My Lovely Lady

Thursday, April 10, 2014



I didn’t know back then, that all the promises he had made me, how empty they were. If there had been no promises, would it have been easier for me right now? Even though I know how baseless his talk is, I hate myself for wanting to believe them. I hate myself for still wavering the those meaningless glances, for dwelling upon it like this. Losing love may just mean losing one’s self confidence.” –Kim Sam Soon (My Lovely Sam Soon, 2005)

When someone cheats on you, the best way to get better is to eat chocolate.” –Kim Sam Soon (My Lovely Sam Soon, 2005)

One day, the body asked the heart, when I’m hurt the doctor heals it, but if you’re hurt then who will heal you? Then the heart said, I have to heal by myself. Is it because of that, whenever someone is hurt they have their own special way of healing it? Drinking, singing, releasing anger, laughing, crying, going to trip with friends and talking with them, and running the marathon, or the worst thing, just ignoring that pain. My way of healing is by making cake and cookies in the morning like right now. Even when my father suddenly passed away, even when a passionate relationship came to an end, I come to the kitchen to cook cake and I was healed from the smell of the baked cake. Can there be another treatment as sweet as this one?” –Kim Sam Soon (My Lovely Sam Soon, 2005)

In eastern country like South Korea, women on their late 20s are considered to be at the very suitable age to get married. Even elder generation in that country used to think that a woman should get married on their early or middle 20s. This perspective somehow affects the psychological condition of women in eastern countries. When their age reaches late 20s or even 30, they start to feel anxious and urges to get married soon. Moreover, this will affect their social life. For those who already have a boyfriend, they will gradually pull their lover into marriage. Meanwhile for those who are still single, they will try their hard and best to find a soulmate through friends’ and families’ connection, old acquaintances, blind-dates, or even marriage arrangement by parents. Anything that could make them possible to meet their fate. But, what if, she gets cheated and dumped by her long-time-boyfriend-she-wished-to-marry when she’s 29? It all happens in a drama called “My Lovely Sam Soon”, a story about an ordinary woman in search for her life companion.

