Good Doctor

Wednesday, May 21, 2014



The day when the tree smelled like an ice cream, my rabbit went to heaven in front of me. The day when the tunnel smelled of rusted iron, my brother went to heaven in front of me. Both of them couldn’t become adults. I wanted to help children grow up to be adults. That’s why I wanted those children to have children of their own, and give love to the children they have. I’ve always wanted to do that.” –Park Shi Ohn (Good Doctor, 2013)

A doctor is someone who thinks first of the patient’s health and life.” –Park Shi Ohn (Good Doctor, 2013)

A doctor without a soul is no different from a robot in an operating room. Develop your own conviction and thoughts before you treat and save patients.” –Cha Yoon Seo (Good Doctor, 2013)

There’s a saying, “Don’t ask what the world could offer to you, but ask yourself what you could give to the world instead.” Human lives in search of their purposes, of the main and sole reason of why they were born in this world as they are. As they live they will understand that they’re not alone. As they see they will know that in order to live, they have to adapt. But what if you were born to be different from others? What if you were born with this kind of “specialty” that makes you hard to adapt unlike other people? In a medical drama titled “Good Doctor, it happened to Park Shi Ohn, a savant autism genius who struggles to be a doctor. I’ve watched some medical dramas but I’ve never been so caught up in one of them. Not until I watched “Good Doctor”. More than just a common story about medical world, this series told us that to live is to give meaning, to be able to love yourself first before you can love other people, and that it’s not necessary to try hard to be ordinary when you’re born extraordinary.

