Will It Snow for Christmas?

Thursday, March 13, 2014

It’s my business, I’ll manage it.” –Cha Kang Jin (Will It Snow for Christmas?, 2009–2010)

Do you often hear that you’re foolish? That you’re stupid, and pathetic? You must get that a lot. If you act like this, will he come to you? If you give up your life or beg, do you think you could hold onto him?” –Cha Kang Jin (Will It Snow for Christmas?, 2009–2010)

Please just forgive me this once. My rudeness to you, the horrible things I said, breaking your heart, not telling you my heart, lying, please overlook it just once. How I was weak like an idiot and gave you heartache, how I hurt your feelings, how I drove you nuts, forgive me this once. Forgive me just this once.” –Han Ji Wan (Will It Snow for Christmas?, 2009–2010)

I believe that happiness is a choice. It’s for the human being themselves to choose, whether to be happy or sad. But when it feels like the universe has conspired to make you be unhappy, what would you choose? When it feels like you have no choice but to be unhappy, what would you do? Will you let that wrong-doing make you live the rest of your life drowning in regrets? Will you let that guilty feeling make you live the rest of your life swarming in sadness? This is happening in a melodrama called “Will It Snow for Christmas?”. The title itself is like a metaphor for, “Will the happiness come into my life in the end?”. It’s a story of love, family, and life. It’s about people who seek for the meaning of life, what to pursuit in it, and what purpose they live for.

"Will It Snow for Christmas?" official poster - source: es.drama.wikia.com

Kisah ini berawal ketika Cha Kang Jin remaja (Kim Soo Hyun) pindah ke sebuah desa bernama San Cheong bersama ibu dan adiknya. Pada hari kepindahan itulah Kang Jin bertemu dengan Han Ji Wan remaja (Nam Ji Hyun). Sesuatu membuat mereka bertengkar pada hari pertama itu. Namun selanjutnya mereka mengetahui bahwa mereka satu sekolah di SMA. Mantan pacar Ji Wan, Park Jong Suk (Do Ji Han), memutuskan gadis itu untuk mengencani kakak kelas mereka, yang ternyata satu kelas dengan Kang Jin. Dengan motif untuk memberi pelajaran pada Jong Suk, yang adalah adik dari seseorang yang sangat dibenci Kang Jin, Kang Jin merebut pacar Jong Suk. Ji Wan, demi membalas dendam pada gadis yang telah merebut Jong Suk, memutuskan untuk mendekati Kang Jin dan merebutnya dari gadis itu.
Segala usaha yang dilakukan Ji Wan pun perlahan menyentuh hati Kang Jin. Di sisi lain, Ji Wan pun sebenarnya telah meninggalkan hasrat balas dendam sejak lama. Ia benar-benar jatuh cinta pada Kang Jin. Namun pada suatu hari, sebuah kejadian tragis mengubah jalan hidup mereka selamanya. Kakak laki-laki Ji Wan, Han Ji Young (Song Joong Ki), pulang dari Seoul dan mendapati adiknya tengah dimabuk cinta. Tidak tega melihat Ji Wan yang kesusahan mencari pendant milik Kang Jin yang jatuh ke dalam sungai, Ji Young pun memutuskan untuk membantunya mencari benda itu. Pendant itu adalah benda berharga peninggalan ayah Kang Jin satu-satunya, yang hilang ketika Kang Jin tengah berusaha menyelamatkan Ji Wan. Namun pada hari itu, Ji Young masuk ke dalam sungai, dan tak pernah kembali lagi.
Kematian Ji Wan menggemparkan keluarga Han. Ibu Ji Wan depresi. Ayah Ji Wan tidak sanggup berbuat apa-apa selain berada di samping sang ibu untuk menenangkannya. Sementara itu, Ji Wan terjebak dalam kesedihan dan ketakutannya sendiri. Ia tenggelam dalam rasa bersalah dan menolak mentah-mentah pernyataan cinta Kang Jin. Ketika tengah berada di tepi sungai, Ji Wan tetiba menemukan pendant itu tergeletak di antara bebatuan, hanya untuk menyadari bahwa sang kakak telah meninggal dunia akibat perbuatan konyolnya. Malam itu, Ji Wan membuat keputusan yang mengubah bukan hanya jalan hidupnya saja, melainkan juga Kang Jin. Ji Wan memutuskan untuk pergi dari rumah, berkelana ke Seoul, dan hidup seorang diri.
Waktu berlalu dan delapan tahun kemudian, Cha Kang Jin dewasa (Go Soo) telah menjadi seorang arsitek yang sukses. Pada suatu hari, ia menghadiri upacara pertunangan rekan sekantornya, Park Tae Joon (Song Jong Ho). Ternyata, sang tunangan tak lain tak bukan adalah Han Ji Wan, yang kini telah tumbuh dewasa (Han Ye Seul). Alih-alih hadir dalam acara pertunangannya sendiri, Tae Joon justru pergi menemui mantan kekasihnya, Lee Woo Jung (Sun Woo Sun). Wanita itu mencoba bunuh diri setelah tahu bahwa Tae Joon akan bertunangan dengan wanita lain, hanya dalam selang waktu seminggu setelah mereka putus. Sakit hati karena ditelantarkan Tae Joon rupanya belum cukup bagi Ji Wan. Ia juga harus menghadapi kenyataan bahwa pria yang selama ini dihindarinya kini justru muncul kembali dalam kehidupannya, yaitu Kang Jin. Han Ji Wan berpura-pura tidak mengenal Cha Kang Jin. Namun entah mengapa, Kang Jin merasa bahwa Ji Wan adalah wanita yang sama. Sejak hari itu, takdir keempat orang itu bertautan.

