darely say that it’s their biggest strength. Because I believe that it will lead them closer to the address of happiness. In a South Korean drama series titled “Witch’s Romance”, a woman in her late 30s who’s seemingly perfect with her great career, yet she has been single for years because of her painful past relationship, finds herself being dragged out of her comfort zone to back into reality that she has to get married. Before that, she must find the Mr. Right first, while she feels that she enjoys her single life and feels skeptical about love life. Nevertheless, soon she will realize that there’s no such thing as ‘too late’ for love.

"Witch's Romance" official poster - source: www.asianwiki.com


Ban Ji Yeon (Uhm Jung Hwa) adalah seorang reporter senior di sebuah majalah gosip dan hiburan, Trouble Maker Magazine. Di usianya yang menginjak 39 tahun, ia telah menjadi team leader dari salah satu tim reporter di redaksi majalah tersebut. Akibat sikapnya yang tegas dan pantang menyerah dalam melakukan investigasi, ia mendapat julukan sebagai ‘penyihir’ di dunia jurnalistik. Dedikasinya bagi pekerjaan tak perlu diragukan lagi. Ditambah lagi, statusnya sebagai wanita lajang membuat Ji Yeon fokus sepenuhnya terhadap karir. Bagi kebanyakan rekan kerjanya, hal ini menjadi sesuatu yang menyebalkan karena mereka harus mengikuti ritme kerja Ji Yeon. Hal ini bukan tanpa alasan, karena di balik kesuksesannya, Ji Yeon menyimpan luka masa lalu yang berusaha ia kubur dalam-dalam. Hingga pada suatu hari, rekan-rekan kerjanya memutuskan untuk mengerjai Ji Yeon, dengan cara menyewa seorang pria untuk merayunya. Namun siapa yang menyangka, bahwa trik jahil itu justru menuntun Ji Yeon untuk menemukan belahan jiwanya?
Adalah Yoon Dong Ha (Park Seo Joon), seorang pemuda berusia 25 tahun yang bersama sahabatnya, Yong Soo Chul (Yoon Hyun Min), mendirikan sebuah usaha yang bergerak di bidang jasa bernama Master of Part-Time Jobs. Mereka menawarkan jasa pekerjaan sambilan, dalam bentuk apapun, untuk jangka waktu berapa lamapun. Ketika tengah melakukan pekerjaannya, Dong Ha bertemu dengan Ban Ji Yeon yang sedang dalam misi investigasinya. Pertemuan pertama ini dapat dikatakan memberi kesan yang kurang baik terhadap satu sama lain, karena Ji Yeon ‘meminjam tanpa izin’ sepeda yang merupakan properti Dong Ha untuk melakukan pengejaran. Namun rupanya takdir mereka tidak hanya sampai di situ saja. Pria yang disewa oleh rekan-rekan Ji Yeon untuk mengerjai wanita itu tidak lain tidak bukan adalah Soo Chul, sahabat Dong Ha. Mengetahui bahwa Ji Yeon akan merasa sangat dipermalukan, entah mengapa hati Dong Ha terdorong untuk menolong wanita itu. Alhasil, malam itu Dong Ha menyelamatkan ‘wajah’ Ji Yeon di hadapan rekan-rekan kerjanya dan orang-orang lainnya.