"Good Doctor" official poster - source: www.asianwiki.com


Park Shi Ohn (Joo Won) terlahir sebagai seorang savant autism, yang membuatnya memiliki mental seperti anak-anak di usianya yang telah dewasa. Meskipun demikian, ia dianugerahi otak yang jenius yang pada akhirnya mampu membuatnya lulus dari sekolah kedokteran. Kematian sang kakak ketika mereka kecil adalah motivasi terbesar Shi Ohn untuk menjadi seorang dokter. Beruntung, semenjak kecil bakat jeniusnya telah ditemukan oleh dokter Choi Woo Seok (Cheon Ho Jin), yang kemudian membantu Shi Ohn belajar kedokteran. Berkat rekomendasi dan dukungan penuh Dokter Choi, Shi Ohn pun diterima menjadi residen junior di rumah sakit Sungwon University, di mana Dokter Choi adalah direktur di sana. Shi Ohn bergabung dalam divisi dokter anak di bawah pengawasan dokter Kim Do Han (Joo Sang Wook).
Dokter Kim adalah seorang dokter anak bertangan dingin. Ia menjadi dokter anak termuda yang diangkat sebagai associate professor. Sedari awal, Dokter Kim menolak gagasan Dokter Choi untuk menerima Park Shi Ohn sebagai residen dalam timnya. Namun, sebagai salah satu murid terbaik Dokter Choi, Dokter Choi hanya sanggup mempercayakan Shi Ohn kepada pria itu. Menganggap Shi Ohn sebagai ancaman bagi guru yang dihormatinya, Dokter Choi, alhasil Dokter Kim selalu memperlakukan Shi Ohn dengan tegas dan kasar. Meskipun banyak pihak yang meragukan Shi Ohn, bahkan secara terang-terangan tidak menyukainya, bahkan jelas-jelas memanfaatkannya untuk menjatuhkan Dokter Choi dari posisi direktur, Shi Ohn tak gentar. Di samping itu, tidak semua pihak mencibir dan memandang Shi Ohn sebelah mata.
Adalah dokter Cha Yoon Seo (Moon Chae Won), tangan kanan Dokter Kim, yang diam-diam menyimpan perasaan untuk seniornya itu. Meskipun dari luar ia terkesan cuek dan bertindak semaunya sendiri, Dokter Cha berhati lembut. Ia selalu berada di sisi Park Shi Ohn bahkan ketika semua orang terkesan menyalahkan pria itu. Kebaikan hatinya menyentuh hati Shi Ohn dan membuat pria itu jatuh cinta untuk pertama kali dalam hidupnya. Ada pula residen senior Han Jin Wook (Kim Young Kwang) serta suster senior Jo Jung Mi (Go Chang Suk) yang juga selalu berada di sisi Shi Ohn dan mendukungnya. Perlahan namun pasti, tidak hanya belajar untuk menjadi seorang dokter yang baik, lebih dari itu, Shi Ohn belajar untuk mengenal rasa, untuk bersosialisasi, serta menjadi dewasa.
Jalan Park Shi Ohn untuk menjadi dokter memang jauh dari kata mudah. Kehadirannya berpengaruh pula pada beberapa pihak lain di rumah sakit tersebut, termasuk Dokter Choi dan Dokter Kim. Bahkan tanpa Shi Ohn sadari, dirinya dimanfaatkan oleh beberapa pihak untuk kepentingan politik rumah sakit. Terutama untuk menjatuhkan karir Dokter Choi dan Dokter Kim. Tunangan Dokter Kim sekaligus anggota dewan direksi rumah sakit, Yoo Chae Kyung (Kim Min Seo), tentunya tidak tinggal diam melihat posisi sang tunangan terancam. Selain itu, tidak mudah pula bagi Shi Ohn untuk mendapatkan kepercayaan dari para orang tua pasien yang ia rawat. Apalagi sebagai seorang dokter anak, setiap harinya Shi Ohn harus berhadapan dengan anak-anak, yang tentunya jauh lebih sulit untuk dihadapi ketimbang orang dewasa. Namun Shi Ohn selalu mendapat dukungan dari Na In Hae (Kim Hyun Soo), salah seorang pasien anak yang dirawatnya.
Perlahan namun pasti, Park Shi Ohn mulai memperoleh kepercayaan dari orang-orang di sekitarnya, baik rekan kerja maupun para pasiennya. Kehadiran Shi Ohn di rumah sakit tersebut tidak hanya memberi arti bagi Shi Ohn seorang, di mana ia berusaha meraih impiannya untuk menjadi seorang dokter sekaligus belajar menjalani hidup sebagai makhluk sosial, melainkan juga memberi arti bagi rekan-rekan kerja serta para pasiennya. Tidak hanya Shi Ohn yang belajar banyak dari mereka, mereka pun belajar banyak dari seorang Shi Ohn. Dokter Cha belajar untuk meyakini kemampuannya sendiri. Dokter Kim belajar untuk memaafkan kesalahan dirinya di masa lalu. Dokter dan suster lainnya belakar untuk lebih menghargai dan menerima perbedaan. Para pasien anak belajar banyak mengenai kasih sayang dan perjuangan.

