14 Days

Saturday, June 14, 2014

What do you think is the most pitiful life? Being poor? Starving? No. It is a person who has anger, resentment, and has a lot of hurt in his heart, and a person who ignores his parents, and lives freely. And in the outside he tries to be strong. Acting strong and cool. That kind of person is the most pitiful.” –Cho Byung Ho (God’s Gift – 14 Days, 2014)

Don’t only believe in things you can see. The things you see aren’t all true.” –Wang Byung Tae (God’s Gift – 14 Days, 2014)

A sincere heart will always move.” –Han Saet Byul (God’s Gift – 14 Days, 2014)

It’s time for you to get out from the past.” –Hyun Woo Jin (God’s Gift – 14 Days, 2014)

Before I met you, the world I knew was full of hatred, betrayal and cruelty. It was depressing and hard. But when I first saw you, it gave me hope in the world.” –Kim Soo Hyun (God’t Gift – 14 Days, 2014)

If people ask to a mother about their most precious thing in this world, the mother would probably answer that it’s their children. Giving birth to their children is probably the best thing that ever happen for a mother. Losing their children is probably the worst thing that they couldn’t ever imagine. A life without their children is probably like living in a hell. A mother could do everything for their children. To save their children’s life, a mother could even face any danger and don’t give any shit about whether they’ll get hurt instead or not. It all happens in drama series titled “God’s Gift – 14 Days”, when a mother is being given a miracle to go back in time, 14 days before her beloved daughter died. During those precious days, she fight with all her might to prevent her daughter from death. Hence, could the death really be prevented? Or unfortunately, would the fate just be repeated all over again?

"God's Gift - 14 Days" official poster - source: www.asianwiki.com


Kim Soo Hyun (Lee Bo Young) adalah seorang scriptwriter untuk sebuah program reportase investigasi di stasiun televisi nasional. Suaminya, Han Ji Hoon (Kim Tae Woo), adalah mantan jaksa yang kini menjadi pengacara hak asasi manusia. Mereka berdua memiliki seorang putri bernama Han Saet Byul (Kim Yoo Bin), yang masih duduk di bangku sekolah dasar. Sementara itu, Ki Dong Chan (Jo Seung Woo), adalah mantan detektif polisi yang kini menjadi detektif swasta setelah sebuah tragedi yang menimpa dirinya dan keluarganya beberapa tahun yang lalu. Pada suatu waktu, terjadi pembunuhan berseri dengan korban tiga orang wanita yang dibunuh secara sadis. Ketika program yang dipegang Soo Hyun menyiarkan investigasi tentang kasus tersebut secara publik, seseorang yang mengaku sebagai pelaku pembunuhan itu menelepon. Di hadapan seluruh negeri, ia menyatakan bahwa ia telah menculik seorang anak gadis, yaitu Saet Byul, dan mengancam akan membunuhnya sebagai bentuk protes kepada Presiden yang saat ini menjabat.