Apabila Ban Ji Yeon dan Yoon Dong Ha berpikir bahwa takdir mereka hanya berhenti sampai pada malam itu saja, maka mereka salah besar. Ketika Dong Ha sedang melakukan pekerjaan di rumah seorang peramal, Ji Yeon dan ibunya juga sedang berkunjung ke sana untuk melihat peruntungan jodoh Ji Yeon. Ketika pergi dari sana, telepon genggam mereka tertukar secara tidak sengaja, dan dari situ mereka tahu bahwa ternyata mereka bertetangga. Namun yang benar-benar mendekatkan mereka berdua pada akhirnya adalah reportase atas kasus yang sedang dikerjakan oleh Ji Yeon. Kasus ini melibatkan aktor papan atas yang akan segera terjun ke dunia politik, Kim Jeong Do (Jeon No Min), yang memiliki skandal pernikahan. Kasus ini rupanya membahayakan Ji Yeon, karena Jeong Do tak segan untuk menyakiti wanita itu apabila Ji Yeon tetap bersikukuh untuk memublikasikan berita tentang skandalnya. Pemimpin redaksi Trouble Maker Magazine, Kwon Hyun Sub (Joo Jin Mo) pun tidak ingin pegawai kesayangannya terluka, maka ia menyewa jasa Dong Ha sebagai asisten pribadi Ji Yeon selama tiga bulan penuh.
Pada suatu hari, sebuah tragedi menimpa Ban Ji Yeon. Ia diserang oleh orang suruhan Kim Jeong Do, yang mengakibatkannya terluka dan rumahnya porak poranda. Sebelum terlambat, Yoon Dong Ha sempat menyelamatkan Ji Yeon dan membawa wanita itu ke rumah sakit. Alhasil, Ji Yeon untuk sementara waktu mengungsi di rumah seberang yang ditinggali oleh Dong Ha dan Yong Soo Chul. Bertemu setiap hari di rumah dan di kantor membuat Ji Yeon dan Dong Ha semakin dekat. Perlahan tapi pasti, mereka mulai saling mengenal satu sama lain dengan lebih dalam. Dong Ha mengetahui bahwa Ji Yeon selama ini menutup hatinya bagi pria manapun karena pernah ditinggalkan oleh tunangannya, yang tidak pernah muncul di hari pernikahan mereka enam tahun yang lalu. Ji Yeon pun mengetahui bahwa Dong Ha sebenarnya adalah mahasiswa kedokteran yang absen dari kuliah semenjak kekasihnya meninggal dunia tiga tahun yang lalu.
Tak dapat dipungkiri, Ban Ji Yeon dan Yoon Dong Ha mulai menaruh rasa yang lebih untuk satu sama lain, terlepas dari jarak usia mereka yang terpaut 14 tahun. Ketika mereka meragukan rasa yang saling mereka miliki untuk satu sama lain, tanpa mereka duga, kehadiran orang-orang di sekitar justru membantu mereka untuk menyadarinya. Mulai dari Soo Chul, hingga sahabat Ji Yeon, Baek Na Rae (Ra Mi Ran) dan suaminya, Kang Min Goo (Lee Se Chang). Bahkan kehadiran Jung Eun Chae (Jung Yeon Joo), adik dari almarhum kekasih Dong Ha, juga membuat Ji Yeon menyadari bahwa sedari awal ia selalu melihat Dong Ha sebagai seorang ‘pria’, meskipun laki-laki itu 14 tahun lebih muda darinya. Namun justru ketika Dong Ha telah memantapkan hatinya untuk Ji Yeon, seseorang dari masa lalu Ji Yeon datang kembali. Adalah No Shi Hoon (Han Jae Suk), mantan tunangan Ji Yeon, muncul kembali di hadapan wanita itu setelah enam tahun menghilang. Tujuan pria itu hanyalah satu, yaitu untuk mendapatkan hati Ji Yeon kembali.