"Will It Snow for Christmas?" official photo - source: www.sbs.co.kr

“Will It Snow for Christmas?” adalah sebuah melodrama yang terdiri dari 16 episode. Serial ini mengudara pada bulan Desember 2009 hingga Januari 2010 di stasiun televisi SBS. Serial ini meraih rating yang tidak begitu mengecewakan dengan peraihan tertinggi mencapai 16%. Dengan jalan cerita yang menarik dan jajaran pemain yang tidak dapat diremehkan, mungkin seharusnya serial ini dapat menarik perhatian lebih besar. Satu hal, entah mengapa saya tidak pernah menyukai aktris Han Ye Seul. Tidak, saya tidak membencinya. Hanya saja saya kurang menyukainya. Entah mengapa. Satu hal yang membuat serial ini termaafkan adalah betapa gantengnya Go Soo sebagai Cha Kang Jin dalam serial ini. Well yeah, the story line itself is quite deep. More than just a love story, it’s a story about life, family, and dream.
In my opinion, since the beginning, the evil character in this story in Ji Wan’s mother. Sebesar apapun mereka menyayangi anak mereka, sudah kewajiban bagi orang tua untuk tidak pilih kasih terhadap anak-anak mereka. Anak-anak memiliki karakter mereka masing-masing, baik mereka penurut maupun pembangkang, sudah kewajiban bagi orang tua untuk menjadi bijaksana dalam menyikapi anak-anak mereka. Apabila segalanya ditarik ke awal, semuanya tidak akan menjadi masalah besar apabila ibu Ji Wan tidak menyalahkan Ji Wan atas meninggalnya Ji Young. Bagi seorang anak gadis berusia 15 tahun, kehilangan sang kakak sudah menjadi pukulan berat. Apalagi bila ditambah dengan kenyataan bahwa sang ibu menyalahkannya atas kejadian itu. Maka wajar saja apabila ia lari ketakutan. Bukan karena ia tidak dewasa atau berpikir jernih. Ia memang belum dewasa, dan seharusnya ibunya mengerti betul hal itu. Namun selepas Ji Wan pergi, sang ibu malah semakin menyalahkannya dan tidak mengkhawatirkannya sama sekali. Orang tua macam apa yang mengutamakan egonya sendiri di atas keselamatan dan kebahagiaan anaknya?
In order to live life to the fullest, someone must learn how to forgive themselves. Yang hidup yang melanjutkan hidup. Begitulah dunia ini berjalan. Hidup dalam rasa bersalah dan kesedihan tidak akan menghidupkan kembali mereka yang telah mati. Justru demi mereka yang telah berpulang, bagi yang hidup untuk hidup dengan sebaik-baiknya adalah yang harus dilakukan demi mereka. Karena mereka yang telah pergi lebih dulu sesungguhnya tidak pernah pergi dengan niat meninggalkan luka bagi yang hidup. Mereka pergi karena memang waktunya telah tiba. Rasa bersalah adalah hal yang mengekang Cha Kang Jin dan Han Ji Wan untuk meraih kebahagiaan mereka. Sederhana namun tak semudah kelihatannya. Namun satu hal yang jelas, untuk dapat terus berjalan dengan hati yang ringan dan tanpa bebas, seseorang harus bisa belajar untuk ikhlas dan merelakan sesuatu yang memang harus pergi.