Beberapa hari kemudian setelah Han Saet Byul diculik, jasadnya ditemukan mengapung di sebuah danau. Kim Soo Hyun yang merasa frustasi pun pergi ke danau tersebut dan mencoba bunuh diri. Sementara itu, Ki Dong Chan juga berada di danau yang sama dengan kondisi kedua tangan dan kakinya terikat, dan kakinya diikatkan pada sebuah batu besar. Segerombolan pria mencoba membunuhnya. Pada saat yang bersamaan, Soo Hyun dan Dong Chan jatuh ke danau. Namun sebuah keajaiban terjadi. Mereka berdua terbangun, dan mendapati bahwa mereka telah kembali ke empat belas hari sebelum meninggalnya Saet Byul. Dengan kesadaran yang sama bahwa sebuah hal di luar nalar terjadi kepada mereka, Soo Hyun dan Dong Chan bertemu. Menyadari kemampuan yang dimiliki Dong Chan sebagai detektif, Soo Hyun pun meminta bantuan kepada pria itu untuk menyelamatkan Saet Byul.
Pada awalnya Ki Dong Chan menolak untuk membantu Kim Soo Hyun. Namun kemudian ia teringat bahwa sang kakak, Ki Dong Ho (Jung Eun Pyo), akan dihukum mati pada hari yang sama ia jatuh ke danau, yang merupakan keputusan dari Presiden sendiri, yang secara tidak langsung disebabkan oleh terbunuhnya Han Saet Byul. Dong Chan pun menyadari, bahwa apabila Saet Byul tidak meninggal dunia, maka kakaknya juga tidak akan dijatuhi hukuman mati. Berangkat dari alasan personal itu, Dong Chan pun bersedia membantu Soo Hyun. Mereka berdua dibantu oleh Jenny (Han Sunhwa) dan Wang Byung Tae (Yeon Jae Wook), agen dan hacker yang bekerja untuk Dong Chan, serta Na Ho Gook (Ahn Se Ha), junior Dong Chan di kepolisian. Meskipun banyak pihak yang membantunya, segala sesuatu tidak berjalan mudah. Terlebih lagi, Soo Hyun justru tidak mendapatkan kepercayaan dari suaminya sendiri dan para polisi.
Adalah Hyun Woo Jin (Jung Gyu Woon), detektif polisi yang juga mantan kekasih Kim Soo Hyun sekaligus mantan partner Ki Dong Chan. Pada mulanya Woo Jin merasa skeptis atas pengakuan Soo Hyun bahwa akan terjadi pembunuhan berantai yang berujung pada kematian putrinya. Namun setelah menyaksikan sendiri bahwa seluruh perkataan Soo Hyun benar-benar terjadi, ia pun turut membantu wanita itu. Sedikit banyak kejadian yang ia alami telah mengubah perspektif Soo Hyun. Ia yang pada mulanya sangat keras terhadap Han Saet Byul, mulai melunak dan mencoba memahami anak gadisnya. Ia bahkan mengizinkan Saet Byul untuk bermain dengan Ki Young Gyu (Baro), remaja yang memiliki keterbelakangan mental namun berhati lembut, yang juga adalah keponakan Dong Chan. Soo Hyun juga tidak melarang Saet Byul untuk menonton konser Snake, band favorit gadis itu yang disukainya karena sang vokalis, Te Oh (No Min Woo).
Seiring usaha mereka untuk mencegah kematian Han Saet Byul, berbagai fakta lain seputar pembunuhan berantai dan penculikan Saet Byul mulai terkuak satu persatu. Fakta-fakta mengejutkan yang bahkan tidak pernah disangka sama sekali oleh Kim Soo Hyun dan Ki Dong Chan. Mulai dari perselingkuhan Han Ji Hoon dengan junior Soo Hyun, Joo Min Ah (Kim Jin Hee), hingga kebenaran di balik kasus yang membuat Ki Dong Ho menjadi terpidana mati. Semua akan terkait dan terkuak, mengapa takdir mempertemukan Soo Hyun dan Dong Chan yang pada mulanya tidak saling mengenal. Seluruh kejadian yang Soo Hyun dan Dong Chan alami akan bermuara pada satu alasan besar, mengapa hanya mereka berdua yang diberi kesempatan untuk pergi ke masa lalu, yaitu empat belas hari sebelum kematian Saet Byul.

