The Wedding Scheme

Tuesday, April 22, 2014

The reason why there is inequality between men and women is not because of gender but because of class, power. If you’re strong enough to overcome a man’s world then you’ll never be discriminated against again.” –Lee Kang Jae (The Wedding Scheme, 2012)

Well, probably because I’m afraid of marriage. As opposed to the quality life others may have, I’m probably afraid that I’m not able to provide a better life for the one that I love. Wouldn’t that be what I’m afraid of? Isn’t it sad not being able to give your beloved one everything they want?” –Seo Jang Won (The Wedding Scheme, 2012)

 “Making unhealthy food to suit a person’s tastes, have you ever seen me do this, making something fake when I make food? If you change the taste because appetites have changed, that’s just a rip-off. Mothers never play with the food that will enter into their family. Food, at the very least, food that will go in people’s mouth definitely has to be honest.” –So Doo Ryun (The Wedding Scheme, 2012)

What is every parent’s biggest fear in this life? Well, it might be their children. For not being able to give the best for their children. For not being able to fulfill their children’s wishes. The worse thing is, for leaving first. The worst of all, for leaving their children alone in this harsh world, without anything or anyone with them. However, children are every parent’s life. The reason why they’re breathing. The reason why they keep working hard to earn money. The reason why they’re struggling hard to live. Children are every parent’s sources of worries, but they’re also every parent’s sources of happiness. Especially for a single mother of four daughters in a drama series titled “The Wedding Scheme”. Seeing that her four daughters have become adults but so full of themselves instead of having a steady relationship with a stable man, the worried mother is about to plot a scheme for her daughters to meet their soulmate.


"The Wedding Scheme" official poster - source: www.koreandrama.org


Adalah So Doo Ryun (Cha Hwa Yeon), pemilik Chinjung Kimchi, perusahaan sukses yang terkenal memiliki kimchi paling lezat di Korea Selatan. Ia adalah seorang orang tua tunggal dari empat orang putri, karena sang suami meninggal dunia ketika anak-anak mereka masih sangat kecil. Anak pertamanya adalah Yoo Sun Hee (Lee Young Eun), wanita lajang berusia 33 tahun yang berperan sebagai ibu bagi ketiga adiknya semenjak sang ayah meninggal dunia dan sang ibu sibuk bekerja siang malam. Kelembutan hatinya membuatnya selalu mengalah pada adik-adiknya, termasuk tidak berkuliah demi mengurus rumah. Anak kedua adalah Yoo Gun Hee (Kang Hye Jung), wanita lajang berusia 32 tahun yang berkebalikan 180 derajat dengan sang kakak. Ia temperamen dan super mandiri. Ia bekerja di sebuah perusahaan produksi makanan nomor satu di Korea Selatan bernama Sangcharim. Semua makanan, kecuali kimchi.
Anak ketiga adalah Yoo Min Jung (Kim Se Jung), wanita lajang berusia 24 tahun yang hanya tahu bersenang-senang dan menghabiskan uang. Ia gemar berbelanja dan hanya mau berkencan dengan pria kaya raya. Anak bungsu adalah Yoo Min Ji (Park Min Ji), gadis lajang berusia 21 tahun yang sedang berusaha untuk lolos ujian masuk perguruan tinggi. Namun alih-alih belajar, ia justru menekuni hobi dan ketertarikannya pada dunia film. Pada suatu hari, So Doo Ryun menyadari bahwa terlepas dari betapa sukses perusahaan yang ia kembangkan sekarang, ia merasa telah gagal dalam membesarkan keempat putrinya sendiri. Akhirnya ia membuat keputusan untuk merancang sebuah rencana. Rencana yang apabila berhasil, akan membuat keempat putrinya tidak hanya mendapatkan pasangan hidup, melainkan juga menemukan makna dan tujuan hidup bagi diri mereka sendiri sebagai seorang manusia.
Langkah pertama yang dilakukan So Doo Ryun adalah mengatakan kepada keempat putrinya bahwa Chinjung Kimchi tengah mengalami kesulitan keuangan dan terancam bangkrut. Ia pun menjual rumah dan tanah-tanah yang mereka miliki. Kemudian, mereka pindah ke sebuah rumah lain dan menjadikannya rumah kos. Langkah terakhir, para penghuni rumah kos tersebut harus laki-laki dan diseleksi terlebih dahulu oleh So Doo Ryun dan anak-anaknya. Penghuni pertama adalah Seo Jang Won (Lee Min Woo), direktur Action School, tempat pendidikan dan pelatihan aktor dan aktris figuran untuk film laga. Penghuni kedua adalah Park Se Won (Kim Jae Deuk), pemuda yang ternyata kabur dari rumah setelah gagal dalam perusahaan keluarganya. Penghuni ketiga adalah Lee Kang Jae (Lee Kyu Han), rekan kerja Yoo Gun Hee yang selalu berseteru dengannya. Ia merahasiakan identitasnya sebagai putra dari pemilik perusahaan Sangcharim.
Sebelum tinggal satu rumah, Yoo Gun Hee dan Lee Kang Jae bagaikan air dan api di kantor mereka. Meskipun tidak pernah akur, takdir seolah mengikat mereka berdua karena mereka selalu ditempatkan dalam satu divisi di Sangcharim. Hingga pada suatu saat, presiden perusahaan yang juga adalah ayah Kang Jae, menugaskan mereka dalam Divisi Kimchi dengan misi untuk melakukan merger dengan Chinjung Kimchi milik ibu Gun Hee. Karena alasan itu pula lah Kang Jae memutuskan untuk tinggal di rumah kos keluarga Gun Hee. Lain dengan Gun Hee yang menentang keputusan ibunya untuk menjadikan rumah mereka sebagai rumah kos, ketiga saudaranya mendukung sang ibu. Bahkan, kakak tertua Yoo Sun Hee dan adik bungsu Yoo Min Ji mulai menumbuhkan perasaan untuk Seo Jang Won. Sementara itu, Yoo Min Jung berkencan dengan Park Se Won setelah mengetahui bahwa pria itu berasal dari keluarga kaya. Namun perlahan Se Won menunjukkan sifat aslinya yang pemalas, yang membuat Min Jung kapok berkencan dengan anak orang kaya. Sebaliknya, hatinya kemudian justru tertambat pada Kim Dol Soon (Seo Jae Kyung), sopir pribadi ibunya yang berpenampilan dan bersifat 180 derajat dari Se Won.
Kebersamaan antara Yoo Gun Hee dan Lee Kang Jae semakin membuat keduanya dekat. Sangat dekat untuk membuat mereka berdua akhirnya menyadari bahwa mereka telah saling jatuh cinta. Namun segala sesuatunya tidak berlangsung semudah itu. Adalah Park Soo Ho (Kim Won Joon), senior Gun Hee semasa kuliah yang sekarang juga bekerja di Sangcharim. Pria itu menyukai Gun Hee sejak mereka masih menjadi mahasiswa, namun tak pernah mendapat kesempatan untuk mengungkapkan perasaannya, hingga saat ini. Ada pula rahasia di antara orang tua Gun Hee dan Kang Jae yang membuat hubungan mereka terasa mustahil untuk dijalani. Namun, sesuatu yang lebih besar dan kejam sesungguhnya menanti keempat Yoo bersaudara bahkan tanpa mereka sadari. Sang ibu, So Doo Ryun, didiagnosa mengidap kanker pankreas, dan penyakit itu telah memasuki tahapan kritis.