"Good Doctor" official photo - source: www.asianwiki.com


“Good Doctor” adalah serial drama dengan tema medical yang terdiri dari 20 episode. Serial ini ditayangkan oleh stasiun televisi KBS dan mengudara pada bulan Agustus hingga Oktober 2013. Dengan dunia kedokteran sebagai latar utamanya, “Good Doctor” memadukan unsur drama romantis, melodrama, dan komedi dengan apik di dalamnya. Lebih dari itu, kandungan pesan moral dalam serial ini membuat “Good Doctor” menjadi hits dan digandrungi oleh para penontonnya. Memusatkan alur cerita pada kisah perjalanan hidup Park Shi Ohn, seorang penderita savant autism, serta perjuangannya untuk menjadi seorang dokter dan diterima oleh masyarakat di sekitarnya, “Good Doctor” menyuguhkan sisi lain dari kehidupan yang masih sangat jarang tersentuh oleh perhatian. Lebih dari sekadar kisah cinta, “Good Doctor” adalah kisah mengenai hakikat kasih sayang, pencarian makna kehidupan, dan penemuan jati diri.
Kekuatan drama ini terletak pada alur ceritanya, yang mengambil tema sosial mengenai suatu hal yang jarang disorot oleh masyarakat, yaitu penderita savant autism syndrome. Ditambah lagi, alur cerita ini disokong dengan karakterisasi yang kuat. Park Shi Ohn, tokoh utamanya, adalah seorang penderita savant autism sedari lahir, namun ia juga dianugerahi kejeniusan berupa daya ingat yang kuat dan detail semenjak ia kecil. Sebuah ironi yang tragis dan dramatis. This series had succeed in creating awareness about autism and how socially challenged individuals can contribute to society. Intinya terletak pada bagaimana menghargai perbedaan itu sendiri, karena setiap orang terlahir berbeda, dan ketika ia memiliki satu perbedaan yang mencolok dibandingkan orang kebanyakan, bukan berarti ia bukan merupakan bagian dari masyarakat. Terhadap mereka yang ‘istimewa’, tidak seharusnya kita memandang sebelah mata ataupun menutup mata seluruhnya. Manusia diberi rasa dan akal untuk menerima segala perbedaan itu. Manusia diberi tangan untuk mengulurkannya pada mereka yang membutuhkan. Manusia diberi hati untuk melihat apa yang tak terlihat oleh kedua mata mereka.
Enduring is also being strong. Orang yang kuat bukan orang yang tidak memiliki kelemahan sama sekali, melainkan orang yang tidak membiarkan segala kelemahan itu menghalangi mereka untuk terus maju. Orang yang berani bukan orang yang tidak memiliki ketakutan sama sekali, melainkan orang yang tidak membiarkan segala ketakutan itu menghalangi mereka untuk melakukan hal yang mereka anggap benar. Dokter Kim Do Han berkata dalam serial ini, “Courage doesn’t mean that you’re not afraid, but it means that you don’t let fears stop you.” Ya, manusia dapat berubah menjadi lebih baik, dan ketakutan bukanlah alasan bagi manusia untuk terus melangkah maju. Rasa takut adalah hal yang manusiawi, yang membuat kita merasa hidup, yang membuat kita yakin bahwa kita adalah manusia. Tak ada orang yang tak memiliki ketakutan dalam hidupnya. Namun orang-orang yang hebat bukanlah orang-orang yang tak merasa takut, melainkan orang-orang yang berhasil mengalahkan ketakutan mereka. Dipandang sebelah mata, dicemooh, tidak dipercaya, hal-hal itu selalu dialami Park Shi Ohn bahkan semenjak ia kecil. Ia tumbuh dengan berbagai ketakutan yang ditimbulkan oleh lingkungannya sendiri. Namun ia tak menyerah atas mimpinya. Ia tak membiarkan rasa takut menghalanginya berjuang untuk mewujudkan mimpi-mimpinya.
Meskipun tidak terlihat oleh kasat mata, bukan berarti sesuatu itu tidak nyata adanya. Selama kita percaya dengan segenap hati kita, maka hal itu nyata adanya, termasuk cinta. Na In Hae berkata dalam serial ini, “If the love is small, it’s easier to see. If the love is really big, in fact it’s hard to see.” Melakukan sesuatu untuk seseorang yang kita cintai, bahkan hanya dengan mengawasinya, melihat dan menjaganya dari kejauhan, bahkan tanpa orang itu sadari, bukan berarti tak cinta, melainkan cinta itu terlalu besar untuk dapat terlihat. Setiap orang memiliki caranya sendiri dalam mencintai, yang justru terkadang disalahpahami oleh orang yang mereka cintai. Cobalah untuk melihat melalui bingkai yang lebih luas. Dibalik segala hal yang mungkin mengesalkan dan menjengkelkan, yang mungkin membuat kita merasa dibenci dan tidak diinginkan, sesungguhnya ada sebuah kasih sayang dan perhatian yang terbersit di dalamnya.
Cinta bukanlah soal mencintai seseorang yang sempurna, melainkan mencintai seseorang dengan sempurna. Dokter Han Jin Wook berkata dalam serial ini, There is no qualifications to love somebody, but if you love somebody without any condition, you are qualified to be with that person.” Merasa inferior adalah hal yang manusiawi, namun sekali lagi, itu bukanlah alasan untuk merasa tidak pantas mencintai seseorang. Cinta dinilai berdasarkan ketulusannya, bukan besaran nilai maupun angka materi apalagi tampilan fisik. Cinta sepihak, cinta terpendam, cinta yang tak berbalas, memang menyakitkan, namun ketika cinta itu tulus adanya, maka tak ada yang sia-sia, termasuk rasa sakit itu. Kebahagiaan akan menjelang bagi mereka yang selalu memberi dengan ketulusan, pada waktunya. Karena hidup adalah tentang proses, tentang pembelajaran. Manusia berproses untuk mengerti dan memahami dalam pendewasaannya. Ketika mereka telah sanggup mengerti dan memahami, maka mereka telah menjadi dewasa. Bukan soal usia, melainkan soal kemampuan untuk mengerti dan memahami.