"God's Gift - 14 Days" official photo - source: www.asianwiki.com


“God’s Gift – 14 Days” mengudara di stasiun televisi SBS dan ditayangkan pada bulan Maret hingga April 2014. Serial drama yang terdiri dari 16 episode ini memuat unsur fantasy, action, dan thriller di dalamnya. Sejak masa praproduksi, “God’s Gift – 14 Days” telah menarik perhatian karena memasang dua award-winning aktris dan aktor sebagai tokoh utamanya, yaitu Lee Bo Young dan Jo Seung Woo. Lee Bo Young sukses memboyong Daesang (Grand Prize Award) pada helatan 2013 SBS Drama Awards berkat aktingnya dalam serial hits “I Hear Your Voice”, sementara Jo Seung Woo meraih Daesang pada gelaran 2012 MBC Drama Awards melalui serial “Horse Doctor”, yang merupakan debut aktingnya di layar kaca. And after watching “God’s Gift – 14 Days”, I can be assured to say that they really stand for their names. Akting super mereka yang memukau menghidupkan jalan cerita serial ini, yang lebih dari sekadar drama kriminal biasa, melainkan sebuah kisah tentang perjuangan manusia dalam mencari arti kebenaran dan keadilan.
God never sleeps. Tuhan tak pernah tidur. Yang dialami Kim Soo Hyun dan Ki Dong Chan adalah keajaiban. Dalam bentuk yang paling sederhana sekalipun, keajaiban dapat muncul. Ia adalah nama lain dari usaha dan doa. Usaha keras Soo Hyun dan Dong Chan dalam mengungkap kebenaran di balik kasus penculikan dan pembunuhan Han Saet Byul membawa mereka pada titik di mana semuanya terjawab. Kebenaran-kebenaran yang terselubung, tuduhan-tuduhan yang salah alamat, ketidakadilan yang merajalela, kebohongan-kebohongan yang menyelimuti, konspirasi yang seolah tiada akhir, semuanya terbongkar. Mereka mungkin dapat mengelabui sesama manusia, namun mereka tak dapat mengelabui Tuhan, yang akan menyampaikan pesan-pesannya kepada manusia yang percaya dan berakal. Sooner or later, the truth will be revealed, and the justice will be upheld, because God never sleeps.
See and think beyond everything. Segala sesuatu tidak hanya sebatas seperti apa yang terlihat secara kasat mata. Sebelumnya, Ki Dong Chan adalah seseorang yang hanya mempercayai apa yang sanggup ia lihat dengan kedua matanya sendiri. Namun setelah mengalami empat belas hari yang bagaikan mimpi baginya itu, ia mulai mencoba untuk melihat segala sesuatunya melalui sebuah gambaran yang lebih besar. Bahwa tidak semua hal seperti kelihatannya. Bahwa mata dapat menipu. Bahwa pikiran dapat mengelabui. Bahwa batas antara ilusi dan kenyataan terkadang sangat tipis. Bahwa ia harus membedakan antara apa yang benar-benar ia lihat dan apa yang ia ‘ingin’ untuk lihat. Bahwa ia harus memisahkan antara apa yang benar-benar terjadi dan apa yang ia ‘ingin’ untuk terjadi. Bahwa ia harus menyadari antara apa yang benar-benar merupakan kenyataan dan apa yang ia ‘ingin’ untuk menjadi kenyataan. Don’t only see what you only want to see, don’t only think what you want to think, see and think beyond everything.
There’s always a price to pay for everything. Manusia hidup dengan menuai apa yang mereka tanam. Dan akan selalu ada balasan setimpal bagi setiap tindakan. Kim Soo Hyun sadar betul, ketika dirinya kembali ke masa lalu, ada harga yang harus dibayar apabila ia ingin menyelamatkan nyawa anaknya. Dibutakan oleh hasrat untuk menyelamatkan nyawa sang anak, ia hampir saja memilih jalan tergelap, yaitu membunuh si pelaku penculikan. Namun cara itu tak akan memutuskan lingkaran setan yang ada. Nyawa dibayar nyawa, apabila peraturan dunia berlaku seperti itu, maka manusia akan binasa. Menjadi seorang korban tidak lantas memberikan hak bagi seseorang untuk menjadi pelaku. Untuk itulah hukum ada. Dan pilihan itu ada di tangan manusia. Untuk menyerahkannya pada hukum negara maupun hukum alam, atau menjadikan diri sendiri sebagai hakim atas perbuatan oran g lain. Indeed, every second in life is the matter of choice.
Everything happens for a reason. Setiap kehidupan manusia adalah bagian kecil dari rencana besar Tuhan. Bagi mereka yang percaya, sesungguhnya tidak ada sesuatu yang kebetulan di dunia ini. Selalu ada alasan bagi setiap kejadian, bahkan sekecil apapun. Seperti yang dialami oleh Kim Soo Hyun dan Ki Dong Chan. Setiap kejadian yang mereka berdua alami menuntun Soo Hyun dan Dong Chan pada sebuah pengungkapan besar terkait kehidupan mereka, serta orang-orang di sekitar mereka. Bahkan kebenaran yang tersamarkan, ada alasan mengapa Tuhan berkehendak untuk menyamarkannya pada saat ini, dan membukanya suatu saat kelak. Ada alasan mengapa Tuhan mempertemukan mereka dengan orang-orang tertentu. Ada alasan mengapa setiap orang memiliki keyakinan yang berbeda atas sesuatu yang mereka anggap benar. Untuk itu, manusia harus percaya, bahwa segala alasan itu akan menjadi jawaban atas semua kejadian ketika saatnya tiba. The right thing may be different for each person, but the truth is applied for everyone. So, trust what you believe and never give up hope.

"God's Gift - 14 Days" official photo - source: www.asianwiki.com


“God’s Gift – 14 Days” was impressed me since I watched its pilot episode. This series was produced in a movie-scale technique, with many high-definition cameras and stunts used during the shooting process, and also sophisticated special effects used during the editing process. The great cinematography was combined very well with the actors and actresses acting quality. Moreover, I need to mention that “God’s Gift – 14 Days” had an amazing plot that was so outstanding. The interesting storyline was built up with tenses that could trigger the audiences’ adrenalines in every scene. And yes, it’s full of surprising twists that would make the audiences bite their lips even until the very end of its final episode. One word that could describe its screenplay: brilliant! It’s brilliantly planned and very calculated. Overall, “God’s Gift – 14 Days” is one of a kind high quality series that ever been produced in South Korea’s entertainment industry. Tensing and twisting storyline, adrenaline-rushed plot, outstanding cinematography, five-out-of-five-stars class acting, even the moral of the story, this series got it all. Indeed, this worth-watching series is highly recommended.




I couldn’t make you become a murderer.” –Ki Dong Chan (God’s Gift – 14 Days, 2014)

Something changes because of us. So let’s think positively.” –Ki Dong Chan (God’s Gift – 14 Days, 2014)


I don’t want to go through that pain again, not even in my dreams.” –Kim Soo Hyun (God’s Gift – 14 Days, 2014)

You Might Also Like

0 komentar