"The Wedding Scheme" official photo - source: www.koreandrama.org


“The Wedding Scheme”, atau yang dikenal juga dengan judul “The Marriage Plot”, adalah serial komedi romantis yang ditayangkan oleh stasiun televisi kabel, tvN. Serial yang terdiri dari 16 episode ini mengudara pada bulan April hingga Mei 2012. Serial ini merupakan proyek layar kaca kedua aktris Kang Hye Jung setelah menikah dengan penyanyi dan musisi, Tablo, pada tahun 2009 lalu. Ini sekaligus menandai comeback-nya di layar kaca setelah serial “Miss Ripley” pada tahun 2011. Dan ya, aktris cantik ini tidak kehilangan tajinya sama sekali. Ia beradu akting dengan apik dan berhasil membuat pasangan yang memikat dengan aktor Lee Kyu Han. Serial ini memiliki plot yang manis dengan tempo yang dinamis, yang sanggup membuat mata para penontonnya terpaku ke layar. Lebih dari sekadar kisah cinta antara pria dan wanita, “The Wedding Scheme” adalah kisah tentang kasih sayang seorang ibu yang tak berujung kepada anak-anaknya.
Seorang ibu yang benar-benar mengetahui anak-anaknya lebih dari siapapun, ia akan selalu merasa bahwa ia masih belum dapat memahami segalanya tentang mereka. Sebaliknya, seorang ibu yang telah merasa mengetahui segalanya tentang anak-anaknya, justru tidak memahami apapun. Seperti So Doo Ryun yang merasa bahwa ia belum dapat mengenali anak-anaknya dengan baik, sesungguhnya ia adalah yang paling memahami anak-anaknya, bahkan mungkin lebih dari mereka memahami diri mereka sendiri. Sebagai seorang ibu, Doo Ryun paham betul tiap karakter yang dimiliki anak-anaknya. Meskipun waktunya banyak dihabiskan untuk bekerja dan menjalankan peran sebagai sosok ayah, ia tetaplah seorang ibu dengan jiwanya yang lembut. Being a parent is not an easy task to do, moreover, being both a mother and a father and the same time. But then, the greatest parent is them who can and have willingness to get to know and understand their children more and more.
Tidak ada anak yang tidak menyayangi orang tuanya. Hanya saja mereka memiliki caranya sendiri dalam mengungkapkan rasa sayang itu. Sama halnya dengan orang tua yang memiliki cara mereka sendiri dalam mengungkapkan rasa sayang kepada anak mereka. Karena selalu ada di dekatnya, terkadang seorang anak bersikap acuh tak acuh pada orang tua. Padahal, mereka dapat pergi lebih cepat dari yang dapat kita duga. Hanya karena mereka selalu menyambut kita di rumah, bukan berarti mereka tak akan pernah pergi meninggalkan kita. Tak ada salahnya mengungkapkan rasa sayang itu meskipun setiap hari bertemu, karena kita tidak akan pernah tahu kapan mereka akan diambil dari sisi kita. Seperti orang tua Yoo bersaudara yang meninggal dunia pada saat yang tidak mereka duga. Being a child is a pure luck, because we never got to choose in which family we were about to be born. But once they born, a child will eventually love their parents. And as they grow up, they learn to understand, then the love will grow deeper too.
Dua orang dapat menjadi dekat melalui tiga cara, yaitu tertawa, bertengkar, dan berbagi cerita. Ketiga cara tersebut melambangkan proses intimasi yang dijalin antara dua orang. Intimasi yang dapat terwujud melalui keterbukaan. Keterbukaan yang dipicu oleh kenyamanan. Kenyamanan yang diciptakan melalui kebersamaan. Seperti yang terjadi antara Yoo Gun Hee dan Lee Kang Jae. Mereka saling bertengkar, mereka tertawa bersama, mereka berbagi cerita. Perlahan tapi pasti, melalui kebersamaan mereka saling merasa nyaman terhadap satu sama lain. Mereka membuka diri dan menjadi diri mereka sendiri ketika sedang bersama satu sama lain. Indeed, a relationship that goes naturally is the best. You don’t have to hide your true self with the other person, that’s the basic foundation for a strong relationship. And after all of your true self comes out, but you still want to be with each other, then it’s a true love.