"Witch's Romance" official photo - source: www.asianwiki.com


“Witch’s Romance”, atau yang dikenal juga dengan judul “A Witch’s Romance” dan “A Witch’s Love”, adalah serial drama komedi romantis yang ditayangkan oleh stasiun televisi kabel tvN. Serial yang terdiri dari 16 episode ini mengudara pada bulan April hingga Juni 2014. “Witch’s Romance” merupakan remake dari serial drama populer Taiwan yang tayang pada tahun 2009, “My Queen”, atau yang dikenal juga dengan judul “Queen of No Marriage”. Kisah ini menyorot love life antara Ban Ji Yeon dan Yoon Dong Ha, dengan jarak usia 14 tahun membentang di antara mereka. Dengan latar belakang sama-sama pernah ditinggalkan oleh orang yang mereka cintai, dua anak manusia itu bertemu. Bersama, mereka mencoba menelisik arti cinta dan kasih sayang dalam kehidupan yang selama bertahun-tahun memburam akibat luka di masa lalu. Bersama, mereka melakukan perjalanan hati untuk mencari tahu apa yang menjadi tujuan hidup mereka, serta menjadi pribadi yang lebih baik dalam prosesnya.
When we feel and think that we’ll never find anyone to replace our past lovers, we guess that we have to make it through without them this time. Patah hati yang begitu dalam dapat membawa perubahan pada diri yang mengalami. Pada kondisi yang paling ekstrim, memilih untuk sendiri dan memandang sinis dunia. Baik disadari maupun tidak, orang yang pernah mengalami patah hati yang begitu dalam akan membangun sebuah dinding untuk membentengi hatinya. Benteng itu mereka bangun untuk melindungi hati mereka dari luka-luka lainnya. Namun, baik disadari maupun tidak, benteng itu juga menghalangi mereka untuk mendapatkan kebahagiaan yang layak mereka dapatkan. Benteng itu bukannya tak tertembus. Ia dapat dihancurkan, hanya saja tak sekadar dari luar, melainkan dari dalam. Orang itu sendiri yang membangunnya, orang itu sendiri pula yang dapat meruntuhkannya. Ia memiliki gemboknya, dan menemukan kuncinya adalah persoalan waktu; waktu ketika ia telah siap untuk memilih kunci itu.
When we’re out there on our own and drifting all alone; when it’s empty and cold, too many people to ache over, we’ve been broken down, get our heads out of the clouds, we’re back down on the ground, we don’t talk so loud, and we don’t walk so proud. Terkadang, yang paling dirindukan dari masa lalu bukanlah orang yang bersama kita pada saat dulu, melainkan kebersamaan, waktu-waktu yang terlewati, dan diri kita ketika bersama orang itu dulu. Terkadang, yang paling menakutkan bukanlah kesendirian, melainkan merasa kesepian, merasa bahwa kita hanya sendiri di dunia ini dan tak ada orang lain yang bersedia menghabiskan tak hanya masa senang tetapi juga masa susah bersama kita. Terkadang, yang menghalangi manusia untuk lepas dari belenggu masa lalu adalah ketakutan; takut tak akan sanggup menemukan diri kita kembali, takut akan kesendirian, takut tak akan ada orang yang kelak sanggup menghancurkan dinding yang kita bangun sendiri atas ketakutan-ketakutan itu.
When we find out all the reasons, we’ll find another way and day. With all the changing seasons in this life, just believe that we can get it right next time. Satu musim berakhir dan digantikan musim lainnya. Sebuah akhir dari sesuatu adalah awal bagi sesuatu yang lain. Musim berganti, dan akan tiba waktunya ketika kita benar-benar meninggalkan masa lalu sepenuhnya di belakang. Musim berganti, dan akan tiba waktunya ketika kita benar-benar siap menyongsong hari-hari yang akan datang. Musim berganti, lembaran baru pun hadir, dan membuka hati adalah kunci. Sebelum membuka hati, manusia harus bisa memaafkan diri sendiri. Seperti bunga hyacinths, bangkai kelopak yang telah mati harus dipotong terlebih dahulu supaya bunga yang baru dapat tumbuh mekar. Sebelum memulai hubungan yang baru, berdamailah dengan masa lalu. Sehingga hubungan yang baru itu dapat dijalani tanpa rasa sesal, beban, ganjalan, dan hal-hal lainnya yang belum terselesaikan; sehingga tak ada lagi luka masa lalu yang mengekang; sehingga hati menjadi lebih ringan dalam melangkah ke depan.
When we stop running away, the right man will come, won’t he? Setiap wanita pasti menginginkan pria yang sanggup ‘memegang’ tidak hanya hatinya, melainkan juga kepalanya; yang sanggup membawanya menjadi pribadi yang lebih baik, meyakinkannya untuk menyongsong hari depan bersama-sama, sang Mr. Right. Terkadang, Mr. Right itu hadir dalam sosok yang sama sekali tidak pernah kita duga, seperti pria yang usianya jauh lebih muda. It’s natural for two lonely people to fall in love for each other. Terutama ketika mereka sama-sama pernah terluka di masa lalu; saling menyembuhkan, saling memberi kekuatan, saling membantu untuk lepas dari belenggu masa lalu. It’s rational for choosing to start a fresh with new person rather than get back with the old one. Terkadang, betapapun menggiurkan dan menggodanya, kembali bersama orang yang lama bukanlah jalan terbaik, karena luka-luka masa lalu yang akan selalu membayangi. Terkadang, betapapun mengerikannya, memulai bersama orang yang baru adalah jalan terbaik.

"Witch's Romance" official photo - source: www.asianwiki.com


“Witch’s Romance” merupakan comeback aktris dan penyanyi Uhm Jung Hwa ke layar kaca setelah lima tahun hiatus dari serial terakhirnya, “The Man Who Can’t Get Married” (2009), sekaligus merupakan pertama kalinya aktor Park Seo Joon memerankan karakter utama dalam serial. Meskipun jarak usia mereka terpaut hampir 20 tahun, Uhm dan Park berhasil menghadirkan chemistry yang sempurna melalui karakter Ban Ji Yeon dan Yoon Dong Ha. This is the first drama series in 2014 that had successfully electrified me as I watched it. “Witch’s Romance” memiliki pesona yang dapat melarutkan para penontonnya dalam alur cerita yang segar dan akting para pemerannya yang natural. I can’t help but smiling and giggling during the whole episodes. It’s so addictive and entertaining. Overall, “Witch’s Romance” is a must watch! Comedy, romance, melancholic, moral of the story, all in one package. And I can guarantee that you won’t be disappointed, because it’s highly recommended!


You Might Also Like

0 komentar