 
"My Lovely Sam Soon" official poster - source: en.wikipedia.com


Pada malam Natal yang (semestinya) penuh kedamaian, Kim Sam Soon (Kim Sun Ah) justru mendapati kenyataan pahit bahwa sang kekasih yang telah mengencaninya selama bertahun-tahun, Min Hyun Woo (Lee Kyu Han), memutuskan hubungan mereka. Tidak hanya itu, Hyun Woo menyatakan bahwa ia telah berselingkuh dari Sam Soon. Percakapan mereka tidak sengaja terdengar oleh Hyun Jin Hun (Hyun Bin), yang pada waktu itu tengah merasa bosan dengan kencan buta yang diatur oleh ibunya (untuk kesekian kali). Sam Soon yang terluka akibat dicampakkan, ditambah lagi dengan kenyataan bahwa ia baru saja kehilangan pekerjaannya dan menjadi seorang pengangguran, menangis di kamar mandi, tanpa menyadari bahwa ia telah salah masuk ke kamar mandi laki-laki. Di sanalah pertemuan pertamanya dengan Jin Hun terjadi.
Beberapa bulan kemudian, Kim Sam Soon kembali pada kenyataan dan tengah dalam usaha untuk menata kembali kehidupannya yang sempat berantakan. Ia kini berusia 30 tahun, lajang, dan pengangguran. Ia adalah seorang patissier handal yang pernah belajar di Paris, namun karena ia tidak memiliki ijazah perguruan tinggi, ia kesulitan mendapat pekerjaan. Hingga pada suatu saat, Hyun Jin Hun, yang ternyata adalah pemilik restoran Bon Appetit, mengetahui kemampuan Sam Soon dan memutuskan untuk mempekerjakan wanita itu di restorannya yang baru saja ditinggalkan oleh patissier mereka. Segalanya mulai tampak membaik bagi Sam Soon, ia telah mendapatkan pekerjaan dan ibunya telah mengatur pertemuan dengan seorang pria berkualitas, yang ternyata memang memenuhi ekspektasi Sam Soon dari seorang pria. Namun, Jin Hun yang pada saat yang sama (lagi-lagi) merasa bosan dengan pertemuan yang diatur ibunya, memanfaatkan Sam Soon untuk kabur dari kencan buta tersebut.
Kejadian hari itu rupanya mengubah jalan hidup Kim Sam Soon dan Hyun Jin Hun. Keduanya memutuskan untuk berpura-pura menjadi sepasang kekasih untuk mengelabui ibu Jin Hun. Lebih dari itu, mereka juga bersandiwara di hadapan seluruh pegawai restoran. Ini dilakukan Jin Hun demi sang ibu tidak lagi berusaha menjodohkannya dengan wanita-wanita pilihan ibunya, yang selama ini selalu ditolaknya. Sementara bagi Sam Soon, ini dilakukannya demi meminjam uang dalam jumlah banyak kepada Jin Hun untuk menyelamatkan rumah keluarganya yang hampir disita karena hutang almarhum sang ayah. Meskipun mereka hanya berpura-pura pacaran, kedekatan mereka membuat Sam Soon dan Jin Hun menumbuhkan rasa untuk satu sama lain. Hingga pada suatu hari, mantan kekasih Jin Hun, Yoo Hee Jin (Jung Ryeo Won) datang kembali dari Amerika Serikat.
Tidak hanya kembali ke Korea Selatan, Yoo Hee Jin juga berniat kembali pada Hyun Jin Hun. Setelah tiga tahun lamanya pergi meninggalkan Jin Hun tanpa telepon maupun pesan apapun, ia merasa bahwa hubungan mereka belum berakhir dan bahwa Jin Hun akan menunggunya kembali. Jin Hun yang begitu terluka ketika Hee Jin meninggalkannya ketika ia tengah dalam masa-masa paling terpuruk dalam hidupnya dulu, tidak semudah itu sanggup menerima Hee Jin kembali. Apalagi kini telah ada Kim Sam Soon di sisinya. Adalah Henry Kim (Daniel Henney), teman Hee Jin selama di AS, yang menyusul wanita itu ke Korea Selatan untuk mendapatkan hatinya. Tidak tahan melihat Hee Jin terus terluka karena sikap dingin Jin Hun, Henry akhirnya memberi tahu Jin Hun alasan sesungguhnya Hee Jin pergi ke AS tiga tahun yang lalu.
Yoo Hee Jin mengidap sakit kanker perut dan harus dioperasi di AS, sementara Henry Kim adalah dokter yang bertanggung jawab atasnya. Mendapati kenyataan tersebut, Hyun Jin Hun tidak dapat melakukan apapun selain kembali pada Hee Jin, yang masih sangat disayanginya. Namun tanpa pria itu sadari, ada satu wanita yang sangat terluka atas keputusannya, yaitu Kim Sam Soon. Segala yang dilakukan Jin Hun, bahkan tanpa pria itu sadari, telah membuat Sam Soon perlahan tapi pasti jatuh cinta kepadanya, meskipun ia tahu bahwa dalam perjanjian mereka hal itu tidak boleh terjadi. Jin Hun bahkan menghalangi usaha Min Hyun Woo, mantan kekasih Sam Soon, untuk kembali pada wanita itu. Menyadari bahwa apapun yang terjadi tidak akan membuatnya menjadi kekasih yang sesungguhnya bagi Jin Hun, Sam Soon memutuskan untuk berhenti bekerja di Bon Appetit. Namun Jin Hun tidak serta merta melepaskan wanita itu, karena tanpa ia sadari pula, ia pun telah jatuh cinta pada Sam Soon.