Human’s heart is the most mysterious and unpredictable thing in this world. Segala sesuatu tidak selalu seperti kelihatannya. Mereka yang tersenyum belum tentu bahagia. Bisa saja senyuman itu adalah perisai yang mereka gunakan untuk menutupi kesedihan yang terpendam dalam. Han Ji Wan yang selalu ceria sesungguhnya menyimpan kepedihan yang teramat dalam. Cha Kang Jin yang selalu dingin sesungguhnya memiliki hati yang hangat dan selalu menaruh kepentingan orang lain di atas dirinya sendiri. Manusia bukan pembaca pikiran. Apabila tidak ingin niat disalahpahami, maka ungkapkanlah apa yang sesungguhnya dirasakan. Memendam segalanya, menanggung semuanya sendiri, bahkan melarikan diri tidak akan menghasilkan apapun, justru semakin memperumit keadaan.

"Will It Snow for Christmas?" official photo - source: www.sbs.co.kr

Despite its interesting story-line, somehow it feels like something’s missing from “Will It Snow for Christmas?”. Maybe it’s the execution of the script, or maybe the script itself is half-done written. I can’t clearly find it where it feels strange. I think the cast suit perfectly, except for the adult Han Ji Wan and Lee Woo Jung. And just like I’ve mentioned before, I really love to see Go Soo’s performance in this series. It could be said that he’s the sole reason I finished watching “Will It Snow for Christmas?”. Plus, I also do love Song Jong Ho as supporting actor, in any dramas. Moreover, when will again we have Go Soo, Song Joong Ki, and Kim Soo Hyun in a one drama? Indeed, “Will It Snow for Christmas?” is an eye-candy drama. Although it’s a melodrama, it’s a good refresher for the eyes.

Let’s live well, you and I.” –Han Ji Wan (Will It Snow for Christmas?, 2009–2010)

Why are you living like this? Why the hell are you living like such a fool? What did you do that was so wrong? What the hell did you do that was so damn wrong?! How long are you going to carry around that damn guilt?” –Han Ji Wan (Will It Snow for Christmas?, 2009–2010)

Is this something that can’t be resolved no matter what I do? No matter how hard I try, is this something I can’t do anything about? Even with all of my strength, is it something that will never change, that can never be changed? I’ve been asking myself in despair. But you see, I don’t want to give up at this point. I don’t want to leave it like this. That hate, I beg you to let it go of it now. If there are things I need to do, I’ll do them all. Whatever they may be, I’ll do them all. Please forgive us. It may be hard for you to forgive, but please forgive us.” –Cha Kang Jin (Will It Snow for Christmas?, 2009–2010)

You Might Also Like

0 komentar