Cinta datang pada saat yang paling tak terduga, dari seseorang yang tidak pernah kita sangka. Itulah mengapa cinta menimbulkan getaran dan debaran bagi orang yang merasakannya, yaitu karena elemen kejutan yang ia miliki. Namun terkadang, seseorang baru menyadari betapa berartinya sesuatu itu setelah ia pergi dan tak ada lagi. Seperti Yoo Gun Hee dan Lee Kang Jae yang saling merindukan ketika mereka tak bersama. Karena terbiasa sendiri, mereka merasa tak membutuhkan orang lain dan bahkan tak menyadari setiap kebersamaan yang mereka lalui. Namun setelah terbiasa bersama, maka rasa kehilangan itu akan muncul dengan mudahnya. Bahkan untuk saling beradu argumen sekalipun tak akan menjadi masalah apabila mereka bersama. Karena mereka tahu, mereka akan sanggup tertawa bersama setelah melampiaskan segala emosi melalui adu argumen tersebut. Karena memang begitulah mereka tercipta untuk satu sama lain. No matter how strong you are alone, you need someone to lean on sometimes. Indeed, two is better than one.


"The Wedding Scheme" official photo - source: www.koreandrama.org


Entah mengapa, dalam setiap serial komedi romantisnya, tvN hampir tidak pernah gagal dalam memikat hati para penonton, termasuk untuk serial “The Wedding Scheme”. Lovey dovey yang ditampilkan dalam serial ini sukses membuat saya berteriak kecil, menggigit jari, dan meremas kepala. Romantisme dan intimasi yang ditampilkan terlihat sangat natural, terutama untuk pasangan karakter Yoo Gun Hee dan Lee Kang Jae. They’re definitely my favorite couple! I love their actions and reactions toward each other. It was so attractive and I couldn’t get enough of them. Tidak ada konflik yang berlebihan dan berlarut-larut dalam serial ini. Tawa dan tangis ditempatkan sesuai pada porsinya. Secara keseluruhan, “The Wedding Scheme” adalah serial yang sangat menghibur dan jauh dari kata mengecewakan. Indeed, this series is highly recommended!



That marriage. Why do I hate marriage? First reason, I want to focus on my career. But these days, you can still work and be married. But it’s hard for women to juggle family and work. But I could find a guy who helps out with the housework. However, there’s no guy like that and if there were then they are gay. Gay is what they are. The second reason why I don’t like marriage, I don’t want to have kids. To be specific, it’s not that I don’t want kids, it’s that I don’t have the confidence to be a mother.” –Yoo Gun Hee (The Wedding Scheme, 2012)

Moms believe that they love their children more than their children love them. But, really, actually, it’s the child whose love is greater than the mom’s love, because the kids don’t doubt them. Whether or not the mom is great or bad, whether or not the mom does everything right or everything wrong, a mom might doubt whether she can or cannot love her child, but a child never doubt that they’re loved by their mom. No matter how circumstances turn out, it’s enough if you just love them as much as you can, then the child will grow up with the greatest love and accept you.” –Yoo Gun Hee (The Wedding Scheme, 2012)


People must have calm mind to realize their own mistakes. As you get older, you realize how you wasted time. You must rid yourself of greed to realize the thing you’ve done wrong. After you’ve loved, you realize how lonely you were. When you think it’s the end, you have to think of the beginning and compare the two, then you’ll be able to learn the meaning of what you’ve done.” –So Doo Ryun (The Wedding Scheme, 2012)

You Might Also Like

0 komentar