The Taoist Wizard

Monday, June 30, 2014

What is a wizard, you ask? A ruler of the wind. A caller of rain on dry lands. Who leaps through space. And governs the world with a swift blade, but handles that sword like a gentle flower. A wizard’s duty is to aid the helpless.” –Jeon Woo Chi (Jeon Woo Chi: The Taoist Wizard, 2009)

I always sense that someone like you would come.” –Young Widow (Jeon Woo Chi: The Taoist Wizard, 2009)

Magic is only an illusion.” –Master (Jeon Woo Chi: The Taoist Wizard, 2009)

If you don’t know that you don’t know reality, then you don’t know what you really know.” –Chorangyi (Jeon Woo Chi: The Taoist Wizard, 2009)

Judul               : Jeon Woo Chi: The Taoist Wizard (전우)
Genre              : fantasy adventure, action comedy
Sutradara         : Choi Dong Hoon
Rilis                 : 23 Desember 2009
Durasi              : 119 menit
Distributor       : CJ Entertainment
Pemain            : Kang Dong Won, Im Soo Jung, Kim Yoon Seok, Yoo Hae Jin

"Jeon Woo Chi: The Taoist Wizard" official poster - source: www.asianwiki.com


South Korea has many A-list actors that rarely could be seen on television, when the television industry is probably the most effective and efficient way to get international recognition because of its Korean drama series. Nonetheless, these kind of actors were gaining recognition for their acting capability through big screen. With only one or two movies in a year, they successfully capture audiences’ heart, not only domestically but also internationally. One of them is Kang Dong Won. I’ve seen him in several movies, but this one has captured my attention in an instant. It’s a 2009 movie titled “Jeon Woo Chi: The Taoist Wizard”, or also known as “Woochi: The Demon Slayer”. Based on a Korean folktale about a legendary wizard of Joseon Dynasty, director and scriptwriter Choi Dong Hoon retold it in a whole new modern rendition.
Kisah ini dimulai pada zaman Dinasti Joseon, ketika kekuatan jahat yang berwujud goblin dikurung di sisi tergelap penjara khayangan dan dijaga oleh mahadewa dan seruling saktinya. Akibat perhitungan hari yang salah oleh tiga dewa Tao (Kim Sang Ho, Joo Jin Mo, Song Young Chang), para goblin kabur ke bumi dengan membawa seruling sakti milik mahadewa, membuatnya menghilang untuk selamanya. Sebagai bentuk pertanggungjawaban atas kecerobohan dan kelalaian mereka, ketiga dewa itu turun ke bumi untuk menangkap kembali para goblin. Mereka bertiga menemui Hwadam (Kim Yoon Seok), seorang master sihir Tao yang tersohor di Dinasti Joseon. Ketika mereka tengah dalam pengejaran atas goblin-goblin itu, mereka berhadapan dengan Jeon Woo Chi (Kang Dong Won) yang tak sengaja menemukan para goblin ketika ia tengah menjalankan misinya bersama sang peliharaan, Chorangyi (Yoo Hae Jin). Mereka berdua menculik seorang janda muda (Im Soo Jung) yang hendak dihukum mati. Pada awalnya, Woo Chi hanya berniat memanfaatkan gadis itu, namun ia terpesona pada sang gadis sehingga ia menolongnya.
Adalah sang Master (Baek Yoon Sik), guru sihir dari Jeon Woo Chi, yang kemudian membuat kesepakatan dengan Hwadam untuk membagi dua seruling sakti yang telah berhasil mereka rebut dari para goblin. Masing-masing bagian mereka bawa dan simpan untuk diamankan, karena para goblin masih berkeliaran di luar sana. Namun setelah kembali ke kediamannya, Hwadam menyadari bahwa dirinya telah dirasuki oleh goblin. Kondisi semakin kacau ketika Hwadam, alih-alih melawan keberadaan goblin dalam dirinya, justru berubah menjadi kekuatan jahat itu sendiri. Ia pun pergi membunuh Master untuk mendapatkan separuh bagian dari seruling sakti. Hwadam menuduh Woo Chi sebagai pembunuh sang Master. Karena reputasi Woo Chi yang memang murid nakal dan berandalan, tiga dewa termakan hasutan Hwadam dan menyegel Woo Chi beserta Chorangyi dalam sebuah lukisan. Hingga 500 tahun kemudian, ketika tiga dewa telah terbiasa hidup di bumi, membaur dengan manusia, para goblin bermunculan kembali. Dengan menghilangnya Hwadam dari radar mereka, tiga dewa terpaksa meminta bantuan pada Woo Chi, dengan melepas mantra yang telah menyegelnya selama 500 tahun.