 
"My Lovely Sam Soon" official photo - source: www.hancinema.net


“My Lovely Sam Soon”, atau yang dikenal juga dengan judul “My Name is Kim Sam Soon”, adalah serial komedi romantis yang terdiri dari 16 episode yang ditayangkan oleh stasiun televisi MBC. Serial ini mengudara pada bulan Juni hingga Juli 2005 dan merupakan salah satu serial drama dengan perolehan rating tertinggi, yaitu menembus hingga angka 53%, untuk episode terakhirnya. This series was a big hit and its popularity was high through the roof. “My Lovely Sam Soon” melambungkan nama kedua tokoh utamanya, Kim Sun Ah –yang menambah berat badannya sebanyak 15 kg untuk perannya sebagai Kim Sam Soon– dan Hyun Bin. Disebut-sebut sebagai versi Korea dari film adaptasi novel laris “Bridget Jones’ Diary”, “My Lovely Sam Soon” berfokus pada kisah cinta dan kehidupan Kim Sam Soon, seorang wanita lajang berusia 30 tahun, dengan segala keresahan yang dimilikinya, mulai dari mencari seorang pasangan hidup hingga membangun restoran yang merupakan impiannya.
Kim Sam Soon tidak menyukai nama kelahirannya, yang secara literal dalam Bahasa Korea berarti “Kim tiga puluh tahun”. Ia memiliki nama yang (menurutnya) konyol, wajah yang tidak dapat dibilang menjadi dambaan setiap pria, serta tubuh yang jauh dari kata langsing dan seksi. Namun di balik itu ia adalah wanita yang kuat, yang tahu apa yang ia inginkan dalam hidupnya, serta seorang pekerja keras. Meski ia tidak mempunyai ijazah perguruan tinggi, ia adalah seorang patissier handal yang belajar secara otodidak di Paris. Ia optimis dan cerdas, serta satu hal, ia lucu dan sanggup membuat semua orang yang ada di sekitarnya merasa nyaman. Gambaran Kim Sam Soon sebagai tokoh utama wanita pada waktu itu mematahkan stereotip drama Korea pada umumnya, hal inilah yang menjadi salah satu daya tarik serial ini. Sosok ordinary Kim Sam Soon sebagai heroine membawa semangat bahwa se’biasa’ apapun kita, kita adalah tokoh utama dalam kehidupan kita sendiri. Don’t lose faith and hope, because everything is beautiful when it’s time.
Kedua tokoh utama dalam serial ini, Kim Sam Soon dan Hyun Jin Hun, memiliki kesamaan dalam kisah cinta mereka, yaitu mereka sama-sama sempat terkungkung dalam luka masa lalu. Terkadang bukan cinta yang membuat seseorang seolah terkungkung di masa lalu, atau seolah tidak dapat melupakan mantan kekasihnya, bukan cinta, melainkan rasa kecewa terhadap diri sendiri. Ketika sebuah hubungan berakhir, kedua belah pihak tidak mengakhirinya dengan rasa sakit yang setimpal. Salah satu pasti lebih sakit dibandingkan yang lain. Terkadang pihak yang lebih tersakiti akan selalu berpikir dan bertanya, “Apa yang salah sehingga semuanya jadi begini?” Pikiran itulah yang pada akhirnya menjebak seseorang dalam kubangan kenangan. Bahkan ketika menyadari bahwa hubungan telah berakhir dan mungkin itulah jalan yang terbaik, ia dapat menyalahartikannya sebagai perasaan cinta yang masih tertinggal. The only thing ones can do is getting back to their sense and moving on, because when a door closes it means a chance for another door to open, and love will always find its way.
Hyun Jin Hun memiliki luka masa lalu yang ia pendam sendiri. Bukan sekadar luka fisik yang membuat kakinya lemah, melainkan luka psikologis yang tak dapat ia bagi dengan siapapun. Namun pada suatu hari, ia mengungkapkannya pada Kim Sam Soon. Hanya di hadapan wanita yang benar-benar dicintainya, seorang pria sanggup menunjukkan sisi terlemah dari dirinya, baik secara sadar maupun tidak. Rasa cinta didasari oleh perasaan nyaman, sebuah fondasi yang membangun kokoh bangunan cinta dan relasi antara dua orang. Baik pria maupun wanita, mereka akan sanggup menunjukkan sisi terlemahnya di hadapan orang yang benar-benar ia merasa nyaman terhadapnya. Sisi terlemah, yang disimbolkan dengan sebuah tindakan paling rapuh manusia, yaitu menangis. Terutama seorang pria, yang tak akan meneteskan air mata secara sembarangan. Somehow, in front of love, everyone could become as pitiful as a human could be.
Tidak ada hubungan yang sempurna, melainkan komitmen, negosiasi, dan rekonsiliasi. Ketika memutuskan untuk bersama pada akhirnya, Kim Sam Soon dan Hyun Jin Hun sadar betul bahwa tidak ada hubungan tanpa pasang-surut. Pasang-surut inilah yang menguji sejauh mana mereka dapat mempertahankan komitmen, menegosiasikan ego satu sama lain, dan mengutamakan rekonsiliasi dibandingkan perpisahan. Ada satu ungkapan favorit yang muncul dalam serial ini, yaitu “Love, like never been hurt”. Mencintailah, seperti kau tidak pernah terluka sebelumnya. Ini berarti bahwa seseorang harus menjalani setiap detik dalam kehidupannya dengan penuh rasa syukur. Bahwa terlepas dari apapun yang akan terjadi kemudian, mereka harus menghargai apa yang mereka miliki pada saat ini. Let’s love like we’ve never been hurt before; let’s live like there’s no tomorrow; to the fullest.

