The Holiday

Saturday, March 29, 2014



I have found almost everything ever written about love to be true. Shakespeare said, ‘Journeys end in lovers meeting.’ What an extraordinary thought. Personally, I haven’t experienced anything remotely close to that, but I’m more than willing to believe Shakespeare had. I suppose I think about love more than anyone really should. I constantly amazed by its sheer power to alter and define our lives. It was Shakespeare who also said, ‘Love is blind.’ Now, that is something I know to be true.
For some, quite inexplicably love fades. For others, love is simply lost. But then of course, love can also be found, even if just for the night. And then there’s another kind of love, the cruelest kind, the one that almost kills its victims. It’s called unrequited love. Of that, I’m an expert.
Most love stories are about people who fall in love with each other. But, what about the rest of us? What about our stories? Those of us who fall in love alone. We are the victims of the one-sided affair. We are the cursed of the loved ones. We are the unloved ones, the walking wounded, the handicapped without the advantage of a great parking space. Yes, you are looking at one such individual. And I have willingly loved that man for over three miserable years, the absolute worst years of my life. These years I’ve been in love have been the darkest days of my life. All because I’m cursed by being in love with a man who doesn’t and won’t love me back.
–Iris Simpkins (The Holiday, 2006)
 
"The Holiday" official poster - source: en.wikipedia.org

Judul               : The Holiday
Genre              : komedi romantis
Sutradara         : Nancy Meyers
Rilis                 : 8 Desember 2006
Durasi              : 136 menit
Distributor        : Universal Pictures
Pemain            : Cameron Diaz, Kate Winslet, Jack Black, Jude Law

Life is a journey. What makes it interesting is that we never know what tomorrow will bring to us. But for some people, their life stuck up. They get into some points where they forget that life itself is about exploration. They’re caught up in daily routines like jobs, they’re meeting the same people for over years, and they even forget how they could get into that point in the first time. For some people who are like this, they got to hit the rock bottom for them to realize that there is more to life. For some people like this, they got a broken heart. A deep broken heart that makes they realize to buy some times and get out from their routines. A movie called “The Holiday” portraits the journey of two broken hearted women in their rediscovery of love and life.

"The Holiday" official photo - source: movies.yahoo.com


Iris Simpkins (Kate Winslet) adalah seorang editor kolom pada surat kabar di London, The Daily Telegraph. Selama tiga tahun lamanya ia telah memendam rasa cinta kepada rekan kerja sekaligus mantan kekasihnya, Jasper Bloom (Rufus Sewell). Ia tidak tahu bagaimana harus mengakhiri perasaan itu hingga pada suatu malam ketika pesta kantor menjelang liburan Natal, Jasper mengumumkan pertunangannya dengan wanita lain yang juga merupakan rekan sekantor mereka. Hati Iris pun hancur berantakan. Sementara itu, di sisi lain Samudera Atlantik, Amanda Woods (Cameron Diaz) adalah seorang direktur perusahaan pembuat movie trailer di Los Angeles. Sebagai seorang workaholic, kehidupannya terkesan sempurna dengan kesuksesan karir dan kehidupan percintaannya. Hingga pada suatu hari ia mendapati sang kekasih, Ethan Ebbers (Edward Burns), telah berselingkuh, menghancurkan segala kepercayaan yang telah ia bangun kepada kekasihnya selama itu.
Kedua orang wanita patah hati ini pun memutuskan untuk melakukan sebuah perjalanan jauh selama liburan Natal. Intinya hanya satu, yaitu mengobati rasa sakit hati mereka. Iris memasang iklan di internet mengenai rumahnya yang disewakan untuk home exchange selama dua minggu liburan Natal, yang kebetulan ditemukan oleh Amanda. Alhasil, setelah saling berkontak melalui dunia maya, kedua wanita itu memutuskan untuk melakukan home exchange selama dua minggu. Iris terbang ke Los Angeles dan dengan segera menemukan dirinya sangat bersemangat tinggal di rumah mewah milik Amanda. Ia bahkan berkawan dengan tetangga Amanda, Arthur Abbott (Eli Wallach), pria berusia 90 tahun yang merupakan penulis naskah film terkemuka, serta Miles Dumont (Jack Black), teman Amanda dan Ethan yang merupakan komposer musik film. Sementara itu di Surrey, Amanda menemukan dirinya kesulitan untuk beradaptasi dengan lingkungan super tenang di sana, hingga ia bertemu dengan kakak Iris, Graham Simpkins (Jude Law), yang merupakan editor buku sekaligus duda beranak dua.