"Good Doctor" official photo - source: www.asianwiki.com


Perolehan rating serial “Good Doctor” menembus angka 22%. Popularitas yang melambung ini kemudian diikuti dengan berjayanya “Good Doctor” dalam ajang penghargaan 2013 KBS Drama Awards, di mana serial ini membukukan 13 nominasi sekaligus, serta memboyong total tujuh piala di antaranya. Ketujuh penghargaan yang berhasil diraih tersebut adalah kategori Best Couple untuk pasangan tokoh utama Joo Won dan Moon Chae Won; kategori Excellence Award for Actor untuk Joo Sang Wook; Popularity Award for Actress dan Excellence Award for Actress untuk Moon Chae Won; Netizen Award for Actor, PD Award, dan Top Excellence Award for Actor untuk Joo Won. Tiga piala yang diperoleh Joo Won ini membuktikan kapasitasnya sebagai salah satu aktor watak papan atas di Korea Selatan. Indeed, he deserved it. Penampilannya sebagai Park Shi Ohn sangat memukau dalam serial ini. Terlepas dari rating dan penghargaan yang diraih oleh “Good Doctor”, serial ini memang layak dan merupakan salah satu serial terbaik yang pernah saya tonton. Sometimes funny, sometimes touching, sometimes sweet, all in one package. This series is absolutely highly recommended!




Doing something for someone is when you keep an eye for them. Not ignorance or neglect, but like I said, just watch over them. But truthfully, it’s the hardest thing to do. Although it’s difficult, it does help the relationship to stay strong for a long period of time.” –Cha Yoon Seo (Good Doctor, 2013)

Love is something that eases people’s suffering. I didn’t know before. But after I thought about it deeply, there doesn’t seem to be a painkiller as perfect as this.” –Park Shi Ohn (Good Doctor, 2013)

In this world, I’m most thankful to people who believe in others. If people believe in you, you feel stronger. You feel full inside. Faith is like a pump that fills bicycle tires with air. If you fill them with air, they end up running well like the wind.” –Park Shi Ohn (Good Doctor, 2013)

From my experience, just love and painful love have different antidotes. Just love is a pain killer, but painful love is like a disinfectant. It really hurts at first, but the wound heals cleanly later on. In the end, painful love heals you too. So even if it hurts, clench your teeth together and endure.” –Han Jin Wook (Good Doctor, 2013)

Cha Yoon Seo: “What is a doctor to you?
Park Shi Ohn: “The last hope. Even when everyone else gives up on the patient, the last one responsible for the patient is the doctor.
Cha Yoon Seo: “Then what is a patient to you?
Park Shi Ohn: “It’s a friend I need to be separated from. A patient is someone I need to treat like a friend, and someone whom I need to help live healthily even after being separated from me, that’s a patient. So that they won’t seek me again.
(Good Doctor, 2013)

Now that I think about it, it’s right. Wondering first about whether he is the kind of doctor who is good or not are all good doctors. Those people are also good people. However, in order to become a good person, I just realized that one has to have a lot of scars. If they were to heal another person’s wounds, they themselves should know what being hurt is. That’s why, I will be hurt everyday. Even so, I think it will be okay. I’m in a place where people are, and I’m receiving love from someone. It’s all right.” –Park Shi Ohn (Good Doctor, 2013)

You Might Also Like

0 komentar