"Jeon Woo Chi: The Taoist Wizard" official still cut photo - source: www.asianwiki.com


Dirilis pada musim liburan Natal, “Jeon Woo Chi: The Taoist Wizard” merajai box office Korea Selatan, meraup penjualan tiket hingga mencapai lebih dari 6,1 juta tiket dan menjadi film terlaris ketiga pada tahun 2009. Hingga artikel ini ditulis, “Jeon Woo Chi: The Taoist Wizard” berada di posisi 28 dalam daftar film terlaris sepanjang masa di Korea Selatan, dan mengukuhkan nama Choi Dong Hoon sebagai sutradara pencetak box office, setelah dua film sebelumnya, “The Big Swindle” (2004) dan “Tazza: The High Rollers” (2006). Kesuksesan ini kemudian diikuti dengan “The Thieves” (2012), yang kini menduduki posisi 2 sebagai film terlaris sepanjang masa di Korea Selatan. Apa yang membuat “Jeon Woo Chi: The Taoist Wizard” kemudian menjadi film yang layak ditonton? Berikut ini adalah beberapa faktor yang patut diperhatikan dalam film ini.
First, more-than-just-an-eye-candy gorgeous actor Kang Dong Won’s transformation. “Jeon Woo Chi: The Taoist Wizard” sendiri merupakan ground breaking performance bagi aktor tampan bertalenta Kang Dong Won, karena untuk pertama kalinya ia memilih karakter yang jauh berbeda dari peran-peran yang pernah ia bawakan sebelumnya. Semenjak namanya melejit melalui film “A Romance of Their Own” (2004), yang terkenal juga dengan judul “Temptation of Wolves”, Kang membuktikan bahwa dirinya bukan hanya aktor bermodal tampan. Melalui film-film selanjutnya, “Duelist” (2005), “Maundy Thursday” (2006), “Voice of a Murderer” (2007), dan “M” (2007), Kang memperlihatkan kapasitas akting papan atas dengan menghidupkan karakter yang misterius, dark, dan unik. Perannya sebagai Jeon Woo Chi menunjukkan bahwa ia juga sanggup bertransformasi menjadi karakter yang playful dan lively, dengan tetap mempertahankan sisi unik dari dalam dirinya, sesuatu yang sangat langka bisa didapatkan dari sosok Kang. Dalam sebuah wawancara, ketika ditanya mengapa ia bersedia membawakan peran Jeon Woo Chi, Kang menjawab bahwa ia ingin menjadi aktor yang dicintai oleh masyarakat dari berbagai kalangan usia. Dan pilihannya tidak salah. Up to this date, Jeon Woo Chi is my favorite Kang’s role ever.
Second, the unique plot development of folklore-based story. Kisah mengenai Jeon Woo Chi adalah salah satu legenda paling populer di masyarakat Korea Selatan. I love folktale! Moreover, I love the way it had been modified with more modifications. Dengan basis cerita yang telah mengakar kuat dalam budaya mereka, Choi Dong Hoon dengan cerdas dan berani mengembangkan cerita tersebut dengan imajinasi liarnya yang fantastis, maka terlahirlah naskah cerita “Jeon Woo Chi: The Taoist Wizard”. Ia menggabungkan period setting era Dinasti Joseon dengan modern setting kota Seoul masa kini dalam satu jalinan cerita yang solid dan detail. Dengan demikian film ini menawarkan paket lengkap yang sempurna dalam bentuk film hiburan untuk keluarga. Komedi yang muncul pun menjadi natural ketika karakter Jeon Woo Chi diceritakan mengalami ‘jetlag’ di masa kini, 500 tahun setelah ia dibekukan dalam mantra. Bagi Choi yang terkenal sukses dengan karya heist film-nya, “Jeon Woo Chi: The Taoist Wizard” merupakan tantangan baru, karena untuk pertama kalinya ia menggarap film fantasy adventure.