"The Holiday" official photo - source: movies.yahoo.com


Seperti kisah cinta dalam komedi romantis kebanyakan, seperti yang mungkin telah orang-orang dapat menebak dengan mudah, Iris dan Amanda menemukan cinta yang baru melalui perjalanan liburan mereka kali ini. Namun satu hal yang membuat “The Holiday” memberikan nuansa yang berbeda, yaitu makna perjalanan itu sendiri. Lebih dari sekadar perjalanan untuk ‘menemukan’, namun juga latar belakang dan motivasi mengapa perjalanan tersebut harus dilakukan, serta bagaimana pada akhirnya perjalanan tersebut memberi arti bagi hidup mereka. Kekuatan film ini terletak bukan pada hasil akhirnya, melainkan proses. Bahwa dalam perjalanan, apapun dapat terjadi, apapun dapat ditemukan.
Amanda berkata dalam film ini, tepat ketika ia memutuskan untuk mengambil liburan sejenak dari aktivitas pekerjaannya yang padat, “I need to get out of town. You know, I think I need some peace and quiet or whatever it is people go away for.”. Baik Iris maupun Amanda memiliki kesamaan latar belakang ketika mereka memutuskan untuk melakukan perjalanan. Pertama, mereka patah hati. Kedua, mereka sudah bertahun-tahun tidak pernah lepas dari pekerjaan masing-masing untuk sekadar berlibur. Momen patah hati tersebut menjadi alasan sekaligus cambuk yang memacu mereka untuk membuat keputusan sekali seumur hidup yang dapat mengubah jalan hidup mereka untuk selamanya. Dalam “The Holiday”, cukup menarik untuk melihat makna cinta dan relasi melalui sudut pandang tiap karakter utamanya.
Pertama, Iris Simpkins. Memendam cinta sepihak selama tiga tahun kepada seorang pria yang jelas-jelas tidak akan membalas cintanya maupun meninggalkan wanita manapun untuknya, telah membentuk Iris menjadi pribadi yang rapuh. Ia sadar bahwa cinta telah membutakannya, namun ia tak sanggup mengelak. Meskipun sudah jelas bahwa pria itu hanya memanfaatkan kecerdasannya untuk keuntungan semata, ia tak sanggup menolak. Perjalanan itulah yang akhirnya mengubah perspektifnya, lebih tepatnya, menyadarkannya. Pria itu akan segera menikah dengan wanita lain, dan waktu tiga tahun bukanlah waktu yang sebentar untuknya terkungkung dalam kubangan derita atas perasaannya sendiri. Ia harus berhenti, menutup hati untuk pria itu, melangkah maju, dan membuka hati untuk pria yang baru. To continue living, to be able to fall in love again, somebody’s got to move on.
Kedua, Amanda Woods. Perceraian kedua orang tuanya ketika ia masih berusia 15 tahun membentuk Amanda menjadi pribadi yang skeptis akan makna cinta. Ia rapuh, namun berusaha menutupi kerapuhannya itu dengan ketegaran. Baginya, kepercayaan adalah segalanya. Maka dari itu ketika dirinya super sibuk dengan pekerjaannya, ia menaruh kepercayaan tinggi terhadap pasangannya. Namun ketika sang kekasih ketahuan berselingkuh, relasi yang ia bangun atas dasar kepercayaan itu pun hancur berkeping-keping. Sesungguhnya ia bukanlah pribadi yang mudah menaruh kepercayaan kepada orang lain. Ia pun cenderung takut untuk berkomitmen, hingga ia bertemu dengan Graham, pria yang sanggup membuatnya menangis untuk pertama kalinya semenjak perceraian kedua orang tuanya. To continue living, to be able to trust and open up the heart again, somebody’s got to stay and not run away.

"The Holiday" official photo - source: movies.yahoo.com


“The Holiday” lahir melalui tangan dingin sutradara perempuan Nancy Meyers. Ia juga menjadi produser dan penulis naskah dalam film ini. Meyers bahkan memilih sendiri para pemeran utamanya. I’m really impressed with this movie. Somehow it makes me wondering, when you fall in love with someone, have you ever asked yourself, do you really fall in love with that person or you just fall in love with your conception of that person? Well sometimes when people fall in love, they’re just too blind to see that the person they love is really the person itself or not. If that thing called love, does it have to feel hurt so much? One thing for sure is, if that person is really meant for you, they will stay no matter what, no excuses and no giving up. That’s why Shakespeare once said, “Journeys end in lovers meeting.”


In the world of love, not that I’m such a genius at it, but in the world of love, cheating is not acceptable.” –Amanda Woods (The Holiday, 2006)

From the moment I met you, it’s been an adventure.” –Graham Simpkins (The Holiday, 2006)

If you were a melody, I used only the good notes.” –Miles Dumont (The Holiday, 2006)

Listen, I know it’s hard to believe people when they say, ‘I know how you feel.’ But I actually know how you feel. I understand feeling as small and as insignificant as humanly possible. How it can actually ache in places that you didn’t know you had inside you.
It doesn’t matter how many new haircuts you get or gyms you join or how many glasses of chardonnay you drink with girlfriends, you still go to bed every night going over every detail and wonder what you did wrong or how you could have misunderstood. And how in the hell for that brief moment you could think that you were that happy? And sometimes you can even convince yourself that he’ll see the light and show up at your door.
And after all that, however long ‘all that’ may be, you’ll go somewhere new. And you’ll meet people who make you feel worthwhile again. And little pieces of your soul will finally come back. And all that fuzzy stuff, those years of your life that you wasted, that will eventually begin to fade.” –Iris Simpkins (The Holiday, 2006)

You Might Also Like

0 komentar