 
"My Lovely Sam Soon" official photo - source: www.hancinema.net


“My Lovely Sam Soon” menyapu penghargaan pada ajang 2005 MBC Drama Awards, dengan memboyong total delapan piala sekaligus, termasuk Daesang (Grand Prize Award) untuk aktris Kim Sun Ah. Selain Daesang yang merupakan kategori penghargaan tertinggi, Kim Sun Ah juga meraih penghargaan untuk kategori Popularity Award for Actress dan Top Excellence Actress. Sementara itu aktor Hyun Bin meraih penghargaan untuk kategori Popularity Award for Actor dan Top Excellence Actor. Tidak hanya pasangan tokoh utama saja, aktris Jung Ryeo Won membawa pulang piala untuk kategori Excellence Actress, serta kategori Best New Actor untuk Daniel Henney. Selain itu, pasangan tokoh utama yang unik dan penuh chemistry, Kim Sun Ah dan Hyun Bin, dianugerahi penghargaan untuk kategori Best Couple. Serial ini berhasil memikat para penontonnya dengan jalan cerita yang segar, karakter-karakter yang unik, dan keseluruhan paket drama yang mendekati kehidupan sehari-hari. Indeed, “My Lovely Sam Soon” is a must-watch drama, at least once in your lifetime.




I know now that trying to understand each other is a hard job to do. I know that I don’t understand him very well, but this is just too much. But then again, I don’t know myself very well so how can I judge other people?” –Kim Sam Soon (My Lovely Sam Soon, 2005)

Let’s love like we’ve never been hurt before. Let’s dance like no one is watching us. Let’s love like we’ve never been hurt before. Let’s sing like no one is listening to us. Let’s work like we don’t need money for it. Let’s live like today is the last day. To tell you the truth, I want to be like that as well. Pretend that I’ve never been hurt before, as I want to seriously love one more time. But since the ending has become like this, I really want to change the quotes. If you don’t want to get hurt, then don’t fall in love.” –Kim Sam Soon (My Lovely Sam Soon, 2005)

But we still love each other. We still bicker at times but we always make up afterwards. We laugh and cry, during our time together. Since our meeting was coincidental, sometimes I think, we may break up one day. Being in love is like this. But there is nothing to be afraid of. Now I understand the thing that I have to do, that is to work hard in making my cakes, keep on loving just like everyday is the last day, just like we’ve never been hurt before, just like the love I have for me.” –Kim Sam Soon (My Lovely Sam Soon, 2005)

You Might Also Like

0 komentar