"Jeon Woo Chi: The Taoist Wizard" official still cut photo - source: www.asianwiki.com


Third, Choi Dong Hoon’s first attempt to do some CG special effects in his film. Faktor ini mungkin bisa menjadi bumerang bagi Choi, mengingat teknologi yang digunakan belum secanggih Hollywood. Meskipun demikian, “Jeon Woo Chi: The Taoist Wizard” menampilkan animasi yang cukup rapi. Walaupun masih jauh dari kata sempurna, it was a good attempt. Fourth, the moral of the story. Bukan Choi Dong Hoon namanya ketika ia tidak menyisipkan pesan-pesan moral dalam cerita yang dibangunnya. Melalui tokoh Jeon Woo Chi, kita melihat bagaimana seorang pemuda mencari jati dirinya, mencari tempatnya dalam hidup, menemukan tujuannya. Bagaimana ia, meskipun seorang penyihir yang dianggap berandalan dan suka bertindak semaunya sendiri, memperjuangkan apa yang ia yakini adalah benar demi melindungi orang-orang yang ia kasihi. Bagaimana ia, meskipun dengan caranya sendiri yang kadang disalahpahami oleh kebanyakan orang, memperjuangkan apa yang ia percaya adalah benar.
Last, it’s totally entertaining! Seperti yang telah dinyatakan sebelumnya, “Jeon Woo Chi: The Taoist Wizard” menyajikan paket lengkap hiburan keluarga. Terlebih lagi, film ini dirilis ketika musim liburan akhir tahun 2009, timing yang tepat di mana para orang tua mengajak anak-anak mereka untuk menonton film di bioskop, begitu pula dengan para kaum muda dan rekan-rekan mereka. Tidak seperti film-film Choi Dong Hoon sebelumnya yang memiliki rating dewasa karena muatan adegan kekerasan dan seksual di dalamnya, “Jeon Woo Chi: The Taoist Wizard” memiliki rating remaja atau yang terkenal dengan sebutan PG-13 sesuai standar MPAA. Film ini jelas adalah jenis film yang digemari oleh kalangan semua umur. As a note, Kang Dong Won’s portrayal as Jeon Woo Chi is very adorable (okay, I’m being biased here, but whatever!); a kind of hero that every children would fall into.
Secara keseluruhan, “Jeon Woo Chi: The Taoist Wizard” adalah sebuah film aksi fantasi, dengan unsur komedi yang sangat menghibur. Tidak hanya aktor tampan Kang Dong Won saja yang bersinar penampilannya dalam film ini, Choi Dong Hoon’s regular, aktor kawakan Kim Yoon Seok, juga tampil penuh kharisma sebagai antagonis Hwadam. Selain itu, aktor komikal Yoo Hae Jin serta tiga aktor senior Kim Sang Ho, Joo Jin Mo, dan Song Young Chang merupakan mood-booster dengan pesona mereka yang luar biasa menghibur. Aktris utama dalam film ini, Im Soo Jung, juga tak kalah bersinar bersanding dengan para aktor itu. She makes an adorable couple with Kang. Overall, “Jeon Woo Chi: The Taoist Wizard” is a great mood-boster movie to watch during your leisure time. And yes, it is totally recommended!



Everyone carries their past sins with them. The beauty of life is that good deeds can erase it.” –Taoist God (Jeon Woo Chi: The Taoist Wizard, 2009)

Beauty often shrouds the poison within.” –Jeon Woo Chi (Jeon Woo Chi: The Taoist Wizard, 2009)

Life is indeed a dream.” –Jeon Woo Chi (Jeon Woo Chi: The Taoist Wizard, 2009)


I would rather die as an honorable dog than live as a filthy human.” –Chorangyi (Jeon Woo Chi: The Taoist Wizard, 2009)

You Might Also Like

1 komentar

  1. kata2 yg suka dia sebut klo mw bertarung itu apa?

    ReplyDelete